Saham Asia Terjatuh Terbawa Harga Minyak

SAHAM ASIA TERJATUH TERBAWA HARGA MINYAK

Saham Asia Terjatuh Terbawa Harga Minyak
29 January 2015 in Berita Forex Terkini - by Eko Trijuni

Saham Asia terjatuh, ketika saham Jepang bergerak ke bawah dari level tujuh minggu tertinggi karena minyak AS diperdagangkan di bawah $ 45 per barel, sementara obligasi AS naik. Dolar Selandia Baru berada di dekat level terendah hampir empat tahun setelah para pembuat kebijakan mengisyaratkan suku bunga akan terus bertahan.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,5 persen di Tokyo, indeks Topix Jepang merosot 0,8 persen. Saham produsen energi Asia turun 0,8 persen ketika harga minyak mentah mendekati level terendah enam tahun, sementara saham Samsung Electronics Co turun setelah melaporkan penurunan 27 persen pada laba kuartal keempat. Dow Jones Industrial Average berjangka naik 0,3 persen setelah indeks mengalami penurunan dua hari terbesar dalam hampir setahun. Imbal hasil obligasi Australia dengan tenor sepuluh tahun merosot ke rekor tingkat rendah dan obligasi Selandia Baru turun 15 basis poin. Kiwi menyentuh level terlemah sejak Maret 2011.

Minyak West Texas Intermediate merosot hampir 4 persen, karena data yang menunjukkan bahwa persediaan minyak AS berada pada tingkat tertinggi dalam lebih dari 30 tahun sehingga memperburuk kekhawatiran atas pasokan minyak global yang membanjir. The Federal Reserve memicu kenaikan pergerakan Treasuries ketika berjanji "bersabar" sampai ada peningkatan harga dengan melihat risikopada ekonomi AS. Filipina melaporkan pertumbuhan ekonomi saat ini, sementara Jerman mem-posting index harga konsumen.

The Fed mengakui risiko global dalam pernyataannya dengan mengatakan bahwa hal itu akan mempertimbangkan "perkembangan internasional" untuk memutuskan berapa lama suku bunga mendekati nolakan bertahan.

Kekhawatiran internasional terlihat pada imbal hasilbagi Treasurydengan tenor 10-tahun yang turun 10 basis poin, atau 0,10 persen poin, menjadi 1,72 persen. Imbal hasil bagi surat utang pemerintah Australia juga turun sebanyak 13 basis poin dalam satu dekade dan menjadi harga terendah di kisaran 2,47 persen, sedangkan imbal hasil bagi obligasi Selandia Baru merosot ke 3,17 persen.

Indeks berjangka China turun 1,8 persen di perdagangan Singapura baru atas keprihatinan pengawasan regulator pinjaman marjin.

[av_magazine link='post_tag,121,278,276' items='3' offset='0' thumbnails='aviaTBthumbnails' heading_active='aviaTBheading_active' heading='Berita Lainnya' heading_link='manually,https://www.foreximf.com/berita/' heading_color='theme-color' heading_custom_color='#ffffff' first_big_pos='top']

Share :

FOREXimf Footer Background