Dolar Melemah Selama Dua Hari

Dolar melemah tetapi masih berada di dekat level tertinggi 14-tahun terhadap sekeranjang mata uang pada hari Selasa setelah sempat jatuh pada Senin ketika para trader mengambil keuntungan setelah reli panjang dalam lebih dari empat tahun.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback enam mata uang utama, berada di kisaran 100,91.

Sebelum jatuh pada hari Senin greenback telah meningkat selama hampir 10 sesi berturut-turut, dengan kemenangan beruntun terpanjang sejak Mei 2012.

Dolar telah naik sejak hasil pemilihan presiden AS di tengah harapan bahwa rencana Presiden terpilih Trump untuk meningkatkan pengeluaran fiskal dan pemotongan pajak akan memacu pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Pertumbuhan yang lebih cepat akan memicu inflasi, yang pada gilirannya akan mendorong Federal Reserve untuk mengetatkan kebijakan moneter daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Rally dolar juga telah didorong oleh spekulasi bahwa kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember.

Ketua Fed Janet Yellen pada akhir pekan lalu menegaskan bahwa kenaikan suku bunga “juga bisa relatif segera”, mengutip kemajuan dalam perekonomian.