Saatnya trading dengan SPREAD mulai dari 0.2 !! Atau dapatkan Cashback $10 / Lot. ❤️

EURO MENGUAT, DOLAR DAN STERLING ANJLOK

25 May 2022 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Adi Nugroho
  • Dolar melemah ke level terendah bulanan setelah Presiden ECB mengatakan suku bunga ECB bisa naik ke area positif, berdampak pada penguatan euro.
  • Indeks dolar melemah setelah data menunjukkan aktivitas bisnis di AS melambat di bulan Mei.
  • Sterling anjlok setelah data PMI memperlihatkan sektor swasta di Inggris lebih lambat daripada perkiraan, menyebabkan kekhawatiran resesi di tengah inflasi yang tinggi.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Dolar AS (USD) melemah ke level terendah bulanan kemarin (Selasa, 25/5/2022) setelah Presiden European Central Bank (ECB), Christine Lagarde, mengatakan bahwa suku bunga kawasan euro kemungkinan akan naik ke area positif di akhir kuartal ke-3 tahun ini. Pernyataan Lagarde tersebut memberikan tenaga bagi euro.

Pernyataan Lagarde tersebut berimplikasi pada kenaikan suku bunga ECB setidaknya 50 basis point dan terus menumbuhkan spekulasi bahwa kenaikan suku bunga yang lebih besar akan dilakukan di musim panas ini untuk meengendalikan laju inflasi yang telah mencatat rekor tertinggi, sebagian disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar yang salah satunya diakibatkan oleh perang antara Rusia dan Ukraina. Selain itu stimulus besar-besaran untuk sektor publik semasa pandemi juga turut meningkatkan inflasi.

Euro ditutup menguat 0,4% ke area 1.07345 di akhir perdagangan kemarin. Selama tujuh hari berturut-turut, euro telah menguat 3,7% setelah sempat terperosok ke lvel terendahnya sejak Januari 2017 di kisaran 1.03483 yang disentuh di sekitar pertengahan bulan ini.

Dari Amerika Serikat (AS), menurut Marshall Gittler, kepala riset investasi di BDSwiss Holding, sudah hampir bisa dipastikan bahwa Federal Reserve (Fed) akan menaikkan lagi suku bunganya. “Perbedaan tingkat suku bunga bisa jadi akan membuat EURUSD berfluktuasi lebih tinggi lagi untuk beberapa waktu ke depan karena pasar mulai memperhatikan perbedaan tersebut,” katanya.

Indeks dolar kemarin sempat melemah ke area 101.64. Pelemahan dolar berlanjut setelah data ekonomi memperlihatkan bahwa aktivitas bisnis di AS agak melambat di bulan Mei karena tingginya harga membuat permintaan untuk jasa berkurang, sementara persediaan menurun karena lockdown di Cina karena CoViD-19 ditambah dengan perang di Ukraina menekan produksi manufaktur.

Sterling kemarin juga jatuh tajam setelah data PMI memperlihatkan bahwa momentum di sektor swasta Inggris melambat jauh di bawah perkiraan di bulan ini. Hal tersebut menambah kekhawatiran resesi di Inggris seiring laju inflasi yang makin tinggi. GBPUSD kemarin sempat jatuh ke area 1.24699.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Buka Akun Demo Trading Forex

Share :