trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Trik Trading Forex Menggunakan DeMarker (1)

Kali ini saya ingin membahas trik trading forex dengan mempergunakan salah satu indikator teknikal yang bernama DeMarker, atau biasa disebut “DeM”. Indikator ini bisa Anda temukan sebagai indikator bawaan dalam platform trading MetaTrader4.

Indikator teknikal yang satu ini termasuk keluarga “oscillator”, yang dirancang oleh Tom Demarker untuk memperkirakan seberapa tinggi tingkat permintaan atas suatu currency pair. Indikator ini juga bisa dipergunakan untuk memperkirakan kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Dalam perkembangan lebih lanjut juga bisa dipergunakan untuk memperkirakan batasan resiko dan target.

DeM dimasukkan ke dalam keluarga “oscillator” karena fisiologinya membentuk kurva yang berfluktuasi di antara nilai nol dan 1 (satu). Beberapa varian lain dari indikator ini ada juga yang mempergunakan angka di antara 100 dan -100.

Pada pengaturan dasar, indikator ini memiliki level garis di nilai 0.30 dan 0.70 sebagai area “peringatan”. Jika kurva indikator berada di atas 0.70 maka pasar dianggap berada dalam kondisi overbought, sebaliknya jika berada di bawah 0.30 maka pasar dianggap berada dalam kondisi oversold.

Penampakan DeMarker

Penampakan indikator DeM di chart adalah sebagai berikut:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

DeM hanya memiliki satu kurva. Biasanya indikator ini juga dikombinasikan dengan indikator Exponential Moving Average (EMA) untuk mempertegas sinyal yang diberikan oleh DeM. Dalam setting kombinasi indikator ini, DeM berfungsi sebagai leading indicator yang dianggap bisa memberikan sinyal bahwa pasar berpotensi akan mengubah arah trend-nya. Sementara, EMA adalah lagging indicator yang berfungsi untuk mengonfirmasi sinyal dari DeM.

Indikator ini lebih banyak dipergunakan untuk mencari sinyal buy daripada sell, karena sinyal buy yang muncul biasanya jauh lebih valid daripada sinyal sell yang muncul. Jika kita mempergunakan DeM di time-frame yang lebih pendek maka ia akan menjadi lebih sensitif (memberikan lebih banyak sinyal), namun dengan demikian juga berpotensi memunculkan lebih banyak false signal.

Di artikel berikutnya, kita akan membahas bagaimana trik mempergunakan DeMarker dalam trading forex dan bagaimana cara membaca sinyal-sinyal yang beragam yang muncul dari indikator ini.

Sampai jumpa.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − three =