Tips Menghindari Penipuan Dalam Forex Trading

Forex trading semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Orang bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang forex melalui Google. Dengan kata kunci “forex”, Anda akan mendapatkan beragam informasi: mulai dari broker/pialang, strategi trading, hingga orang-orang yang menawarkan jasanya untuk mengelola dana Anda.

Kebanyakan yang muncul di Google biasanya adalah informasi mengenai broker/pialang. Di Indonesia, pialang yang bisa memfasilitasi masyarakat untuk melakukan transaksi forex secara online disebut Pialang Berjangka. Ini karena di Indonesia perdagangan forex secara derivatif tergabung komoditi berjangka dan difasilitasi pula oleh bursa berjangka. Sejauh ini, baru ada dua bursa berjangka di Indonesia. Yang pertama adalah Bursa Berjangka Indonesia (BBJ) dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Kedua bursa tersebut beroperasi dengan izin dan di bawah pemantauan pemerintah Republik Indonesia.

Waspada Penipuan!

Gaung forex trading ini juga berhasil mencapai masyarakat Indonesia. Sayangnya, masih banyak masyarakat di negeri ini yang masih belum paham mengenai apa dan bagaimana sebenarnya forex trading ini. Celakanya, banyak pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan ketidatahuan masyarakat dengan berpura-pura menyediakan jasa untuk mengelola dana investasi. Kurangnya informasi menyebabkan banyak orang menjadi korban penipuan yang berkedok “investasi forex” karena tergiur oleh janji keuntungan yang spektakuler.

Nah, apa sebenarnya yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan untuk melibatkan dana Anda dalam forex trading? Mari kita ulas.

Pastikan Brokernya Legal!

Forex trading di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Salah satu aspek yang diterangkan dalam Undang-Undang tersebut adalah bahwa setiap broker (Pialang Berjangka) yang beroperasi di Indonesia harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Jadi, jika Anda sudah berniat untuk ikut mengalokasikan sebagian dana Anda di sektor ini, pastikan Anda melakukannya bersama Pialang Berjangka yang sudah terdaftar dan mengantongi izin dari Bappebti. Salah satunya adalah FOREXimf.com yang sudah memperoleh izin dengan nomor 736/BAPPEBTI/SI/6/2005 atas nama PT International Mitra Futures.

Mengapa harus bertransaksi melalui Pialang Berjangka yang jelas legalitasnya? Tentu saja adalah untuk melindungi Anda dari penipuan. Bayangkan apabila Anda bertransaksi melalui broker forex yang tidak jelas legalitasnya, lalu broker tersebut kabur atau bangkrut. Kepada siapa Anda akan mengadu? Pemerintah mana pun tidak akan mau bertanggung jawab, karena pemerintah tidak menjamin penghimpunan dana pada perusahaan atau perorangan yang tidak terdaftar secara resmi di badan regulasi yang mengatur hal tersebut.

Periksa Rekening Yang Dipergunakan

Ketika Anda membuka akun trading melalui sebuah Pialang Berjangka, Anda akan diminta untuk menyetorkan sejumlah uang sebagai modal Anda melakukan transaksi. Nah, pastikan bahwa Anda melakukan penyetoran dana ke rekening khusus yang disebut segregated account atau “rekening terpisah”. Rekening terpisah ini diawasi secara ketat oleh Lembaga Kliring Berjangka Indonesia.

Dana yang ada dalam rekening terpisah hanya boleh dipergunakan untuk menyelesaikan kewajiban yang muncul dari transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Maksudnya bagaimana? Salah satu contoh misalnya ketika nasabah mengalami kerugian, maka kerugian tersebut akan dibebankan ke dana nasabah yang tersimpan di rekening terpisah tersebut. Begitu juga jika mengalami keuntungan, maka dana nasabah yang ada di rekening terpisah itu akan bertambah.

Selain itu, rekening terpisah ini juga merupakan salah satu “pengaman” bagi dana nasabah, karena telah diatur oleh Undang-Undang bahwa pialang/broker tidak bisa mempergunakan dana tersebut untuk kepentingan lain selain yang telah disebutkan tadi. Sederhananya, hanya nasabah yang bisa mengakses dananya yang tersimpan di rekening terpisah itu.

Jangan salah, terkadang ada pialang yang “nakal” meskipun sudah mendapatkan izin dari Bappebti. Mereka menggiring nasabah (korban) untuk menyetorkan dana ke rekening yang bukan rekening terpisah dan tidak terdaftar di Bappebti. Nah, kalau sudah begitu, jangan harap dana Anda akan aman. Pasti rawan diselewengkan. Ngeri!

Jadi, jika Anda berniat ingin membuka akun di salah satu pialang, sebaiknya cek terlebih dahulu nomor rekening tujuan penyetoran dana Anda. Anda bisa mengecek apakah nomor rekening tersebut sudah terdaftar atau belum di link website resmi Bappebti: http://www.bappebti.go.id/. Jika rekeningnya tidak ada dalam daftar itu, jangan pernah menyetorkan dana Anda.

Cek Layanannya

Hal yang juga perlu Anda ketahui adalah layanan apa saja yang diberikan oleh pialang tersebut. Apakah ada jalur khusus untuk nasabah sekiranya ada yang ingin ditanyakan? Lebih penting lagi: apakah mereka menyediakan layanan khusus untuk edukasi?

Perlu diketahui bahwa selain menawarkan potensi keuntungan yang besar dan cepat, sebagai konsekuensinya forex trading juga memiliki tingkat resiko yang tinggi. Oleh karena itu, edukasi sangat penting bagi siapa pun yang ingin terjun dalam bisnis ini.

Bayangkan apabila Anda melakukan transaksi tanpa tahu apa-apa mengenai seluk beluk bisnisnya. Apalagi jika Anda tidak tahu bagaimana cara melakukan analisa yang benar, mengelola modal dan menyiasati resiko.

Memang forex trading menyimpan potensi keuntungan yang luar biasa besar, namun hanya orang-orang yang masuk lewat jalan yang benarlah yang benar-benar bisa memanfaatkan potensi tersebut. Pelajarilah terlebih dahulu, dengan cara yang benar pula.

Beruntung, FOREXimf.com siap membantu Anda. Silakan coba dan buktikan sendiri manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan membuka akun simulasi di sini.

Selamat bergabung.

4 replies
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Melebar bagaimana maksudnya ya?
      Judul artikel ini: “Tips Menghindari Penipuan Dalam Forex Trading”, bukan “daftar rek yg terdaftar di bapeti” seperti yang Anda sebutkan.

      Reply
  1. Deddy Wijaya says:

    ini dari website bappeti, bisa dijelaskan ? PT. INTERNATIONAL MITRA FUTURES:

    Berdasarkan SK. Kepala Bappebti Nomor 413/BAPPEBTI/SA/6/2008 tertanggal 24 Juni 2008, Bappebti mencabut Izin Wakil Pialang Berjangka Nomor 1308/BAPPEBTI/SI/7/2007 tanggal 30 Juli 2007 atas nama Sdr. HELMY AGUNG RIYADI. Pencabutan Izin Wakil Pialang tersebut dilakukan berdasarkan surat permohonan pencabutan oleh Direktur PT. INTERNATIONAL MITRA FUTURES, kepada Bappebti karena yang bersangkutan tidak bekerja lagi pada PT. INTERNATIONAL MITRA FUTURES;
    Berdasarkan SK. Kepala Bappebti Nomor 414/BAPPEBTI/SA/6/2008 tertanggal 24 Juni 2008, Bappebti mencabut Izin Wakil Pialang Berjangka Nomor 1382/BAPPEBTI/SI/8/2007 tanggal 29 Agustus 2007 atas nama Sdr. JOKO SUNGKOWO. Pencabutan Izin Wakil Pialang tersebut dilakukan berdasarkan surat permohonan pencabutan oleh Direktur PT. INTERNATIONAL MITRA FUTURES, kepada Bappebti karena yang bersangkutan tidak bekerja lagi pada PT. INTERNATIONAL MITRA FUTURES;

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Harap dimengerti bahwa SK itu bukanlah pencabutan izin PT International Mitra Futures, melainkan adalah SK pencabutan izin wakil pialang untuk orang-orang yang namanya disebutkan. Itu berarti orang-orang yang disebutkan dalam SK tersebut tidak lagi mewakili PT. International Mitra Futures sebagai wakil pialang. Dengan demikian, semua hal yang mereka lakukan tidak lagi ada kaitannya secara hukum dengan PT. International Mitra Futures. Artinya, apa pun yang mereka lakukan tidak dalam kapasitas mewakili PT International Mitra Futures.

      PT International Mitra Futures masih memiliki banyak wakil pialang yang masih memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan masih memenuhi persyaratan dari Bappebti. Daftar wakil pialang PT International Mitra Futures yang masih aktif bisa dilihat di tautan berikut ini: Daftar Wakil Pialang Aktif PT International Mitra Futures

      Semoga ini bisa menjelaskan.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × two =