BERBEDA DENGAN INVESTASI, TRADING SAHAM ADALAH

14 August 2021 in Trading - by Adi Nugroho

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan. Artinya, ketika Anda membeli suatu saham, maka otomatis Anda merupakan salah satu pemilik perusahaan tersebut dan mendapatkan pembagian hasil dari perusahaan tersebut. 

Kalau menurut Bursa Efek Indonesia, saham adalah tanda penyertaan modal dalam sebuah perusahaan atau perseroan terbatas. 

Nah, orang yang menanamkan modalnya di sebuah perusahaan disebut pemegang saham dan memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Trading saham adalah kegiatan membeli dan menjual saham dengan memanfaatkan fluktuasi harga pasar setiap harinya. 

Sehingga, dari fluktuasi harga itulah seorang trader mendapatkan keuntungan melalui capital gain atau selisih harga beli di awal dengan harga jual. 

Trading Saham Adalah Jual Beli Saham, Ini Jenis-Jenis Sahamnya 

Berdasarkan kemampuan dalam hak tagih atau klaim, saham dibagi menjadi dua yaitu : 

1. Saham Biasa 

Saham biasa adalah surat berharga yang digunakan sebagai bukti kepemilikan perusahaan. Pemilik saham berhak menerima sebagian pendapatan (dividen) dari perusahaan dan harus bersedia menanggung resiko kerugian yang dialami perusahaan. 

Pemilik modal melalui saham biasa juga berhak mengambil bagian terhadap pengelolaan perusahaan. Besarnya porsi hak pengelolaan tergantung dari jumlah saham yang dimilikinya. 

Sehingga, semakin besar saham yang dimiliki, semakin besar wewenangnya dalam mengelola perusahaan itu. 

2. Saham preferen 

Kalau saham preferen adalah surat berharga yang merupakan gabungan antara obligasi dan saham biasa. Saham preferen banyak diminati investor karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (bunga obligasi). 

Kalau dari segi cara peralihannya, ada 2 jenis saham yaitu: 

1. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks

Pada saham jenis ini tidak tertulis nama pemiliknya secara fisik dengan tujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. 

Hal itu karena banyak investor lainnya yang memiliki saham ini dengan tujuan untuk diperjualbelikan. Jadi, investor tidak perlu khawatir karena siapapun yang memegang saham itu, maka dialah yang diakui sebagai pemilik saham dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RPUS).

2. Saham Atas Nama

Kebalikan dengan saham atas unjuk. Saham atas nama memiliki nama pemegang saham dan tertulis jelas dalam kertas saham. sehingga peralihannya pun harus melalui prosedur tertentu. 

Sample Banner

LEBIH BAIK TRADING FOREX & EMAS DI FOREXimf

Materi Lengkap - Analisa dan Berita Akurat - Trading Tools.
Segera Trading Layaknya Seorang Pro Trader.

Trading saham adalah jual beli saham sebuah perusahaan, kalau dari kinerja perdagangannya, ada 6 jenis saham yaitu : 

1. Saham Blue Chip Stocks 

Blue Chip Stocks banyak diminati investor karena berasal dari perusahaan besar, pemimpin perusahaan bereputasi tinggi, dan memiliki pendapatan yang stabil serta konsisten dalam membayar dividen. 

Contoh perusahaan blue chip stocks adalah PT Bank Mandiri Tbk., PT Indofood Sukses Makmur Tbk., PT Astra International, Tbk., dan PT Unilever 

2. Income Stocks 

Keunggulan yang dimiliki income stocks adalah keunggulan dalam kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. 

3. Growth Stocks 

Pernah mendengar saham growth stocks ? saham ini mirip dengan blue chip karena memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi. 

Saham ini sering berada di jajaran depan dalam industri yang digelutinya dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi. 

4. Lesser-Known 

Saham ini berasal dari perusahaan yang memiliki ciri growth stock meskipun bukan berada di dalam grade depan industri. 

Saham ini biasanya berasal dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten 

5. Speculative Stocks 

Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi dan cocok untuk para investor yang menyukai resiko tinggi. Namun, saham jenis ini tidak bisa memperoleh penghasilan secara konsisten dari tahun ke tahun. 

6. Counter Cyclical Stocks 

Saham paling stabil meskipun kondisi ekonomi sedang tidak baik. Ketika terjadi resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi dan emitennya mampu  memberikan dividen tinggi. 

Hal ini bisa terjadi karena adanya kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan tinggi di masa resesi. 

Perbedaan investasi saham dengan trading saham 

Kalau investasi saham adalah aktivitas menanamkan modal kepada perusahaan yang sudah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Artinya, seorang investor tidak menjalankan langsung usaha tersebut, melainkan menginvestasikan sejumlah dana untuk dikelola perusahaan yang bersangkutan. 

Berbeda dengan trading saham yang tidak menahan saham atau segera menjualnya ketika nilai saham lebih tinggi. Seorang investor akan memilih untuk menahan sahamnya dengan tujuan bisa mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen. 

Dividen pada trading saham adalah keuntungan perusahaan atau emitmen yang biasanya dibagikan per kuartal, per semester, atau per tahun. 

Berikut ini adalah 3 hal yang membedakan antara trading dengan investasi saham 

1. Prinsip buy and hold vs buy and sell 

Kalau investasi saham, seorang investor akan cenderung memegang prinsip buy and hold. Artiny, mereka membeli saham kemudian menahan atau menanam modalnya dalam jangka waktu yang panjang. 

Jadi, investor saham cenderung tidak terlalu peduli dengan naik turunnya harga saham per hari. Namun, investor akan menjual sahamnya ketika tujuan investasinya sudah terpenuhi. 

Sedangkan trading saham adalah memegang prinsip buy and sell. Trader akan membeli saham pada harga tertentu dan menjualnya dalam jangka waktu yang lebih pendek ketika nilai saham sudah dalam harga yang diinginkan oleh trader. 

2. Analisis fundamental vs analisis teknikal 

Investor saham cenderung menanamkan modal untuk jangka waktu yang panjang, sehingga model analisis yang digunakan adalah analisis fundamental perusahaan. 

Analisis fundamental adalah informasi-informasi dasar dan penting tentang perusahaan seperti laporan keuangan, kinerja perusahaan, perkembangan saham perusahaan dalam jangka waktu tertentu, dan sebagainya yang bisa dijadikan acuan dalam menilai performa perusahaan tersebut. 

Kalau trader saham, mereka lebih banyak melakukan analisis teknikal untuk membantu trader melihat pergerakan saham dalam jangka waktu yang pendek. 

3. Risiko

Setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Tapi, kalau membandingkan antara risiko investasi saham dengan trading saham, maka investasi saham memiliki resiko yang lebih rendah, namun hasil yang didapatkan pun cenderung lebih rendah dibandingkan trading saham. 

Seorang investor saham biasanya cenderung selektif dalam memilih perusahaan. Biasanya, mereka memilih perusahaan yang memang sudah terkenal dan terbukti memiliki fundamental yang baik. 

Sedangkan trader, mereka memiliki resiko yang lebih tinggi. Berbeda dengan investor yang lebih memilih saham blue chip. 

Seorang trader biasanya memilih perusahaan-perusahaan dengan saham kelas tiga atau saham-saham yang baru melantai di bursa saham. 

Hal itu karena harga saham lebih murah, namun berpotensi mengalami fluktuasi yang tinggi tergantung kondisi pasar. Karena harapannya, trader dapat menjual kembali sahamnya ketika harga saham sedang tinggi. 

Jadi, trading saham adalah aktivitas jual beli saham yang bisa Anda lakukan jika ingin  mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang relatif cepat. 

Namun, dunia trading bukanlah hal yang sederhana. Anda perlu memahami ilmu trading saham dan memiliki strategi trading untuk meminimalisir kerugian atau menyiapkan mental ketika ternyata mengalami kerugian. 

Selain itu, penting juga untuk memiliki akun demo trading yang bisa Anda dapatkan secara gratis untuk melatih kemampuan trading Anda. 

Share :