😱 99% TRADER TERNYATA SALAH. STRATEGI INI HASILKAN +20.5% SEJAK 2022 ❤️

SISTEM KURS TETAP: SISTEM KURS PADA SAAT PEMERINTAH MENJADI PENGUASA TUNGGAL SELURUH TRANSAKSI VALUTA ASING

08 December 2021 in Kurs - by Adi Nugroho

Nilai tukar tetap (fixed exchange rate) merupakan sistem moneter tertinggi (Central Bank) dimana nilai tukar mata uang domestik dipatok tetap melalui mata uang negara lain dan ditetapkan pada tingkat tertentu tanpa melihat aktivitas penawaran dan permintaan di pasar uang.Negara berkembang biasanya menerapkan sistem nilai tukar tersebut, seperti negara Denmark, Brunei, Bulgaria, Arab Saudi, dan lainnya.

Lantas apa perbedaan dari nilai tukar tetap dan nilai tukar mengambang? Seperti yang sudah dijelaskan di atas mengenai nilai tukar tetap, nilai tukar mengambang merupakan kebalikan dari nilai tukar tetap. Nilai tukar mengambang (floating exchange rate) merupakan nilai tukar yang fleksibel .

Impilkasi dari kedua dari nilai tukar tersebut merupakan klasifikasi umum dari sistem nilaitukar. Keduanya akan menemukan variasi sistem nilai tukar dengan kelebihan dan kekurangannya. Bebeasnya pergerakan nilai tukar tergantung dengan sistem nilai tukar dari masing-masing sebuah negara. 

Namun, apa saja yang menjadi faktor yang mempengaruhi kredibilitas nilai tukar tetap? Sistem dari nilai tukar tetap harus memiliki kebijakan yang ketat karena membutuhkan intervensi aktif dan bank sentral atau otoritas pemerintah. Selain itu, dari penerapannya memerlukan komitmen dengan kebijakan yang efektif dalam mempertahankan suku bunga tetap.

Dari pemeliharan nilai tukar tetap yang ada, suatu negara memiliki cadangan devisa yang mencukupi. Cadangan devisa sendiri merupakan cadangan yang digunakan untuk intervensi di pasar valuta asing tujuannya untuk memperkecil pergerakan nilai tukar dengan cara membeli atau menjual mata uang asing agar nilainya tidak mengalami fluktuasi.

Semakin besar cadangan devisa disuatu negara maka akan semakin kredibel intervensi pasar. Namun, sebaliknya apabila cadangan devisa kecil maka intervensi akan menjadi tidak efektif ketika ada serangan spekulasi jangka pendek. Dengan adanya penawaran dan permintaan di pasar valuta asing melibatkan nilai transaksi yang sangat besar karena melibatkan seluruh dunia.

Lalu, bagaimana untuk mempertahankan nilai tukar tetap dalam suatu negara? Biasanya yang bertindak dalam hal ini adalah otoritas dan bank sentral. Bank sentral mempertahankan nilai tukar tetap dengan membeli atau dengan menjual mata uangnya. Pasar cenderung mengalami kelebihan permintaan (excess demand)  mata uang domestik. Maka dari itu, agar nilai tukar tidak mengalami kenaikan maka bank sentral perlu menjual cadangan devisa mata uang domestik nya. Dengan cara tersebut maka pasokan domestik dalam pasar valuta asing akan meningkat dan mengurangi tekanan ke atas dari nilai tukar. 

Sebaliknya, apabila nilai tukar terkena depresi maka nilai tukar tetap akan mengalami kelebihan pasokan (excess supply). Dalam hal tersebut agar nilai tukar tetap, bank sentral perlu membeli mata uang domestik karena akan mempengaruhi kenaikan permintaan sehingga mendorong nilai mata uang domestik naik.

Selain itu, nilai tukar tetap akan mendorong stabilitas ekonomi, walaupun bisa mengalami risiko buruk apabila kredibilitas bank sentral rendah dan cadangan devisa tidak mencukupi karena kurs tidak berubah dari waktu ke waktu dan memberikan kepastian yang lebih besar bagi eksportir dan importir. Nilai tukar juga membantu pemerintah untuk mempertahankan inflasi yang rendah juga mendorong perdagangan dan investasi sehingga harga barang impor akan relatif stabil dan tekanan inflasi akibat pergerakan nilai tukar berkurang.

Share :