Greenback Tertekan, Aussie Menguat Ketika China stimulus

GREENBACK TERTEKAN, AUSSIE MENGUAT KETIKA CHINA STIMULUS

Greenback Tertekan, Aussie Menguat Ketika China stimulus
20 April 2015 in Berita Forex Terkini - by Eko Trijuni

Dolar melemah pada awal sesi Senin, berbeda dengan kinerja mata uang Australia dan Selandia Baru yang di bangun oleh stimulus terbaru dari China. Bank Rakyat China (PBOC) pada hari Minggu memotong jumlah uang yang harus dipegang bank sebagai cadangan (RRR) dalam upaya terbaru untuk membantu memacu pinjaman bank dan memerangi perlambatan pertumbuhan.

Dolar Aussie sempat menyentuh level tertinggi satu bulan $ 0,7844, naik dari sekitar $ 0,7785 akhir perdagangan New York pada Jumat.

Dollar Selandia Baru naik sejauh $ 0,7720 dari $ 0,7665, namun berhasil memangkas keuntungan untuk tetap berdiri di $ 0,7692 setelah angka inflasi melembut.

Namun, mengingat bahwa China adalah pasar ekspor terbesar bagi Australia dan Selandia Baru, stimulus baru untuk mendorong pertumbuhan ada kemungkinan akan mendukung kedua mata uang.

Sebaliknya, greenback itu terhenti di awal perdagangan Asia. Indeks dolar stabil pada 97,424, setelah mengalami penurunan 1,8 persen pada pekan lalu karena data ekonomi AS tertekan dan mendorong pasar untuk memangkas posisi "long".

Sentuhan yang lebih terlihat terhadap yen pada 118,86, sementara euro berusaha untuk bertahan di atas $ 1,0800, dari puncak minggu lalu di kisaran $ 1,0849.

Yunani masih memeliki risiko potensial terhadap euro ketika Athena terus mencari kesepakatan dengan kreditur untuk mendapatkan reformasi dan membuka bantuan bailout.

[av_magazine link='post_tag,121,278,276' items='3' offset='0' thumbnails='aviaTBthumbnails' heading_active='aviaTBheading_active' heading='Berita Lainnya' heading_link='manually,https://www.foreximf.com/berita/' heading_color='theme-color' heading_custom_color='#ffffff' first_big_pos='top']

Share :

FOREXimf Footer Background