Dolar AS Masih Pertahankan Penguatannya

Dollar AS memulai minggu ini dengan datar pada perdagangan hari Senin ditengah beberapa data AS yang cenderung optimis dan komentar dari pejabat Federal Reserve yang memberikan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan.

Indeks dollar AS terhadap enam mata uang utama masih datar pada 100.390. Dollar AS sempat mencapai level terendah 98.858 pekan lalu, level terlemah sejak 11 November, di karenakan kegagalan Presiden AS Donald Trump untuk meloloskan sebuah RUU reformasi kesehatan bulan lalu.

“Dolar mendapat beberapa dukungan minggu lalu ,” kata Mitsuo Imaizumi, chief foreign-exchange strategist untuk Daiwa Securities Tokyo.

“Minggu ini, investor menunggu laporan non-farm payrolls AS pada hari Jumat, dan pembacaan yang lebih buruk dari yang diharapkan akan mendorong dollar turun,” katanya.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memprediksi ekonomi AS akan telah menambahkan 180.000 pekerjaan pada bulan Maret.

Presiden Fed St Louis James Bullard dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari juga mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka mengharapkan kenaikan tarif tahun ini, tapi keduanya berhati-hati tentang ekonomi AS.

Sementara itu pada sesi perdagangan pertama pada hari ini akan diawali dengan rilis data indeks sektor manufaktur tankan Jepang, yang dirilis naik menjadi 12 di kuartal pertama dari 10 di kuartal terakhir tahun lalu, sementara indeks sektor non-manufaktur naik menjadi 20. Yen Jepang melemah pasca rilis data indeks Tankan, mengingat meski indeks mengalami kenaikan, namun indeks manufaktur masih berada di bawah estimasi.

Euro naik 0.2 persen menjadi $ 1,0676 namun tetap tidak jauh di atas level terendah Jumat $ 1,0649, terlemah sejak 15 Maret.

Mata uang tunggal berada di bawah tekanan pekan lalu setelah data menunjukkan inflasi zona euro melambat.