pound, pound sterling, GBP/USD

Sterling Sentuh Level Terendah Pasca Data Inflasi Inggris

Pound tergelincir ke posisi terendah hari ini pada perdagangan di hari Rabu setelah data yang menunjukkan bahwa inflasi Inggris tetap stabil pada level terendah satu tahun di Mei, meskipun ada tekanan dari harga minyak yang lebih tinggi.

GBP / USD mencapai titik terendah 1,1312 setelah rilis data dan diperdagangkan pada kisaran 1,3319.

Kantor Statistik Nasional melaporkan bahwa tingkat inflasi tahunan naik 2.4% di bulan Mei, tidak berubah dari bulan sebelumnya, yang merupakan terendah satu tahun dan sesuai dengan perkiraan.

Kenaikan harga BBM menghasilkan kontribusi terbesar terhadap inflasi, kata ONS, yang mencerminkan kenaikan harga minyak mentah.

Inflasi naik 2.1% pada basis tahun-ke tahun, yang sesuai dengan bulan sebelumnya dan juga sejalan dengan perkiraan.

Inflasi tetap di bawah pertumbuhan upah, bahkan setelah data pada hari Selasa yang menunjukkan bahwa pertumbuhan upah melambat sedikit dalam tiga bulan hingga April.

Penurunan tajam sterling setelah referendum Brexit pada Juni 2017 menaikkan biaya impor, yang menyebabkan lonjakan inflasi. Meskipun telah turun dari puncak bulan November 3.1%, tetapi inflasi masih berjalan di atas target BoE sebesar 2,0%.

Dengan inflasi jatuh kembali ke target BoE, lalu pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan upah di bawah dari yang diperkirakan, membuat para pelaku pasar memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga oleh BoE dalam beberapa bulan mendatang menjadi semakin kecil kemungkinannya.

Sterling melemah terhadap euro, dengan EUR / GBP naik 0.36% ke 0.8816.