DOLAR ANJLOK, DATA INFLASI TIDAK SETINGGI PERKIRAAN

11 November 2022 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Adi Nugroho
  • Indeks dolar melemah 2,2% setelah data CPI AS tidak setinggi yang diperkirakan.
  • Para pelaku pasar memperkirakan Fed akan melambat dalam menaikkan suku bunga, memicu pemindahan modal ke aset yang lebih berisiko.

Berita+Fundamental+Forex+USdollar

Para pelaku pasar kehilangan minat atas USD setelah data inflasi CPI Amerika Serikat (AS) memperkuat dugaan bahwa Federal Reserve (Fed) akan memperlambat laju kenaikan suku bunganya. Seperti diketahui, kenaikan suku bunga oleh Fed, pasar yang fluktuatif dan ketidakpastian geopolitik telah mengangkat USD dalam dua tahun terakhir ke level tertinggu dua dekade.

Data inflasi yang melambat kemungkinan tidak cukup bagi Fed untuk menjadi alasan menaikkan suku bunga lebih agresif lagi, sehingga sebagian pelaku pasar meyakini bahwa data CPI kemarin merupakan awal bagu Fed untuk memperlambat kenaikan suku bunganya. Hal tersebut membuat para pelaku pasar membuang posisi dolarnya dan beralih ke aset yang lebih berisiko seperti saham.

“Melambatnya data CPI inti memicu pelemahan signifikan atas dolar,” kata Van Luu, kepala divisi valas di Russel Investments.

USD melemah sejauh 3,3% terhadap yen Jepang, yang merupakan pelemahan harian terbesar sejak Juni 2016. Terhadap euro, dolar melemah sejauh 1,7% yang merupakan pelemahan terbesar sejak 4 November. Indeks dolar sendiri melemah sekitar 2,2 persen, yang merupakan pelemahan harian terburuk sejak hampir 7 tahun terakhir.

CPI tercatat hanya 0,4% di bulan Oktober, sementara polling ekonom yang diadakan Reuters sebelumny memperkirakan kenaikan 0,6%.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Buka Akun Demo Trading Forex