Dollar AS Cenderung Melemah, Sterling Stabil

DOLLAR AS CENDERUNG MELEMAH, STERLING STABIL

Dollar AS Cenderung Melemah, Sterling Stabil
18 July 2019 in Berita Forex Terkini - by Eko Trijuni

Dolar AS sedikit lebih lemah terhadap mata uang utama pada hari Kamis ditengah situasi politik Inggris yang masih membebani. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama merosot ke 96,76 setelah turun 0,2% pada hari Rabu. Indeks telah naik ke level tertinggi satu minggu di 97,44 pada hari Rabu seiring dengan penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan dan penurunan dalam sterling. Tapi berbalik arah karena imbal hasil Treasury turun mengikuti data perumahan AS yang lemah. Kekhawatiran atas perang perdagangan AS-China yang sedang berlangsung juga membebani setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa kemajuan menuju kesepakatan terhenti. "Dollar AS pada dasarnya mengembalikan keuntungan sebelumnya karena imbal hasil Treasury dan pada komentar IMF beberapa hari yang lalu," kata Takuya Kanda, manajer umum di Gaitame.Com Research Institute. Berbagai data ekonomi telah memberikan tanda-tanda yang bertentangan mengenai keadaan ekonomi AS, tetapi itu tidak mengubah gambaran besar dolar yang menghadapi tekanan ke bawah karena penurunan suku bunga yang akan datang oleh Federal Reserve, kata Kanda. Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Rabu mengatakan, greenback dinilai terlalu tinggi sebesar 6% hingga 12%, berdasarkan pada fundamental ekonomi jangka pendek. The Fed secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan Juli.

Pound Inggris hampir tidak berubah pada 1,2432. Ini mencapai level terendah 1,2382 di hari sebelumnya, level terlemah sejak April 2017 di tengah meningkatnya kekhawatiran atas prospek Brexit. Euro naik lebih tinggi pada 1,1234 setelah naik 0.1% pada hari Rabu. Keuntungan mata uang tunggal itu moderat karena tertahan oleh ekspektasi pelonggaran dari Bank Sentral Eropa pada awal minggu depan. Dolar melemah terhadap yen, turun 0.3% menjadi 107,71 setelah kerugian semalam 0.3%. Dolar Selandia Baru melayang di dekat puncak tiga bulan 0,6745. Kiwi telah menguat lebih dari 0,5% minggu ini, didukung oleh faktor domestik positif seperti inflasi yang kuat. Dolar Australia naik 0,36% pada 0,7032. Data semalam menunjukkan bahwa pekerjaan penuh waktu Australia melonjak pada bulan Juni, tetapi tingkat pengangguran tetap di 5.2% untuk bulan ketiga berturut-turut. Data memperkuat pandangan bahwa kondisi pasar tenaga kerja telah mereda, menggarisbawahi ekspektasi untuk penurunan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral negara itu akhir tahun ini.

Anda ingin berita fundamental real time dan lebih tajam, yang terbuktimenghasilkan 3407 pips dari tanggal 1-28 Februari 2019? Daftarkan diri Anda sekarang juga, dan dapatkan Signal Trading melalui aplikasi Quick Pro Trading Assistant dan WhatssApp disini. Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.
  [av_magazine link='post_tag,121,278,276' items='3' offset='0' thumbnails='aviaTBthumbnails' heading_active='aviaTBheading_active' heading='Berita Lainnya' heading_link='manually,https://www.foreximf.com/berita/' heading_color='theme-color' heading_custom_color='#ffffff' first_big_pos='top']

Share :

FOREXimf Footer Background