Perdebatan Tentang Suku Bunga Sedikit Tekan USD

PERDEBATAN TENTANG SUKU BUNGA SEDIKIT TEKAN USD

Perdebatan Tentang Suku Bunga Sedikit Tekan USD
06 October 2014 in Berita Forex Terkini - by Eko Trijuni
Berita Forex - Dollar sedikit tertekan dan bergerak menjauh dari level terkuatnya dalam 4 tahun akibat perdebatan mengenai kapankah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga Dollar sedikit tertekan dan bergerak menjauh dari level terkuatnya dalam 4 tahun akibat perdebatan mengenai kapankah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan. Sementara itu yen menguat menjelang keputusan suku bunga yang akan diumumkan oleh Bank of Japan esok. Euro juga menguat terhadap USD, tiga hari setelah menyentuh level terendah dua-tahun, meskipun data factory order Jerman memperlihatkan penurunan yang terburuk sejak tahun 2009. "Pasar ingin mencermati kembali kapan Fed akan mulai bergerak," demikian menurut Valentin Marinov, ahli valas Citigroup Inc. London dalam wawancara dengan Bloomberg. "Fed bergerak ke arah itu, akan menaikkan suku bunga tak lama lagi dan hal itu akan mendukung USD untuk jangka waktu yang lebih panjang," lanjutnya. Indeks dollar berdasarkan pantauan Bloomberg mengalami penurunan sekitar 0,4 persen pada pukul 08.42 waktu New York, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 1080.05 pada tanggak 3 Oktober lalu. Level itu merupakan level terkuat sejak Juni 2010. Pada waktu yang sama, USD melemah 0,3 persn terhadap euro ke kisaran 1.2549, namun euro melemah sekitar 0,1 persen terhadap yen ke level 137.26. Yen sendiri menguat sebesar 0,4 peren terhadap USD ke angka 109.37 setelah sempat menyentuh angka 110.09 pada awal Oktober, yang merupakan level terlemah sejak Agustus 2008. Dilematis Ketua Fed Janet Yellen sepertinya akan menghadapi dilema ketika harus menaikkan suku bunga acuan dari level terendah dalam sejarah, mengingat data-data ekonomi masih beragam. Meskipun tingkat pengangguran turun ke angka terendah sejak enam tahun terakhir di bulan September, namun tingkat partisipasi yang mengukur jumlah warga negara Amerika Serikat yang memiliki pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan sebagai bagian dari populasi tenaga kerja, turun sebesar 62,7 persen. Ini merupakan penurunan terbesar sejak Februari 1978. USD telah menguat sejauh 7,2 persen dalam tiga bulan terakhir ini, yang merupakan performa terbaik di antara 10 mata uang negara maju berdasarkan pemantauan Bloomberg Correlation-Weighted Indexes. Penguatan ini dilatarbelakangi oleh keyakinan para pelaku pasar bahwa Fed akan menaikkan suku bunga acuan tahun depan. Dalam kurun waktu yang sama, yen melemah 0,6 persen sedangkan euro menguat 1,8 persen. Bank of Japan, yang melakukan pembelian obligasi pemerintah sebesar 7 triliun yen (sekitar $64 milyar) dalam sebulan, memulai pertemuan dewan gubernur hari ini dan dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari. Meskipun Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pekan lalu mengatakan bahwa menurutnya pelemahan yen tidak buruk bagi perekonomian Jepang secara umum, namun Perdana Menteri Shinzo Abe berkata bahwa hari ini pemerintah akan mencermati efek pelemahan yen dan akan mengambil tindakan. "Sebagian besar pelaku pasar; dan ini tercermin dari nilai tukar yen; berharap BOJ akan menunggu beberapa waktu lagi sebelum menambah stimulus ekonomi," demikian menurut Ulrich Leuchtmann, kepala strategi valas Commerzbank AG di Frankfurt. "Meskipun Bank of Jalan dan pemerintah pada umumnya tak mempermasalahkan pelemahan yen, namun mereka (para pelaku pasar, red.) tidak menginginkan pelemahan terjadi terlalu cepat seperti yang kita lihat akhir-akhir ini," lanjutnya. Bank of Japan akan mengumumkan hasil pertemuan kebijakan moneter mereka esok (Selasa, 07/10) pada waktu yang belum ditentukan.

Share :

FOREXimf Footer Background