Minyak Mentah Melemah, Kekuatiran Over Supply

MINYAK MENTAH MELEMAH, KEKUATIRAN OVER SUPPLY

Minyak Mentah Melemah, Kekuatiran Over Supply
09 June 2017 in Berita Forex Terkini - Kabar Pasar Hari Ini - by Eko Trijuni

Minyak mentah berjangka melemah pada awal perdagangan hari Jumat, dikisaran level terendah satu bulan didukung oleh meningkatnya output global, menyusul kembalinya minyak mentah Nigeria ke pasar dan selisih harga minyak mentah AS yang tak terduga.

Di New York Mercantile Exchange minyak mentah berjangka untuk pengiriman Juli turun 8 sen menjadi mantap pada $ 45,64 per barel, sementara di London Intercontinental Exchange, Brent kehilangan 14 sen untuk diperdagangkan pada $ 47,92 per barel.

Minyak mentah berjangka jatuh ke posisi terendah satu bulan di $ 45,22, setelah sentimen berbalik pada minyak, karena kekhawatiran kelebihan pasokan muncul kembali, mengikuti data dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu, menunjukkan harga minyak mentah dan bensin A.S. membengkak dalam pekan yang berakhir 26 Mei.

Persediaan minyak mentah A.S. naik sekitar 3,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 26 Mei, yang mengherankan ekspektasi imbal hasil sekitar 3,5 juta barel sementara persediaan bensin, satu produk minyak mentah disuling menjadi naik sebesar 3.324m.

Laporan tersebut, bagaimanapun, juga menunjukkan bahwa produksi minyak mentah A.S. di 48 negara bagian lebih rendah turun 20.000 barel menjadi 8,815 juta barel per hari, untuk pertama kalinya tahun ini.

Namun rendahnya produksi gagal untuk mengimbangi kekhawatiran tentang prospek jangka panjang dari lonjakan produksi A.S., karena dalam sebuah laporan pada hari Selasa, menurunkan perkiraan harga minyak mentah dan menaikkan prospek produksi A.S. untuk tahun 2018.

Royal Dutch Shell pada hari Rabu, mengangkat force majeure pada ekspor minyak mentah Forcados Nigeria, yang membuat semua ekspor minyak negara Afrika Barat sepenuhnya online untuk pertama kalinya dalam 16 bulan.

Ladang minyak Forcados, biasanya mengekspor 200.000-240.000 barel per hari (bpd), membawa Nigeria ke tingkat 1,8 juta bpd. Nigeria dibebaskan dari kesepakatan pemotongan OPEC, yang baru-baru ini diperpanjang sampai Maret 2018.

Pada bulan Mei, anggota OPEC dan non-OPEC sepakat untuk memperpanjang pemotongan produksi untuk periode sembilan bulan sampai bulan Maret, namun terjebak pada penurunan produksi 1,8 juta bpd yang disepakati pada bulan November tahun lalu.

[av_magazine link='post_tag,121,278,276' items='3' offset='0' thumbnails='aviaTBthumbnails' heading_active='aviaTBheading_active' heading='Berita Lainnya' heading_link='manually,https://www.foreximf.com/berita/' heading_color='theme-color' heading_custom_color='#ffffff' first_big_pos='top']

Share :

FOREXimf Footer Background