DARI 3 TIPE TRADER INI, ANDA YANG MANA?

05 January 2023 in Trading - by Yenny K

Edukator forex sekaligus trader Richard Weissman pernah mengkategorikan profil trader ke dalam 3 tipe kepribadian. Dari ketiga tipe ini, kira-kira Anda termasuk yang mana ya? Mari kita bahas satu demi satu. 

  1. Trend-Following Trader

Menurut Weissman, setidaknya ada dua sifat yang diperlukan untuk menjadi trader tipe pengikut trend atau trend-following trader, yakni kesabaran dan ketekunan. Gaya trading yang mengikuti tren membuat trader berada dalam pergerakan terarah yang kuat, dan sinyal biasanya terbentuk ketika tren sudah dimulai. Strategi trading untuk tipe trader seperti ini biasanya adalah ambil posisi beli ketika harga terkoreksi saat trend naik berlangsung, atau ambil posisi jual ketika harga terkoreksi saat trend turun sedang berlangsung. Bisa dikatakan juga bounce trading. Namun terkadang tipe ini juga melakukan strategi tipe breakout, yakni ambil posisi beli di titik tertinggi harga ketika harga menembus area tersebut dan ambil posisi jual di titik terendah harga ketika harga menembus area tersebut.

Perilaku ini mungkin tampak berlawanan di mata beberapa trader lainnya, yang suka mencari level top dan bottom untuk mencari peluang reversal. Namun, itulah yang membedakan tipe trader ini dari yang lain. Keunggulan dari metode ini adalah jika Anda menangkap tren yang kuat, Anda dapat menghasilkan profit trading yang relatif besar melebihi risiko yang sudah dipersiapkan. Tapi tentu saja, perlu dicatat bahwa tidak ada sistem trading yang sangat mudah, dan selalu ada pengorbanan untuk meraih kemenangan yang besar. 

Untuk menjadi trend-following trader, Anda harus merasa nyaman dengan potensi rasio kemenangan yang rendah. Namun demikian, selama trading Anda menghasilkan profit yang cukup hingga menutupi kerugian Anda, maka itulah yang terpenting. Jadi pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri adalah, "Apakah saya memiliki ketekunan dan kesabaran mental untuk menangani lebih banyak kerugian daripada kemenangan? Jika Anda menjawab "ya", maka Anda termasuk tipe trader ini.

  1. Mean Reversion Trader

Selain tipe no 1, ada juga sistem yang didasarkan pada teori "mean reversion". Teori ini berhubungan dengan price action. Mean reversion menjelaskan bahwa rata-rata pasar lebih sering diperdagangkan dalam suatu range/kisaran daripada dalam sebuah trend. Kemudian, ketika pasar melewati range rata-rata dari volatilitas historis, pasar cenderung akan kembali lagi ke tengah kisaran tersebut, yang disebut sebagai “mean”. 

Sistem mean reversion berguna untuk mencari kemungkinan titik pembalikan (yakni top dan bottom) di mana price movement dapat berubah arah. Dalam sistem mean reversion umumnya digunakan indikator ADX dan Stochastic. ADX membantu mengidentifikasi apakah pasar berada dalam tren atau ranging, sementara Stochastic menunjukkan potensi kondisi overbought dan oversold yang membuka potensi pembalikan.

Nah, apa bedanya trader mean reversion ini dengan trader trend-following di poin 1 tadi? Kalau trend following itu tujuannya adalah mengikuti trend untuk mencapai profit besar, maka mean reversion memiliki target exit berdasarkan level support dan resistance. Artinya, bagi trader mean reversion yang penting adalah trading dengan profit kecil namun dengan frekuensi sebanyak-banyaknya. 

Seorang trader mean reversion tentunya memiliki disiplin yang kokoh, terutama di time frame jangka panjang. Bagaimana tidak? Mereka akan berada di posisi melawan arah trend yang kuat, yang secara mental bisa menyebabkan rasa takut dan bimbang. Belum lagi pengaruh dari pemberitaan di media dan trader-trader lainnya. Sudah pasti, trader ini harus memiliki keyakinan kuat dengan aturan sistem tradingnya. Sekali lagi, sistem mean reversion meyakini dengan kuat bahwa ada kemungkinan besar market berada di kondisi ranging. 

  1. Day Trader

Tipe yang terakhir adalah tipe trader yang lebih suka pengaturan scalping cepat atau trading harian. Tipe ini bisa merupakan penggabungan kedua tipe di atas namun menggunakan timeframe yang kecil. Tipe trader ini berbakat dalam sistem trading yang serba cepat dan biasanya melihat timeframe per jam atau lebih rendah untuk membidik profit kecil dan menempatkan stop loss yang ketat. Menurut Weissman, karena tipe trader ini sudah mengatur level masuk dan keluar beserta dengan batasan resiko dan take profit, mereka jadi lebih terbebas dari stres.

Namun, bukan berarti bahwa sistem intraday seperti ini mudah dan seru. Kerugian terbesar mereka adalah di masalah waktu yang ketat. Trader tipe ini harus terpaku pada layar mereka selama melakukan trading. Mereka harus siap bertindak berdasarkan sinyal yang valid atau memantau / menyesuaikan trading mereka dengan segera. Melihat kondisi pasar yang bergejolak, tipe trader ini harus dengan cepat membuat keputusan yang tepat. Kelincahan mental sangat penting bagi seseorang untuk menguasai sistem trading harian ini. 

Apa Kepribadian Trading Anda?

Anda harus ingat bahwa terlepas dari jenis sistem apa yang Anda gunakan, pasar sewaktu-waktu akan membuat Anda lengah. Akan ada saat-saat di mana Anda akan memiliki lebih banyak loss daripada profit, seakan – akan pasar dengan cepat melawan Anda, atau Anda harus melepaskan beberapa profit yang belum mencapai targetnya.

Namun demikian, dengan mengetahui sistem mana yang nyaman untuk Anda dan sesuai kepribadian Anda, akan lebih mudah untuk Anda beradaptasi di kondisi market yang berubah-ubah. 

Jika menurut Anda, Anda tidak begitu pandai mengambil keputusan cepat dengan kondisi pasar yang kencang, mungkin Anda bisa menjauh saja dari sistem trading jangka pendek. Dan sebaliknya, jika Anda merasa memiliki disiplin untuk tetap berpegang pada trading plan bahkan ketika pergerakan harga bertentangan dengan Anda, Anda mungkin lebih cocok dengan tipe trader ke 1 atau ke 2.