💰Pengen dapet SINYAL FOREX dari PRO TRADER TIAP HARI? YUK SIMAK CARANYA

DATA INFLASI KAWASAN EURO CATAT REKOR TERTINGGI, EURO MELEMAH

02 June 2022 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Rudy Rinaldi
  • Euro melemah terjadap USD setelah data inflasi dari Belgia, Spanyol dan Jerman tercatat melambung ke angka rekor tertinggi.
  • Indeks dolar menguat lagi seiring terlihatnya tanda penguatan data ekonomi dan naiknya inflasi di AS.
  • Fed diyakini akan menaikkan suku bunga lagi di bulan ini dan bulan depan, tetapi untuk bulan-bulan selanjutnya masih belum jelas.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Euro melemah, bergerak menjauh dari level tertinggi satu bulan kemarin (Rabu, 1/6/2022) dan dolar AS (USD) bergerak menguat, terangkat oleh meningkatnya imbal hasil Treasury seiring kembali munculnya kekhawatiran inflasi. Data ekonomi dari kawasan euro memperlihatkan bahwa inflasi konsumen di kawasan tersebut melambung ke level rekor tertinggi.

Indeks dolar, yang mengukur pergerakan USD terhadap enam mata uang utama dunia termasuk euro, ditutup menguat 0,2% ke area 101.96, melanjutkan penguatan yang telah terjadi sejak Selasa (31/5/2022).

Euro melemah 0,2% terhadap dolar, terus menjauh dari level tertinggi satu bulan di kisaran 1.0786 yang dicapai Senin (30/5/2022). Data inflasi dari Belgia, Spanyol dan Jerman yang dirilis Senin berperan dalam pelemahan tersebut.

Indeks dolar sempat terkapar di kisaran 101.76 di hari Senin, setelah terkoreksi dari level tertinggi dua dekade di kisaran 105 yang tercatat di pertengahan Mei, seiring terlihatkan tanda-tanda memuncaknya inflasi dan data ekonomi Amerika Serikat (AS) di tengah langkah kebijakan pengetatan suku bunga agresif oleh Federal Reserve (Fed). Setelah penguatan selama dua hari, indeks dolar kembali terlihat di area 102.

Dolar terlihat mulai bangkit dari sesi sebelumnya, tetapi upaya penguatannya terlihat tidak meyakinkan, demikian menurut analis UniCredit dalam sebuah catatan riset.

Pelaku pasar telah meyakini bahwa Fed akan menaikkan lagi suku bunga sebesar setengah persen di bulan ini dan bulan depan, sejalan dengan apa yang telah diisyaratkan oleh para pengambil kebijakan di Fed. Meskipun demikian, langkah Fed selanjutnya masih belum jelas. Data US non-farm payrolls besok kemungkinan akan memberikan petunjuk mengenai langkah Fed selanjutnya.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Buka Akun Demo Trading Forex

Share :