forex trading

Forex Trading Membutuhkan Pengendalian Emosi

Forex trading semakin populer berkat kemajuan internet. Hampir semua lapisan masyarakat mengetahui tentang bisnis ini. Mulai dari pengusaha, karyawan, mahasiswa bahkan sampai operator warnet setidaknya tahu bahwa ada bentuk perdagangan yang disebut forex trading.

Potensi yang luar biasa membuat banyak orang tertarik untuk mencoba. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa trading tidak hanya mengenai tingkat kecerdasan, namun juga mengenai cara mengendalikan pikiran; dalam hal ini: emosi.

Ekspektasi terlalu tinggi

Para pemula biasanya memulai mencoba trading dengan mempergunakan demo account. Seringkali demo account berjalan dengan baik; si pemula bisa menghasilkan “profit virtual” yang besar. Kenyataan itu membuatnya berpikir, “Oh, ternyata trading itu mudah. Saya bisa mendapatkan sekian ribu dollar hanya dalam beberapa jam saja. Mengapa saya tidak tahu dari dulu?”

Berdasarkan kesuksesan demo account-nya, seorang pemula biasanya memiliki ekspektasi yang sangat tinggi. Kepercayaan dirinya menjadi terlalu besar dan perasaan seperti ini sangat berbahaya bagi trader pemula yang belum berpengalaman.

Ketika seorang pemula memulai trading di real account, itu berarti ia telah menempatkan modalnya (real money) berhadapan langsung dengan pasar. Ia akan segera menyadari bahwa trading forex ternyata lebih kompleks daripada yang dibayangkannya. Ketika keselamatan uangnya benar-benar terancam, ia akan merasakan stress yang sesungguhnya. Prestasinya di demo account seolah tak berarti. Kondisi seperti ini kerapkali menggiring seorang trader pemula ke lembah keputusasaan.

Latihan vs. Sungguhan

Memasuki dunia real trading dari tahapan demo trading sebenarnya merupakan tahapan yang paling sulit dalam dunia trading. Pada saat itulah seorang trader benar-benar diuji kemampuannya dari sisi psikologi.

Dalam demo trading, tidak ada resiko finansial yang sungguh-sungguh bisa terjadi. Kerugian yang dialami dalam demo hanyalah kerugian “virtual”. Tidak ada keterlibatan emosi di situ. Namun ketika telah memasuki real trading, ketika resiko finansial (loss) bisa sungguh-sungguh terjadi, besar sekali kemungkinan seorang trader kehilangan fokus. Lebih parah lagi, kehilangan fokus mengarah kepada kehilangan obyektivitas. Ia tidak mampu lagi mengambil keputusan berdasarkan apa yang telah ia pelajari dan latih di demo account.

Waspadai emosi mengambil alih pikiran

Jelaslah bahwa emosi bisa mengambil alih pikiran seorang trader. Emosi yang tak terkendali adalah musuh terbesar trader, yang bisa mengarahkan kepada penilaian yang buruk akibat hilangnya obyektivitas dalam menyikapi perubahan pasar. Hal ini bisa berujung pada membengkaknya kerugian yang diderita.

Beberapa emosi yang kerap mengganggu konsentrasi dan konsistensi seorang trader di antaranya adalah keserakahan (greed), rasa takut (fear) yang pada gilirannya akan melumpuhkan kemampuan mengambil keputusan yang obyektif.

Greed

Keserakahan bisa membuat seorang trader untuk mempertahankan posisi (transaksi) terlalu lama dengan harapan harga akan terus bergerak sesuai dengan keinginannya. Bahkan ketika harga berbalik arah berlawanan dengan harapannya, ia akan terus berharap keadaan akan menjadi seperti yang ia inginkan.

Inilah yang sering melatarbelakangi hilangnya keuntungan yang diperoleh dari posisi, bahkan berubah menjadi kerugian. Untuk menghindarinya, Anda harus mencoba untuk mengukur secara obyektif di mana sebaiknya Anda merealisasikan keuntungan. Betul bahwa target harus sebesar mungkin, namun tetap harus ada alasan yang masuk akal. Kembalikan kepada analisa Anda, apakah memang posisi tersebut layak dipertahankan atau tidak. Jika dari sudut pandang analisa memang sudah waktunya untuk menutup posisi tersebut, tutuplah.

Fear

Rasa takut yang berlebihan cenderung akan mencegah seorang trader untuk membuka posisi, atau bisa juga membuatnya menutup posisinya terlalu cepat.

Jika Anda terlalu takut akan menghadapi resiko atau mengalami kerugian, Anda justru akan sering melewatkan banyak peluang yang bagus. Ketika rasa takut menguasai, Anda akan biasanya akan menutup posisi Anda meskipun keuntungan yang didapatkan masih terlalu kecil dibandingkan dengan potensi yang sebenarnya masih besar.

Cara mengatasinya – lagi-lagi – adalah dengan memiliki trading plan yang baik, yang memiliki aturan mengenai kapan harus masuk dan keluar dari pasar (sistem trading), serta aturan pengelolaan modal (money management) dan pengelolaan resiko (risk management) yang baik. Trading plan yang telah teruji akan memberikan ketenangan bagi Anda.

Kendalikan emosi Anda

Bagaimanapun, seorang trader tetaplah manusia yang tak sempurna. Itulah sebabnya mengapa tidak ada kesempurnaan dalam forex trading. Meskipun demikian, trading memang tidak membutuhkan kesempurnaan. Yang dibutuhkan adalah mengendalikan resiko dan mengoptimalkan peluang yang ada dengan menjalankan trading plan dengan baik. Untuk itu, pengendalian emosi mutlak diperlukan.

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 19 =