💰Pengen dapet SINYAL FOREX dari PRO TRADER TIAP HARI? YUK SIMAK CARANYA

OIL SEDIKIT MENGUAT KARENA KEKHAWATIRAN PASOKAN

21 April 2022 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Rudy Rinaldi
  • Harga minyak mentah dunia menguat di hari Rabu (20/4/2022) setelah data cadangan minyak Amerika Serikat diumumkan mengalami penurunan.
  • Kontrak minyak mentah jenis WTI yang kedaluarsa kemarin, menguat sebesar $1.06 atau 1% ke area $103.94. Sebelumnya harga minyak mentah melemah sebesar 5,2% saat pasar berfluktuasi di hari Selasa
  • Harga minyak mentah dunia terdongkrak oleh perkiraan bahwa pasoka minyak akan berkurang menyusul sanksi yang dijatuhkan atas Rusia.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Harga minyak mentah dunia menguat di hari Rabu (20/4/2022) setelah data cadangan minyak Amerika Serikat diumumkan mengalami penurunan, seiring berkurangnya pasokan dari Rusia dan Libya.

Kontrak minyak mentah jenis WTI yang kedaluarsa kemarin, menguat sebesar $1.06 atau 1% ke area $103.94. Sebelumnya harga minyak mentah melemah sebesar 5,2% saat pasar berfluktuasi di hari Selasa (19/4/2022) setelah International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global hingga hampir setengah persen poin. IMF menggarisbawahi dampak ekonomi akibat perang Rusia-Ukraina dan memperingatkan bahwa tingkat inflasi yang tinggi telah menjadi ancaman bagi banyak negara.

Harga minyak mentah dunia terdongkrak oleh perkiraan bahwa pasoka minyak akan berkurang menyusul sanksi yang dijatuhkan atas Rusia, yang merupakan eksportir minyak terbesar ke-2 dunia sekaligus pemasok utama minyak untuk kawasan Eropa. Sanksi tersebut dijatuhkan menyusul invasi Rusia ke Ukraina, yang oleh Moskow disebut sebagai operasi khusus.

Meskipun demikian, melemahnya proyeksi ekonomi global dan berlanjutnya lockdown di beberapa bagian China masih berpotensi menekan permintaan minyak dunia. China sendiri merupakan importir minyak terbesar dunia. Hal tersebut bisa jadi akan kembali menekan harga minyak.

Sementara itu OPEC dan sekutunya yang dikenal dengan nama OPEC+, hanya berhasil memproduksi 1,45 juta barel minyak per hari, di bawah target bulan Maret. Hal tersebut terjadi karena Rusia mulai menurunkan produksi setelah sanksi yang dijatuhkan oleh Barat.

Libya juga diketahui terpaksa hanya bisa memproduksi 550 ribu barel per hari karena gelombang blockade di ladang-ladang minyak dan terminal ekspor utama mereka, demikian menurut National Oil Corporation (NOC) kemarin.

Di Amerika Serikat, cadangan minyak mentah berkurang sebesar 4,5 juta barel menurut sumber yang mengutip data American Petroleum Institute.

Komisi Eropa saat ini tengah berusaha untuk mempercepat alternatif pasokan energi sebagai kompensasi dampak sanksi atas Rusia.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Buka Akun Demo Trading Forex

Share :