Shutdown di Amerika Serikat

Kesepakatan yang tidak tercapai hingga batas waktu yang diberikan antara Partai Republik dan Partai Demokrat mengenai Penentuan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara AS (RAPBN AS), memaksa terjadinya “Shut down“ di Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat menghentikan anggaran belanja partial (partial shutdown) mulai Selasa 1 oktober 2013 untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 17 tahun. Lembaga Federal diperintahkan untuk memangkas layanan publik setelah anggota parlemen tidak bisa memecahkan kebuntuan politik. Partai Republik meminta kebijakan pelayanan kesehatan yang dikenal dengan Obamacare di revisi terlebih dahulu sebelum RAPBN AS disetujui. Namun permintaan partai republik tersebut di tolak oleh partai Demokrat. Sebetulnya apa yang dimaksud dengan “government shutdown AS ” itu? Government shutdown AS adalah suatu kondisi dimana pemerintah menutup sementara layanan publik pemerintahan AS, yang diakibatkan karena kongres yang terdiri atas senat dan DPR AS, tidak mencapai mufakat mengenai biaya operasional AS hingga batas waktu yang diberikan.

Shutdown di Amerika Serikat

Apa dampak dari shutdown ini terhadap perekonomian Amerika Serikat. Berikut penjelasannya :

  1. Pemasukan negara berkurang karena layanan publik AS terpaksa dihentikan

Akibat shutdown ini, sekitar sepertiga dari tenaga kerja Federal –  terpaksa cuti tanpa dibayar dari pekerjaan selama “shutdown” berlangsung. Lalu beberapa layanan publik di AS pun dihentikan sementara yang dapat menyebabkan pemasukan negara berkurang. Analisa lembaga riset IHS menyebutkan Amerika akan merugi US$ 300 juta per hari. Lembaga-lembaga pemerintah seperti Badan Imigrasi, tidak akan memproses paspor, visa, dan hal – hal yang berhubungan dengan keimigrasian. Pengadilan tidak bisa melakukan sidang. Taman Nasional dan museum tidak dibuka. Lalu beberapa fasilitas kesehatan pun terpaksa menolak pasien. Namun ada beberapa layanan publik yang tetap beroperasi selama “ shutdown ” yakni dinas perkiraan cuaca nasional, pelayanan medis di fasilitas federal , angkatan bersenjata , manajemen lalu lintas udara , dan lembaga permasyarakatan.

  1. Kepercayaan Konsumen dan Investor Berkurang

Apabila shutdown tidak segera berakhir, diperkirakan efeknya akan menjadi lebih buruk. Dengan ditutupnya fasilitas publik, bakal mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap pemerintahan. Lalu dengan penutupan fasilitas publik akan mempengaruhi keuangan para pegawai negeri yang harus menarik tabungan untuk membiayai kehidupan mereka. Karena ketidakstabilan perekonomian AS, investor lari untuk mencari asset safe haven lainnya seperti yen untuk investasi sementara mereka.

  1. Perekonomian Global Terguncang

Pada perdagangan saham pada Selasa 2 Oktober 2013, Indeks Dow Jones turun hampir 1 persen. Sejumlah bursa saham regional Asiapun ditutup melemah rata-rata 1.3 persen. Pelemahan terbesar dialami indeks Nikkei sebesar 2 persen serta HangSeng Hong Kong yang turun 1.5 persen. Dollar semakin tertekan terhadap mata uang utama lainnya seiring para investor menjauh dari dollar untuk sementara waktu.

  1. Beberapa data fundamental tidak akan dirillis

Data construction spending AS untuk periode Agustus yang seharusnya di rilis semalam, akhirnya ditunda akibat shutdown. Jika tidak tercapai kesepakatan hingga jumat nanti, maka non-farm payrolls juga berpotensi untuk mengalami penundaan karena semua survei akan terhenti dan website layanan masyarakat tidak akan update.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − six =