Harga Minyak Jatuh; Kekhawatiran Pasokan Saudi Mereda
TRADING TIPS & TRICK TERBARU - ZOOM WORKSHOP FREE UNTUK TRADER FOREX

HARGA MINYAK JATUH; KEKHAWATIRAN PASOKAN SAUDI MEREDA

Harga Minyak Jatuh; Kekhawatiran Pasokan Saudi Mereda
09 March 2021 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Garry Adrian
  • Harga minyak turun pada hari Selasa, membalikkan kenaikan sebelumnya, di tengah meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Arab Saudi
  • "Harga minyak mentah menurun karena perdagangan dollar AS yang kuat tidak menunjukkan tanda-tanda pelemahan," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.
  • West Texas Intermediate (WTI) AS untuk April turun 52 sen, atau 0,8% menjadi $ 65,53, berpotensi lanjut turun sampai $ 65 an.

Harga minyak turun pada hari Selasa, membalikkan kenaikan sebelumnya, di tengah meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, setelah serangan terhadap fasilitas ekspornya, dan di tengah kekhawatiran penguatan dolar AS akan menghambat permintaan.

Harga naik sebelumnya karena ekspektasi pemulihan ekonomi global setelah Senat AS menyetujui stimulus $ 1,9 triliun. Minyak mentah berjangka Brent untuk Mei turun 46 sen, atau 0,7% menjadi $ 67,78 per barel, setelah sebelumnya naik ke sesi tertinggi $ 69.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk April turun 52 sen, atau 0,8% menjadi $ 65,53, setelah sebelumnya naik ke level $ 65,68.

"Harga minyak mentah menurun karena perdagangan dollar AS yang kuat tidak menunjukkan tanda-tanda pelemahan," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Stimulus besar-besaran yang akan diloloskan di AS akan terus mendorong ekspektasi inflasi lebih tinggi dan itu berarti dolar yang lebih kuat dalam jangka pendek akan membebani komoditas."

Harga minyak dalam denominasi dolar biasanya turun ketika greenback menguat karena komoditas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang membayar dengan mata uang lain.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada hari Senin bahwa paket bantuan virus korona senilai $ 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden akan menyediakan sumber daya yang cukup untuk mendorong pemulihan ekonomi AS yang "sangat kuat". DPR masih harus mengesahkan paket versi Senat untuk menjadi undang-undang.

Harga Brent telah mundur dari tertinggi Senin di atas $ 70 per barel. Harga naik setelah pasukan Houthi Yaman menembakkan drone dan rudal di jantung industri minyak Saudi, termasuk fasilitas Saudi Aramco di Ras Tanura yang penting untuk ekspor minyak bumi.

Riyadh mengatakan tidak ada korban jiwa atau kehilangan harta benda.

Serangan itu terjadi setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan sekutu penghasil minyak mereka, yang dikenal sebagai OPEC +, sepakat pekan lalu untuk tetap berpegang pada pengurangan produksi meskipun harga minyak mentah naik.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Ikuti Happy Trader

Share :