Posts

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Memanfaatkan Range Rata-Rata Harian Dalam Forex Trading

Salah satu strategi forex  yang biasa dipergunakan trader forex adalah Strategi Forex Range Harian yaitu memanfaatkan range rata-rata harian.  Banyak yang berpendapat bahwa jika harga telah bergerak dan mencapai range hariannya maka itulah waktunya untuk membuka posisi. Artinya jika harga bergerak naik dan telah mencapai range rata-rata harian maka itu saatnya untuk sell, dan sebaliknya.

Anda pernah mendengar teori seperti itu? Atau pernah mempergunakannya?

Sayangnya, ternyata pada kenyataannya tidaklah semudah itu. Jika Anda memang pernah mempergunakannya tentu Anda juga akan menemui bahwa memang tidak sesederhana itu.

Nah, kali ini saya ingin berbagi tips cara mempergunakan informasi range rata-rata harian untuk tujuan menetapkan target profit.

Bisakah Dipergunakan Untuk Buka Posisi?

Beberapa pendapat menyatakan: tidak aman. Ini karena kita hanya bisa mendapatkan informasi – setidaknya perkiraan – seberapa besar volatilitas harga pada hari itu. Kita tidak bisa mengetahui berapa pips sebenarnya harga akan bergerak (ke atas atau ke bawah). Pergerakan harga seringkali sangat bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental.

Artinya, meskipun kita mengetahui bahwa range rata-rata harian adalah – misalnya – 1000 pips, tetapi jika kemudian bank sentral negara tersebut mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemangkasan suku bunga, bisa jadi pasar akan bergerak lebih dari 1000 pips.

Inilah salah satu alasan mengapa kita sebaiknya menyadari bahwa ada inkonsistensi range harian. Apa pun bisa terjadi pada pasar kapan saja.

Lho, apakah ini berarti bahwa range harian adalah informasi yang tidak berguna dalam forex trading?

Tidak juga. Yang saya maksud adalah sebaiknya hindari mempergunakan informasi tersebut untuk membuka posisi. Kalaupun Anda mau melakukan itu, sebaiknya betul-betul harus dipertimbangkan dengan matang. Pastikan Anda memiliki strategi yang betul-betul bisa mengantisipasi perubahan arah (dan jarak!) pergerakan harga.

Penggunaan Untuk Target Profit

Dengan cara ini, Anda akan tetap bisa mempertahankan posisi dan kembali menganalisa reaksi pasar ketika harga mencapai range rata-rata hariannya. Jika pergerakan harga berlanjut, Anda bisa mempertahankan posisi Anda. Sebaliknya, jika terlihat tanda-tanda bahwa pasar mulai jenuh,  maka Anda bisa memperkirakan bahwa momentum pergerakan harga sudah mulai menurun dan itu kemungkinan adalah saat yang tepat untuk menutup posisi.

Strategi ini akan membuat Anda bisa “mengamankan” profit yang sudah didapatkan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Tetapi ingat bahwa cara ini haruslah menjadi bagian dari strategi trading Anda secara keseluruhan.

Demikian juga jika ternyata kondisi trading Anda mengalami loss. Jika harga telah bergerak melampaui range rata-rata hariannya, ada kemungkinan pasar akan benar-benar berbalik arah berlawanan dengan posisi yang Anda ambil.

Range Rata-Rata Harian Major Pairs

Jadi, berapa besar sih sebenarnya range rata-rata harian di forex?

Sebagai penutup, di sini saya menyajikan data rata-rata range harian untuk enam major currency pairs dalam setahun terakhir mulai Februari 2016. Mudah-mudahan membantu.

Pair Range Rata-Rata Harian
EURUSD 846.6 pips
GBPUSD 1457.2 pips
AUDUSD 761.7 pips
NZDUSD 774.1 pips
USDJPY 1188.2 pips
USDCHF 728.7 pips

Tips Trading: Keluar Dari Zona Nyaman Dengan Aman

Salah satu misi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com adalah membantu para trader untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam trading melalui latihan dan pengulangan. Tim ini bisa membantu Anda untuk mempelajari trading forex, mengenali kelemahan-kelemahan Anda sebagai trader dan menentukan cara seperti apa yang bisa berhasil (dan tidak berhasil) bagi Anda. Gampangnya, tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk membantu Anda agar bisa mengumpulkan profit secara konsisten.

Anda mungkin akan mendapatkan materi-materi tentang tips dan trik trading, mempelajari beberapa strategi trading dan mulai melakukan transaksi di salah satu currency pair pilihan Anda. Ketika Anda sudah merasa nyaman dengan strategi yang diterapkan pada salah satu pair, biasanya ada semacam keengganan untuk mencoba bertransaksi di pair lain. Ada yang misalnya hanya mau bertansaksi emas, oil, atau GBPUSD saja. Padahal sangat bisa jadi banyak peluang yang juga tercipta di pair atau komoditi lain. Jika Anda hanya mau bertransaksi satu pair saja, tentu tak mungkin Anda bisa meraih peluang yang muncul di pair lain. Itu sama saja dengan Anda membatasi potensi keuntungan yang bisa Anda raih.

Memang saya berulang menyatakan bagi para pemula sebaiknya fokus di satu atau dua pair saja, agar konsentrasi tidak mudah buyar. Tetapi, hei, itu kan saran untuk pemula.

Sebenarnya seiring perjalanan waktu dan bertambahnya pengalaman, intuisi dan keahlian Anda pun akan semakin tajam. Jika sudah seperti itu, ada baiknya Anda membuka diri untuk bersiap melepas status “newbie” yang selama ini melekat.

Nah, kali ini saya ingin mencoba membahas kemungkinan bagi Anda untuk mencoba keluar dari “zona nyaman” tersebut. Tenang, saya tidak akan meminta Anda untuk memperbesar transaksi hingga tiga atau empat kali lipat, atau memaksa Anda untuk meninggalkan kursi empuk yang biasa Anda tempati ketika trading.

Sebagai trader Anda perlu mengenal beberapa metode trading karena pasar itu tidak statis. Ia seperti “hidup”. Gerak dan perilakunya sangat dinamis, bahkan bisa berubah dalam waktu singkat. Karena itu, jika Anda hanya mengetahui satu metode saja, akan sulit bagi Anda untuk bisa mengantisipasi perubahan “tabiat” pasar. Jadi Anda perlu memperluas wawasan dan mengembangkan keahlian trading Anda.

Selain meningkatkan pengetahuan Anda tentang trading, keluar dari zona nyaman juga bisa membuka cakrawala pengetahuan untuk mengenali peluang yang lebih banyak (dan kemungkinan besar: profit yang lebih banyak). Jika berhasil Anda lakukan dengan baik, maka hal itu akan meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri dan penguasaan mental Anda sebagai trader.

Tetapi Anda tetap harus berhati-hati. Keluar dari zona nyaman juga bisa berarti mengekspos diri Anda ke tingkat stress yang mungkin lebih tinggi. Itu juga berarti lebih banyak peluang untuk melakukan kesalahan.

Untuk itu ada sedikit tips bagi Anda yang sudah bersiap untuk melangkah keluar dari zona nyaman Anda selama ini.

Mulailah Perlahan-lahan

Berbicara mengenai melangkah keluar dari zona nyaman bukan berarti hal itu harus dilakukan dengan drastis dan ekstrim.

Misalnya, tadinya batasan resiko per transaksi Anda hanya sebesar 5% dari equity terakhir, mungkin bisa sedikit diperbesar menjadi 7% atau 10%. Dengan demikian, jumlah lot yang bisa Anda pergunakan bisa sedikit lebih besar (lebih lengkap tentang ini, baca artikel mengenai position sizing).

Jika biasanya Anda hanya bertransaksi di satu currency pair saja, cobalah untuk melirik juga peluang di dua atau tiga currency pair lain, sehingga Anda bisa mencoba mencari peluang di tiga atau empat currency pair.

Intinya, lakukan perlahan-lahan. Saya pun tidak merekomendasikan perubahan yang radikal, misalnya dari pembatasan resiko 5% langsung menjadi 25%, atau dari satu currency pair tiba-tiba langsung mengamati tujuh currency pair sekaligus. Pelan-pelan saja.

Coba Strategi Baru Dengan Demo Account Terlebih Dahulu

Jika Anda menemukan sebuah teori atau strategi baru, jangan terburu-buru untuk menerapkannya di real account. Cobalah terlebih dahulu di demo account. Dengan demikian, Anda akan bisa mencobanya dengan leluasa tanpa harus menghadapi resiko kehilangan uang.

Jangan pula terburu-buru untuk bisa segera mempergunakan strategi baru tersebut di real account. Cobalah setidaknya dalam tiga bulan tanpa berhenti. Ingat, Anda sudah memiliki strategi trading sebelumnya dan telah terbukti menghasilkan. Sebelum Anda benar-benar bisa membuktikan “keampuhan” strategi baru tersebut, tetaplah setia pada trading plan yang telah Anda miliki sebelumnya. Pergunakanlah strategi baru tersebut jika dan hanya jika Anda telah benar-benar melihat efektivitasnya.

Kebanyakan trader berpengalaman secara rutin keluar dari zona nyaman mereka. Kami, Tim Market Analyst FOREXimf.com sering melakukan pengujian strategi dan metode trading yang baru bagi kami. Terkadang hasil pengujian itu berhasil, terkadang gagal. Namun bagi kami yang penting bukanlah hasilnya, melainkan pelajaran yang berhasil kami petik.

Ingatlah bahwa tiap kali Anda melakukan hal baru – entah itu menguji metode baru atau menemukan teori baru – realitas Anda sebagai trader akan diuji. Jika Anda tetap rendah hati dan terbuka, besar kemungkinan Anda justru akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah terpikirkan. Sangat mungkin ide-ide baru akan bermunculan di pikiran Anda dan – dengan sendirinya – Anda akan berkembang.

Demi kejujuran, saya katakan bahwa memang tidak mudah untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Mungkin saja awalnya Anda akan gagal dan kembali lagi ke zona nyaman Anda. Tetapi seiring waktu, Anda akan bisa mempelajari banyak hal. Maka, jangan menyerah pada percobaan pertama atau ke dua saja, karena bisa jadi di percobaan ke tiga dan selanjutnya Anda akan banyak mendapatkan peningkatan kemampuan dan kematangan sebagai trader.

Jadi, siapkah Anda mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman Anda sekarang?

Trading Plan Forex: Setiakah Anda Padanya?

Ketika trading forex, apakah Anda punya trading plan? Apakah Anda PERNAH punya trading plan namun telah Anda “khianati”?

Kalau Anda ternyata pernah berkhianat pada trading plan Anda, seharusnya Anda merasa bersalah, kendati memang “pengkhianatan” itu bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mungkin Anda memang pribadi yang mudah bosan, atau pengalaman Anda yang masih minim membuat Anda berpaling dari trading plan Anda.

Memang ada orang yang sulit untuk mempertahankan fokus sehingga kebosanan melanda lantas Anda memutuskan untuk tidak lagi mematuhi trading plan yang (menurut Anda) membuang waktu. Atau, di suatu ketika Anda menjadi sangat emosional sehingga respon yang Anda munculkan adalah melabrak semua aturan dalam trading plan.

Ya, benar bahwa kehilangan fokus dan menjadi emosional itu biasa dalam trading, tetapi tidak berarti lantas “kebiasaan” tersebut menjadi hal yang boleh dimaafkan apabila berlanjut. Apalagi kalau berujung pada pengambilan keputusan yang gegabah dan terburu-buru. Contohnya, membuka posisi terlalu cepat, mengambil keuntungan terlalu dini, atau yang paling parah adalah membiarkan kerugian berlarut-larut. Ini berbahaya.

Memang kita tidak perlu berharap menjadi “super trader” yang serba sempurna. Ada saat-saat kita merasa lelah secara fisik maupun psikis sehingga sulit untuk kita memusatkan perhatian pada trading. Terlebih jika masih ada floating loss menghiasi terminal trading kita. Kondisi seperti itu sering memancing kita untuk berpikir, “Ah, persetan dengan trading plan. Begitu profit sedikit, saya akan close posisi ini. Yang penting cepat selesai.”

Ya, saya sendiri terkadang pun tidak kuat menunggu terlalu lama. Akan tetapi bukan berarti kita boleh menjadikan hal itu sebagai apologi dan menjadikannya kebiasaan yang buruk. Untuk mengantisipasinya, Anda perlu tetap bugar ketika trading. Bugar secara fisik maupun emosional.

Sialnya, kebanyakan trader yang melanggar trading plan adalah memang mereka yang kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman. Ia tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang ia lakukan, hingga ia menganggap biasa melanggar beberapa aturan dalam trading plan-nya. Biasanya ini terjadi pada mereka yang tidak memahami trading plan yang mereka pergunakan dan – biasanya – bukan mereka yang membuat perencanaan trading tersebut.

Faktor psikologis juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan trader, terutama pemula. Para pemula biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang relatif rendah, terutama mereka yang bertubi-tubi mengalami kerugian. Mereka akan mudah ragu mengambil keputusan berdasarkan trading plan yang dipergunakan. Ragu dalam mengeksekusi transaksi karena takut loss, atau – yang lebih berbahaya – ragu dalam menutup posisi yang merugi karena khawatir bisa berbalik menjadi keuntungan dan ia akan menyesal.

Sering pula keputusan mengkhianati trading plan disebabkan oleh rumitnya trading plan yang dipergunakan. Lagi-lagi ini biasa melanda trader pemula yang tidak membangun sendiri trading plan-nya. Maka untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk membangun sendiri trading plan Anda dengan cara yang sesederhana mungkin, hingga mudah Anda mengerti dan terapkan. Ingat, patokannya adalah diri Anda sendiri. Jika Anda masih merasa kesulitan dalam memahami dan menjalankannya, berarti trading plan tersebut belum cocok untuk Anda.

Salah satu kunci untuk bisa memenangkan pertarungan di dunia trading forex adalah disiplin. Sekali Anda bisa menguasai “ilmu” kedisiplinan ini, maka langkah Anda akan membawa Anda semakin dekat dengan keuntungan.

Mengulas Sistem Trading Forex “3 LITTLE PIGS“

Berbicara mengenai sistem trading, tidak ada sistem trading forex yang sempurna dalam dunia trading. Saya telah sering berkunjung ke berbagai forum untuk mencari-cari sistem terbaik dan akhirnya saya menemukan “ 3 Little Pigs Trading System “. Sistem ini sangatlah sederhana namun luar biasa efektif. Bagaimana sistemnya ? Berikut ini saya akan memberikan langkah – langkah untuk menggunakan sistem ini. Yuk mari kita bahas satu persatu.

  1. Ringkasan Sistem

    Sistem ini berdasarkan 3 kerangka waktu ( time frame ) yakni mingguan, harian dan 4 jam. Berikut ini ketentuan jika anda ingin menggunakan sistem ini :

    • Menggunakan Simple Moving Average (SMA) periode 55 pada time frame mingguan

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 21 pada time frame harian

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 34 pada time frame 4 Jam

  1. Mata Uang

    Anda bisa menggunakan sistem ini untuk pair – pair berikut yakni AUD/USD, EUR/GBP, EUR/JPY, EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD, USD/CHF, USD/JPY

  1. Entry Buy / Sell

    Berikut ini ketentuan untuk mengambil posisi :

    • Posisi BUY

      • Harga berada di atas SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di atas SMA periode 21 pada time frame harian

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di atas SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi buy.

    • Posisi SELL

      • Harga berada di bawah SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di bawah SMA periode 21 pada time frame harian, saya akan masuk

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di bawah SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi sell

    Berikut ini contoh pengambilan posisi sell pada pair EUR/USD :

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

Stoploss

Stoploss diperlukan untuk membatasi kerugian. Pertama, periksa indikator Average True Range (ATR) periode 14 dan ditambahkan ke semua grafik 4 jam. Kedua, tambahkan level tertinggi dan level rendah yang ada pada ATR (ditampilkan di sebelah kanan) dan kalikan dengan 25%, lalu saya menempatkan stoplossnya di atas / bawah 34 SMA pada jangka waktu 4 Jam. Untuk memperjelas saya akan lampirkan contoh langsung untuk Anda :

 trading forex, forex indonesia, forex

Gambar diatas adalah gambar EUR/USD untuk time frame 4 Jam dan mengasumsikan bahwa harga berada di bawah SMA 55 pada time frame mingguan dan SMA 21 pada time frame harian. Harga telah menyentuh 34 SMA dan telah ditutup di bawah itu. Tinggi dan Rendah dari ATR (14) adalah 28 dan 12 yang jika ditambah menjadi 40. Lalu saya ambil 25% dari nilai tersebut menjadi 10 point. Untuk mendapatkan Stop lossnya, saya tambahkan ini dari saat closing value SMA 34 menjadi 1.33846 (1.33746 + 100).

TARGET

Di sesuaikan dengan risk dan reward ratio minimal 1: 1 atau menggunakan trailing stop.

Informasi Tambahan

  1. Jangan pernah entry, jika salah satu timeframe tidak sesuai dengan ketentuan
  2. Jangan lupa tempatkan stoploss

Kelemahan

  1. Tidak cocok untuk trader agresif
  2. Diperlukan kesabaran untuk entry ke pasar

Silakan coba sistem trading forex ini di demo akun kami. Jika Anda cocok dengan sistem trading ini, Anda bisa mencoba di akun real FOREXIMF.com. Selamat mencoba, happy trading

Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?

Harga minyak mentah dunia terperosok hingga tembus ke bawah $30 per barrel. Apa yang terjadi? Bagaimana potensi pergerakan selanjutnya?

Untuk harga minyak mentah dunia, level harga $20 per barrel merupakan level yang perlu diperhatikan. Rata-rata ongkos produksi per barrel minyak mentah berdasarkan ongkos produksi 20 negara penghasil minyak terbesar di dunia berada di kisaran angka itu, tepatnya sekitar $27. Dengan demikian, secara fundamental harga minyak mentah sulit untuk bertahan lama di bawah $20 per barrel. Pertanyaannya kemudian adalah: berapa lama dan di mana batas bawahnya?

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Sumber: UCube by Rystad Energy; Interactive published Nov. 23, 2015

West Texas Intermediate (WTI) telah mengalami kejatuhan hingga $29.93 per barrel pada tanggal 12 Januari 2016. Harga itu merupakan level terendah sejak Desember 2003, yang artinya terendah dalam 12 tahun terakhir.

Masalah Biaya Operasional

Jatuhnya harga minyak akibat rendahnya permintaan dari negara berkembang (sehingga persediaan menjadi terlalu berlimpah) bisa jadi akan mengundang masalah bagi perusahaan minyak dan mereka akan menghadapi masalah biaya operasional. Menurut perkiraan pemerintah Malaysia, mereka akan mengalami kerugian sebesar 300 juta ringgit (sekitar $68 juta) setiap penurunan harga minyak mentah sebesar satu dollar. Conoco Phillips kehilangan pendapatan bersih sebesar $1,79 juta tiap kuartal untuk setiap penurunan harga minyak sebesar 10 USD.

British Petroleum Plc (Inggris) terpaksa harus memutus hubungan kerja dengan  4.000 pekerjanya, Petroleo Brasileiro SA (Brasil) memangkas rencana anggaran menjadi $98,4 milyar dari sebelumnya $130 milyar. Sementara itu Petronas (Malaysia) menyatakan bersiap untuk menghadapi tahun-tahun yang berat.

U.S. Energy Information Administration merevisi perkiraannya untuk harga minyak WTI di tahun 2016 sebesar 24% menjadi $38.54 per barrel. Mereka memperkisakan bahwa harga minyak akan kembali mencapai keseimbangan di tahun 2017.

Penguatan USD juga bisa mempengaruhi harga minyak dan membuat harga tertekan di bawah $30.

Tekanan yang dialami harga minyak dunia saat ini seolah mengabaikan pernyataan Sekjen OPEC, Abdullah Al-Badri, menjelang penghujung tahun lalu. Al-Badri menyatakan bahwa harga minyak tidak akan terus mengalami penurunan dan akan naik paling tidak dalam beberapa bulan hingga setahun mendatang. Ini karena produksi negara-negara non-OPEC telah mengalami penurunan hingga 400-500 ribu barrel per hari dan di tahun 2016 OPEC tidak akan melakukan produksi di harga minyak yang sekarang.

Pandangan Teknikal

Harga minyak secara teknikal memang sedang berada di bawah tekanan. Untuk outlook jangka pendek hingga menengah, bias bearish masih mendominasi pergerakan harga minyak mentah. Namun untuk outlook jangka panjang, terlihat bahwa harga minyak mentah saat ini berada di area support teknikal jangka panjang, yaitu kisaran $33.20 (harga terendah tahun 2009) hingga $16.70 (terendah tahun 2001). Secara teknikal, area support adalah area yang tepat untuk membuka posisi buy. Dengan kata lain, area support – sekali lagi secara teknikal – adalah area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Trader komoditi yang melihat peluang ini biasanya mencoba untuk mencari sinyal teknikal guna membuka posisi buy untuk jangka panjang. Apalagi stochastic dan CCI di chart bulanan telah memperlihatkan indikasi jenuh jual (oversold). Memang benar bahwa indikasi oversold belum tentu akan diikuti oleh kenaikan harga, namun area support yang terlihat membuat indikasi oversold itu menjadi berarti.

Adapun potensi rebound harga minyak untuk sementara adalah kisaran $38-40 per barrel sebagai target jangka menengah. Secara teknikal, agak berat untuk melihat rebound yang lebih tinggi untuk tahun ini, kecuali jika harga minyak mampu tembus ke atas $40 per barrel. Jika pun itu terjadi, target pergerakan realistis selanjutnya hanyalah hingga kisaran $50-60 per barrel.

Namun apa yang terjadi jika seandainya harga minyak terus turun? Tampaknya kisaran $16.70 untuk sementara menjadi level ekstrim yang mungkin bisa dicapai harga minyak tahun ini.

Let’s wait and see.

Ini Forex Trading, Bukan Lampu Aladin

Beberapa orang menganggap bahwa forex trading adalah sebuah investasi yang ajaib, yang mampu menghasilkan keuntungan berlipat-lipat ganda dalam waktu singkat. Benarkah?

Memang mungkin saja seorang trader bisa mengembangkan keuntungannya hingga ratusan persen dari modal awalnya. Ada seorang trader kondang bernama Ed Seykota. Ia pernah menumbuhkan modal dari $5,000 menjadi $15,000,000 dalam kurun waktu 12 tahun. Itu berarti ia berhasil mengembangkan modal hingga sebesar 300 ribu persen. Tetapi coba perhatikan, ia melakukan itu dalam kurun waktu 12 (dua belas) tahun. Dalam kurun waktu tersebut, sebagaimana pengakuannya sendiri, ia pernah mengalami sekian banyak kerugian.

Tetapi itu Ed Seykota, sang Market Wizard. Tidak banyak trader seperti dia di dunia ini. Untuk kita kalangan “trader papan bawah”, untuk sementara ini cukuplah menargetkan bisa memperoleh keuntungan secara konsisten saja dulu.

trading_forex_bukan_lampu_aladin

Forex trading adalah salah satu bentuk bisnis. Layaknya bisnis, dibutuhkan banyak hal untuk bisa sukses. Anda tidak bisa sekedar membuka akun trading, lalu duduk manis mengharapkan uang Anda berkembang ratusan persen per bulan. Ada pengetahuan, perencanaan, strategi, kesabaran, kedisiplinan dan tentu saja keberanian yang harus terlibat di dalamnya.

Pengetahuan

Knowledge is power. Tanpa pengetahuan yang memadai, akan sulit bagi Anda untuk bisa melakukan trading dengan baik.

Anda harus membekali diri dengan pengetahuan dasar mengenai trading. Mulailah benar-benar dari dasarnya dulu, baru kemudian secara bertahap meningkat ke level yang lebih tinggi. Itulah cara belajar yang benar.

Kebanyakan pemula mengabaikan hal ini dan langsung loncat ke topik yang rumit semisal sistem trading. Mereka tidak menyadari bahwa secanggih apa pun, setiap sistem trading sesungguhnya memiliki kelemahan. Dengan mengetahui kelemahan sebuah sistem atau strategi trading, Anda akan bisa merencanakan antisipasi yang bisa dilakukan jika sistem tersebut tidak berjalan dengan baik. Nah, untuk bisa mengenali keunggulan dan kelemahan sebuah strategi, Anda tentu harus memiliki dasar keilmuannya terlebih dahulu. Masuk akal, bukan?

Perencanaan

If you failed to plan, you have planned to fail. Seperti yang disampaikan di atas, forex trading adalah bisnis. Jika Anda ingin bisnis Anda berkembang, tentu Anda harus membuat perencanaan, bukan?

Anda tidak mungkin membuat keputusan bisnis hanya dengan melemparkan koin. Ada banyak parameter yang harus Anda pikirkan. Begitu juga dengan trading.

Nah, berarti ini erat kaitannya dengan poin pertama di atas: pengetahuan. Mana mungkin Anda bisa membuat perencanaan yang baik tanpa mengetahui apa sebenarnya yang harus dipersiapkan?

Buat rencana trading (trading plan) dengan detil. Mulai dari berapa modal yang akan dipergunakan, berapa persen toleransi resiko yang siap ditanggung, apa strategi yang akan digunakan hingga apa yang akan dilakukan jika resiko (loss) terjadi.

Contoh trading plan bisa Anda lihat di sini.

Strategi

Sebagaimana telah disinggung, kebanyakan trader pemula langsung loncat ke bagian ini. Padahal strategi yang berhasil diterapkan oleh seorang trader belum tentu bisa memberikan efek yang sama ketika dipergunakan oleh trader lain. Mengapa?

Karena strategi trading yang baik adalah strategi yang memang cocok dengan karakter seseorang. Ibarat motif pakaian, baju dengan motif garis-garis horizontal biasanya tidak cocok dikenakan oleh orang yang berbadan gemuk, karena akan membuatnya terlihat semakin gemuk. Sebaliknya, baju dengan motif garis-garis vertikal justru tidak cocok untuk dikenakan orang berbadan kurus, karena akan membuatnya terlihat semakin kurus.

Ada banyak sekali varian strategi trading. Ada strategi yang agresif, ada pula yang konservatif. Ada strategi scalping, swing trading, breakout trading, dan lain-lain. Anda harus bisa memilih mana yang cocok dengan karakter Anda. Lagi-lagi, pemilihan strategi yang tepat hanya akan bisa dilakukan jika Anda memiliki pengetahuan yang cukup.

Tak kalah penting: Anda harus menguji coba setiap strategi yang akan dipergunakan. Anda bisa memanfaatkan demo account untuk hal tersebut. Kenali setiap keunggulan dan kelemahannya. Ketika Anda sudah bisa mempergunakannya dengan nyaman (ditandai dengan terkumpulnya keuntungan secara konsisten), maka Anda sudah siap untuk menjajalnya di real account.

Kesabaran

Cukup banyak orang yang ingin segera mendapatkan hasil segera (instan). Sadarlah, ini bisnis, bukan memasak mi instan. Bahkan untuk menikmati seporsi mi instan pun Anda harus merebus air terlebih dahulu, lalu merebus mi instan tersebut setidaknya tiga menit. Ditambah dengan waktu yang diperlukan untuk mendidihkan air, setidaknya Anda membutuhkan sepuluh hingga lima belas menitan sebelum bisa menyantap mi instan tersebut (dalam kondisi normal dan alat masak biasa).

Itu baru tentang mi instan, apalagi jika kita bicara bisnis dengan potensi yang cukup besar.

Dibutuhkan kesabaran dalam menjalankan strategi trading untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal. Selain itu, pengaturan modal yang kuat juga turut menentukan tingkat keberhasilan Anda.

Sah-sah saja Anda menetapkan target keuntungan yang tinggi, namun Anda tentu paham bahwa target harus terukur dan realistis. Anda harus bisa mengukur sejauh mana kekuatan modal Anda, sehingga target yang Anda pasang menjadi masuk akal untuk bisa Anda capai.

Misalnya, tentu tidak realistis bagi trader seperti kita untuk menyamai pencapaian Ed Seykota seperti yang telah diceritakan di awal, hanya dengan modal sebesar $500 dan pengalaman serta pengetahuan yang minim. Maka dari itu, yang terpenting adalah mengusahakan agar kita bisa menghasilkan profit yang konsisten dan prestasi itu bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Ed Seykota berhasil mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam 12 tahun. Anda boleh berusaha meniru jejaknya, namun bersabarlah dan pergunakan cara yang tepat.

Sebagai contoh, Anda bisa memperbanyak jumlah transaksi tiap kali modal bertambah besar. Misalkan dengan modal awal $1,000 Anda menggunakan 0.1 lot tiap kali transaksi, maka ketika modal sudah menjadi (misalnya) $2,000 maka Anda boleh menggunakan 0.2 lot tiap kali membuka posisi. Atau Anda bisa menerapkan strategi anti martingale atau pyramiding.

Lakukanlah secara bertahap dan penuh kesabaran.

Kedisiplinan

Ini erat kaitannya dengan kesabaran. Orang yang tidak sabaran akan sulit untuk bisa disiplin.

Setiap keputusan yang Anda ambil harus berdasar pada trading plan yang telah Anda buat. Plan your trade, trade your plan.

Lakukanlah transaksi hanya jika Anda telah melihat ada sinyal yang jelas dari sistem atau strategi trading Anda. Jika belum ada sinyal, jangan lakukan transaksi.

Demikian pula ketika Anda memutuskan untuk menutup transaksi, lakukanlah hanya jika sistem trading Anda memperlihatkan ada kemungkinan bahwa pasar akan berbalik arah. Intinya, ambil semua keputusan secara obyektif berdasarkan trading plan Anda.

Keberanian

No guts, no glory. Percuma jika Anda telah susah payah menyusun trading plan, meriset strategi yang Anda anggap profitable, namun Anda tidak punya keberanian untuk menjalankannya.

Resiko adalah bagian dari trading. Bahkan Ed Seykota pun mengakui pernah merasakan pahitnya loss, namun nyatanya ia tetap berjaya di dunia trading.

Sekali lagi: ini bisnis, Bung. Harus ada jerih payah yang terlibat di dalamnya. Anda tidak bisa mengharapkan keajaiban datang begitu saja seperti Anda menggosok lampu Aladin lalu sesosok jin jenaka berwarna biru muncul untuk mengabulkan setiap keinginan sambil berkata, “Your wish is my command.” Kalau memang seperti itu adanya, saya juga mau.

Memulai Trading Forex Pun Butuh Strategi

Pernahkah Anda mendengar anggapan bahwa kalau ingin cepat kaya, lewat trading forex? Banyak pemula yang terjun di dunia trading juga karena beranggapan demikian. Akan tetapi, tak sedikit diantara mereka kemudian terus menerus mengalami loss bahkan menghabiskan modal yang mungkin mereka kumpulkan dengan susah payah. Tragis, bahkan dapat menimbulkan trauma sehingga banyak pemula yang kapok trading forex lagi bahkan mungkin menyebarluaskan bahwa trading forex itu “nggak bener”. Padahal banyak penyebab seorang trader pemula gagal lantaran pengetahuan dan pengalaman yang masih minim, menerapkan strategi forex yang asal-asalan, atau dari emosi yang tidak stabil.

Artikel sederhana ini akan mengulas dan membedah apa saja yang perlu diperhatikan seorang trader dalam trading forex.

1. Pelajari betul-betul

Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Sama halnya apabila Anda belum mengenal dunia trading forex, mana mungkin Anda bisa meraih keuntungannya. Pelajari semua yang berhubungan dengan trading forex secara utuh, jangan setengah-setengah. Memang perlu waktu untuk seorang pemula memahaminya. Akan tetapi, tidak perlu khawatir ada banyak jalan, bisa dipelajari sendiri dan bertanya pada ahlinya. Banyak pialang yang secara sukarela menyediakn tim untuk menjadi mentor para pemula, contohnya FOREXimf.com.

2. Pilihlah broker forex yang teregulasi resmi

Penting bagi seorang trader memilih broker forex karena semua kegiatan trading kita melalui broker tersebut. Pilihlah yang teregulasi resmi oleh pemerintah, dalam hal ini mendapat izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Lokasi kantor pialang tersebut juga harus jelas, jangan sampai broker Anda berada di negeri antah-berantah atau bisa dibilang alamatnya palsu. Tak kalah pentingnya, ada jaminan dana Anda tersimpan aman.

3. Kenali karakter diri dan analisa market

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, yang tahu pribadi seperti apa Anda ya hanya diri Anda sendiri. Mengapa karakter Anda penting karena karakter tersebut akan membentuk seperti apa sistem dan strategi trading Anda. Jangan sampai Anda ikut-ikutan strategi orang lain yang katanya bisa mendatangkan profit besar, tetapi mungkin tidak cocok dengan Anda. Karakter seorang trader juga menentukan dia akan menjadi tipe trader jangka pendek atau pun jangka panjang.

Setelah Anda benar-benar tahu seperti apa karakter Anda, hal yang tak kalah penting adalah memilih market yang cocok. Misalkan Anda ingin trading forex, maka Anda harus memilih di pair mana saja Anda akan ber-trading karena setiap pasangan mata uang tersebut memiliki tingkat volatilitas yang berbeda-beda. Ingat, jangan terlalu banyak memilih pasangan mata uang karena akan memecah perhatian dan menjadikan Anda tidak fokus. Dan yang terakhir coba beradaptasilah dengan keadaan market Anda.

4. Buat rencana trading

Rencana trading alias trading plan sangatlah berpengaruh terhadap jalannya proses trading forex. Pertama Anda tentukan target profit Anda tentunya berdasarkan analisa dan keadaan market saat itu. Kemudian jangan lupa menentukan besaran resiko yang sanggup Anda tanggung dengan memasang stoploss. Dalam penentuan target profit dan resiko loss Anda harus memperhatikan risk-to-reward ratio, yang sebaiknya perbandingan profit lebih besar dari pada loss. Terapkan juga money and risk management yang baik. Jagalah selalu agar Anda selalu berada di jalur yang benar sesuai rencana trading Anda.

5. Buat strategi trading yang sesuai dengan pribadi Anda

Sempat disinggung di atas bahwa suatu strategi trading forex tidak serta merta bisa diterapkan kepada semua orang. Strategi forex disesuaikan dengan kondisi karakter seorang trader. Ada banyak macam strategi mulai dari yang sederhana hingga tingkat kerumitan tinggi. Untuk menjadi seorang trader yang sukses tidak perlu berlagak jago menggunakan strategi yang rumit karena hal itu akan menyulitkan Anda sendiri. Gunakanlah strategi yang sederhana yang menggunakan analisa teknikal yang secukupnya. Ada teknik menggunakan trendline, teknik support-resistance, candlestick pattern, price pattern, dan masih banyak teknik lainnya. Semua teknik analisa ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kembali lagi pada trader lah yang memilih teknik analisa seperti apa yang cocok dengan pribadi nya.

6. Berlatih trading dan evaluasi strategi trading

Point pamungkas yang perlu Anda perhatikan yaitu berlatih trading forex dengan menerapkan strategi forex yang sudah Anda buat sendiri. Para pemula bisa belajar trading di demo account untuk menguji strateginya apakah mendatangkan profit atau malah merugi. Kuncinya jangan takut untuk mencoba, karena pengalaman Anda sendiri adalah guru terbaik Anda.

Setelah Anda mencoba strategi trading Anda, jangan lupa untuk mengevaluasinya. Evaluasi diperlukan untuk menilai kinerja strategi Anda. Keberhasilan strategi forex dilihat secara akumulatif memberikan profit yang konsisten. Pada perjalanan trading forex mengalami loss beberapa kali merupakan hal yang biasa asalkan tidak melebihi dari risk-to-reward ratio Anda. Dan yang paling penting Anda tidak boleh panik ketika menghadapi loss. Istirahatlah sebentar dan carilah dimana letak kesalahan Anda agar tidak terulang lagi. Ketika Anda sudah merasa mantap dan siap maka jangan ragu untuk melakukan real trading.

Selamat trading dan semoga sukses selalu. 🙂

Mengupas Strategi Scalping Dalam Trading Forex (Bag-2)

Akhir-akhir ini, scalping menjadi strategi forex yang kembali populer terutama di kalangan trader pemula, karena mereka sangat ingin memperoleh keuntungan dari trading forex setiap hari. Mereka tidak mau membiarkan posisi mereka terbuka hingga beberapa jam, hari, apalagi minggu. Mereka tidak mau menempatkan stop loss karena mereka tidak mau kehilangan uang mereka. Ada ketakutan bahwa mereka akan kehilangan uang mereka di keesokan hari jika mereka membiarkan posisi mereka overnight.

Alasan-alasan tersebut di atas sekilas terdengar masuk akal, namun masalahnya kemudan adalah tidak ada strategi forex yang menjamin bahwa seorang trader tidak akan mengalami kerugian dalam trading forex. Benar: TIDAK ADA. Tidak long term trading, tidak day trading, tidak pula scalping.

Bahkan strategi forex yang “terbaik” sekalipun tidak bisa menjamin bahwa setiap transaksi yang dilakukan PASTI akan berakhir dengan keuntungan. Tidak ada jaminan “akurat 100%”. Namun, dalam trading forex yang penting bukanlah akurasi dari setiap analisa, melainkan akumulasi hasil trading dari seluruh transaksi yang dilakukan. Strategi forex yang “terbaik” hanya bisa memberikan keuntungan pada Anda dalam jangka waktu yang panjang, bukannya instan. Itu pun harus disertai dengan pengelolaan modal yang baik dan langkah antisipasi resiko yang mantap.

Mengapa scalping menjadi begitu populer?

Bagaimana sih sebenarnya cara scalping yang baik? Mengapa scalping menjadi begitu populer?

Begini: sebenarnya tidak ada strategi forex yang terbaik. Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, tinggal apakah si trader yang menggunakan metode tersebut tahu atau tidak bagaimana dan kapan menggunakan metode tersebut. Suatu metode bisa jadi bekerja dengan baik pada seorang trader namun tidak bisa berjalan pada trader lain. Dalam trading forex, karakteristik dan tingkat pengetahuan masing-masing trader mempengaruhi tingkat kesuksesan sebuah strategi.

Hanya saja, scalping seakan-akan sudah menjadi “mainstream”. Apalagi ada klaim bahwa ada yang bisa “memformulasikan” pergerakan harga sehingga pasar menjadi sangat mudah untuk ditebak atau diprediksi. Tentu saja itu tidak benar, karena pergerakan pasar merupakan efek dari perilaku manusia, sementara perilaku manusia sendiri tidak bisa ditebak. Dus, pasar pun pada dasarnya unpredictable.

Konsep “history repeats itself”

Lalu bagaimana dengan konsep “history repeats itself” dalam analisa teknikal?

Konsep ini sebenarnya tidak mengacu pada kemampuan seorang technician (penganut analisa teknikal) dalam “meramal” pergerakan harga selanjutnya. Dalam analisa teknikal, seorang technician sebenarnya hanya “membaca” apa yang terjadi di pasar melalui pergerakan harga itu sendiri. Di masa lalu – dan selalu berulang – harga cenderung akan bergerak ke arah tertentu setelah kemunculan pola-pola pergerakan harga tertentu. Itulah yang dijadikan acuan untuk mengambil keputusan beli atau jual.

Begitupun, techinican mana pun tidak akan serta-merta menganggap hal itu adalah suatu kepastian. Dalam buku “Technical Analysis of the Financial Markets” karya John J. Murphy – yang konon adalah “the bible of technical analysis” – disebutkan bahwa analisa teknikal hanya memiliki akurasi sekitar 70%. Yang membuat analisa teknikal menjadi berharga adalah ketika ia dikombinasikan dengan risk & money management serta memiliki risk-reward-ratio yang baik.

Apa pun klaim orang tentang strategi forex tertentu, pada kenyataannya trading forex tetaplah aktivitas bisnis yang memiliki resiko. Dengan demikian, meskipun peluang keuntungan yang ditawarkan memanglah sangat tinggi, pada kenyataannya hal itu baru akan bisa dicapai dengan tingkat keahlian yang memadai. Trading forex bahkan bisa berbahaya bagi mereka yang melakukan transaksi dengan emosional.

Beruntung, FOREXimf.com menyediakan konten edukasi dan secara rutin mengadakan Webinar untuk membantu dan membimbing siapa pun yang ingin belajar trading forex.

Kapan metode scalping bisa diterapkan?

Karena para scalper senantiasa melakukan transaksi dalam “kecepatan tinggi”, maka konsentrasi yang tinggi pun mutlak diperlukan. Koneksi internet yang cepat dan stabil juga harus dimiliki, agar memungkinkan untuk mengeksekusi transaksi dalam hitungan detik.

Jika Anda ingin melakukan scalping, Anda sebaiknya memilih major currency pair yang memiliki likuiditas dan aktivitas perdagangan yang tinggi. Selain itu, waktu yang dipilih untuk menjalankan strategi scalping sebaiknya adalah waktu-waktu di mana ada “overlapping” pasar, misalnya di waktu ketika pasar Asia, Eropa dan London sama-sama aktif.

Jangan jalankan metode ini jika Anda merasa tak punya cukup waktu atau tak bisa berkonsentrasi penuh pada chart Anda. Jangan pula mencoba untuk scalping jika Anda tidak fit secara fisik maupun psikis. Apalagi ketika Anda sedang dalam kondisi psikologis yang emosional. Bahkan keinginan untuk membalas kerugian yang terdahulu (revenge trading) pun harus Anda hilangkan dari pikiran Anda.

Kesimpulan

Scalping, betapa pun diklaim sebagai strategi trading forex yang menguntungkan, tidaklah cocok untuk semua orang. Metode ini justru hanya cocok untuk mereka yang memenuhi kriteria-kriteria berikut:

  1. Sabar
  2. Teliti
  3. Tidak mudah stress
  4. Bisa dengan cepat mengambil keputusan yang efektif di situasi genting
  5. Tidak emosional dalam trading
  6. Memiliki pengetahuan memadai tentang beragam metode trading
  7. Memiliki “jam terbang” tinggi
  8. Memiliki daya konsentrasi yang tinggi (fokus)
  9. Memiliki daya tahan tubuh yang tinggi
  10. Jangan lupa: koneksi internet yang cepat dan stabil.

Jika Anda memenuhi semua kriteria di atas, go with it. Jika tidak, jangan coba-coba. Tunggulah hingga Anda memiliki semua kriteria tersebut.

Jangan menelan mentah-mentah kisah manis mengenai scalping yang mungkin Anda dengar dari teman Anda. Ingatlah bahwa tidak pernah ada rumus khusus yang menjamin bahwa Anda akan sukses dalam melakukan scalping. Ingat bahwa metode yang berhasil pada seseorang belum tentu akan berhasil pada diri Anda. Yang sebaiknya Anda lakukan adalah mencoba untuk menemukan metode apa yang cocok sebagai strategi trading forex Anda.

Semoga sukses. 🙂

Rahasia Menyusun Strategi Trading Forex

“Halo. Kami menyediakan sinyal trading forex terbaik berdasarkan strategi forex yang telah kami kembangkan. Akurasi hingga 99%. Dapatkan hanya dengan USD 150 per bulan.”

Apakah Anda pernah menerima e-mail, atau penawaran di Facebook, atau dari mana saja yang senada dengan kalimat pembuka di atas? Jika ya, apakah Anda pernah mencoba menggunakan jasa sinyal trading forex dari mereka? Jika ya, apakah hasilnya memuaskan?

Untuk pertanyaan yang terakhir, meskipun Anda menjawab “tidak” atau “ya”, saya akan tetap menanyakan pertanyaan ini: “Apakah Anda ingin bisa menciptakan strategi trading forex Anda sendiri?”

Jika Anda kembali menjawab “ya”, welcome! Silakan baca artikel ini sampai selesai. 🙂

Banyak jalan menuju Roma

Trader mana pun tentu ingin bisa memiliki strategi forex yang bagus. Ada banyak cara untuk itu, misalnya dengan mencari di internet, atau memanfaatkan jasa sinyal trading forex berbayar seperti yang dicontohkan di atas. (Namun hati-hati dengan klaim “akurasi hingga 99%”, karena klaim seperti itu biasanya hanya omong kosong belaka!)

Mengikuti seminar atau kursus pun bisa menjadi alternatif. Ada seminar atau kursus yang menawarkan sistem trading tertentu bagi para pesertanya. Ini tentu lebih menghemat waktu dan tenaga. Hanya saja biaya untuk pelatihan trading forex seperti itu biasanya sangat mahal. Bahkan seringkali terlalu mahal, jika dibandingkan dengan ilmu yang diperoleh. Dengan kata lain, Anda bisa mendapatkan teori yang diajarkan dengan biaya yang jauh lebih murah, bahkan gratis!

Padahal, tahukah Anda bahwa sebenarnya Anda pun bisa membangun sendiri strategi forex Anda? Bahkan bisa sangat menyenangkan, mudah dan – percaya atau tidak – lebih cepat daripada yang Anda pikirkan.

Semua ingin menang, tapi tak semua tahu caranya

Mengapa kebanyakan trader gagal membangun strategi forex-nya sendiri? Karena tidak semua orang tahu bagaimana caranya.

Untuk bisa menyusun sebuah strategi trading forex, Anda tentu harus memiliki akses ke grafik pergerakan harga. FOREXimf.com menyediakan platform trading berbasis MetaTrader yang bisa Anda pergunakan untuk itu.

Selain itu, Anda juga perlu membuat catatan-catatan untuk menuangkan ide-ide Anda. Ide-ide inilah yang nantinya akan Anda aplikasikan ke dalam strategi forex yang akan Anda susun dan Anda uji di platform trading.

Mengapa perlu membuat sendiri

Strategi forex yang Anda susun sendiri pasti akan lebih sesuai dengan karakteristik Anda sebagai trader. Pada gilirannya, strategi tersebut akan memberikan hasil yang memuaskan, karena Anda tahu persis di mana kelebihan dan kekurangannya. Anda akan bisa memaksimalkan kelebihannya dan menutupi kekurangannya dengan mudah, karena Anda sendirilah yang menciptakannya.

Berbeda jika Anda menggunakan strategi milik orang lain. Sudah pasti orang itu menciptakan strategi yang cocok dengan dirinya sendiri, padahal belum tentu gaya trading orang tersebut sama dengan gaya trading Anda.

Kapan dan di mana?

Sebelum Anda menyusun strategi trading forex Anda sendiri, ada baiknya untuk menetapkan terlebih dahulu tipe trader seperti apa Anda ini. Apakah day trader, atau justru Anda adalah tipe investor yang suka menahan posisi untuk jangka waktu panjang?

Ini nanti erat kaitannya dengan penggunaan time frame. Apakah Anda akan menggunakan time frame satu menitan, satu jam, atau bahkan bulanan? Pastikan Anda memilih time frame yang sesuai dengan karakter Anda. Jangan lupa, semakin panjang time frame yang Anda pilih, maka semakin panjang pula nantinya posisi trading Anda akan terbuka.

Setelah itu, Anda perlu juga menetapkan fokus Anda. Di instrumen mana nantinya Anda akan bertransaksi? Forex, indeks saham, atau komoditi? Jika misalnya forex: di currency pair mana saja? Jika indeks saham: Asia atau USA? Fokus sangat penting bagi trader untuk mengoptimalkan pembacaan analisa dan pemantauan pasar. (Baca: “Don’t Put Your Eggs In One Basket” Dalam Trading Forex)

Indikator apa yang digunakan?

Ada sangat banyak indikator teknikal. Anda tidak perlu mempergunakan semuanya. Lalu apa yang sebaiknya dipergunakan?

Anda bisa mengkombinasikan setidaknya DUA JENIS indikator. Strategi yang Anda susun sebaiknya bisa memberikan informasi mengenai trend dan petunjuk kapan sebaiknya membuka posisi (buy atau sell). Sebagai contoh, Anda bisa memasukkan Moving Average, Bollinger Band, atau Parabolic SAR sebagai indikator arah trend. Tidak perlu memasukkan tiga-tiganya, cukup pilih salah satu saja.

Sebagai petunjuk kapan waktunya buy atau sell, Anda bisa memilih stochastic oscillator, CCI, MACD, dan sebagainya. Juga tidak perlu memasukkan terlalu banyak. Maksimal dua osilator saja cukup.

Hindari memasukkan terlalu banyak indikator ke chart Anda, sebab hal itu berpotensi akan membuat Anda bingung. Dua atau tiga macam indikator saja sebenarnya sudah cukup baik, asalkan kedua fungsi yang disebutkan di atas (trend dan petunjuk masuk posisi) sudah terpenuhi.

Jika Anda sudah cukup mahir, bisa jadi Anda tak membutuhkan indikator teknikal sama sekali. Anda bisa mempergunakan pattern, misalnya. Yang jelas, Anda harus memilih: indikator mana yang akan Anda pergunakan, hanya akan menggunakan pattern, atau justru mengkombinasikanya.

Tentu saja, Anda harus mempelajari terlebih dahulu tiap-tiap indikator. Ini memang memakan waktu, namun Anda bisa mencobanya terlebih dahulu melalui Backtest. Setelah mencoba, Anda akan tahu indikator apa yang paling Anda sukai.

Susun dan uji coba

Susun indikator yang Anda pilih ke dalam aturan-aturan trading Anda. Misalnya, jika Anda menggunakan Moving Average, tetapkan periode berapa saja yang akan digunakan. Kemudian, dipadukan dengan indikator apa saja (ingat, jangan terlalu banyak).

Tetapkan aturan pada kondisi apa saja Anda boleh buy atau sell. Tak kalah pentingnya adalah Anda juga harus menetapkan berapa jauh level stop loss (SL) dan take profit (TP) berdasarkan strategi yang Anda susun itu. Terapkan risk to reward ratio serta money management yang baik pula. Pada langkah ini sebenarnya Anda sedang menyusun sebuah trading plan yang super-penting itu.

Langkah berikutnya adalah menguji strategi tersebut. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menguji sebuah strategi trading forex: forward testing dan backtesting.

Forward testing adalah menguji strategi dalam trading forex secara real time. Anda benar-benar mengikuti pasar secara “live”. Kekurangan metode ini adalah waktu yang diperlukan akan sangat panjang. Sebagai informasi, sebuah strategi akan dianggap baik jika mampu menghasilkan profit secara konsisten setidaknya dalam kurun waktu 1-2 tahun.

Untuk menyiasatinya Anda bisa menggunakan metode backtesting. Alat untuk melakukan backtest sudah dipersiapkan di MetaTrader, namanya “Strategy Tester”. Pergunakan data harga dua tahun terakhir misalnya. Contoh penggunaannya bisa Anda baca di sini.

Dalam melakukan uji coba, singkirkan keinginan untuk mendapatkan hasil sempurna. Hal itu hanya akan mengganggu obyektivitas Anda. Namanya juga “menguji”, tentu harus obyektif supaya kita tahu di mana kesalahan-kesalahan yang harus diperbaiki.

strategi forex, trading forex

Evaluasi

Setelah Anda menguji suatu strategi, lakukanlah evaluasi. Apakah hasilnya sudah cukup baik, atau justru buruk?

Parameter “hasil yang baik” di sini bukanlah “akurasi 99%”, melainkan apakah strategi tersebut bisa memperbesar modal dalam kurun waktu tertentu. Jangan terlalu serakah juga, keuntungan 10-15% per bulan sudah sangat baik lho!

Jika hasilnya sudah cukup baik, maka saatnya menerapkan strategi tersebut. Untuk amannya, gunakan demo account selama setidaknya satu-dua bulan. Jika sudah mantap, tak ada salahnya mempraktekkannya di real account.

Jika hasilnya buruk, ada dua hal yang bisa dilakukan: uji coba dengan pengaturan (setting) lain, atau ganti metode/indikatornya, lalu mulai dari tahap uji coba lagi.

Bagaimana, apakah Anda sudah siap menciptakan strategi trading forex Anda sendiri?

Selamat bereksperimen.