GOLD LM 3 new

Beli Emas: Investasi atau Spekulasi?

GOLD LM 1Suatu ketika, sepasang suami-istri memasuki sebuah toko emas. Setelah melihat-lihat beberapa model perhiasan di deretan etalase depan, sang suami kemudian tertarik untuk mengetahui harga logam mulia yang diproduksi dalam bentuk batangan dan koin. Ia dengan antusias mulai menanyakan harga per gram emas batangan tersebut. Sementara itu wajah sang istri terlihat agak masam karena ia ternyata lebih menginginkan seuntai kalung emas.

Sang suami berargumen bahwa jika memang ingin berinvestasi emas, sebaiknya yang disimpan adalah emas murni dalam bentuk batangan atau koin saja, sebab nilainya akan lebih stabil dibandingkan dengan perhiasan. Katanya, nilai emas dalam bentuk perhiasan tidak hanya ditentukan oleh kandungan emasnya saja, melainkan juga biaya pembuatan dan desainnya. Jika desainnya dianggap sudah out-of-date, ada kemungkinan nilainya akan berada di bawah harga emas dunia. Apalagi kadar emasnya hanya berkisar 70% saja.

Sang istri berdalih, jika mereka menyimpan emas batangan, mereka harus repot memikirkan bagaimana cara menyimpan emas tersebut. Mau tak mau mereka harus menyewa safe deposit box. Sementara kalau dalam bentuk perhiasan, sang istri tinggal mengenakannya. Sang suami membalas argumen tersebut, bahwa kalaupun dipakai sebagai perhiasan, tetap ada resiko untuk hilang atau dijambret. And so on… and so on….

Mana yang benar?

Sebenarnya tak ada yang salah dengan pilihan menyimpan emas batangan ataupun perhiasan. Masing-masing memiliki nilai plus dan minus. Namun ada satu hal yang rupanya tak terpikir oleh pasangan suami istri tersebut: apakah mereka menyimpan emas sebagai sarana investasi atau “spekulasi”?

GOLD JEWELRY 1

Rata-rata orang yang membeli emas berniat akan menjualnya lagi jika harganya sudah naik. Masyarakat menyebutnya sebagai investasi. Padahal, tahukah Anda bahwa sebenarnya itu adalah bentuk spekulasi?

Mungkin istilah “spekulasi” terdengar agak “tajam” di telinga Anda. Jangan salah persepsi dulu. “Spekulasi” di sini tidak semata-mata berarti “untung-untungan” atau “gambling”. Spekulasi sebenarnya adalah tindakan membeli atau menjual suatu subyek perdagangan dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari selisih pergerakan harga. Sebagai salah satu rujukan definisi, Anda bisa lihat di kamusbahasaindonesia.org. Di situ tertulis bahwa salah satu definisi spekulasi adalah “(perihal) membeli atau menjual sesuatu yg mungkin mendatangkan untung besar”. Ini senada dengan definisi dagang.

Baiklah, supaya tidak terlalu “ekstrim”, baiklah kita menggunakan kata “berdagang” saja untuk menggantikan kata “spekulasi”.

Jangan salah ya, investasi beda lho dengan dagang!

Ada perbedaan yang mendasar antara investasi dan perdagangan. Kita ambil contoh sederhana: tanah.

Land for sale

Misalnya ada seseorang bernama Andi yang memiliki tanah seluas 1.000 meter per segi. Ketika ia membeli tanah tersebut, harganya adalah 800 juta rupiah. Andi tidak melakukan apa pun pada tanah yang dimilikinya. Ia membiarkan tanah tersebut tak terurus, hingga tiga tahun kemudian ia menjualnya kepada Badu seharga 900 juta rupiah. Andi pun mendapatkan keuntungan sebesar 100 juta rupiah dan tanah tersebut kini menjadi milik Badu.

Badu lalu menanam sejumlah pohon sengon di atas tanah tersebut. Lima tahun kemudian ia memanen pohonnya, menjualnya kayunya, lalu menanam pohon baru. Ia mendapatkan keuntungan dari penjualan kayu pohon tersebut. Begitu seterusnya.

Dari dua contoh di atas, Andi dikatakan melakukan perdagangan pada tanah yang dimilikinya. Keuntungan yang ia peroleh berasal dari selisih harga ketika ia membeli tanah tersebut dengan ketika ia menjualnya kepada Badu. Namun pada saat yang sama ia kehilangan kepemilikan atas tanah tersebut.

Sementara Badu melakukan invetasi atas tanah yang dibelinya dari Andi. Ia mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kayu sengon yang ditanamnya di atas tanah tersebut. Keuntungan diperoleh, namun tanah itu tetap jadi miliknya.

Sudah jelas ya? :)

“The goat story”

Dari pemaparan di atas bisa Anda bedakan bahwa selama Anda membeli sesuatu untuk dijual kembali, namanya adalah spekulasi. Jadi, jika Anda membeli emas dengan niat akan dijual kembali jika harganya naik, Anda telah melakukan spekulasi atas emas tersebut.

Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah: bagaimana bentuk investasi emas? Emas kan tidak bisa ditanami pohon sengon seperti tanah milik Badu?

Nilai (bukan harga) emas memang cenderung tak pernah berubah dari waktu ke waktu. Itulah sebabnya emas dikatakan sebagai aset “safe-haven”, yang tak terpengaruh oleh inflasi.

GOLD SAFE HAVEN

Benarkah? Bukannya harganya pun ikut naik dan turun? Nilai yang mana yang tak berubah? Maksudnya bagaimana?

Ya benar. Mungkin Anda tak menyadari bahwa nilai intrinsik emas tak pernah berubah dari masa ke masa. Contohnya adalah ketika harga emas Anda konversi ke harga kambing. Pada tahun 1979, harga satu ekor kambing berkisar 15-20 ribu rupiah per ekor. Menjelang hari raya Idul Adha, harga naik menjadi 25-80 ribu rupiah per ekor (sumber: Suara Merdeka, 30 Oktober 1979). Wajar karena naiknya permintaan untuk kurban. Namun kita ambil saja harga rata-rata pada saat normalnya kala itu: sebutlah 25 ribu rupiah per ekor.

KAMBING

Pada saat itu, harga emas adalah sekitar USD 12.86/gram; dengan kurs USD/IDR saat itu (1 USD = Rp 625,-) kira-kira senilai dengan Rp 8.037,- per gram. Artinya, satu ekor kambing waktu itu setara dengan kira-kira 3 gram emas.

Tahun 2014 ini, harga kambing ukuran sedang (± 13kg) kira-kira adalah 1,5 juta rupiah per ekor (sumber: harga kambing). Harga emas sekarang (tanggal 2 Juli 2014) kira-kira 500 ribu rupiah per gram (1325 USD/troy ounce; 1 USD = sekitar Rp 12.000,-). Dengan demikian, harga kambing per ekor sejak tahun 1979 tetap senilai dengan kira-kira 3 gram emas! Dengan kata lain, nilai emas tak banyak berubah setidaknya dalam 35 tahun terakhir ini.

Jadi, investasi atau berdagang nih?

Berdasarkan kisah kambing di atas, jika saat ini Anda memutuskan untuk membeli emas dan akan Anda simpan agar suatu hari nanti bisa dipergunakan untuk membeli kambing atau keperluan pendidikan anak Anda, maka Anda bisa dikatakan melakukan investasi emas. Meskipun nantinya emas itu Anda “tukarkan” ke dalam bentuk uang tunai, namun pada dasarnya Anda tidaklah mengambil keuntungan dari selisih harganya.

Namun jika Anda membeli emas sekarang dengan maksud untuk mengambil keuntungan dari selisih pergerakan harganya, tak pelak lagi itulah yang disebut dengan perdagangan.

question mark

Tentu saja, pilihan ada di tangan Anda, apakah Anda lebih suka berinvestasi untuk jangka panjang atau berdagang. Keduanya bahkan bisa dilakukan bersamaan.

Namun jika Anda memutuskan untuk mentrasaksikan emas dalam perdagangan, Anda bisa memilih satu di antara dua cara berikut: membeli emas secara tradisional (datang ke toko emas, beli emas batangan/perhiasan), atau melakukannya secara online lewat pialang berjangka.

Jika Anda memilih bertransaksi secara online lewat pialang berjangka, pastikan Anda melakukannya dengan pialang berjangka yang berkualitas dan terpercaya, seperti FOREXimf.com. Anda pun harus membekali diri Anda dengan pengetahuan yang cukup dan kami bisa memberikannya pada Anda. Sebagai awalan, Anda bisa membaca artikel blog kami yang membahas mengenai cara bertransaksi emas secara online. Jika ada yang masih ingin Anda tanyakan, silakan bertanya melalui Live Chat.

Selamat berinvestasi/berdagang. :)

  1. nobodysdonna says:

    min, bener ga kalo disimpulin bahwa investasi itu artinya semacam nyimpen. jadi biar ini dana ngga kemana mana doang. kalo untuk sukur ngga untung juga gapapa. yang penting dana aman buat kebutuhan mendatang. gitu? tengs before!

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Benar. Investasi pada dasarnya memang menyimpan, tujuannya tentu untuk memperoleh keuntungan atau ‘benefit’ dari apa yang kita simpan itu. Hanya saja keuntungan yang diinginkan tidak berasal dari selisih harga jual dan harga beli, melainkan dari manfaat yang bisa kita peroleh dari apa yang kita simpan itu. Sebagai contoh, kalau kita saat ini menyimpan 3 gram emas, maka sampai kapan pun (normalnya) dengan 3 gram emas itu kita bisa membeli seekor kambing ukuran sedang. Tapi kalau kita menyimpan uang sebesar Rp 1,5 juta, belum tentu dengan uang tersebut tiga tahun lagi uang itu cukup untuk membeli kambing ukuran sedang.

      Contoh lain adalah rumah. Kalau kita punya rumah, dan rumah itu kita sewakan, maka rumah itu akan menghasilkan uang untuk kita (dari uang sewa). Kita dapat untung kan? Tapi status rumah itu tetap milik kita. Itu namanya investasi. Tapi kalau rumah itu kita diamkan, nggak diapa-apain, baru lima atau sepuluh tahun kemudian kita jual lagi dengan harga yang lebih tinggi, itu namanya tetap spekulasi.

      Demikian, semoga bisa membantu. :)

      Reply
  2. Radit says:

    Admin Trims Banget pencerahannya Niih jadi tahu perbedaan antara Investasi dengan spekulasi, yang ternyata selama ini selalu salah kaprah, Admin Ane jadi tertarik ingin tahu cara bertransaksi emas secara online itu bagaimana .. ? Trims

    Reply
  3. Fredy Kurniawan says:

    menurut ane sih, semua jenis investasi pasti mengandung spekulasi, karena kita belum tau benar apakah akan dapet untung atau tidak, tapi kl kita beli emas fisik misalnya 1 kg, mau harga emas naik atau turun tetap aja dikatakan kita punya kekayaan 1 kg emas khan, walopun nilainya jk dirupiahkan berkurang. bener begitu gak min?

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Hm… sepertinya definisi spekulasi yang Bapak pakai agak berbeda ya Pak. :)

      Bagaimanapun, itulah sebabnya mengapa emas dikatakan sebagai aset “safe-haven” karena nilai aslinya tak terpengaruh oleh inflasi. Tapi berdasarkan sejarah, harga emas selalu naik dari waktu ke waktu. Ini juga adalah salah satu daya tarik emas bagi para spekulan. Apalagi pergerakan harga emas dalam satu hari saja sangat besar. Banyak peluang yang bisa diperoleh. Dengan online trading, peluang itu bisa dimanfaatkan dengan optimal. :)

      Reply
  4. Danu Hardjanto says:

    Wah makasih pencerahannya, tapi ada yg saya mau tanya juga nih. Saya Trading emas Nah, info yang saya dapat harga emas potensinya up terus, nah bagaimana cara melihar trends tsb, Trims ya

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Berdasarkan statistik, jika kita melihat pergerakan harga emas jangka panjang, memang harganya cenderung naik (berada dalam tren naik/uptrend). Namun bukan berarti harga emas tak pernah anjlok lho. Pernah, meskipun anjloknya sejauh ini hanya jangka pendek saja.

      Untuk bisa melihat trend-nya, Bapak perlu memahami konsep trend itu sendiri Pak. Bapak bisa mempelajari konsep trend dan trendline di sini.

      Semoga bisa membantu. :)

      Reply
  5. Bambang Irianto says:

    Artikel menarik, sebenarnya apakah Dagang itu spekulasi ( Konteksnya di artikel ini ), agar spekulasi di Emas tdk terlalu besar resikonya Apa yag harus dilakukan ? mohon pencerahan trims

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Jika kita mengacu pada definisi spekulasi, yaitu: “(perihal) membeli atau menjual sesuatu yang mungkin mendatangkan untung besar” (rujukan); dan definisi dagang yaitu: “pekerjaan yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan” (rujukan), maka kita bisa melihat kesamaannya, Pak. Mohon dipahami bahwa spekulasi di sini BUKANLAH GAMBLING, UNTUNG-UNTUNGAN, ATAUPUN JUDI.

      Sayangnya definisi spekulasi yang telanjur terkenal di masyarakat adalah “tindakan yg bersifat untung-untungan” yang diasosiasikan dengan judi. Ini jelas tidak boleh dan sangat berbeda dengan dagang. Terlepas dari status hukum agama, dalam judi kita tidak bisa mengendalikan resiko yang kita hadapi. Sangat berbahaya.

      Nah, spekulasi dalam artian “dagang” atau “trading”, tentu juga memiliki resiko, Pak. Bedanya, dalam dagang kita sangat bisa mengendalikan resiko yang bakal kita hadapi. Dalam dunia trading dikenal “manajemen resiko” sebagai salah satu cara untuk menekan resiko dan mengoptimalkan peluang keuntungan. Tujuannya tentu saja adalah supaya resiko yang dihadapi tidak terlalu besar (bahkan bisa disesuaikan dengan kemampuan kita) dan potensi keuntungannya bisa maksimal. Untuk mempelajari manajemen resiko, Bapak bisa klik di sini.

      Semoga bisa membantu. :)

      Reply
  6. Lisa says:

    Jika Harganya cenderung naik terus,berarti ane tinggal buy saja kemudian tinggalkan saja, dan nanti satu tahun berikutnya di lihat berapa kenaikannya, Benar Tidak Admin…… ?

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Pertama, itu tergantung pada style trading Anda, Bu (rujukan: klik di sini dan di sini). Jika Ibu adalah tipe trader jangka panjang, bisa saja Ibu melakukan hal tersebut. Ingat bahwa semakin panjang jangka waktu trading kita, maka semestinya targetnya harus semakin besar. Konsekuensinya, kita harus siap menghadapi resiko yang lebih besar pula, jika dibandingkan dengan trader jangka pendek.

      Ke dua, Ibu juga harus memperhatikan kekuatan modal. Semakin besar modal Ibu, maka semakin memungkinkan untuk trading jangka panjang.

      Demikian, semoga bisa membantu. :)

      Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Pertanyaan yang sangat bagus, Bu Ira.

      Pertama: titik beratnya sebenarnya adalah pada sifat “safe-haven” emas, yang artinya nilai emas tidak terpengaruh oleh inflasi. Kalaupun terpengaruh biasanya tidak signifikan, jadi orang merasa aman menyimpan aset dalam bentuk emas. Sampai saat ini emas masih bersifat “safe-haven”.

      Ke dua: emas adalah sarana investasi yang bersifat jangka panjang. Pelemahan harga emas saat ini (jika kita bandingkan dengan trend utamanya) terbilang baru bersifat koreksi saja.

      Adapun kambing kebetulan adalah contoh yang termudah saja. Begitupun, yuk kita coba hitung pasal kambing ini.

      Harga emas saat ini (dengan kadar 99%)= USD 1200/troy ounce.
      1 troy ounce = 31,1 gram
      Harga 1 gram = sekitar USD 38.6

      Kurs USD/IDR saat ini di kisaran 12000.

      –> 1 gram = 38,6 x 12000 = 463.200 rupiah.

      Harga kambing ukuran sedang (berat 13 kg) menurut link yang saya cantumkan di artikel tersebut adalah Rp 1.500.000. Namun ada juga yang seharga Rp 1.350.000 (berat 12 kg). Tapi baiklah kita ambil yang seharga 1,5 juta saja.

      Saya tulis dalam artikel di atas: “harga kambing per ekor sejak tahun 1979 tetap senilai dengan kira-kira 3 gram emas.”

      Berdasarkan hitungan kita di atas:
      Nilai 3 gram emas = Rp 1.389.600
      Harga kambingnya = 1,5 juta
      Kekurangannya: hanya Rp 110.400 saja.
      Jika dipersentase, hanya kurang 7,36% saja.

      Dengan demikian, harga seekor kambing saat ini masih senilai dengan kira-kira 3 gram emas.

      Begitupun, nilai 3 gram emas saat ini masih bisa untuk membeli kambing yang memiliki berat 12 kg… hanya beda 1 kg saja. :)

      Bu Ira bisa memantau pergerakan harga emas di platform trading kami. Untuk memperolehnya, silakan Ibu daftar demo account dulu di sini.

      Reply
  7. Purnama Chandra says:

    jika harga emas cenderung naik terus berarti emas masih menjadi pilihan utama dibandingkan investasi dalam bentuk aset tetap lainnya, apalagi jika ditinjau dari liquiditasnya ketika kita memerlukan dana sewaktu-waktu

    Reply
  8. David says:

    Kalo kita mau beli emas batangan yg original bagusnya di PT. Antam ato Toko mas? thx kalo aku baca sekilas diatas harga emas gak banyak mengalamai perubahan ya 3 gr = 1 kambing. Kira2 investasi emas ini butuh waktu berapa tahun?

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Sama saja di Antam atau di toko emas. Yang penting ada sertifikat keaslian/kemurniannya.

      Untuk investasi, sebenarnya tidak ada batasan waktu.

      Reply

Sampaikan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anda dipersilahkan untuk bertanya, berkomentar dan berpendapat. Kami menghargai berbagai variasi pendapat dan opini sebagai bagian dari hak kekayaan intelektual. Setiap pertanyaan atau komentar yang Anda layangkan merupakan buah pemikiran pribadi yang akan membantu pembaca dalam melengkapi informasi atau melihat dari sisi sudut pandang lain yang relevan dengan topik bahasan tertentu. Anda setuju setiap pertanyaan atau komentar yang diberikan akan masuk proses moderasi untuk kenyamanan bersama. Kami jamin alamat email yang Anda cantumkan tidak akan dipublikasikan kepada pihak manapun.