Dollar Masih Tertekan

Dolar sempat terjebak di dekat level terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang pada hari Jumat setelah data ekonomi yang optimis gagal mengangkat imbal hasil Treasury ketika kekhawatiran tentang kebijakan di bawah Presiden Donald Trump memadamkan harapan rally dalam mata uang.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS, terus meningkat selama 10 hari terakhir, indeks dolar berada di jalur untuk penurunan mingguan keenam.

Dollar diperdagangkan kurang dari 0,2 persen lebih tinggi pada hari di perdagangan pagi di Eropa di kisaran 100,64, setelah mencapai level terendah delapan hari 100,410.

Data yang dirilis pada hari Kamis menjelaskan ekonomi AS bernada optimis, ketika indeks manufaktur Philadelphia melompat ke level tertinggi 33-tahun.

Inflasi yang kuat dan data penjualan ritel dan dorongan dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang berbicara pada hari Selasa yang akan terus mendukung kenaikan suku bunga jangka pendek.

Dolar sudah sangat overvalued terhadap mata uang utama lainnya dengan akibat ruang untuk pergerakan dolar AS akan bergerak terbalik bahkan ketika data fundamental ekonomi AS sedang membaik.