Tensi Geopolitik Mereda, USD Perkasa
TRADING TIPS & TRICK TERBARU - ZOOM WORKSHOP FREE UNTUK TRADER FOREX

TENSI GEOPOLITIK MEREDA, USD PERKASA

Tensi Geopolitik Mereda, USD Perkasa
15 August 2017 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Eko Trijuni

Berita forex, pada sesi awal pekan ini nilai tukar dolar AS beranjak naik terhadap sejumlah mata uang global karena ketegangan geopolitik antara AS dan Korea Utara mulai mereda sementara data ekonomi Jepang yang optimis menghidupkan kembali sentimen pada aset berisiko.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,42% menjadi 93,42.

Dolar AS mengurangi kerugiannya yang terjadi saat merosot pada hari Jum'at, setelah mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss berbalik melemah karena para investor menyambut baik komentar dari Sekretaris Pertahanan AS Jim Mattis dan Sekretaris Negara Rex Tillerson yang meremehkan risiko perang yang akan segera terjadi pada Semenanjung Korea.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Sementara itu, direktur CIA Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional HR McMaster di kesempatan terpisah mengatakan bahwa tidak akan ada indikasi perang dengan Korea Utara akan pecah. Namun dengan Venezuela, AS akan terus menekan Nicolas Maduro untuk tunduk dengan AS.

USD/CHF naik menjadi 0,9718, naik 1,07% sementara USD/JPY naik 0,56% menjadi 109,65 karena data ekonomi Jepang yang solid tidak mengurangi tekanan terhadap yen sehingga mata uang ini turun ke posisi terendah sesi tersebut terhadap greenback.

Selasa pagi ini USD/JPY kembali meneruskan pergerakan naiknya hingga sementara waktu mencatatkan level tertinggi di 110,02.

Selain itu faktor lain yang juga menambahkan sentimen positif pada greenback adalah penurunan euro dan sterling, karena pelaku pasar menunggu data inflasi Inggris yang dijadwalkan untuk dirilis hari Selasa. GBP/USD turun 0,51% menjadi 1,2964 sementara EUR/USD kehilangan 0,45% menjadi 1,1780.

Dari Amerika Utara dilaporkan USD/CAD naik 0,41% menjadi 1,2724 karena dolar Kanada yang sensitif terhadap minyak berada di bawah tekanan di tengah kemerosotan harga minyak pada sesi kemarin.

[av_magazine link='post_tag,121,278,276' items='3' offset='0' thumbnails='aviaTBthumbnails' heading_active='aviaTBheading_active' heading='Berita Lainnya' heading_link='manually,https://www.foreximf.com/berita/' heading_color='theme-color' heading_custom_color='#ffffff' first_big_pos='top']

Share :