Euro Kembali Tertekan, Nasib Yunani Sulit Ditebak

EURO KEMBALI TERTEKAN, NASIB YUNANI SULIT DITEBAK

Euro Kembali Tertekan, Nasib Yunani Sulit Ditebak
13 July 2015 in Berita Forex Terkini - by Eko Trijuni
  • Pertemuan darurat tak berhasil simpulkan apa pun, nasib Yunani masih tak jelas
  • ECB tangguhkan pembayaran hutang Yunani
  • Janet Yellen katakan Fed kemungkinan naikkan suku bunga tahun ini
  • Pelaku pasar masih terus mengamati pasar modal China

Euro kembali tertekan terhadap mata uang utama lain di hari Senin (13/7) setelah pertemuan darurat di akhir pekan lalu yang disebut-sebut sebagai pertemuan terakhir untuk membahas Yunani ternyata tak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Euro tertekan terhadap USD hingga kisaran 1.10900 turun dari kisaran 1.12150 yang dicapai Jumat lalu. Terhadap yen, euro melemah lebih dari 1 persen ke kisaran 135.45. Terhadap Swiss franc, pelemahan terjadi hingga ke kisaran 1.0425, turun dari kisaran 1.05244 yang dicapai Jumat lalu.

Namun euro terbantu oleh adanya rumor bahwa European Central Bank (ECB) telah setuju untuk menunda pembayaran hutang Yunani sebesar 3,5 milyar euro yang sedianya jatuh tempo tanggal 20 Juli mendatang.

Pertemuan darurat yang tak berhasil menyimpulkan apa pun kembali membuat yen sebagai mata uang safe-haven menguat.

USD melemah terhadap yen sebesar sekitar 0,2 persen ke kisaran 122.550, sementara dolar Australia melemah 0,4 persen terhadap yen hingga kisaran 90.91.

Pemerintah Yunani sekarang harus mendesak parlemen pekan ini untuk meyakinkan para kreditur untuk memberikan dana talangan demi menghindari kebangkrutan dan memulai negosiasi untuk program bailout ke-3 sekitar 86 milyar euro (sekitar 95,5 milyar USD).

Para analis memperkirakan bahwa euro akan bergerak di kisaran 1.1 hingga 1.12 karena para pelaku pasar akan menunggu apakah Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras mampu menggolkan paket proposal penghematan di tengah perlawanan dari koalisi kirinya.

Ketidakpastian masa depan Yunani di eurozone kemungkinan akan terus mendominasi sentimen pasar untuk saat ini, berdampingan dengan rumor lain yaitu kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

Jumat lalu, Ketua Federal Reserve, Janet Yellen mengatakan bahwa ia mengharapkan Fed akan menaikkan suku bunga di tahun ini. Sementara itu Presiden Fed Boston, Eric Rosengren, salah satu pejabat Fed yang cenderung memberikan komentar dovish, mengatakan bahwa September mungkin adalah waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga jika perekonomian AS terus membaik.

Para pelaku pasar juga akan terus mengawasi perkembangan pasar modal China, yang telah berhasil menguat setelah Beijing menstabilkan pasar.

Share :

FOREXimf Footer Background