Harga Minyak Memperpanjang Penguatannya

HARGA MINYAK MEMPERPANJANG PENGUATANNYA

Harga Minyak Memperpanjang Penguatannya
10 February 2021 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Garry Adrian
  • Harga minyak naik lagi pada hari Rabu, memperpanjang reli lebih dari seminggu setelah data industri yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS
  • "Pembacaan yang serupa dengan yang dilaporkan oleh API kemungkinan akan terus memberikan dukungan ke pasar," kata ING Economics dalam sebuah catatan.
  • Minyak mentah AS bertambah 2 sen menjadi $ 58,28, berpotensi lanjut naik sampai $ 58,50an.

Harga minyak naik lagi pada hari Rabu, memperpanjang reli lebih dari seminggu setelah data industri yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS menambah optimisme tentang perkiraan kenaikan permintaan bahan bakar global.

Minyak mentah Brent naik 11 sen, atau 0,2%, menjadi $ 61,20 setelah naik hampir 1% pada hari Selasa, ketika menyentuh level tertinggi 13-bulan. Minyak mentah AS bertambah 2 sen menjadi $ 58,28.

Persediaan minyak mentah turun 3,5 juta barel dalam sepekan hingga 5 Februari menjadi sekitar 474,1 juta barel, data dari American Petroleum Institute menunjukkan pada hari Selasa.

Itu dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 985.000 barel. Data Resmi Administrasi Informasi Energi (EIA) akan dirilis.

"Pembacaan yang serupa dengan yang dilaporkan oleh API kemungkinan akan terus memberikan dukungan ke pasar," kata ING Economics dalam sebuah catatan.

Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman turun 1,4 juta barel, kata API.

Namun, persediaan bensin naik, naik 4,8 juta barel, dibandingkan dengan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters untuk pembuatan 1,8 juta barel. Data resmi akan dirilis Rabu malam.

Harga minyak telah menguat sejak November karena pemerintah memulai upaya vaksinasi untuk COVID-19, sambil memberlakukan paket stimulus besar untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.

Eksportir terbesar dunia, Arab Saudi, secara sepihak mengurangi pasokan pada bulan Februari dan Maret, menambah pemotongan yang disepakati oleh anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) lainnya dan sekutunya.

Beberapa analis sekarang memperkirakan akan ada defisit pasokan pada 2021 karena lebih banyak populasi yang divaksinasi dan mulai melakukan perjalanan dan bekerja di kantor, yang berpotensi meningkatkan permintaan bahan bakar.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Ikuti Happy Trader

Share :