dollar, USD

USD Melemah Tajam Setelah Sempat Menguat

Berita forex hari ini, Dolar AS kemarin sempat menguat merespon data inflasi menguat melebihi perkiraan. Data inflasi yang diumumkan kemarin merupakan yang tertinggi dalam setahun belakangan ini. Hal ini memperkuat keyakinan pasar bahwa Fed betul-betul akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga hingga empat kali lagi di tahun ini.

Namun penguatan USD tersebut tertahan oleh buruknya data retail sales bulan Januari yang mengecewakan. Pasar merespon data tersebut dengan pelemahan USD yang sangat signifikan.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Indeks dolar kemarin sempat menyentuh angka di kisaran 90.124 menyusul laporan inflasi, sebelum melemah kembali sejauh 0,56 persen di kisaran 89.20.

Euro menguat 0,57 persen terhadap dolar AS ke kisaran 1.2421, menjauh dari 1.2206 yang tercatat Jumat lalu.

Yen menguat terhadap dolar AS sebesar 0,75 persen ke kisaran 107.01 yang merupakan level terkuatnya sejak November 2016. Penguatan yen ini dilatarbelakangi oleh risk aversion yang dilakukan oleh para pelaku pasar menyusul pelemahan yang terjadi di bursa saham Jepang.