gold, emas, XAU/USD

Emas Naik di Sesi Asia; Pantau Data China

Emas menguat pada perdagangan hari Senin di sesi Asia menjelang pembacaan data GDP kuartal kedua China, output industri dan angka penjualan ritel dengan permintaan logam industri untuk pengembangan perumahan dan properti juga menjadi fokus.

Kontrak emas untuk pengiriman Agustus naik 0.25% menjadi $ 1.230,56 di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

China mempekirakan pembacaan GDP kuartal kedua dengan kenaikan sebesar 6.8% pada tahun berjalan. Pada saat yang sama, China memperkirakan produksi industri kemungkinan naik 6.5% pada kuartal tersebut dan penjualan ritel naik 10.6% di bulan Juni.

Pada hari Kamis, pertemuan Bank Sentral Eropa akan memberikan petunjuk baru saat bank sentral bersiap untuk beralih dari kebijakan pelonggaran. Pasar di Jepang tutup pada hari Senin untuk liburan.

Pekan lalu, harga emas naik ke level tertinggi dua minggu pada hari Jumat karena data inflasi AS yang lemah menambah keraguan apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini.

Inflasi harga konsumen AS melambat menjadi 1.6% di bulan Juni dari 1.9% di bulan Mei, kata Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat. Belanja konsumen juga lebih lemah dari perkiraan, dengan penjualan ritel turun 0.2% di bulan Juni, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0.1%. The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Juni dan berpegang pada perkiraan untuk kenaikan satu tingkat lagi di tahun ini namun prospek inflasi yang lesu telah menimbulkan pertanyaan apakah pejabat akan dapat mengikuti jalur pengetatan yang direncanakan. Ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap rendah cenderung meningkatkan emas.