Trading Otomatis Selama WFH? Cek Broker Penyedia Robot Forex

TRADING OTOMATIS SELAMA WFH? CEK BROKER PENYEDIA ROBOT FOREX

Trading Otomatis Selama WFH? Cek Broker Penyedia Robot Forex
03 April 2020 in Blog - by Eko Trijuni

Sudah tiga minggu kita menjalankan himbauan pemerintah untuk #dirumahaja demi mencegah penyebaran COVID-19. Meski terdengar mudah, nyatanya menjalankan pekerjaan dari rumah (work from home) memiliki kesulitannya tersendiri. Terlebih bagi trader part-time dan juga trader pendatang baru, yang harus pintar-pintar membagi waktu antara aktivitas perkantoran dengan pencarian income melalui trading forex.

Selama pandemi COVID-19 ini berlangsung, trading forex memang menjadi salah satu investasi yang paling dicari oleh para investor agar dananya bisa dikelola dan berkembang dengan baik. Tak sedikit investor yang secara dramatis mengalihkan dana investasinya ke bisnis trading forex. Hal ini wajar, mengingat trading forex menyediakan begitu banyak peluang di tengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini.

Menyiasati kesulitan mereka dalam membagi waktu, cukup banyak trader yang akhirnya menggunakan robot trading otomatis. Beberapa di antara mereka sempat berbagi kisah tentang suka duka dalam menjalankan robot trading. Berikut pelajaran yang kami petik dari pengalaman mereka.

Tujuan dari penggunaan robot ini sudah tentu untuk menekan risiko dan memaksimalkan profit tanpa perlu memantau trading setiap saat. Contohnya adalah trading autopilot bernama AutoPro System yang kini sedang naik daun.

Dengan perangkat lunak tersebut, trader—bahkan yang pemula sekalipun—dapat bertransaksi selama 24 jam sehari dan 5 hari dalam seminggu tanpa mengganggu prioritas lainnya selama isolasi mandiri di rumah. Benar-benar solusi praktis.

Namun, untuk bisa memilih robot trading forex yang tepat, Anda perlu berhati-hati. Masih ada banyak scam dan penipuan yang mengatasnamakan kemudahan trading forex.

 

Kasus Scam di Indonesia

 

Kasus Scam Forex

Kasus scam di Indonesia

 

Sedikit mundur ke belakang, pada tahun 2017, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi menyatakan modus mengimingi orang dengan imbal hasil sangat tinggi telah membuat banyak orang merugi. Multi level marketing, perdagangan emas, dan forex adalah beberapa penipuan berkedok investasi yang menyasar masyarakat di kota besar.

Investasi berbasis online justru membuat masyarakat urban yang notabene lebih melek teknologi tertipu investasi bodong. Pada tahun 2017 saja ada empat kasus investasi bodong terkuak. Mulai dari Pandawa Group, First Travel, PT Cakrabuana Sukses Indonesia, hingga Dream Freedom.

Katadata melaporkan terdapat 1.243 kasus penipuan online yang masuk dalam data Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri selama Januari-Juli 2019. Jumlah kasus ini tertinggi dibandingkan kasus penipuan lainnya. Lalu, pada penghujung tahun 2019 Satgas Waspada Investasi menyebutkan 182 kegiatan investasi bodong sudah dihentikan beroperasi.

Bentuk investasi bodong ini beragam. Sebut saja fintech pinjaman online, crowdfunding, moneygame, hingga forex. Bahkan, sebagian besar investasi bodong itu berkedok forex ilegal dan robot trading. Artinya, melek teknologi kadang tidak dibarengi dengan pengetahuan investasi memadai.

Di sisi lain, literasi keuangan rendah membuat masyarakat mudah tergoda iming-iming seperti investasi bermodal kecil, imbal hasil tinggi, atau tidak berisiko. Padahal, setiap investasi pasti punya risiko tanpa terkecuali. Teknologi auto trading memang memudahkan tiap transaksi forex. Namun, Anda pun harus teliti mengecek kualitas aplikasi robot trading supaya tidak terkena penipuan.

Solusi Jitu Menghadapi Scam Robot Trading Forex

 

Solusi Jitu Menghadapi Scam Robot Trading

Memilih robot forex

 

“Too good to be true,” seharusnya prinsip ini Anda pegang teguh saat berhadapan dengan iklan trading auto pilot. Sebagaimana prinsip iklan, semakin (tampak) bagus klaimnya, semakin mudah pula memikat orang untuk membeli. Bersikaplah kritis supaya Anda tidak silau oleh semua janji manis iklan. Bisa saja robot trading gratis atau berbayar murah itu disusupi program third party yang bersiap mencuri data pribadi Anda.

Maka, dengarkan firasat Anda! Jangan percaya begitu saja pada apa yang tampak mudah terjadi. Kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan sepatutnya tidak menggoda Anda untuk gegabah, terutama di tengah situasi lockdown yang sudah menggerogoti keuangan kita saat ini. Sekali lagi, investasi selalu datang dengan risiko, termasuk trading forex. Ikuti intuisi Anda dan coba lakukan hal ini.

1. Cek Izin Resmi Perusahaan Broker Forex di Indonesia

 

Legalitas Broker Forex

Bappebti

 

Legalitas suatu perusahaan berfungsi memberikan perlindungan pada Anda. Kalau Anda ber-trading forex melalui pialang yang legalitasnya dipertanyakan, siapa yang akan bertanggung jawab jika Anda mengalami hal buruk di kemudian hari? Mengadu kepada pemerintah pun tidak menjamin dana yang telah Anda setorkan akan kembali.

Ingat bahwa pemerintah tidak menjamin perusahaan maupun perorangan yang tidak terdaftar secara sah pada badan regulasi pemerintah Indonesia, dalam hal ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Pastikan broker forex yang Anda tuju sudah memiliki izin resmi, seperti perusahaan FOREXimf.com yang terdaftar atas nama PT International Mitra Futures.

2. Cek Status Rekening Penyetoran Modal Broker Forex

 

Cek Status Rekening Broker Forex

Cek rekening broker forex

 

Selain itu, Anda juga perlu mengecek apakah Anda menyetorkan modal transaksi trading pada rekening terpisah (segregated account) atau tidak. Rekening terpisah ini menjadi pengaman dana Anda sebagai nasabah. Jadi, broker tidak berhak menggunakan dana dalam rekening itu, kecuali untuk membebankan kerugian atau menambahkan keuntungan hasil transaksi trading forex Anda.

3. Perhatikan Pelayanan yang Diberikan Broker Forex

 

Cek Layanan Broker Forex

Cek layanan broker forex

 

Menyediakan pelayanan edukasi bagi nasabah adalah prioritas broker forex. Materi edukasi tersebut ibarat manual book bagi Anda sebelum terjun dalam rimba trading forex. Ingat, keuntungan bisnis ini memang menggiurkan, tetapi risikonya juga tinggi. Mengandalkan software robot trading seperti AutoPro System memang praktis, tetapi punya pengetahuan mendalam soal trading juga sama pentingnya.

4. Coba Membuat Sistem Trading Forex Sendiri

 

Cara Membuat Sistem Trading

Sistem trading forex

 

Menggunakan robot trading membuat Anda tidak harus memantau 24 jam untuk menentukan kapan waktu tepat membuka atau menutup posisi. Namun, tidak ada sistem trading forex yang menangguk profit terus menerus, alias holy grail. Biasanya, sistem trading holy grail inilah yang membuat Anda mudah tergiur tawaran berinvestasi karena semuanya tampak sempurna.

Cukup sekali saja Anda tertipu oleh auto trading berbayar. Coba buatlah sistem trading atau mechanical trading system sendiri sesuai gaya Anda bertransaksi. Memang butuh waktu untuk bongkar pasang sistem. Mulai dari menentukan time-frame, indikator tren, memakai indikator yang bisa memastikan tren, menetapkan tingkat toleransi atau batasan risiko, sampai menentukan kapan waktu tepat untuk buka dan tutup posisi.

Itu pun Anda masih harus menguji sistem trading tersebut selama beberapa waktu, baik melalui strategy tester di MetaTrader maupun forward testing di akun demo. Namun, saat uji coba Anda berhasil, pasti rasanya lebih memuaskan!

Penjelasan di atas kiranya dapat menjadi alarm untuk Anda berhati-hati memilih robot trading. Tidak ada sistem auto trading yang tidak pernah salah dan tidak pernah kalah. Bahkan, trading auto pilot dengan AutoPro System pun bisa membuat Anda mengalami loss jika tidak dibarengi pengetahuan trading forex yang memadai.

Jadi, pelajari betul dasar-dasar trading forex supaya Anda bisa berbisnis dengan penuh rasa percaya diri.  Selamat mendulang profit dengan trading asyik #DiRumahAja !

Join Webinar

Share :

FOREXimf Footer Background