Posts

Analisa Fundamental Vs Analisa Teknikal

Suatu bagian penting yang harus diketahui dari setiap pemula adalah mengetahui perbedaan antara analisa fundamental dan analisa teknikal.

Banyak investor/trader menggunakan analisa fundamental atau teknikal ketika mereka masuk ke dalam pasar uang.

Seperti namanya, analisa fundamental digunakan untuk mengetahui tentang dasar-dasar ekonomi, neraca, laporan laba rugi, dll.

Di sisi lain analisa teknikal, berkaitan dengan mempelajari kinerja sejarah pergerakan harga dengan mengukurnya kepada pergerakan harga di masa depan.

Analisa Fundamental Vs Analisa Teknikal

Teknikal Vs. Fundamental

Nah dalam penjelasan selanjutnya, kita akan melihat perbedaan antara kedua metode analisa.

Analisa Fundamental

Beberapa investor atau trader legendaris mengatakan bahwa analisa fundamental adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui tentang segala sesuatu mengenai pergerakan harga.

Tujuan dasar dari seorang analis fundamental adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang parameter penting dari kinerja uang dari laporan arus kas, neraca, laporan laba rugi, dll.

Seorang analis Fundamental banyak menghabiskan waktu mereka untuk mengetahui tentang keadaan ekonomi suatu negara. Mereka melakukan analisa suku bunga yang berlaku dan indeks harga konsumen.

Hal tersebut tidak biasa bagi seorang analis teknikal; dimana faktor dalam pengaruh iklim ekonomi global terhadap prospek pergerakan harga dapat mempengaruhi harga.

Keuntungan dari analisa fundamental adalah jika ekonomi telah dilakukan secara konsisten dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar, dan membuat prospek ekonomi jangka panjang yang cerah.

Di lain pihak, analis fundamental percaya bahwa pasar saham tidak benar-benar mewakili nilai sebenarnya dari valuasi perusahaan karena sifat spekulatif dari pedagang.

Analis fundamental percaya pada konsep investasi dengan berpegangan pada saham yang bagus untuk jangka waktu yang panjang, dan dapat memperoleh dividen dengan melihat investasi yang dilakukan pada perusahaan tersebut.

Analisis fundamental mungkin telah ada sejak zaman pasar saham pertama kali dibuka. Analisis fundamental terlihat lebih luas, dan mayoritas investor di seluruh dunia mendukung bentuk analisis model ini.

Analisa Teknikal

Analis teknikal cukup dengan melihat historis harga dalam rangka untuk memprediksi tren pergerakan harga masa depan.

Analis teknikal percaya bahwa tidak ada kebutuhan untuk melakukan analisa fundamental.

Bertentangan dengan pemikiran analis fundamental, analis teknikal percaya bahwa harga masa lalu memiliki kemampuan untuk ” memperbaiki ” pergerakan harga saat ini, dan saat ini harga yang bergerak merupakan sikap investor ke arah itu.

Analis teknikal jarang melihat atau memperhatkian pada kinerja ekonomi, mereka lebih tertarik untuk mengetahui tentang kinerja pergerakan harga.

Semua perhatian seorang analis teknikal difokuskan pada grafik harga historis. Mereka juga memprediksi dalam volume harga yang diperdagangkan.

Jadi pada dasarnya,seorang analis teknikal lebih tertarik untuk mengetahui bagaimana harga di jam berikutnya, hari, atau minggu.

Mereka tidak memiliki rencana jangka panjang untuk tetap berinvestasi, dan banyak kali transaksi dilakukan dalam sepersekian detik. Walaupun investasi memiliki waktu yang dapat dipelajari oleh analisa teknikal, yang telah mendapatkan beberapa momen di masa lalu.

Tetapi saat ini, banyak perusahaan pialang atau trader professional sekarang menggunakan kombinasi analisa fundamental dan teknikal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik pada prospek investasi mereka.

Jika Anda pelajari, sebelum membuka posisi atau masuk ke pasar dengan maksud ingin mencapai keuntungan dalam jangka waktu panjang, Anda harus melihat dan melakukan analisa secara fundamental.

Di sisi lain, jika Anda mencari manfaat dari volatilitas harga di pasar dengan jangka waktu pendek, maka analisa teknikal akan mudah untuk dilakukan.

 


Kami berharap bahwa penjelasan terkait analisa teknikal dan analisa fundamental ini dapat membantu Anda dalam mengetahui perbedaan antara kedua bentuk analisa.

5 Langkah Mudah Menguji “Robot Trading” Bagi Pemula

Anda mungkin pernah mendengar istilah “robot trading”, yang sebenarnya adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk melakukan transaksi secara otomatis sesuai dengan algoritma (logika) yang telah dimasukkan ke program tersebut.

Istilah lain untuk “robot trading” ini adalah “automated trading” atau “expert advisor (EA)”. Semua broker di Indonesia yang menggunakan platform trading MetaTrader (MT4) biasanya mengaktifkan fitur ini.

Tim Analis dan Edukasi FOREXimf.com sering mendapatkan pertanyaan seputar cara menguji robot trading di platform MT4.

Sebenarnya ada dua cara pengujian; backtest dan forward test.

Backtest artinya menguji sebuah robot dengan cara menjalankannya di fitur simulasi MetaTrader yang disebut “Strategy Tester”.

Metode pengujian ini menggunakan data-data pergerakan harga yang telah terjadi di masa lampau.

Sedangkan forward test adalah menguji sebuah robot secara “live”.

Karena metode forward test cukup memakan waktu, maka biasanya para trader menggunakan metode backtest yang lebih cepat.

Kali ini, kita akan membahas 5 langkah mudah untuk menguji robot trading bagi pemula dengan metode backtest.

Cara Menguji Robot Trading

Sebelum kita mulai, pastikan Anda sudah mengetahui cara menggunakan MT4 dan cara menginstal EA atau robot trading tersebut.

Cara menginstal robot trading ke MT4 sangat mudah. Anda tinggal men-download robot yang Anda inginkan. Anda bisa mendapatkannya di internet atau mungkin diberikan oleh teman Anda.

File program robot tersebut akan memiliki ekstensi file (.mq4) atau (.ex4). Misalnya jika nama robot trading tersebut adalah “RobotTrading”, maka file programnya akan memiliki nama lengkap RobotTrading.mq4 atau RobotTrading.ex4.

Kemudian Anda tinggal mencari folder di mana Anda menginstal program MT4 Anda (misalnya di drive C: nama foldernya IM Futures Trader).

Masih di folder yang sama, carilah folder “MQL4”. Di dalam folder “MQL4” tersebut, Anda akan menemui folder “Experts”. Nah, simpanlah file robot Anda tersebut dalam folder “Experts” itu.

Jika sudah, barulah lakukan langkah pertama, yaitu membuka Strategy Tester. Caranya bisa dengan men-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”.

robot 1

Anda akan melihat sebuah panel yang muncul di bagian bawah platform MT4 Anda.

Langkah selanjutnya adalah memilih robot yang ingin Anda uji. Ini adalah langkah ke dua.

Robot 2

Langkah ke tiga adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk menguji robot tersebut.

Untuk melakukan hal ini, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut.

Misalnya jika Anda memilih “From: 2013.02.01 To: 2014.02.01”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Februari 2013 hingga 1 Februari 2014).

Robot 3

Anda juga harus memastikan bahwa data pergerakan harga yang Anda miliki cukup lengkap agar kualitas kelengkapan data Anda tidak kurang dari 90%.

Ini untuk menghindari adanya beberapa chart yang “menghilang”, seolah-olah ada gap namun sebenarnya tidak. Untuk melakukan hal ini, Anda bisa menekan tombol “F2” yang ada di keyboard Anda. Ini adalah langkah yang ke empat.

Kemudian di window yang muncul, klik dua kali pada currency pair yang akan Anda pergunakan untuk menjalankan backtest.

Anda juga harus memeriksa apakah time frame yang Anda pilih ada di database. Jika tidak ada, klik-lah time frame tersebut lalu klik tombol “Download” yang ada di bagian bawah.

Robot 4

Sangat disarankan untuk mengikutsertakan data tick 1 menit (1 Minute/M1) agar hasil backtest Anda menjadi lebih akurat.

Hanya saja, langkah ini akan memakan banyak tempat di hard disk Anda.

Berdasarkan pengalaman, beberapa robot kemungkinan akan menyebabkan MT4 mengalami crash alias tidak bisa berjalan.

Jika data pergerakan harga yang Anda miliki sudah cukup lengkap, barulah Anda bisa menjalankan backtest.

Selanjutnya, langkah ke lima adalah meng-klik tombol “Start”, lalu biarkan program berjalan dengan sendirinya.

Setelah beberapa detik, atau menit, atau bahkan jam (tergantung pada berapa panjang rentang waktu yang Anda pilih serta kemampuan komputer Anda), Anda akan bisa melihat hasil backtest Anda tersebut di tab “Graph” atau “Result” yang ada di panel Strategy Tester.

Namun perlu Anda ingat bahwa hasil tersebut berdasarkan performa robot tersebut “di masa lalu” dan tidak menjamin bahwa robot tersebut akan memberikan hasil yang sama di masa mendatang.

Oleh karena itu, disarankan Anda menggunakan rentang waktu yang panjang (misalnya tiga tahun) sebagai data pergerakan harga dalam melakukan backtest.

Di kesempatan lain, kita akan membahas bagaimana cara membaca hasil backtest untuk mengetahui kualitas robot yang Anda uji.

Selamat mencoba.

 


Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di Trading Forex.  Kapan Anda ?

Strategi Trading Forex 100% Berhasil, Mungkinkah?

Sebentar. Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, saya mau bertanya. Siapa di antara Anda yang menafsirkan bahwa strategi yang akan saya paparkan kali ini adalah strategi trading forex tanpa loss? Jika Anda menafsirkan demikian, bersiaplah untuk kecewa.

Eits, tunggu dulu. Anda perlu tahu bahwa meskipun ada transaksi yang mengalami loss, strategi yang akan saya paparkan kali ini tetap sering dipergunakan untuk meraih potensi keuntungan. Apa nama strategi itu? Namanya adalah: MARTINGALE.

Apa Itu Martingale?

Sebenarnya strategi ini sangat sering dipraktekkan di meja judi semacam kasino (tempat judi) di Las Vegas. Konon, strategi inilah yang menyebabkan kasino-kasino jaman now menerapkan aturan berupa pembatasan jumlah taruhan maksimun dan minimum. Masalah utama dalam menerapkan strategi ini adalah bahwa Anda mutlak memerlukan dana yang sangat – sangatBESAR. Bahkan saya sendiri sering mengatakan bahwa untuk menerapkan strategi ini agar bisa bekerja 100%, Anda membutuhkan sumber dana yang “tidak terhingga”.

google-review-foreximf

Strategi martingale dibangun di atas teori (setidaknya hipotesa) bahwa harga akan senantiasa mengalami koreksi. Saya ingatkan sekali lagi: tanpa sokongan modal yang cukup besar, penerapan strategi ini hanya akan membawa Anda menuju kegagalan.

Strategi ini sendiri mulai dipopulerkan di abad ke-18. Pertama kali diperkenalkan oleh ahli matematika Perancis bernama Paul Pierre Levy. Aslinya, strategi ini berasal dari teknik bertaruh “doubling down”.

Di meja judi, dengan sistem doubling down, jumlah “taruhan” justru akan digandakan tiap kali mengalami kekalahan. Dengan demikian pada suatu saat semua kekalahan akan tertutup oleh satu kali kemenangan.

Mari kita ambil contoh. Anggaplah Anda sedang “bertaruh” dengan saya. Kita bertaruh lempar koin, yang memiliki dua sisi yaitu sisi “gambar” dan sisi “angka”. Anggaplah besar taruhan kita adalah $1 untuk tiap kali tos (lempar koin). Ingat, tiap kali kalah, Anda akan menggandakan taruhan Anda.

Ingat juga bahwa Anda akan konsisten bertaruh hanya untuk kemunculan sisi “angka”. Meskipun Anda bisa jadi akan beberapa kali kalah, tetapi pada suatu waktu semua kekalahan Anda itu akan terbayar.

Hasil dari “permainan” kita akan saya ilustrasikan dalam tabel berikut:

Dari tabel di atas bisa Anda lihat bahwa dari tos ke-2 hingga ke-6 Anda selalu kalah. Tetapi pada tos ke-7, pilihan Anda muncul dan Anda memenangkan $32. Ketika ditotal, semua kekalahan Anda langsung terbayar dan hasilnya Anda untung sebesar $2.

Tetapi itu asumsinya adalah pada tos ke-10 Anda menang. Jika ternyata sisi “angka” tak kunjung muncul, maka pertanyaannya adalah, “Masih cukupkah uang Anda untuk melanjutkan permainan?”

Aplikasi Martingale Sebagai Strategi Trading

Contoh di atas adalah ilustrasi hasil yang mungkin muncul jika Anda berjudi. Kemunculan sisi “angka” atau “gambar” murni karena keberuntungan (atau kesialan) semata. Tetapi ketika trading, Anda akan melihat bahwa pergerakan harga mata uang cenderung bergerak dalam trend tertentu (price moves in trend) dan trend tersebut bisa berlangsung cukup panjang. Kunci pertama Anda adalah menentukan posisi pertama yang benar (buy atau sell).

Selain itu, trend juga memiliki “koreksi”. Jadi meskipun posisi pertama Anda salah, Anda masih memiliki kesempatan untuk membayar kesalahan tersebut ketika terjadi koreksi.

Trend dan koreksi sendiri merupakan sebuah keniscayaan dalam pergerakan harga. Dengan demikian, unsur “spekulatif” dalam penerapan martingale dalam trading bisa dihilangkan, atau setidaknya diminimalisir. Apalagi jika dikombinasikan dengan analisa teknikal dalam menentukan pembukaan posisi.

Coba Anda simak ilustrasi berikut ini:

strategi trading forex, martingale

Anda bisa melihat bahwa ketika harga naik ke 1.50500 maka si Trader sudah mengalami kerugian sebesar 500 pips (-$500). Dengan sistem martingale, di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar dua lot, digandakan dari  posisi sebelumnya yang hanya 1 lot. Ketika harga naik lagi ke 1.51000, si Trader sudah mengalami kerugian sebesar -$2,000 dan di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar 4 lot.

Ketika harga kembali ke 1.50500, barulah kerugiannya berubah menjadi keuntungan sebesar 1500 pips atau $1,500.

Pertanyaan yang sama kembali muncul, “Sampai sejauh mana modal Anda kuat menahan pergerakan harga?”

Saya lantas membuat hitung-hitungan sederhana. Jika Anda ingin menerapkan martingale dengan memulai transaksi dengan besaran 0.1 lot dengan multiplier (pengali) dua, kira-kira modal yang Anda butuhkan akan seperti ilustrasi di bawah ini:

Interval (jarak) antar posisi : 500 pips
Lot awal : 0.1
Multiplier (pengali) : 2
Deposit awal : USD 50,000
Posisi : Sell

 

Output:

Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa dengan modal $50,000 Anda bisa menahan pergerakan harga hingga 3500 pips. Jika harga tak mengalami koreksi dan terus naik, maka modal sebesar itu bisa habis.

Maka jika Anda ingin menjalankan strategi trading forex ini, modal yang Anda butuhkan sangatlah besar. Bahkan mungkin Anda harus menyiapkan sumber dana yang tak terbatas, seperti yang saya sampaikan di awal. Artinya, resikonya pun mungkin unlimited.

So, the choice is yours. Choose wisely.

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Memanfaatkan Range Rata-Rata Harian Dalam Forex Trading

Salah satu strategi forex  yang biasa dipergunakan trader forex adalah Strategi Forex Range Harian yaitu memanfaatkan range rata-rata harian.  Banyak yang berpendapat bahwa jika harga telah bergerak dan mencapai range hariannya maka itulah waktunya untuk membuka posisi. Artinya jika harga bergerak naik dan telah mencapai range rata-rata harian maka itu saatnya untuk sell, dan sebaliknya.

Anda pernah mendengar teori seperti itu? Atau pernah mempergunakannya?

Sayangnya, ternyata pada kenyataannya tidaklah semudah itu. Jika Anda memang pernah mempergunakannya tentu Anda juga akan menemui bahwa memang tidak sesederhana itu.

Nah, kali ini saya ingin berbagi tips cara mempergunakan informasi range rata-rata harian untuk tujuan menetapkan target profit.

Bisakah Dipergunakan Untuk Buka Posisi?

Beberapa pendapat menyatakan: tidak aman. Ini karena kita hanya bisa mendapatkan informasi – setidaknya perkiraan – seberapa besar volatilitas harga pada hari itu. Kita tidak bisa mengetahui berapa pips sebenarnya harga akan bergerak (ke atas atau ke bawah). Pergerakan harga seringkali sangat bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental.

Artinya, meskipun kita mengetahui bahwa range rata-rata harian adalah – misalnya – 1000 pips, tetapi jika kemudian bank sentral negara tersebut mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemangkasan suku bunga, bisa jadi pasar akan bergerak lebih dari 1000 pips.

Inilah salah satu alasan mengapa kita sebaiknya menyadari bahwa ada inkonsistensi range harian. Apa pun bisa terjadi pada pasar kapan saja.

Lho, apakah ini berarti bahwa range harian adalah informasi yang tidak berguna dalam forex trading?

Tidak juga. Yang saya maksud adalah sebaiknya hindari mempergunakan informasi tersebut untuk membuka posisi. Kalaupun Anda mau melakukan itu, sebaiknya betul-betul harus dipertimbangkan dengan matang. Pastikan Anda memiliki strategi yang betul-betul bisa mengantisipasi perubahan arah (dan jarak!) pergerakan harga.

Penggunaan Untuk Target Profit

Dengan cara ini, Anda akan tetap bisa mempertahankan posisi dan kembali menganalisa reaksi pasar ketika harga mencapai range rata-rata hariannya. Jika pergerakan harga berlanjut, Anda bisa mempertahankan posisi Anda. Sebaliknya, jika terlihat tanda-tanda bahwa pasar mulai jenuh,  maka Anda bisa memperkirakan bahwa momentum pergerakan harga sudah mulai menurun dan itu kemungkinan adalah saat yang tepat untuk menutup posisi.

Strategi ini akan membuat Anda bisa “mengamankan” profit yang sudah didapatkan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Tetapi ingat bahwa cara ini haruslah menjadi bagian dari strategi trading Anda secara keseluruhan.

Demikian juga jika ternyata kondisi trading Anda mengalami loss. Jika harga telah bergerak melampaui range rata-rata hariannya, ada kemungkinan pasar akan benar-benar berbalik arah berlawanan dengan posisi yang Anda ambil.

Range Rata-Rata Harian Major Pairs

Jadi, berapa besar sih sebenarnya range rata-rata harian di forex?

Sebagai penutup, di sini saya menyajikan data rata-rata range harian untuk enam major currency pairs dalam setahun terakhir mulai Februari 2016. Mudah-mudahan membantu.

Pair Range Rata-Rata Harian
EURUSD 846.6 pips
GBPUSD 1457.2 pips
AUDUSD 761.7 pips
NZDUSD 774.1 pips
USDJPY 1188.2 pips
USDCHF 728.7 pips

Tips Trading: Keluar Dari Zona Nyaman Dengan Aman

Salah satu misi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com adalah membantu para trader untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam trading melalui latihan dan pengulangan. Tim ini bisa membantu Anda untuk mempelajari trading forex, mengenali kelemahan-kelemahan Anda sebagai trader dan menentukan cara seperti apa yang bisa berhasil (dan tidak berhasil) bagi Anda. Gampangnya, tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk membantu Anda agar bisa mengumpulkan profit secara konsisten.

Anda mungkin akan mendapatkan materi-materi tentang tips dan trik trading, mempelajari beberapa strategi trading dan mulai melakukan transaksi di salah satu currency pair pilihan Anda. Ketika Anda sudah merasa nyaman dengan strategi yang diterapkan pada salah satu pair, biasanya ada semacam keengganan untuk mencoba bertransaksi di pair lain. Ada yang misalnya hanya mau bertansaksi emas, oil, atau GBPUSD saja. Padahal sangat bisa jadi banyak peluang yang juga tercipta di pair atau komoditi lain. Jika Anda hanya mau bertransaksi satu pair saja, tentu tak mungkin Anda bisa meraih peluang yang muncul di pair lain. Itu sama saja dengan Anda membatasi potensi keuntungan yang bisa Anda raih.

Memang saya berulang menyatakan bagi para pemula sebaiknya fokus di satu atau dua pair saja, agar konsentrasi tidak mudah buyar. Tetapi, hei, itu kan saran untuk pemula.

Sebenarnya seiring perjalanan waktu dan bertambahnya pengalaman, intuisi dan keahlian Anda pun akan semakin tajam. Jika sudah seperti itu, ada baiknya Anda membuka diri untuk bersiap melepas status “newbie” yang selama ini melekat.

Nah, kali ini saya ingin mencoba membahas kemungkinan bagi Anda untuk mencoba keluar dari “zona nyaman” tersebut. Tenang, saya tidak akan meminta Anda untuk memperbesar transaksi hingga tiga atau empat kali lipat, atau memaksa Anda untuk meninggalkan kursi empuk yang biasa Anda tempati ketika trading.

Sebagai trader Anda perlu mengenal beberapa metode trading karena pasar itu tidak statis. Ia seperti “hidup”. Gerak dan perilakunya sangat dinamis, bahkan bisa berubah dalam waktu singkat. Karena itu, jika Anda hanya mengetahui satu metode saja, akan sulit bagi Anda untuk bisa mengantisipasi perubahan “tabiat” pasar. Jadi Anda perlu memperluas wawasan dan mengembangkan keahlian trading Anda.

Selain meningkatkan pengetahuan Anda tentang trading, keluar dari zona nyaman juga bisa membuka cakrawala pengetahuan untuk mengenali peluang yang lebih banyak (dan kemungkinan besar: profit yang lebih banyak). Jika berhasil Anda lakukan dengan baik, maka hal itu akan meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri dan penguasaan mental Anda sebagai trader.

Tetapi Anda tetap harus berhati-hati. Keluar dari zona nyaman juga bisa berarti mengekspos diri Anda ke tingkat stress yang mungkin lebih tinggi. Itu juga berarti lebih banyak peluang untuk melakukan kesalahan.

Untuk itu ada sedikit tips bagi Anda yang sudah bersiap untuk melangkah keluar dari zona nyaman Anda selama ini.

Mulailah Perlahan-lahan

Berbicara mengenai melangkah keluar dari zona nyaman bukan berarti hal itu harus dilakukan dengan drastis dan ekstrim.

Misalnya, tadinya batasan resiko per transaksi Anda hanya sebesar 5% dari equity terakhir, mungkin bisa sedikit diperbesar menjadi 7% atau 10%. Dengan demikian, jumlah lot yang bisa Anda pergunakan bisa sedikit lebih besar (lebih lengkap tentang ini, baca artikel mengenai position sizing).

Jika biasanya Anda hanya bertransaksi di satu currency pair saja, cobalah untuk melirik juga peluang di dua atau tiga currency pair lain, sehingga Anda bisa mencoba mencari peluang di tiga atau empat currency pair.

Intinya, lakukan perlahan-lahan. Saya pun tidak merekomendasikan perubahan yang radikal, misalnya dari pembatasan resiko 5% langsung menjadi 25%, atau dari satu currency pair tiba-tiba langsung mengamati tujuh currency pair sekaligus. Pelan-pelan saja.

Coba Strategi Baru Dengan Demo Account Terlebih Dahulu

Jika Anda menemukan sebuah teori atau strategi baru, jangan terburu-buru untuk menerapkannya di real account. Cobalah terlebih dahulu di demo account. Dengan demikian, Anda akan bisa mencobanya dengan leluasa tanpa harus menghadapi resiko kehilangan uang.

Jangan pula terburu-buru untuk bisa segera mempergunakan strategi baru tersebut di real account. Cobalah setidaknya dalam tiga bulan tanpa berhenti. Ingat, Anda sudah memiliki strategi trading sebelumnya dan telah terbukti menghasilkan. Sebelum Anda benar-benar bisa membuktikan “keampuhan” strategi baru tersebut, tetaplah setia pada trading plan yang telah Anda miliki sebelumnya. Pergunakanlah strategi baru tersebut jika dan hanya jika Anda telah benar-benar melihat efektivitasnya.

Kebanyakan trader berpengalaman secara rutin keluar dari zona nyaman mereka. Kami, Tim Market Analyst FOREXimf.com sering melakukan pengujian strategi dan metode trading yang baru bagi kami. Terkadang hasil pengujian itu berhasil, terkadang gagal. Namun bagi kami yang penting bukanlah hasilnya, melainkan pelajaran yang berhasil kami petik.

Ingatlah bahwa tiap kali Anda melakukan hal baru – entah itu menguji metode baru atau menemukan teori baru – realitas Anda sebagai trader akan diuji. Jika Anda tetap rendah hati dan terbuka, besar kemungkinan Anda justru akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah terpikirkan. Sangat mungkin ide-ide baru akan bermunculan di pikiran Anda dan – dengan sendirinya – Anda akan berkembang.

Demi kejujuran, saya katakan bahwa memang tidak mudah untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Mungkin saja awalnya Anda akan gagal dan kembali lagi ke zona nyaman Anda. Tetapi seiring waktu, Anda akan bisa mempelajari banyak hal. Maka, jangan menyerah pada percobaan pertama atau ke dua saja, karena bisa jadi di percobaan ke tiga dan selanjutnya Anda akan banyak mendapatkan peningkatan kemampuan dan kematangan sebagai trader.

Jadi, siapkah Anda mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman Anda sekarang?

Trading Plan Forex: Setiakah Anda Padanya?

Ketika trading forex, apakah Anda punya trading plan? Apakah Anda PERNAH punya trading plan namun telah Anda “khianati”?

Kalau Anda ternyata pernah berkhianat pada trading plan Anda, seharusnya Anda merasa bersalah, kendati memang “pengkhianatan” itu bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mungkin Anda memang pribadi yang mudah bosan, atau pengalaman Anda yang masih minim membuat Anda berpaling dari trading plan Anda.

Memang ada orang yang sulit untuk mempertahankan fokus sehingga kebosanan melanda lantas Anda memutuskan untuk tidak lagi mematuhi trading plan yang (menurut Anda) membuang waktu. Atau, di suatu ketika Anda menjadi sangat emosional sehingga respon yang Anda munculkan adalah melabrak semua aturan dalam trading plan.

Ya, benar bahwa kehilangan fokus dan menjadi emosional itu biasa dalam trading, tetapi tidak berarti lantas “kebiasaan” tersebut menjadi hal yang boleh dimaafkan apabila berlanjut. Apalagi kalau berujung pada pengambilan keputusan yang gegabah dan terburu-buru. Contohnya, membuka posisi terlalu cepat, mengambil keuntungan terlalu dini, atau yang paling parah adalah membiarkan kerugian berlarut-larut. Ini berbahaya.

Memang kita tidak perlu berharap menjadi “super trader” yang serba sempurna. Ada saat-saat kita merasa lelah secara fisik maupun psikis sehingga sulit untuk kita memusatkan perhatian pada trading. Terlebih jika masih ada floating loss menghiasi terminal trading kita. Kondisi seperti itu sering memancing kita untuk berpikir, “Ah, persetan dengan trading plan. Begitu profit sedikit, saya akan close posisi ini. Yang penting cepat selesai.”

Ya, saya sendiri terkadang pun tidak kuat menunggu terlalu lama. Akan tetapi bukan berarti kita boleh menjadikan hal itu sebagai apologi dan menjadikannya kebiasaan yang buruk. Untuk mengantisipasinya, Anda perlu tetap bugar ketika trading. Bugar secara fisik maupun emosional.

Sialnya, kebanyakan trader yang melanggar trading plan adalah memang mereka yang kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman. Ia tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang ia lakukan, hingga ia menganggap biasa melanggar beberapa aturan dalam trading plan-nya. Biasanya ini terjadi pada mereka yang tidak memahami trading plan yang mereka pergunakan dan – biasanya – bukan mereka yang membuat perencanaan trading tersebut.

Faktor psikologis juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan trader, terutama pemula. Para pemula biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang relatif rendah, terutama mereka yang bertubi-tubi mengalami kerugian. Mereka akan mudah ragu mengambil keputusan berdasarkan trading plan yang dipergunakan. Ragu dalam mengeksekusi transaksi karena takut loss, atau – yang lebih berbahaya – ragu dalam menutup posisi yang merugi karena khawatir bisa berbalik menjadi keuntungan dan ia akan menyesal.

Sering pula keputusan mengkhianati trading plan disebabkan oleh rumitnya trading plan yang dipergunakan. Lagi-lagi ini biasa melanda trader pemula yang tidak membangun sendiri trading plan-nya. Maka untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk membangun sendiri trading plan Anda dengan cara yang sesederhana mungkin, hingga mudah Anda mengerti dan terapkan. Ingat, patokannya adalah diri Anda sendiri. Jika Anda masih merasa kesulitan dalam memahami dan menjalankannya, berarti trading plan tersebut belum cocok untuk Anda.

Salah satu kunci untuk bisa memenangkan pertarungan di dunia trading forex adalah disiplin. Sekali Anda bisa menguasai “ilmu” kedisiplinan ini, maka langkah Anda akan membawa Anda semakin dekat dengan keuntungan.

Mengulas Sistem Trading Forex “3 LITTLE PIGS“

Berbicara mengenai sistem trading, tidak ada sistem trading forex yang sempurna dalam dunia trading. Saya telah sering berkunjung ke berbagai forum untuk mencari-cari sistem terbaik dan akhirnya saya menemukan “ 3 Little Pigs Trading System “. Sistem ini sangatlah sederhana namun luar biasa efektif. Bagaimana sistemnya ? Berikut ini saya akan memberikan langkah – langkah untuk menggunakan sistem ini. Yuk mari kita bahas satu persatu.

  1. Ringkasan Sistem

    Sistem ini berdasarkan 3 kerangka waktu ( time frame ) yakni mingguan, harian dan 4 jam. Berikut ini ketentuan jika anda ingin menggunakan sistem ini :

    • Menggunakan Simple Moving Average (SMA) periode 55 pada time frame mingguan

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 21 pada time frame harian

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 34 pada time frame 4 Jam

  1. Mata Uang

    Anda bisa menggunakan sistem ini untuk pair – pair berikut yakni AUD/USD, EUR/GBP, EUR/JPY, EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD, USD/CHF, USD/JPY

  1. Entry Buy / Sell

    Berikut ini ketentuan untuk mengambil posisi :

    • Posisi BUY

      • Harga berada di atas SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di atas SMA periode 21 pada time frame harian

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di atas SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi buy.

    • Posisi SELL

      • Harga berada di bawah SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di bawah SMA periode 21 pada time frame harian, saya akan masuk

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di bawah SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi sell

    Berikut ini contoh pengambilan posisi sell pada pair EUR/USD :

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

Stoploss

Stoploss diperlukan untuk membatasi kerugian. Pertama, periksa indikator Average True Range (ATR) periode 14 dan ditambahkan ke semua grafik 4 jam. Kedua, tambahkan level tertinggi dan level rendah yang ada pada ATR (ditampilkan di sebelah kanan) dan kalikan dengan 25%, lalu saya menempatkan stoplossnya di atas / bawah 34 SMA pada jangka waktu 4 Jam. Untuk memperjelas saya akan lampirkan contoh langsung untuk Anda :

 trading forex, forex indonesia, forex

Gambar diatas adalah gambar EUR/USD untuk time frame 4 Jam dan mengasumsikan bahwa harga berada di bawah SMA 55 pada time frame mingguan dan SMA 21 pada time frame harian. Harga telah menyentuh 34 SMA dan telah ditutup di bawah itu. Tinggi dan Rendah dari ATR (14) adalah 28 dan 12 yang jika ditambah menjadi 40. Lalu saya ambil 25% dari nilai tersebut menjadi 10 point. Untuk mendapatkan Stop lossnya, saya tambahkan ini dari saat closing value SMA 34 menjadi 1.33846 (1.33746 + 100).

TARGET

Di sesuaikan dengan risk dan reward ratio minimal 1: 1 atau menggunakan trailing stop.

Informasi Tambahan

  1. Jangan pernah entry, jika salah satu timeframe tidak sesuai dengan ketentuan
  2. Jangan lupa tempatkan stoploss

Kelemahan

  1. Tidak cocok untuk trader agresif
  2. Diperlukan kesabaran untuk entry ke pasar

Silakan coba sistem trading forex ini di demo akun kami. Jika Anda cocok dengan sistem trading ini, Anda bisa mencoba di akun real FOREXIMF.com. Selamat mencoba, happy trading

Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?

Harga minyak mentah dunia terperosok hingga tembus ke bawah $30 per barrel. Apa yang terjadi? Bagaimana potensi pergerakan selanjutnya?

Untuk harga minyak mentah dunia, level harga $20 per barrel merupakan level yang perlu diperhatikan. Rata-rata ongkos produksi per barrel minyak mentah berdasarkan ongkos produksi 20 negara penghasil minyak terbesar di dunia berada di kisaran angka itu, tepatnya sekitar $27. Dengan demikian, secara fundamental harga minyak mentah sulit untuk bertahan lama di bawah $20 per barrel. Pertanyaannya kemudian adalah: berapa lama dan di mana batas bawahnya?

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Sumber: UCube by Rystad Energy; Interactive published Nov. 23, 2015

West Texas Intermediate (WTI) telah mengalami kejatuhan hingga $29.93 per barrel pada tanggal 12 Januari 2016. Harga itu merupakan level terendah sejak Desember 2003, yang artinya terendah dalam 12 tahun terakhir.

Masalah Biaya Operasional

Jatuhnya harga minyak akibat rendahnya permintaan dari negara berkembang (sehingga persediaan menjadi terlalu berlimpah) bisa jadi akan mengundang masalah bagi perusahaan minyak dan mereka akan menghadapi masalah biaya operasional. Menurut perkiraan pemerintah Malaysia, mereka akan mengalami kerugian sebesar 300 juta ringgit (sekitar $68 juta) setiap penurunan harga minyak mentah sebesar satu dollar. Conoco Phillips kehilangan pendapatan bersih sebesar $1,79 juta tiap kuartal untuk setiap penurunan harga minyak sebesar 10 USD.

British Petroleum Plc (Inggris) terpaksa harus memutus hubungan kerja dengan  4.000 pekerjanya, Petroleo Brasileiro SA (Brasil) memangkas rencana anggaran menjadi $98,4 milyar dari sebelumnya $130 milyar. Sementara itu Petronas (Malaysia) menyatakan bersiap untuk menghadapi tahun-tahun yang berat.

U.S. Energy Information Administration merevisi perkiraannya untuk harga minyak WTI di tahun 2016 sebesar 24% menjadi $38.54 per barrel. Mereka memperkisakan bahwa harga minyak akan kembali mencapai keseimbangan di tahun 2017.

Penguatan USD juga bisa mempengaruhi harga minyak dan membuat harga tertekan di bawah $30.

Tekanan yang dialami harga minyak dunia saat ini seolah mengabaikan pernyataan Sekjen OPEC, Abdullah Al-Badri, menjelang penghujung tahun lalu. Al-Badri menyatakan bahwa harga minyak tidak akan terus mengalami penurunan dan akan naik paling tidak dalam beberapa bulan hingga setahun mendatang. Ini karena produksi negara-negara non-OPEC telah mengalami penurunan hingga 400-500 ribu barrel per hari dan di tahun 2016 OPEC tidak akan melakukan produksi di harga minyak yang sekarang.

Pandangan Teknikal

Harga minyak secara teknikal memang sedang berada di bawah tekanan. Untuk outlook jangka pendek hingga menengah, bias bearish masih mendominasi pergerakan harga minyak mentah. Namun untuk outlook jangka panjang, terlihat bahwa harga minyak mentah saat ini berada di area support teknikal jangka panjang, yaitu kisaran $33.20 (harga terendah tahun 2009) hingga $16.70 (terendah tahun 2001). Secara teknikal, area support adalah area yang tepat untuk membuka posisi buy. Dengan kata lain, area support – sekali lagi secara teknikal – adalah area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Trader komoditi yang melihat peluang ini biasanya mencoba untuk mencari sinyal teknikal guna membuka posisi buy untuk jangka panjang. Apalagi stochastic dan CCI di chart bulanan telah memperlihatkan indikasi jenuh jual (oversold). Memang benar bahwa indikasi oversold belum tentu akan diikuti oleh kenaikan harga, namun area support yang terlihat membuat indikasi oversold itu menjadi berarti.

Adapun potensi rebound harga minyak untuk sementara adalah kisaran $38-40 per barrel sebagai target jangka menengah. Secara teknikal, agak berat untuk melihat rebound yang lebih tinggi untuk tahun ini, kecuali jika harga minyak mampu tembus ke atas $40 per barrel. Jika pun itu terjadi, target pergerakan realistis selanjutnya hanyalah hingga kisaran $50-60 per barrel.

Namun apa yang terjadi jika seandainya harga minyak terus turun? Tampaknya kisaran $16.70 untuk sementara menjadi level ekstrim yang mungkin bisa dicapai harga minyak tahun ini.

Let’s wait and see.

Ini Forex Trading, Bukan Lampu Aladin

Beberapa orang menganggap bahwa forex trading adalah sebuah investasi yang ajaib, yang mampu menghasilkan keuntungan berlipat-lipat ganda dalam waktu singkat. Benarkah?

Memang mungkin saja seorang trader bisa mengembangkan keuntungannya hingga ratusan persen dari modal awalnya. Ada seorang trader kondang bernama Ed Seykota. Ia pernah menumbuhkan modal dari $5,000 menjadi $15,000,000 dalam kurun waktu 12 tahun. Itu berarti ia berhasil mengembangkan modal hingga sebesar 300 ribu persen. Tetapi coba perhatikan, ia melakukan itu dalam kurun waktu 12 (dua belas) tahun. Dalam kurun waktu tersebut, sebagaimana pengakuannya sendiri, ia pernah mengalami sekian banyak kerugian.

Tetapi itu Ed Seykota, sang Market Wizard. Tidak banyak trader seperti dia di dunia ini. Untuk kita kalangan “trader papan bawah”, untuk sementara ini cukuplah menargetkan bisa memperoleh keuntungan secara konsisten saja dulu.

trading_forex_bukan_lampu_aladin

Forex trading adalah salah satu bentuk bisnis. Layaknya bisnis, dibutuhkan banyak hal untuk bisa sukses. Anda tidak bisa sekedar membuka akun trading, lalu duduk manis mengharapkan uang Anda berkembang ratusan persen per bulan. Ada pengetahuan, perencanaan, strategi, kesabaran, kedisiplinan dan tentu saja keberanian yang harus terlibat di dalamnya.

Pengetahuan

Knowledge is power. Tanpa pengetahuan yang memadai, akan sulit bagi Anda untuk bisa melakukan trading dengan baik.

Anda harus membekali diri dengan pengetahuan dasar mengenai trading. Mulailah benar-benar dari dasarnya dulu, baru kemudian secara bertahap meningkat ke level yang lebih tinggi. Itulah cara belajar yang benar.

Kebanyakan pemula mengabaikan hal ini dan langsung loncat ke topik yang rumit semisal sistem trading. Mereka tidak menyadari bahwa secanggih apa pun, setiap sistem trading sesungguhnya memiliki kelemahan. Dengan mengetahui kelemahan sebuah sistem atau strategi trading, Anda akan bisa merencanakan antisipasi yang bisa dilakukan jika sistem tersebut tidak berjalan dengan baik. Nah, untuk bisa mengenali keunggulan dan kelemahan sebuah strategi, Anda tentu harus memiliki dasar keilmuannya terlebih dahulu. Masuk akal, bukan?

Perencanaan

If you failed to plan, you have planned to fail. Seperti yang disampaikan di atas, forex trading adalah bisnis. Jika Anda ingin bisnis Anda berkembang, tentu Anda harus membuat perencanaan, bukan?

Anda tidak mungkin membuat keputusan bisnis hanya dengan melemparkan koin. Ada banyak parameter yang harus Anda pikirkan. Begitu juga dengan trading.

Nah, berarti ini erat kaitannya dengan poin pertama di atas: pengetahuan. Mana mungkin Anda bisa membuat perencanaan yang baik tanpa mengetahui apa sebenarnya yang harus dipersiapkan?

Buat rencana trading (trading plan) dengan detil. Mulai dari berapa modal yang akan dipergunakan, berapa persen toleransi resiko yang siap ditanggung, apa strategi yang akan digunakan hingga apa yang akan dilakukan jika resiko (loss) terjadi.

Contoh trading plan bisa Anda lihat di sini.

Strategi

Sebagaimana telah disinggung, kebanyakan trader pemula langsung loncat ke bagian ini. Padahal strategi yang berhasil diterapkan oleh seorang trader belum tentu bisa memberikan efek yang sama ketika dipergunakan oleh trader lain. Mengapa?

Karena strategi trading yang baik adalah strategi yang memang cocok dengan karakter seseorang. Ibarat motif pakaian, baju dengan motif garis-garis horizontal biasanya tidak cocok dikenakan oleh orang yang berbadan gemuk, karena akan membuatnya terlihat semakin gemuk. Sebaliknya, baju dengan motif garis-garis vertikal justru tidak cocok untuk dikenakan orang berbadan kurus, karena akan membuatnya terlihat semakin kurus.

Ada banyak sekali varian strategi trading. Ada strategi yang agresif, ada pula yang konservatif. Ada strategi scalping, swing trading, breakout trading, dan lain-lain. Anda harus bisa memilih mana yang cocok dengan karakter Anda. Lagi-lagi, pemilihan strategi yang tepat hanya akan bisa dilakukan jika Anda memiliki pengetahuan yang cukup.

Tak kalah penting: Anda harus menguji coba setiap strategi yang akan dipergunakan. Anda bisa memanfaatkan demo account untuk hal tersebut. Kenali setiap keunggulan dan kelemahannya. Ketika Anda sudah bisa mempergunakannya dengan nyaman (ditandai dengan terkumpulnya keuntungan secara konsisten), maka Anda sudah siap untuk menjajalnya di real account.

Kesabaran

Cukup banyak orang yang ingin segera mendapatkan hasil segera (instan). Sadarlah, ini bisnis, bukan memasak mi instan. Bahkan untuk menikmati seporsi mi instan pun Anda harus merebus air terlebih dahulu, lalu merebus mi instan tersebut setidaknya tiga menit. Ditambah dengan waktu yang diperlukan untuk mendidihkan air, setidaknya Anda membutuhkan sepuluh hingga lima belas menitan sebelum bisa menyantap mi instan tersebut (dalam kondisi normal dan alat masak biasa).

Itu baru tentang mi instan, apalagi jika kita bicara bisnis dengan potensi yang cukup besar.

Dibutuhkan kesabaran dalam menjalankan strategi trading untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal. Selain itu, pengaturan modal yang kuat juga turut menentukan tingkat keberhasilan Anda.

Sah-sah saja Anda menetapkan target keuntungan yang tinggi, namun Anda tentu paham bahwa target harus terukur dan realistis. Anda harus bisa mengukur sejauh mana kekuatan modal Anda, sehingga target yang Anda pasang menjadi masuk akal untuk bisa Anda capai.

Misalnya, tentu tidak realistis bagi trader seperti kita untuk menyamai pencapaian Ed Seykota seperti yang telah diceritakan di awal, hanya dengan modal sebesar $500 dan pengalaman serta pengetahuan yang minim. Maka dari itu, yang terpenting adalah mengusahakan agar kita bisa menghasilkan profit yang konsisten dan prestasi itu bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Ed Seykota berhasil mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam 12 tahun. Anda boleh berusaha meniru jejaknya, namun bersabarlah dan pergunakan cara yang tepat.

Sebagai contoh, Anda bisa memperbanyak jumlah transaksi tiap kali modal bertambah besar. Misalkan dengan modal awal $1,000 Anda menggunakan 0.1 lot tiap kali transaksi, maka ketika modal sudah menjadi (misalnya) $2,000 maka Anda boleh menggunakan 0.2 lot tiap kali membuka posisi. Atau Anda bisa menerapkan strategi anti martingale atau pyramiding.

Lakukanlah secara bertahap dan penuh kesabaran.

Kedisiplinan

Ini erat kaitannya dengan kesabaran. Orang yang tidak sabaran akan sulit untuk bisa disiplin.

Setiap keputusan yang Anda ambil harus berdasar pada trading plan yang telah Anda buat. Plan your trade, trade your plan.

Lakukanlah transaksi hanya jika Anda telah melihat ada sinyal yang jelas dari sistem atau strategi trading Anda. Jika belum ada sinyal, jangan lakukan transaksi.

Demikian pula ketika Anda memutuskan untuk menutup transaksi, lakukanlah hanya jika sistem trading Anda memperlihatkan ada kemungkinan bahwa pasar akan berbalik arah. Intinya, ambil semua keputusan secara obyektif berdasarkan trading plan Anda.

Keberanian

No guts, no glory. Percuma jika Anda telah susah payah menyusun trading plan, meriset strategi yang Anda anggap profitable, namun Anda tidak punya keberanian untuk menjalankannya.

Resiko adalah bagian dari trading. Bahkan Ed Seykota pun mengakui pernah merasakan pahitnya loss, namun nyatanya ia tetap berjaya di dunia trading.

Sekali lagi: ini bisnis, Bung. Harus ada jerih payah yang terlibat di dalamnya. Anda tidak bisa mengharapkan keajaiban datang begitu saja seperti Anda menggosok lampu Aladin lalu sesosok jin jenaka berwarna biru muncul untuk mengabulkan setiap keinginan sambil berkata, “Your wish is my command.” Kalau memang seperti itu adanya, saya juga mau.