BELAJAR LAGI INDIKATOR SEJUTA UMAT: MOVING AVERAGE

02 December 2022 in Trading - by Yenny K

Bisnis trading saat ini terus menjadi buah bibir di tengah resesi yang segera mendekat. Konon dengan adanya resesi akan terbuka peluang untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Benarkah demikian? Namun sebelum kita membahas potensi peluangnya tersebut ada baiknya Anda mengerti terlebih dahulu cara membaca pergerakan harga di pasar. Jika Anda masih kesulitan membaca pergerakan harga di pasar itu ibarat Anda membangun sebuah bisnis dengan tidak melakukan riset terlebih dahulu. Bisnis akan bertahan lama, jika pemiliknya bisa selalu membaca perilaku – perilaku customernya ditambah dengan membaca kondisi situasi terkini perekonomian. Dengan mengetahui hal tersebut, pebisnis bisa mengambil tindakan dan keputusan yang berpengaruh pada bisnisnya. Hal ini juga berlaku dalam aktivitas trading forex. Anda perlu memahami grafik yang dimulai dari indikator supaya Anda dapat membaca kondisi market.

Indikator dapat memberikan sebuah petunjuk dalam menganalisis pergerakan harga. Indikator ini juga bisa dijadikan sebagai second opinion dalam pengambilan keputusan trading yang sifatnya mengkonfirmasi. Jadi, indikator bukan acuan yang terutama, namun demikian ia tetap berguna untuk konfirmasi analisa trading agar kita lebih percaya diri lagi dalam mengambil keputusan.

Ketika Anda membuka chart pertama kali, biasanya hanya terdapat gambar grafik dan volume pada MetaTrader dengan settingan standar. Nah, diperlukan cara tersendiri untuk dapat mendeskripsikan apa yang terjadi di pasar. Akhirnya ditemukanlah metode untuk mengkalkulasi harga dan volume tersebut, sehingga terbentuklah sebuah indikator. Akan sangat berfaedah apabila kita mengerti kegunaan dari masing-masing indikator. Melalui artikel kali ini kita akan belajar salah satu Trend Indicator dalam trading forex yang sangat simple, sangat populer dan bisa dibilang merupakan indikator sejuta umat. Indikator ini adalah Moving Average atau biasa disebut MA.

Sejarah Moving Average

Konsep MA pertama kali dikembangkan pada tahun 1901 melalui perhitungan yang dibuat oleh ahli statistik dan meteorologi Reginald Hawthorn Hooker. Di tahun 1909, matematikawan George U. Yule mencatat konsep yang sama namun diberi nama “instantaneous average” dalam dokumen yang berjudul Journal of the Royal Statistical Society. Sampai saat ini teknik untuk memperhalus point data selalu dikenal dengan nama Moving Average.

Memahami Moving Average

Apa arti dari Moving Average? Moving Average kalau kita artikan dalam Bahasa Indonesia, “moving” artinya bergerak dan “average” artinya rata-rata. Jika digabungkan bisa berarti “nilai rata-rata yang bergerak”. Biasanya jika MA ini digunakan pada grafik maka akan terlihat sebuah garis yang bergerak. MA juga terdiri dari tiga jenis: Simple, Weighted dan Exponential. Para trader biasanya menyukai penggunaan Simple MA karena merupakan basic dari MA itu sendiri.

Sekarang kita akan menelisik formula apa yang ada di balik MA agar kita bisa memahami logikanya. Saya yakin ketika kalian semua duduk di bangku sekolah pernah mempelajari cara menghitung nilai rata-rata. Contohnya di sebuah kelas ada 5 murid, sebut saja a, b, c, d dan e. Kemudian nilai ulangan mereka adalah 60, 65, 80, 95 dan 100. Pertanyaannya, berapakah rata-rata nilai ulangan kelima murid tersebut?  Kita tinggal  menjumlahkan semua nilai mereka, kemudian kita bagi 5, maka nilai averagenya adalah 80. Gampang, kan?

Begitu pula dengan MA yang digunakan di trading forex dan trading emas. Apabila kita menggunakan MA5, artinya kita menghitung rata-rata pergerakan 5 candlestick sebelumnya. Jika kita menggunakan MA20, artinya kita menghitung rata-rata pergerakan 20 candlestick sebelumnya. Tapi perlu diketahui bahwa 1 candlestick itu memiliki 4 informasi harga yakni open, close, high dan low. Lalu harga yang mana yang dipakai? Nah, sebenarnya kita bisa setting sendiri data mana yang mau dipakai di trading platformnya. Namun demikian umumnya trader memakai data Close Price, karena konon akurasinya lebih tinggi.

MA dapat disebut juga sebagai Trend Indicator. Ketika seorang trader menggunakan MA di dalam sebuah chart, maka tujuan dari trader tersebut adalah untuk mengidentifikasi trend pergerakan harga. Jadi Moving Average ini bisa menjadi sebuah konfirmasi apakah harga tersebut sudah bergerak dalam trend Bullish, Bearish atau Sideways. Selain menggunakan MA untuk mengidentifikasi sebuah trend, kita juga bisa memanfaatkan MA sebagai Support atau Resistance yang dinamis. Dua hal inilah yang menjadi alasan dan tujuan kita menggunakan indikator Moving Average.

Penerapan Moving Average dalam Trading Forex

Pasti di antara kalian ada yang berpikir, “Bagaimana cara entry menggunakan Moving Average?” Memang dalam prakteknya sebagian orang menggunakan MA ini untuk entry signal. Pada umumnya mereka menggunakan dua garis MA dengan settingan yang berbeda. Kemudian ketika kedua garis tersebut bersilangan dan menghadap ke atas, maka itulah signal untuk beli.

Namun di sisi lain, beberapa orang kurang suka melakukan aksi beli atau jual berdasarkan indikator Moving Average. Mengapa? Karena sifat dari Moving Average tersebut adalah “Lagging Indicator”. Artinya, hasil data yang diberikan oleh Moving Average bukan data yang mencerminkan kondisi aktual saat ini, sebab data tersebut berdasarkan harga masa lalu. Indikator ini tidak dapat secara aktual menggambarkan kondisi pergerakan harga saat ini. Oleh karena itulah disebut “Lagging Indicator” atau indikator yang memiliki keterlambatan. Pada dasarnya, indikator Moving Average ini jauh lebih cocok digunakan sebagai Trend Indicator.

Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan chart berikut ini. Ketika Simple Moving Average 50 (garis biru) berpotongan dengan Simple Moving Average 100 (garis merah) dan posisinya di atas, maka Anda bisa mengambil posisi buy. Ini berlaku untuk semua pair, tidak hanya pair GBPUSD saja seperti pada contoh. Semakin besar time frame yang Anda gunakan, semakin lebih valid indikator ini, namun peluangnya semakin jarang keluar.moving-averagemoving-average

Ketika Simple Moving Average 50 (garis biru) berpotongan dengan Simple Moving Average 100 (garis merah) dan posisinya di bawah, maka Anda bisa mengambil posisi sell. Tidak sulit, bukan?

Kesimpulan

Semoga pembahasan kali ini bisa membuat Anda lebih mengenal logika di balik MA dan memahami kegunaan indikator MA. Namun apabila Anda masih bingung untuk menerapkan indikator Moving Average dalam trading forex, tenang saja, sebab Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih detail terkait topik ini kepada Tim Market Analyst kami. FOREXimf Team akan membantu Anda untuk menyingkap rahasia menggunakan Moving Average dengan baik dan benar. Dan untuk Anda yang ingin langsung mencoba melihat bagaimana Moving Average bekerja, silakan buka Akun Demo dan praktekkan langsung di MetaTrader platform Anda. Sudah siap? Salam profit!


Buka Akun Demo Trading Forex