APA SAJA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURS HARI INI ? SIMAK PENJELASANNYA!

18 November 2021 in Kurs - by Adi Nugroho

Kurs merupakan transaksi penting dalam kegiatan ekspor atau impor. Transaksi tersebut memudahkan suatu negara dalam mengkonversi dua mata uang yang berbeda.

Bank sentral pada suatu negara memiliki hak untuk menetapkan nilai tukar atau kurs. Peran bank sentral disini yaitu membantu Anda ketika Anda ingin menukarkan mata uang rupiah ke dolar AS atau sebaliknya. Dalam hal tersebut nantinya akan menghasilkan perbandingan nilai dari kedua mata uang tersebut.

Apabila Anda ingin berlibur ke luar negeri, Anda perlu mengetahui atau mengecek kurs yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal tersebut perlu dilakukan karena kurs setiap waktunya mengalami perubahan. 

Dalam suatu negara terdapat dua kebijakan kurs yang ditetapkan yaitu revalusi dan devaluasi. Revaluasi merupakan kebijakan pemerintah dari suatu negara yang menaikkan kurs mata uang dari suatu negara ke mata uang asing. Selain itu, devaluasi merupakan kebalikan dari revaluasi dimana pemerintah dari suatu negara yang menurunkan kurs mata uang terhadap mata uang asing.

Lantas, apa saja yang faktor-faktor yang mempengaruhi kurs hari ini ?

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kurs Hari Ini

Berikut merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi kurs hari ini:

  • Tingkat suku bunga

Suku bunga dalam kurs sangat berpengaruh karena memiliki tingkat suku bunga yang beruba-ubah yang nantinya akan mempengaruhi arus modal internasional.  Suku bunga yang naik akan mendorong modal asing.

Hal yang akan menguntungkan para investor adalah ketik suku bunga mengalami kenaikan juga membuat pengembalian dari investasi naik dan akan berdampak banyak investasi yang akan masuk ke dalam suatu negara tersebut.

  • Tingkat inflasi 

Perubahan inflasi atau peningkatan inflasi sangat berpengaruh terhadap nilai kurs. Apabila inflasi dalam suatu negara sedang  meningkat  negara meningkat, mata uang nasional akan menurun.Namun, apabila inflasi di suatu negara sedang mengalami penurunan, maka mata uang nasional akan meningkat.

Selain itu, jika inflasi dalam negeri mengalami penyusutan maka pembeli akan berkurang. Dampak dari hal tersebut mengakibatkan kegiatan ekspor dan impor berkurang dan neraca perdagangan mengalami defisit.

Hal tersebut sangat disayangkan, karena nilai ekspor yang tinggi bisa membuat perekonomian dalam suatu negara naik dan inflasi yang rendah menentukan kurs  yang tetap stabil.

  • Pembayaran Impor

Aktivitas kegiatan impor dalam suatu negara cukup berpengaruh karen pembayaran impor menggunakan kurs beli dimana semakin banyak nilai impor barang maka akan semakinbanyak permintaan terhadap valuta asing dan berdampak kurs mata uang nasional akan menurun. Sebaliknya, jika impor barang sedikit maka akan membuat kurs nasional menguat.

  • Aliran Modal Keluar (capital outflow)

Aliran Modal keluar atau Capital outflow ini adalah modal didalam suatu negara yang keluar untuk membayar hutang dengan negara lain. Semakin  banyak hutang maka akan berdampak  terhadap valuta asing yang mengalami peningkatan tetapi kurs mata uang negeri akan menurun. Sebaliknya, apabila suatu negara negara menanamkan modal keluar negeri maka kurs akan menguat.

  • Kegiatan Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran yang aktif akan meningkatkan permintaan debitur asing yang membuat nilai mata uang nasional meningkat. Sebaliknya, apabila neraca pembayaran pasif akan membuat debitur dalam negeri menjual asetnya dengan mata uang asing yang nantinya akan berdampak terhadap nilai mata uang nasional menurun.

  • Adanya Kontrol dari Pemerintah

Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah juga akan mempengaruhi nilai tukar mata uang. Selain itu, ada beberapa negara yang membatasi masuknya barang impor dan dimana jumlah masuknya dapat ditekan.

Hal tersebut berdampak terhadap permintaan uang asing  melemah dan mata uang nasional menguat. Maka dari itu tujuan dari kebijakan suatu negara  adalah untuk menjaga kestabilan nilai tukar mata uang nasional.

Share :