trading forex, strategi forex

Jangan Asal Asalan Menempatkan Stop Loss

Saat kita bertransaksi mengambil posisi baik itu Buy atau Sell, langkah yang tidak boleh kita lupakan yaitu menentukan batasan resiko kita atau yang lebih kita kenal dengan menentukan Stop Loss serta Profit yang akan kita ambil. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan pentingnya stop loss dan apa yang harus kita perhatikan saat menentukan stop loss.

Bagi yang sudah terjun di dunia trading atau bagi mereka yang sudah bertransaksi pernahkah mengalami kejadian saat kita mengambil posisi dan sudah menentukan level stop loss kemudian harga bergerak mengenai stop loss masih bagus kalau harga terus bergerak berlawanan dengan posisi yang kita ambil tadi berarti kita tepat membatasi kerugian kita, yang menjadi masalah kejadian yang sering dialami yaitu setelah mengenai stop loss kita harga kembali berbalik arah bahkan searah dengan posisi yang kita ambil sebelumnya pasti menjadi sangat menyesakkan di dada karena posisi yang kita ambil tadi yang seharusnya sudah benar dan bisa mendapatkan profit lenyap gara gara harga bergerak menyentuh stop loss kita terlebih dahulu. Kejadian ini sering dialami oleh trader trader pemula karena kurang pahamnya mereka mengenai pemasangan level stop loss. Nah yang terjadi kemudian akan muncul pertanyaan “ahh seandainya tadi saya tidak pasang stop loss pasti sekarang saya profit” lalu trading selanjutnya mereka pasti tidak akan memasang stop loss karena keseringan kejadian harga kena stop loss lalu berbalik arah lagi.

Satu hal yang harus diperhatikan trading itu murni bisnis yang beresiko tinggi bahkan paling tinggi, jadi jangan sekali kali saat kita trading tidak menentukan batasan resikonya karena yang ada bukan untung yang akan kita dapatkan tapi hilang dalam sekejap modal kita kena istilahnya margin call. Menentukan stop loss itu penting bahkan lebih penting dari menentukan target profit kita yang menjadi pertanyaan atau masalah yaitu bagaimana cara kita menentukan stop loss yang baik dan aman.

Untuk menentukan stop loss atau batasan kerugian tergantung dari sistim trading yang kita gunakan. Biasanya stop loss ada yang disebut “Close Point” dan “Far Point”. Lalu bagaimana cara menempatkannya.

Lalu apa yang dimaksud dengan “Close Point” dan “Far Point” itu sendiri, ada banyak definisi tentang kedua hal tersebut, tapi yang cukup mudah dipahami yaitu :

  • Close Point yaitu ketika harga bergerak menembus level resistance, kita dapat menempatkan stop loss beberapa point/pip dibawah garis resistance tadi, dan sebaliknya
  • Far Point yaitu jika harga bergerak menembus resistance maka kita menempatkanstop loss dibawah support level, dan sebaliknya

Contoh jika kita mengambil posisi sell saat break support maka tempatkan stop loss secara “close point” beberapa point diatas garis support sementara untuk “far point” yaitu menempatkan stop loss beberapa point diatas level resistance.

Selain itu saat menentukan level stop loss kita juga harus mengetahui faktor  faktor apa saja yang penting yang harus kita perhatikan untuk menentukan stop loss, ada beberapa faktor penting yaitu :

  1. Time frame yang lebih besar, perbesar time frame dari grafik, lalu kita lihat kemanakah trend harga saat itu, jika kita trading mengikuti trend akan jauh lebih aman menggunakan “Far Point”, namun apabila kita ingin melawan trend menempatkan stop loss secara “Close Point” akan jauh lebih aman.
  2. Break Pertama, kita mungkin sering mengalami kejadian false break resistance atau support lebih dari sekali. Sering kali terjadi bahwa harga membuat false break sebelum terjadi break yang sebenarnya. Jika kejadian break tersebut terjadi untuk pertama kali maka penentuan stop loss akan lebih bijak menggunakan yang “Close Point”.  Akan tetapi jika break yang kedua kalinya ada kemungkinan besar bahwa harga akan terus bergerak melewati resistance atau support, meskipun akan mengalami koreksi sementara waktu, untuk kejadian seperti ini menentukan stop loss dengan cara “Far Point” akan lebih bijak diterapkan.
  3. Take Profit Point, cara menentukan stop loss ini tergantung dari sistim trading yang kita pakai, jika kita percaya diri menempatkan level take profit, kita bisa menghitung level stop loss dengan menggunakan risk reward rasio. Untuk risk reward rasio yang bagus yaitu 1 : 2 bisa digunakan sebagai acuan artinya jika kita ingin profit 50 pip maka batasan resiko kita 25 pip. Dengan risk and reward seperti itu kita tidak perlu mencari sistim trading yang 90 % cukup akurat atau profitable tapi mungkin dengan tingkat keberhasilan 60% saja secara total kita masih bisa profit.

Itulah beberapa hal yang harus kita perhatikan saat menentukan stop loss, dan untuk meminimalkan kerugian ambillah posisi saat harga mendekati area support resistance jangan saat harga masih ditengah tengah antara area support resistance meski terlihat secara visual pergerakan harga cukup cepat. Sabarlah menunggu saat yang tepat untuk menembak sasaran yang akan kita bidik.

Cheerss….

2 replies
    • Adi Nugroho
      Adi Nugroho says:

      untuk menentukan suport resistance di time frame tergantung jangka waktu dari trading yang akan bapak lakukan, misal bapak ingin trading untuk jangka panjang maka dalam mencari Support Resistance bisa melihat di TF H4 atau daily, sementara jika ingin trading intraday bisa menggunakan TF H1 untuk menentukan Support Resistance-nya. Demikian smoga bisa membantu

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × four =