Saatnya trading dengan SPREAD mulai dari 0.2 !! Atau dapatkan Cashback $10 / Lot. ❤️

MINYAK MENTAH NAIK DEKATI LEVEL TERTINGGI DUA BULAN

27 May 2022 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Adi Nugroho
  • Minyak mentah kembali menguat mendekati level tertinggi dua bulan.
  • Hungaria masih belum menyetujui boikot minyak Rusia. Jika Hungaria setuju, harga minyak mentah bisa semakin naik.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Harga minyak mentah menguat sekitar 3% mendekati level tertinggi dua bulan kemarin (Kamis, 26/5/2022) seiring tanda-tanda kurangnya persediaan, seiring sengitnya perdebatan antara Uni Eropa (UE) dan Hungaria terkait rencana boikot impor minyak Rusia sebagai sanksi karena telan menginvasi Ukraina. Penguatan harga minyak mentah ini juga dilatarbelakangi oleh menurunnya persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) secara signifikan.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat 3,4% di area $114.14 per barel, mendekati harga penutupan tertinggi sejak 23 Maret.

“Harga minyak mentah bisa semakin naik kalau sanksi UE untuk memboikot minyak Rusia disetujui oleh semua anggota (UE),” kata Tamas Varga dari PVM Oil.

Presiden Dewan Eropa, Charlse Michel, mengatakan bahwa ia yakin bahwa kesepakatan tentang aksi boikot minyak Rusia itu akan tercapai sebelum rapat Dewan Eropa tanggal 30 Mei.

Hungaria masih belum menyetujui boikot minyak Rusia, padahal sanksi UE tersebut baru bisa dijalankan jika mendapat dukungan dari semua anggota. Tetapi meskipun tanpa boikot resmi dari UE, persediaan minyak dari Rusia sudah banyak berkurang karena konsumen sudah banyak menghindari membeli minyak dari Rusia.

Produksi minyak Rusia diperkirakan turun menjadi 480-500 juta ton tahun ini. Tahun lalu, produksi minyuak Rusia mencapai 524 ton menurut kantor berita pemerintah RIA, mengutip deputi perdana menteri Alexander Novak.

Menurut sumber Reuters, pertemuan OPEC+ tanggal 2 Juni mendatang diperkirakan akan tetap pada kesepakatan tahun lalu yaitu menaikkan target produksi bulan Juli sebesar 432.000 barel, bertentangan dengan keinginan Barat yang meminta kenaikan lebih cepat untuk mengontrol harga.

Faktor lain yang turut mendukung penguatan harga minyak adalah persiapan Shanghai untuk kembali beraktivitas normal setelah dua bulan lockdown, serta puncak musim liburan di Amerika Serikat terkait akhir pekan Memorial Day, menurut Sugandha Sachdeva, wakil presiden riset komoditas di Religare Broking.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Buka Akun Demo Trading Forex

Share :