Dollar Terkoreksi Terhadap Yen Menjelang Laporan Payrolls

DOLLAR TERKOREKSI TERHADAP YEN MENJELANG LAPORAN PAYROLLS

Dollar Terkoreksi Terhadap Yen Menjelang Laporan Payrolls
19 June 2014 in Berita Forex Terkini - by Eko Trijuni

Dollar terkoreksi setelah bergerak menguat sepanjang sepekan perdagangan terhadap yen, menjelang dirilisnya data pekerjaan di Amerika Serikat. Meskipun data Non-Farm Payrolls diprediksi menunjukkan pertambahan lapangan pekerjaan sebesar lebih dari 200 ribu di bulan Mei, namun prediksi tersebut masih berada di bawah angka bulan sebelumnya yaitu 288 ribu. Namun demikian, hal tersebut masih memperlihatkan bahwa sektor tenaga kerja Amerika Serikat memperlihatkan pemulihan.

Sementara itu, euro kemarin memperlihatkan penguatan yang terbesar terhadap USD sejak Maret, dilatarbelakangi oleh penolakan pasar atas upaya European Central Bank untuk melemahkan euro. Pacific Investment Management Co. mengatakan bahwa mereka bersikap netral terhadap euro dan aliran dana ke kawasan Eropa sepertinya akan terus berlanjut.

Sebagaimana diketahui, European Central Bank (ECB) kemarin menjadi bank sentral pertama yang mengubah bungadeposito menjadi negatif dan mengungkapkan rencana lain untuk melindungi perekonomian dari ancaman deflasi. ECB memangkas bunga deposito menjadi minus 0,1 persen, sebagaimana diperkirakan oleh para ekonom dalam survey yang dilakukan Bloomberg. ECB juga menurunkan suku bunga acuan menjadi 0,15 persen.

Di tempat terpisah, dollar Australia juga menguat menjelang data yang akan dirilis tanggal 8 Juni, yang diperkirakan akan memperlihatkan peningkatan impor dan eskpor di China yang merupakan mitra dagang terbesar Australia.

"Perekonomian AS masih berada di jalur yang benar dan data payrolls sepertinya akan mendukung pandangan tersebut," ujar Yuki Sakasai, ahli strategi mata uang Barclays Plc. di New York. "Data payrolls mungkin akan sangat penting untuk menentukan arah pergerakan dollar-yen daripada keputusan suku bunga ECB," lanjutnya.

Dollar diperdagangkan di kisaran 102.32 yen pada pukul 11.10 waktu Tokyo. Sementara itu yen diperdagangkan di kisaran 139.82 per euro pada waktu yang sama. Euro diperdagangkan di kisaran 1.3662 terhadap USD, mencatat penguatan terbesar sejak 6 Maret 2014. Sebelumnya euro sempat melemah hingga kisaran 1.3503 terhadap USD yang merupakan level terendah sejal 6 Februari 2014.

Sumber: Bloomberg

Share :

FOREXimf Footer Background