Dollar AS Masih Perkasa

Dolar AS sempat terjatuh pada hari Rabu, ketika Donald Trump berhasil mendapatkan kemenangan dalam pemilihan presiden AS, tetapi kekhawatiran atas volatilitas pasar dikarenakan Brexit gagal terwujud sejauh ini.

Saham Eropa turun kurang dari 1 persen dan investor kembali masuk ke pasar karena Trump ditetapkan untuk sebagai pemenang atas calon pilpres dari Demokrat Hillary Clinton.

Investor takut bahwa kemenangan Trump dapat menyebabkan gejolak ekonomi dan perdagangan global yang akan menyulut ketidakpastian kebijakan serta mencegah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember.

“Saya mencintai negeri ini,” kata Trump dalam pidato kemenangannya di New York. “Amerika tidak akan kurang dari yang terbaik … Kami memiliki rencana ekonomi yang besar, kami akan menggandakan pertumbuhan ekonomi dan menjadikan AS menjadi negara perekonomian terkuat di dunia.”

Trump berkata akan menjalin hubungan yang kuat dengan negara-negara besar lainnya untuk membantu meredakan kekhawatiran suku bunga AS dan sikap geopolitik yang lebih agresif.

Obligasi pemerintah dan investasi safe haven seperti yen Jepang dan emas kembali bergerak ke bawah setelah melonjak di perdagangan Asia ketika hasil pemilu menyulut pergerakan volatilitas.