forex trading, strategi forex, broker forex

Banyak “Pintu” di Forex Trading, Ketuklah Semua!

Dahulu, sebelum “menjerumuskan diri” ke dalam dunia forex trading, saya pernah terdaftar sebagai seorang salesman alat elektronik rumah tangga. Barang-barang yang dipasarkan adalah peralatan rumah tangga seperti penyedot debu, mesin cuci, blender dan sebagainya. Tugas salesman adalah menawarkan produk-produk tersebut ke rumah-rumah, dari pintu ke pintu.

Salah satu “petuah” yang sangat saya ingat adalah, “Jangan terlalu lama mengetuk satu pintu, masih banyak pintu lain yang menunggu untuk diketuk.” Maksudnya, jika memang tak berhasil mendapatkan pelanggan di satu rumah, segeralah  beralih ke rumah lain karena di sana mungkin justru ada seorang ibu rumah tangga yang suaminya baru saja mendapat bonus dari bosnya dan sedang berpikir untuk membeli vacuum cleaner keluaran terbaru.

Dalam dunia forex trading memang kita tidak perlu berlelah-lelah menawarkan penyedot debu atau mesin cuci dari rumah ke rumah. Akan tetapi, petuah bijak di dunia salesman itu bisa diaplikasikan juga. Bagaimana caranya?

Pasar Menyimpan Banyak Peluang

Di forex saja Anda bisa menemukan setidaknya 17 currency pair; di komoditi ada emas (XAU/USD), perak (XAG/USD) dan minyak mentah (CLSC); indeks saham ada Nikkei, Hang Seng, Kospi, Dow Jones, S&P 500, Nasdaq, FTSE dan DAX. Belum lagi CFD saham dari Amerika Serikat, Hong Kong dan Tokyo yang totalnya sejumlah 183 saham pilihan.

Memang Anda tidak perlu memantau semua chart dari sekian banyak instrumen yang bisa Anda perdagangkan. Ilustrasi di atas hanya dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa banyak sekali peluang yang bisa Anda manfaatkan.

Pada kenyataannya banyak trader yang hanya terpaku pada satu atau dua pasangan mata uang. Ada trader yang tidak mau melakukan transaksi selain pada currency pair EUR/USD, atau AUD/USD saja.

Tidak ada yang salah untuk fokus hanya pada satu atau dua pasangan mata uang saja. Yang kurang tepat adalah menjadi “fanatik” hanya pada currency pair itu saja tanpa bahkan mau untuk sekedar melirik peluang yang ditawarkan di – misalnya – GBP/USD, USD/JPY, Nikkei, Hang Seng dan lain-lain.

Fokus Tidak Peduli

Memang benar bahwa untuk memaksimalkan peluang Anda harus fokus pada mata uang yang Anda transaksikan (jika Anda hanya trading forex). Namun jangan mempersempit makna “fokus” menjadi “tidak peduli” pada peluang yang tersimpan di instrumen lain.

Yang dimaksud dengan fokus adalah ketika misalnya Anda sudah mengincar peluang di satu pair, maka Anda sebaiknya terus memantau perkembangan harga di pair tersebut. Tetapi sebelum Anda sampai di tahap itu, sebaiknya Anda sudah terlebih dahulu memantau potensi peluang yang mungkin juga ada di beberapa pair yang lain.

Sebagai contoh, jika Anda memang hanya membuka akun trading forex, maka setidaknya ada tujuh major currency pairs (majors) yang tersedia, yaitu EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, USD/JPY, USD/CHF, NZD/USD dan USD/CAD.

Nah, sebelum menjatuhkan pilihan pada salah satu currency pair, cobalah terlebih dahulu memperhatikan ketujuh majors yang tersedia. Jika Anda hanya “fanatik” pada satu currency pair saja, Anda akan melewatkan peluang yang mungkin muncul di enam pair yang lain.

Bagaimana jika Anda sama sekali tidak menemukan peluang di tujuh majors? Di sinilah “petuah salesmanship” yang disampaikan di atas perlu diterapkan.

Cobalah perluas eksplorasi ke sepuluh cross currency pairs yang tersedia. Tidak ada juga? Tidak ada salahnya melirik Nikkei, Hang Seng, atau Kospi.

Intinya, “jangan berhenti di satu pintu saja”.

Transaksi Simultan

Trader pemula memang disarankan untuk fokus pada satu atau dua currency pair saja, ketika sedang melakukan trading. Ini untuk mencegah agar konsentrasi tidak terbelah. Lebih penting lagi adalah agar tidak menjadi terlalu serakah (ini penyakit umum yang menjangkiti trader pemula) dan melakukan overtrade, yaitu membuka posisi trading terlalu banyak. Tujuan akhirnya adalah untuk menjaga agar tidak stress.

Namun apakah memang haram membuka beberapa posisi sekaligus?

Sebenarnya tidak. Kondisi psikologi seorang trader erat kaitannya dengan kekuatan modal. Anda diperbolehkan membuka lebih dari satu posisi jika memang resiko yang dihadapi masih dalam batas toleransi Anda. Dengan demikian, kondisi psikologi Anda akan tetap stabil karena kalaupun terjadi loss, Anda masih akan tetap bisa melanjutkan hidup dengan tenang.

Contoh kasusnya seperti ini:

Anda memiliki modal sebesar $5,000 (lima ribu USD). Berdasarkan analisa yang Anda lakukan, ada beberapa peluang yang bisa Anda ambil, misalnya di AUD/USD, EUR/USD dan GBP/USD secara bersamaan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menghitung seberapa besar resiko yang mungkin bisa terjadi jika Anda membuka posisi di tiga pair tersebut secara simultan.

Katakanlah resiko per transaksi yang Anda tetapkan adalah 10% dari modal. Artinya adalah sebesar $500. Ketika Anda melakukan analisa dan perhitungan, Anda melihat bahwa resiko loss di AUD/USD adalah sebesar $100, di EUR/USD adalah sebesar $200 dan di GBP/USD adalah sebesar $200. Itu artinya, kalaupun Anda mengalami loss dari transaksi di ketiga pair tersebut, total kerugian hanya sebesar $500. Resiko yang dihadapi masih dalam batas toleransi Anda. (Lebih lengkap bisa dibantu dengan position sizing, klik di sini untuk penjelasannya).

Dalam kondisi seperti itu, Anda boleh dengan tenang membuka posisi di ketiga pair tersebut secara bersamaan.

Namun tentu saja strategi ini hanya bisa Anda jalankan dengan modal yang mencukupi. Anda mungkin tidak akan bisa menjalankan strategi seperti ini jika modal yang Anda miliki terbatas (baca: Forex Trading: Modal “Mepet” vs. Modal Besar).

Untuk bisa “mengetuk” lebih banyak “pintu”, pastikan “jemari tangan” Anda cukup kuat. Kalau tidak, ya lecet. 🙂

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 11 =