SUKU BUNGA NAIK, ANCAMAN BAGI TRADER?

03 November 2022 in Trading - by Yenny K

Kenaikan suku bunga umumnya disertai dengan dampak kurang mengenakkan bagi masyarakat dan korporat, tapi kabar baiknya trading forex termasuk bisnis yang tidak mengenal krisis. Peluang profit seperti apa yang bisa diraih trader ketika suku bunga bank naik dan inflasi terbentang di depan mata?

Seiring dengan suku bunga bank yang terus naik, bagaimana kita menyikapinya? Apakah ini situasi yang biasa-biasa saja? Mari kita bahas. Suku bunga bank Indonesia otomatis akan terus dinaikkan karena mengikuti kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk menghentikan laju inflasi, yang diharapkan akan mengurangi uang yang beredar di masyarakat. Jika bank sentral di Amerika Serikat memberlakukan kenaikan suku bunga maka mau tidak mau Indonesia juga harus menaikkan suku bunga. Karena logikanya, jika tidak dinaikkan maka para investor akan berbondong – bondong memindahkan uangnya ke Amerika Serikat dibandingkan menyimpan uangnya di negara berkembang. Inilah yang disebut capital outflow yakni arus modal asing yang keluar dari suatu negara. Kalau ini terjadi di Indonesia secara masif maka rupiah akan semakin terpuruk terhadap dolar AS. Saat artikel ini ditulis saja rupiah sudah mencapai level 15.600 per dolarnya dan masih berpotensi menuju level 16.000an.

Dampak Kenaikan Suku Bunga secara Umum

Kenaikan suku bunga ini, meskipun memiliki tujuan jelas yakni ingin menurunkan inflasi, tetap bisa memicu bumerang atau buah simalakama. Kalau suku bunga dinaikkan, beban utang perusahaan pasti menjadi naik. Jika suatu pendanaan suatu perusahaan murni menggunakan utang seperti kredit modal kerja atau kredit lainnya, jelas akan terdampak seratus persen.

Efek lainnya dari naiknya suku bunga adalah harga-harga berbagai sektor otomatis akan melonjak. Dengan harga barang yang dinaikkan, daya beli masyarakat akan terganggu. Parameter makro ekonomi seperti consumer confidence dan consumer spending akan cenderung turun. Kondisi ini mirip seperti saat waktu pandemi Covid-19, di mana pembelian akan menurun dan pendapatan perusahaan juga turun lalu perlambatan ekonomi akan terjadi. Jadi ketika kita bicara suku bunga naik dan banyak perusahaan tidak bisa melanjutkan bisnisnya, maka akan ada PHK besar-besaran.

Dampak Kenaikan Suku Bunga bagi Bisnis

Bagi perusahaan yang sudah terlanjur memiliki banyak utang, naiknya suku bunga bisa membawa dampak bagi bisnis yakni non performing loan. Non performing loan adalah indikator yang berkaitan dengan debitur yang gagal melakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan. Resikonya semakin bertambah apalagi jika perusahaan-perusahaan tersebut memiliki utang dalam US Dollar. Perusahaan tersebut akan terkena dampak ganda–karena suku bunga naik maka interest expense-nya juga akan naik, kemudian beban utang naik, apalagi kalau utangnya dalam US Dollar. Berikutnya, laba perusahaan pun berkurang, cashflow-nya terganggu, dan pada akhirnya jika tidak ada jalan keluar pilihannya cuma dua, yaitu PHK atau tutup karena bangkrut.

Dampak Kenaikan Suku Bunga bagi Masyarakat

Kita langsung saja melihat kasus yang sudah pernah terjadi sebelumnya yakni di tahun 2008. Saat itu Bank Indonesia menaikkan suku bunga hingga 9.5 % dan akhirnya setelah itu terjadi PHK massal yang memuncak di tahun 2009. Tingkat kredit macet juga meningkat drastis. Kalau pakai istilah teknikal analysis yakni “history repeats itself”, maka kita akan mengalami resiko yang kurang lebih mirip. Tengok juga kasus lain ketika Bank Indonesia menaikan suku bunga menjadi 7.75 % di tahun 2014, lalu di tahun 2016 terjadi PHK massal lagi. Itulah akibat yang terjadi dari kebijakan moneter–turunnya pertumbuhan ekonomi dan kesulitan ekspansi karena beban meningkat.

Pelemahan Rupiah

Dengan naiknya suku bunga ini, mau tidak mau menjadi alasan untuk mengerem pelemahan rupiah. Dapat kita pantau saat ini rupiah telah menyentuh level 15.600 dan berpeluang menuju ke kisaran 16.200an. Apakah setelah mencapai level tersebut yang merupakan level tertingginya, rupiah akan langsung menguat? Diperkirakan akan ada level normal baru bagi rupiah, bukan di level 14.000an lagi. Kemungkinan besar untuk setidaknya dua tahun ke depan, rupiah akan berada di kisaran 15.300 sampai 15.600.

Tips Menyikapi Kenaikan Suku Bunga

Tipsnya adalah Anda harus amankan cash flow Anda. Jika perusahaan Anda terlalu gemuk, terlalu banyak karyawan yang tidak produktif, maka perampingan tenaga kerja mau tidak mau perlu dilakukan. Di dalam kondisi krisis, seorang entrepreneur harus sangat jeli untuk membuat perusahaan tetap stabil seperti mengurangi pinjaman utang ke bank khususnya yang menggunakan US dolar, efisiensi biaya marketing, energi dan lain-lain. Akhirnya laba bersih dan cash flow Anda juga akan tetap terjaga yang pada akhirnya bisa mengidentifikasi peluang baru. Pebisnis sepatutnya percaya selalu ada peluang bisnis baru di saat krisis.

Trading Forex dan Emas, Bisnis yang Tak Kenal Krisis

Jika Anda seorang pengusaha, sesungguhnya kalian juga adalah seorang trader atau pun investor. Saat Anda melakukan penjualan barang kepada orang lain, bisa dikatakan Anda sedang melakukan proses trading. Bisnis trading bermacam-macam, ada yang bisa redup dalam waktu singkat dan ada yang terus bertahan hidup. Salah satu bisnis yang bisa terus bertahan hidup adalah bisnis trading forex dan trading emas. Bisnis trading forex dan trading emas ini tidak mengenal krisis–malahan ketika ada krisis itulah peluang yang bisa kalian manfaatkan karena peluang tersebut tidak akan datang lagi dalam waktu yang singkat.

Kita ambil contoh ketika terjadi pandemi Covid-19 di tahun 2020-an, yang membuat seluruh bank di dunia menurunkan suku bunganya demi menggenjot perekonomian. Tahukah Anda, apa yang terjadi dengan pergerakan harga forex dan emas? Pergerakan harga emas luar biasa dan pergerakan pasar forex sangat tinggi volatilitasnya. Inilah yang disebut peluang luar biasa walau krisis melanda.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Mari sejenak melihat grafik pergerakan harga di atas. Bayangkan kalian mengambil posisi buy emas di 1600. Ketika harga emas mencapai 2000, kalian sudah bisa mendapatkan keuntungan mencapai $40,000 alias sekitar 560 juta rupiah jika trading emas dengan 1 lot.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Lalu bayangkan lagi ketika The Fed menaikkan suku bunga saat ini, yang membuat mata uang lain melemah seperti poundsterling. Pergerakan harga GBPUSD terpantau liar, di bulan Agustus - September saja pair GBPUSD bergerak sekitar 10.000 pips. Jika kalian mengambil posisi sell saat itu maka kalian sudah meraih profit sebesar 140 juta rupiah jika trading menggunakan 1 lot.

Kesimpulan

Situasi yang saya paparkan di bagian awal artikel ini bukan untuk menakut – nakuti kalian. Tetapi ini jelas untuk membuka wawasan agar kita sama-sama mengetahui apa yang harus dilakukan melihat kondisi saat ini. Caranya adalah stop berhutang, cari multiple income atau cari sumber income yang lain, salah satunya adalah dengan melakukan trading forex dan trading emas.

Belum tahu cara memulai trading forex dan trading emas? Tenang saja karena newbie sekalipun bisa diarahkan dan dipandu oleh tim market analyst dari FOREXimf.com. Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader secara virtual lewat Telegram. Jadi, tunggu apa lagi?

 

FOREXimf Telegram Channel

Share :