INI 5 ALASAN PILIH TRADING EMAS DIBANDINGKAN TRADING CRYPTO

17 October 2022 in Emas - by Admin FOREXimf

Trading emas dan trading crypto sama-sama menarik perhatian, terutama di tengah iklim ekonomi yang kurang baik seperti sekarang. Sebetulnya manakah yang sebaiknya dipilih? Benarkan trading emas lebih profitable di kondisi ekonomi yang tidak menentu? Dalam artikel ini kita akan membahas perbandingan antara trading emas dan trading crypto.

Situasi ekonomi global menjelang tahun 2023 diramalkan akan penuh dengan ketidakpastian. Hal ini dikarenakan banyaknya sentimen negatif yang diprediksi bakal terjadi, dan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang akan terkena imbasnya. Dimulai dari perang dagang yang belum usai, pandemi covid 19 yang masih menjadi momok di beberapa negara, hingga ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang tak kunjung menemukan titik terang. Bahkan beberapa petinggi di Indonesia sudah memberikan pernyataan serupa di kuartal akhir tahun 2022 ini. Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani mengatakan bahwa tahun 2023 ekonomi dunia akan terpuruk ke jurang resesi. Sementara itu Menteri Investasi Republik Indonesia Bahlil Lahadalia juga menyatakan gelapnya ekonomi di tahun 2023.

Beberapa negara bahkan sudah lebih dulu merasakan dampaknya. Di Inggris inflasi kini terus meroket dan menyebabkan biaya hidup meroket. Aktivitas ekonomi di tiga wilayah ekonomi utama yakni Eropa, China, dan Amerika Serikat sudah menunjukkan perlambatan. Di Eropa harga gas alam melonjak tinggi, di China masih terpuruk karena pandemi Covid-19, dan di Amerika Serikat karena kenaikan suku bunga. Alhasil angka kemiskinan bertambah seiring dengan krisis energi menjelang musim dingin di negara Big Ben tersebut. Di sisi lain, dampak yang tak kalah pelik dialami beberapa startup besar di Indonesia yang mulai melakukan pengetatan jumlah pekerjanya. Shopee, Carsome, dan Xendit dilaporkan telah mem-PHK sejumlah besar karyawannya demi efisiensi perusahaan. Bukan tak mungkin apabila dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan kita pun yang masih bekerja atau sebagai pengusaha akan terkena dampak dari resesi ini.  

Menghadapi tantangan saat menapaki tahun 2023 yang tinggal hitungan bulan ini, bagaimana kita sebaiknya mempersiapkan diri? Jika Anda termasuk golongan orang yang ingin bergerak maju dan menolak untuk pasrah terhadap keadaan, Anda pasti mengharapan pundi-pundi penghasilan bisa tetap terjaga meski resesi melanda. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda mengikuti arahan dari investor sekaligus penulis ternama Robert Kiyosaki. Dalam cuitannya di Twitter beberapa waktu lalu Kiyosaki menyatakan bahwa peluang terbaik untuk menghadapi resesi tahun 2023 adalah dengan melakukan trading emas, trading silver, dan trading crypto (bitcoin).

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

@theRealKiyosaki: PELUANG UNTUK BELI: jika The Fed melanjutkan untuk menaikkan tingkat suku bunga maka US Dollar akan menguat dan menyebabkan harga emas, silver, dan bitcoin semakin turun. BELI lebih banyak. Ketika The Fed beralih menurukan tingkat suku bunga seperti yang dilakukan oleh Inggris, maka Anda akan tersenyum sementara orang-orang lain menangis. Berhati-hatilah.

Di kalangan para trader, trading emas dan trading silver yang termasuk trading komoditi ini tentu bukanlah barang baru lagi. Namun lain halnya dengan trading crypto yang secara usia baru seumur jagung—masih banyak yang belum mengenal instrumen ini secara mendalam. Lantas apa sebetulnya yang membedakan trading emas dengan trading crypto? Mana yang lebih baik dijadikan pilihan saat kondisi ekonomi sedang tak menentu? Dalam artikel kali ini Anda akan menemukan beberapa alasan mengapa sebaiknya Anda memilih trading emas dibandingkan trading crypto.

  1. Trading Emas Tidak Mengenal Bull Season dan Bear Season

Bagi Anda yang pernah terjun dalam trading crypto, terutama trading bitcoin, Anda tentu pernah merasakan suatu fase di mana harga bitcoin terus bergerak naik dalam kurun waktu 1 hingga 1,5 tahun. Fase tersebut dikenal dengan nama Bull Season. Fase bull season umumnya terjadi setelah bitcoin “halving”—di momen ini hampir seluruh cryptocurreny mengalami kenaikan harga yang signifikan. Nah, kalau Bear Season itu apa? Fase ini adalah kebalikan dari bull season, di mana hampir seluruh harga cryptocurrency mengalami penurunan secara signifikan. Fase bear season sendiri terjadi sekitar 2 hingga 2,5 tahun setelah bull season berlangsung.

Apakah kondisi bull season dan bear season juga berlaku di trading emas? Jawabannya, tidak. Hal inilah yang menjadikan trading emas lebih baik daripada trading crypto. Kalau seseorang melakukan trading crypto di saat bear market, maka ia harus menahan posisi sampai ketika bull season terjadi. Berangkat dari kondisi ini, bear season bisa dibilang bukanlah saat yang tepat untuk melakukan trading crypto. Alasannya adalah karena volatilitas pergerakan harga cryptocurreny akan stagnan atau cenderung sideways, dan situasi tersebut akan berlangsung 2 hingga 2,5 tahun lamanya.

Keadaan seperti di atas tidak akan muncul jika melakukan trading emas. Anda bisa melakukan trading emas kapan saja tanpa harus bergantung pada bull season atau bear season seperti halnya trading crypto. Keuntungan dari trading emas bisa Anda raih selama Anda mampu membaca trend pergerakan harga emas dari candlestick atau analisa teknikal. Untuk lebih mengoptimalkan analisa tersebut, Anda juga dapat memadukannya dengan analisa fundamental. Di pasar emas, trend naik ataupun turun tidak terjadi dalam hitungan tahun seperti halnya di pasar crypto. Jika trend emas saat ini sedang bergerak naik, maka Anda bisa mengambil posisi buy. Sebaliknya jika trend pergerakan emas sedang turun, Anda bisa mengambil posisi sell. Jika Anda ingin lebih tahu mengenai analisa teknikal Anda bisa mengunjungi tautan berikut ini. 

  1. Trading Emas Terjadi 2 Arah, Trading Crypto Hanya 1 Arah

Trading emas memungkinkan kita untuk mengambil keuntungan baik saat pasar naik atau turun (2 arah), berkebalikan dengan trading crypto yang hanya 1 arah. Kondisi 1 arah yang dimaksud di sini mirip seperti yang terjadi di pasar saham: apabila Anda mencoba trading crypto di pasar spot, maka Anda hanya bisa melakukan perdagangan dengan cara membeli asset terlebih dahulu. Setelah itu Anda dapat menjualnya ketika harga sudah naik, dan dengan demikian Anda akan mendapatkan keuntungan. Serupa dengan transaksi di pasar saham bukan?

Di sisi lain, ketika harga di market crypto turun Anda tidak dapat melakukan apa-apa karena trading crypto tidak memungkinkan Anda mengambil posisi sell seperti halnya di trading emas. Selain itu, bila Anda sudah memiliki posisi beli atau sudah memiliki assetnya, maka Anda harus menahannya sebab jika dijual Anda akan mengalami kerugian.

Membandingkan dua situasi di atas, tentu sudah jelas kalau trading emas lebih unggul dari trading crypto. Trader emas diperbolehkan untuk membuka posisi dua arah, dan dengan begitu akan memiliki peluang lebih besar untuk meraih profit. Dalam dunia trading kondisi ini disebut “two-way opportunity”, yang artinya Anda bisa mendapatkan keuntungan baik ketika harga sedang naik maupun turun. Dua jenis transaksi yang dapat Anda lakukan dalam trading emas adalah beli (buy) atau biasa juga disebut “long” dan jual (sell) atau yang disebut juga “short”. Posisi beli dapat Anda lakukan ketika pergerakan harga sedang dalam keadaan naik, dan sebaliknya posisi jual bisa Anda lakukan jika pergerakan harga sedang dalam keadaan turun.

  1. Trading Emas Tak Perlu Menunggu--Langsung Gas Poll

Serupa dengan point no. 2, trading crypto lagi-lagi mirip dengan trading saham sebab diperlukan kesabaran ekstra untuk melakukan transaksi. Mengapa harus kesabaran ekstra? Sebab di dalam trading crypto Anda harus melakukan antrian terlebih dahulu jika ingin membeli. Perhatikan tabel di bawah ini. Katakanlah Anda ingin melakukan pembelian bitcoin sebesar 10juta rupiah di harga 297.593.000. Anda harus menunggu hingga ada seseorang yang mau menjual bitcoin sebesar 10juta rupiah di harga tersebut. Jika harga tersebut dieksekusi, barulah Anda bisa mendapatkan bitcoinnya. Lama menunggu ini tentu saja tidak pasti.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Sumber: salah satu exchanger cypto di Indonesia

Namun kondisi seperti ini tidak akan ditemui di dalam trading emas. Jika boleh meminjam kata-kata anak muda zaman sekarang, trading emas itu langsung gas pol. Akan selalu ada ketersediaan untuk membeli dan menjual. Anda tidak perlu menunggu lama untuk melakukan transaksi. Sesaat ketika Anda telah menekan tombol Buy, maka Anda sudah bisa mendapatkan posisi untuk harga naik, dan ketika harga sudah melaju naik dan Anda sudah merasakan profit Anda bisa menutup posisi tersebut.

  1. Lebih Mudah Memahami Fundamental Trading Emas daripada Trading Crypto

Apabila Anda melakukan trading emas, adalah merupakan suatu kewajiban bagi Anda untuk selalu mendapatkan info terbaru seputar harga emas di pasaran. Untuk mengetahuinya tidaklah sulit—Anda bisa membaca berbagai sumber ternama seperti forexfactory.com, cnbc.com, Bloomberg.com atau investing.com. Informasi fundamental terkait emas ada banyak di situs-situs tersebut. Dengan berbekal fundamental itulah nantinya Anda akan dipermudah untuk mengambil keputusan saat melakukan trading emas. Ditambah lagi dengan layanan premium dari FOREXimf.com yang bisa memandu setiap nasabahnya melalui Tim Market Analyst. Selalu ada kesempatan untuk bertanya tentang analisa fundamental emas jika Anda memilih broker FOREXimf.com sebagai tempat melakukan trading. Anda cukup bertanya melalui WhatsApp atau di fitur Live Chat di website untuk mendapatkan kabar terkini seputar emas, baik teknikal maupun fundamental.

Sementara itu apabila Anda terjun dalam trading crypto maka Anda bisa jadi akan cukup kesulitan untuk memperoleh informasi fundamentalnya. Untuk diketahui, sampai saat ini sudah ada setidaknya 21.266 mata uang crypto yang terdaftar di situs coinmarketcap.com. Namun demikian, tidak semua mata uang crypto tersebut memiliki penjelasan detil terkait fundamentalnya. Bagaimana dengan situs berita yang ada di internet? Tidak semua media meliput pula perkembangan tiap-tiap mata uang crypto seperti project apa yang sedang dilakukan oleh perusahaan pembuat coin tersebut, apa yang menjadi penyebab harga mata uang crypto tersebut bergerak, dan lain sebagainya. Memang untuk beberapa mata uang crypto yang populer seperti ethereum, bitcoin, dan cardano masih ada media yang membahasnya. Untuk mata uang crypto yang sudah cukup ternama, Anda masih bisa mencari tahu analisa fundamentalnya. Namun untuk mata uang crypto yang belum naik daun, Anda bisa cukup kewalahan mencari informasi tentangnya. Jika Anda tetap ingin bertransaksi di mata uang crypto yang belum dikenal, Anda perlu melakukan spekulasi tanpa punya dasar fundamentalnya. Jadi, trading emas bisa dikatakan lebih mudah dilakukan berhubung berlimpahnya informasi terkait harga dan analisa emas.

  1. Secara Matematika: Trading Emas Cenderung Lebih Menguntungkan

Setelah membahas empat kelebihan trading emas dibanding trading crypto di atas, kali ini kita akan melihat cara menghitung keuntungan masing-masing instrumen tersebut. Sebetulnya untuk menghitung keuntungan ini kita harus melihat aspek lain seperti penggunaan modal dan money management yang dijalani masing-masing trader. Semakin besar modal yang digunakan tentu semakin besar pula profit yang dihasilkan. Namun kita akan menengok sejenak metode perhitungan trading emas versus trading crypto yang membuktikan bahwa trading emas cenderung lebih menguntungkan. Nah, kita mengambil contoh perhitungan dari tanggal 28 September hingga 4 Oktober 2022. Masing-masing trader memulai dengan modal sebesar Rp 100.000.000.

 

Keterangan

28 September 2022

4 Oktober 2022

Bitcoin

285.000.000

308.800.000

Emas

$ 1614

$ 1729

 

Bitcoin:

Aldo memutuskan untuk membeli bitcoin sebesar 100.000.000 Rupiah di harga 285.000.000. Dengan kata lain, ia mendapatkan 0,35 BTC. ( Perhitungan: 100.000.000 / 285.000.000 = 0,35 ) Lalu harga bitcoin pada tanggal 4 Oktober mencapai harga 308.800.000. Keuntungan yang dihasilkan oleh Aldo jika memutuskan untuk menjualnya adalah 0,35 BTC x 308.800.000 = 108.080.000 atau dengan kata lain menghasilkan profit sebesar 8.080.000 atau sekitar 8%.

 

Emas:

Mila memutuskan untuk mengambil posisi beli emas di harga $1614 sebesar 1 lot dengan modal sejumlah 100.000.000. Perhitungan contract size emas adalah 100 troy ounce. Lalu harga emas di tanggal 4 Oktober mencapai $1729. Keuntungan yang dihasilkan oleh Mila jika ia memutuskan untuk menutup posisinya adalah ( 1729-1614 ) x 100 x 1 lot = $ 11.000. Jika menggunakan kurs rupiah sebesar 14.000, maka keuntungan yang dihasilkan adalah 154.000.000 atau sebesar 154%.

Dari ilustrasi ini terlihat bahwa keuntungan yang didapat dari trading emas cenderung lebih tinggi daripada trading crypto. Nah, setelah Anda memahami perbedaan mendalam antara trading emas dan crypto, sudahkah Anda membuat keputusan ingin memilih trading yang mana?

 

Kesimpulan

Meski lima poin di atas semuanya menjelaskan kelebihan dari trading emas, bukan berarti semata-mata trading crypto tidak memiliki keunggulan. Ada beberapa hal di mana cryptocurrency lebih baik, seperti market crypto yang buka 24 jam nonstop selama setahun penuh, tanpa mengenal libur sehingga trader bisa trading kapanpun ia mau. Di sisi lain market emas hanya bergerak 5 hari dalam seminggu dan ada hari-hari besar tertentu di mana ia akan libur (salah satunya Tahun Baru).

Hal penting lainnya yang perlu disimak sebelum memilih instrumen trading yang hendak diambil adalah profil dari sang trader itu sendiri. Trading crypto biasanya disukai orang yang gemar investing atau bertransaksi secara jangka panjang, sementara trading emas sangat cocok bagi orang yang gemar scalping atau meraup keuntungan dengan strategi jangka pendek. Selebihnya, trading emas dan trading crypto memiliki tingkat risiko yang hampir sama dan bergantung pada money management dan risk management yang dilakukan. Tetap saja dalam prakteknya di lapangan baik trading crypto maupun trading emas tidak semudah hanya menekan tombol buy dan sell. Diperlukan waktu, kerja keras, dan jam terbang untuk seorang trader bisa menghasilkan profit yang konsisten.

Untuk membantu mengoptimalkan potensi dari trading emas, FOREXimf.com sebagai broker yang telah berdiri sejak tahun 2004 senantiasa mendukung para nasabahnya melalui trading tools dan support terbaik. Selain terdepan dalam edukasi, FOREXimf.com juga membuka konsultasi dengan praktisi trading yang sudah berkecimpung belasan tahun. Untuk trading emas yang aman pastikan Anda bergabung hanya dengan broker resmi dan terpercaya.

 

FOREXimf Telegram Channel

Share :