😱 99% TRADER TERNYATA SALAH. STRATEGI INI HASILKAN +20.5% SEJAK 2022 ❤️

MINYAK MENTAH DI BAWAH $100 DI TENGAH KEKHAWATIRAN EKONOMI

11 May 2022 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Adi Nugroho
  • Harga minyak mentah AS diperdagangkan di bawah $100 per barel dan sempat ke level terendah dalam dua minggu pada sesi sebelumnya
  • Prospek permintaan tertekan oleh penguncian virus corona di China dan meningkatnya risiko resesi
  • Komisi Uni Eropa telah menunda tindakan atas proposal soal larangan impor minyak Rusia.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Harga minyak mentah AS di bawah $100 per barel dan sempat ke level terendah dalam dua minggu karena prospek permintaan ditekan oleh penguncian virus corona di China dan meningkatnya risiko resesi, sementara dolar yang kuat juga menekan harga minyak.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun $3,33, atau 3,2%, menjadi $100,11 per barel, sementara minyak mentah Brent turun $3,48, atau 3,28%, menjadi $102,46 per barel.

Kedua benchmark turun untuk hari kedua berturut-turut dan turun lebih dari $4 per barel sebelumnya pada hari Selasa.

Indeks utama Wall Street juga berbalik melemah dalam perdagangan yang bergejolak di tengah kekhawatiran atas pengetatan kebijakan moneter yang agresif dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Komisi Uni Eropa telah menunda tindakan atas proposal larangan impor minyak dari Rusia, dan sementara seorang menteri Prancis mengatakan anggota UE dapat mencapai kesepakatan minggu ini, Hongaria telah berusaha keras menentang embargo.

Juga, beberapa ekonomi Eropa dapat mengalami kesulitan jika impor minyak Rusia dibatasi lebih lanjut. Jika Rusia membalas dengan memotong pasokan gas, ekonomi di negara berkembang Eropa, Asia Tengah dan Afrika Utara mungkin kembali melamban, Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) memperingatkan.

Selain larangan impor bertahap G7 baru-baru ini terhadap minyak Rusia, Jepang, yang memperoleh 4% dari impor minyaknya dari Rusia tahun lalu, telah setuju untuk menghentikan pembelian tersebut. Waktu dan metodenya masih belum diputuskan.

US Dolar bertahan di dekat level tertinggi dua dekade menjelang rilis data inflasi yang dapat mengisyaratkan prospek kebijakan Fed.

Di sisi pasokan, Administrasi Informasi Energi AS memangkas perkiraan produksi minyak mentah AS untuk 2022 dan 2023. Sekarang, mereka mengharapkan produksi pada 2022 menjadi rata-rata 11,9 juta barel per hari (bph) dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya 12 juta bph.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Buka Akun Demo Trading Forex

Share :