Trading adalah aktivitas utama di pasar forex, komoditi ataupun indeks saham. Istilah “trading” di pasar finansial berarti tindakan menjual dan/atau membeli instrumen-instrumen finansial dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Posts

3 Pelajaran Dari Pengalaman Trading di Tahun 2016

Tahun 2016 baru saja berakhir. Pergerakan pasar di tahun 2016 bisa dikatakan agak “ramai” dan sebenarnya ada setidaknya tiga hal penting yang bisa kita jadikan pelajaran sebagai bekal untuk menghadapi pasar trading forex di tahun-tahun berikutnya. Apa saja ya, kira-kira? Yuk, kita mulai.

1. Jangan terburu-buru “mengejar” even besar

Volatilitas memang adalah “sahabat baik” bagi trader-trader jangka pendek dan pada kenyataannya memang saat terbaik dalam “menangkap” peluang dalam volatilitas adalah ketika ada data ekonomi atau berita geopolitik yang besar.

Di tahun 2016 sendiri kita bisa melihat ada beberapa even besar yang memicu volatilitas dengan signifikan, semisal referendum Brexit dan pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS).

Banyak trader yang mencoba untuk “menerka” pergerakan harga bahkan sebelum kedua even besar tersebut diwartakan. Mereka yang “bertaruh” bahwa Inggris akan tetap berada di dalam keanggotaan Uni Eropa, atau mereka yang yakin bahwa Donald Trump tidak akan memenangkan pilpres AS,  ternyata tidak sukses meraih keuntungan. Bahkan “kubu” trader yang beranggapan kemenangan Donald Trump akan berakibat buruk bagi USD juga harus bertekuk lutut ketika sentimen pasar berbalik 180 derajat dengan cepat.

Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut adalah bahwa ada kalanya kita harus bersabar untuk membiarkan gejolak pasar sedikit mereda sebelum mengambil keputusan. Karena seringkali ada banyak peluang untuk menangkap koreksi-koreksi kecil seiring pembentukan trend yang jelas, yang mana hal itu bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

2. Ingat selalu: “The trend is your friend”

Kalimat “the trend is your friend” ini – mungkin – bagi sebagian trader terdengar usang, itulah mungkin sebabnya mengapa mereka cenderung mengabaikan konsep trading yang paling dasar ini.

Tugas utama kita sebagai trader adalah me-manage resiko ketika kita salah. Salah satu implementasinya adalah sebisa mungkin memperkecil kerugian. Sebaliknya, manakala kita benar (profit), maka tantangan yang dihadapi adalah memaksimalkan keuntungan tersebut dan hal ini dimungkinkan jika kita melakukan transaksi yang searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Itulah hal yang menarik dari trading forex. Jika manajemen resiko dijalankan dengan benar dan dikombinasikan dengan mematuhi konsep “the trend is your friend”, maka potensi untuk memperbesar keuntungan akan jauh lebih besar daripada resikonya.

3. Setialah pada trading plan

Kesalahan klasik dan selalu berulang – dan merupakan “dosa besar” dalam trading – yang sering dilakukan trader adalah “pengkhianatan” terhadap trading plan yang disusunnya sendiri.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang trader mengkhianati trading plan-nya sendiri. Di antaranya adalah hilangnya rasa percaya diri akibat kerugian yang baru dialami.

Anda seharusnya menganggap setiap transaksi sebagai “awal yang baru”, agar Anda tetap bisa mempertahankan kepercayaan diri. Jangan biarkan kerugian yang dialami membuat Anda menjadi terlalu berhati-hati sehingga menurunkan batas toleransi resiko dari yang telah ditetapkan dalam trading plan. Jangan batasi potensi keuntungan yang bisa dihasilkan oleh strategi yang sebenarnya sudah bagus hanya karena ketakutan akan mengalami kerugian lagi. Menurunkan batas toleransi resiko hanya karena ketakutan seperti ini justru akan mempersulit langkah Anda untuk menutupi kerugian yang telah terjadi sebelumnya.

Tidak ada alasan untuk – misalnya – menurunkan toleransi resiko per transaksi dari 10% menjadi 5% hanya karena Anda mengalami kerugian sebelumnya. Yang seharusnya bisa masuk posisi sebesar 1 lot, direduksi menjadi 0.5 lot. Ini tidak perlu.

Sebaliknya, banyak pula trader yang lantas merasa terlalu percaya diri karena baru mendapatkan keuntungan yang besar. Sebagai contoh, ada trader yang sempat memperoleh untung besar karena berhasil mendapat peluang dari pergerakan GBPUSD saat referendum Brexit. Di transaksi selanjutnya, karena merasa jumawa, ia menjadi lebih agresif dan melipatgandakan lot. Ini berbahaya karena ketika ia mengalami kerugian maka hal tersebut dengan cepat melenyapkan keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya. Kesalahan fatal dalam manajemen resiko.

Semoga di tahun 2017 ini kita bisa meningkatkan performa trading forex dengan mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat di tahun 2016.

Selamat menyambut tahun baru, semoga semakin sukses.

0 Comments

Kebijakan Bank Sentral: Seberapa Pentingkah?

Anda mungkin telah memahami bahwa pergerakan kurs mata uang juga dipengaruhi oleh tingkat suku bunga yang ditetapkan bank sentral negara tersebut. Sementara, tingkat suku bunga, yang merupakan kebijakan moneter, juga dipengaruhi oleh penilaian bank sentralnya atas stabilitas ekonomi dan harga.

Beroperasinya bank sentral membutuhkan pimpinan yang biasa disebut sebagai Ketua, Gubernur, atau Presiden. Mereka adalah individu-individu yang bisa dikatakan merupakan “suara” dari bank sentral tersebut. Merekalah yang bertugas menyampaikan arah kebijakan moneter bank sentral yang dipimpinnya kepada pasar. Tiap kali mereka naik ke podium, mimbar, atau berbicara di suatu forum, hampir bisa dipastikan semua orang akan pasang telinga.

Penting bagi trader untuk mengetahui potensi arah kebijakan moneter (alias suku bunga) bank sentral tertentu karena naik atau turunnya suku bunga akan berpengaruh pada penguatan atau pelemahan mata uang negara tersebut. Untungnya, sekarang kita bisa dengan mudah mendapatkan akses informasi pernyataan pemimpin-pemimpin bank sentral. Jadi, lain kali jika Janet Yellen atau Mario Draghi memberikan pernyataan, buka mata dan telinga Anda lebar-lebar.

Memang pemimpin bank sentral bukanlah satu-satunya pihak yang membuat kebijakan moneter untuk suatu negara atau perekonomian, tetapi setiap pernyataan mereka bisa dianggap sebagai “sabda”. Pernyataan-pernyataan mereka bisa mempengaruhi pasar dan seringkali diikuti oleh pergerakan harga yang signifikan. Meskipun demikian, tidak semua pemimpin bank sentral memiliki “kekuatan” yang sama.

Pernyataan para pemimpin bank sentral bisa berupa alasan di balik keputusan tingkat suku bunga diskusi terkait pertumbuhan ekonomi, hingga perkiraan perubahan ekonomi ke depan. Biasanya setiap pernyataan mereka disiarkan secara live oleh televisi-televisi yang memang khusus memberitakan berita-berita ekonomi seperti Bloomberg atau CNBC.

Tetapi Anda tidak perlu kecewa jika tidak bisa menyimak pernyataan mereka secara langsung, sebab segera setelah pidato atau pengumuman disampaikan, Anda bisa dengan segera mengetahui topik pembicaraan mereka di internet. Kalau Anda tidak berlangganan Bloomberg TV atau CNBC, Anda masih bisa mendapatkan informasinya melalui website mereka.

Para analis dan trader forex biasanya akan mencerna pernyataan para pemimpin bank sentral terutama apabila yang mereka sampaikan berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi atau suku bunga. Reaksi pasar lebih kurang sama seperti mereka bereaksi terhadap data atau indikator ekonomi tertentu, tetapi khusus untuk suku bunga, pasar biasanya lebih bereaksi lebih signifikan terutama apabila ternyata pengumuman tingkat suku bunga tidak seperti yang diperkirakan.

Bank-bank sentral dewasa ini menjadi semakin transparan, sehingga pasar merasa relatif lebih mudah untuk memperkirakan arah kebijakan moneter bank sentral. Meskipun demikian masih tetap ada kemungkinan para pengambil kebijakan di bank sentral akan mengubah pandangan mereka. Dalam situasi seperti ini, volatilitas pasar biasanya meningkat dan Anda harus lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi.

“Hawkish” vs “Dovish”

Dalam dunia trading forex, sikap para pejabat bank sentral biasanya terbagi menjadi dua kubu: “hawkish” dan “dovish”, tergantung pada bagaimana mereka menilai kondisi ekonomi tertentu.

Seorang pejabat bank sentral akan dianggap “hawkish” ketika mereka memperlihatkan sikap atau pendapat yang mendukung kenaikan suku bunga untuk menghadapi inflasi, bahkan meskipun pertumbuhan ekonomi sedang lamban dan kondisi sektor lapangan pekerjaan sedang buruk.

Misalnya Anda mendengar atau membaca berita seperti ini, “Federal Reserve memperkirakan adanya ancaman naiknya tingkat inflasi yang tinggi.” Federal Reserve bisa saja dianggap hawkish jika mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang mengarah pada kenaikan tingkat suku bunga yang dimaksudkan untuk mengurangi tekanan inflasi.

Sebaliknya, para pejabat bank sentral yang dovish biasanya lebih memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan sektor lapangan pekerjaan daripada menaikkan suku bunga. Mereka juga cenderung memilih untuk bersikap tidak agresif terkait kejadian ekonomi tertentu.

Anda juga bisa saja menemukan beberapa pejabat bank sentral yang “berdiri di tengah-tengah”, atau bersikap netral. Terkadang mereka menunjukkan sikap hawkish, terkadang juga dovish. Meskipun demikian, sikap “asli” mereka akan terlihat ketika ternyata keadaan pasar berubah menjadi ekstrim.

Para Pejabat Bank Sentral

Para “pejabat bank sentral” yang berulang disebutkan di atas tergabung dalam semacam “dewan”. Misalnya Bank Indonesia memiliki “Dewan Gubernur”; Federal Reserve memiliki “Federal Open Market Committee”. Salah satu tugas “Dewan” ini adalah menentukan kebijakan moneter, dalam hal ini tingkat suku bunga, biasanya melalui mekanisme voting.

Berikut ini adalah daftar beberapa bank sentral utama dunia berikut pemimpin dan “dewan”-nya:

Bank Sentral Asal Sebutan Untuk Pemimpin Nama Pemimpin Saat Ini (2016)

Nama Dewan

Bank of England (BOE) Inggris Governor (Gubernur) Mark Carney Monetary Policy Committee (MPC)
Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat Chairman/Chairwoman (Ketua) Janet Yellen Federal Open Market Committee (FOMC)
European Central Bank (ECB) Uni Eropa President (Presiden) Mario Draghi Governing Council
Bank of Japan (BOJ) Jepang Governor (Gubernur) Haruhiko Kuroda Monetary Policy Board
Reserve Bank of Australia (RBA) Australia Governor (Gubernur) Philip Lowe Reserve Bank Board
Swiss National Bank (SNB) Swiss Chairman (Ketua) Thomas Jordan Governing Board

0 Comments

Tips Trading: Keluar Dari Zona Nyaman Dengan Aman

Salah satu misi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com adalah membantu para trader untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam trading melalui latihan dan pengulangan. Tim ini bisa membantu Anda untuk mempelajari trading forex, mengenali kelemahan-kelemahan Anda sebagai trader dan menentukan cara seperti apa yang bisa berhasil (dan tidak berhasil) bagi Anda. Gampangnya, tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk membantu Anda agar bisa mengumpulkan profit secara konsisten.

Anda mungkin akan mendapatkan materi-materi tentang tips dan trik trading, mempelajari beberapa strategi trading dan mulai melakukan transaksi di salah satu currency pair pilihan Anda. Ketika Anda sudah merasa nyaman dengan strategi yang diterapkan pada salah satu pair, biasanya ada semacam keengganan untuk mencoba bertransaksi di pair lain. Ada yang misalnya hanya mau bertansaksi emas, oil, atau GBPUSD saja. Padahal sangat bisa jadi banyak peluang yang juga tercipta di pair atau komoditi lain. Jika Anda hanya mau bertransaksi satu pair saja, tentu tak mungkin Anda bisa meraih peluang yang muncul di pair lain. Itu sama saja dengan Anda membatasi potensi keuntungan yang bisa Anda raih.

Memang saya berulang menyatakan bagi para pemula sebaiknya fokus di satu atau dua pair saja, agar konsentrasi tidak mudah buyar. Tetapi, hei, itu kan saran untuk pemula.

Sebenarnya seiring perjalanan waktu dan bertambahnya pengalaman, intuisi dan keahlian Anda pun akan semakin tajam. Jika sudah seperti itu, ada baiknya Anda membuka diri untuk bersiap melepas status “newbie” yang selama ini melekat.

Nah, kali ini saya ingin mencoba membahas kemungkinan bagi Anda untuk mencoba keluar dari “zona nyaman” tersebut. Tenang, saya tidak akan meminta Anda untuk memperbesar transaksi hingga tiga atau empat kali lipat, atau memaksa Anda untuk meninggalkan kursi empuk yang biasa Anda tempati ketika trading.

Sebagai trader Anda perlu mengenal beberapa metode trading karena pasar itu tidak statis. Ia seperti “hidup”. Gerak dan perilakunya sangat dinamis, bahkan bisa berubah dalam waktu singkat. Karena itu, jika Anda hanya mengetahui satu metode saja, akan sulit bagi Anda untuk bisa mengantisipasi perubahan “tabiat” pasar. Jadi Anda perlu memperluas wawasan dan mengembangkan keahlian trading Anda.

Selain meningkatkan pengetahuan Anda tentang trading, keluar dari zona nyaman juga bisa membuka cakrawala pengetahuan untuk mengenali peluang yang lebih banyak (dan kemungkinan besar: profit yang lebih banyak). Jika berhasil Anda lakukan dengan baik, maka hal itu akan meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri dan penguasaan mental Anda sebagai trader.

Tetapi Anda tetap harus berhati-hati. Keluar dari zona nyaman juga bisa berarti mengekspos diri Anda ke tingkat stress yang mungkin lebih tinggi. Itu juga berarti lebih banyak peluang untuk melakukan kesalahan.

Untuk itu ada sedikit tips bagi Anda yang sudah bersiap untuk melangkah keluar dari zona nyaman Anda selama ini.

Mulailah Perlahan-lahan

Berbicara mengenai melangkah keluar dari zona nyaman bukan berarti hal itu harus dilakukan dengan drastis dan ekstrim.

Misalnya, tadinya batasan resiko per transaksi Anda hanya sebesar 5% dari equity terakhir, mungkin bisa sedikit diperbesar menjadi 7% atau 10%. Dengan demikian, jumlah lot yang bisa Anda pergunakan bisa sedikit lebih besar (lebih lengkap tentang ini, baca artikel mengenai position sizing).

Jika biasanya Anda hanya bertransaksi di satu currency pair saja, cobalah untuk melirik juga peluang di dua atau tiga currency pair lain, sehingga Anda bisa mencoba mencari peluang di tiga atau empat currency pair.

Intinya, lakukan perlahan-lahan. Saya pun tidak merekomendasikan perubahan yang radikal, misalnya dari pembatasan resiko 5% langsung menjadi 25%, atau dari satu currency pair tiba-tiba langsung mengamati tujuh currency pair sekaligus. Pelan-pelan saja.

Coba Strategi Baru Dengan Demo Account Terlebih Dahulu

Jika Anda menemukan sebuah teori atau strategi baru, jangan terburu-buru untuk menerapkannya di real account. Cobalah terlebih dahulu di demo account. Dengan demikian, Anda akan bisa mencobanya dengan leluasa tanpa harus menghadapi resiko kehilangan uang.

Jangan pula terburu-buru untuk bisa segera mempergunakan strategi baru tersebut di real account. Cobalah setidaknya dalam tiga bulan tanpa berhenti. Ingat, Anda sudah memiliki strategi trading sebelumnya dan telah terbukti menghasilkan. Sebelum Anda benar-benar bisa membuktikan “keampuhan” strategi baru tersebut, tetaplah setia pada trading plan yang telah Anda miliki sebelumnya. Pergunakanlah strategi baru tersebut jika dan hanya jika Anda telah benar-benar melihat efektivitasnya.

Kebanyakan trader berpengalaman secara rutin keluar dari zona nyaman mereka. Kami, Tim Market Analyst FOREXimf.com sering melakukan pengujian strategi dan metode trading yang baru bagi kami. Terkadang hasil pengujian itu berhasil, terkadang gagal. Namun bagi kami yang penting bukanlah hasilnya, melainkan pelajaran yang berhasil kami petik.

Ingatlah bahwa tiap kali Anda melakukan hal baru – entah itu menguji metode baru atau menemukan teori baru – realitas Anda sebagai trader akan diuji. Jika Anda tetap rendah hati dan terbuka, besar kemungkinan Anda justru akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah terpikirkan. Sangat mungkin ide-ide baru akan bermunculan di pikiran Anda dan – dengan sendirinya – Anda akan berkembang.

Demi kejujuran, saya katakan bahwa memang tidak mudah untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Mungkin saja awalnya Anda akan gagal dan kembali lagi ke zona nyaman Anda. Tetapi seiring waktu, Anda akan bisa mempelajari banyak hal. Maka, jangan menyerah pada percobaan pertama atau ke dua saja, karena bisa jadi di percobaan ke tiga dan selanjutnya Anda akan banyak mendapatkan peningkatan kemampuan dan kematangan sebagai trader.

Jadi, siapkah Anda mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman Anda sekarang?

0 Comments

Cara Melakukan Backtest Strategi Trading Menggunakan Simulator

Anggaplah Anda memiliki sebuah strategi forex trading dan ingin menguji seberapa akurat strategi tersebut. Anda bisa saja mengujinya dengan metode forward testing mempergunakan demo account, tetapi sebelum melakukan forward testing ada baiknya mengujinya terlebih dahulu dengan mempergunakan backtesting.

Mengapa Melakukan Backtesting?

Salah satu keuntungan melakukan backtesting adalah Anda bisa mencoba sebuah strategi trading lebih cepat daripada forward testing.

Tetapi jangan salah, meskipun Anda telah melakukan backtesting, tetap saja harus diikuti oleh forward testing karena kualitas hasil backtest sangat tergantung pada kualitas data historis pergerakan harga yang Anda miliki. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan forward testing setelahnya.

Saya pernah menulis tentang backtesting, yang bisa Anda baca kembali di sini. Tetapi artikel tersebut adalah cara melakukan backtesting untuk sebuah Expert Advisor (EA) atau “robot trading” yang sudah jadi.

Nah, kali ini saya akan mencoba membahas melakukan backtesting untuk cara trading manual.

Sebenarnya cara ini jugalah yang saya pergunakan untuk belajar trading di masa lampau. Jika Anda mempelajari – katakanlah – sebuah indikator teknikal dengan cara men-scroll chart ke belakang dan mengamati pola yang telah terjadi, pola indikator yang terbentuk memang sudah “jadi”, sehingga peluang kesalahan pembacaan sinyal sangat kecil, bahkan hampir nihil.

Hal tersebut tentu berpotensi menjadi masalah jika Anda mulai mengamati indikator tersebut secara live. Itu karena seringkali bentuk atau warna indikator teknikal tertentu berubah-ubah mengikuti naik-turunnya harga. Kondisi tersebut biasa disebut dengan “repaint”.

Nah, backtesting dengan mempergunakan simulator merupakan salah satu solusi untuk mempelajari indikator, atau bahkan sistem trading tertentu. Dengan simulator trading, Anda seolah-olah bisa “kembali ke masa lampau” dan “merasakan” pergerakan di masa itu. Indikator teknikal yang Anda pergunakan juga akan bergerak dinamis sesuai dengan pergerakan harga pada saat itu.

Trading Simulator

Anda bisa mencari program simulator trading yang bisa dipasang ke MT4 di internet atau dari Market yang terintegrasi dengan MT4. Salah satu simulator yang kami pergunakan adalah MNZ Trading Sim.

Cara mendapatkan simulator ini adalah dengan masuk ke Market yang bisa Anda temui di Terminal MT4 Anda. Di kotak “search” Anda tinggal mengetikkan MNZ Trading Sim, maka Anda akan melihat simulator yang dimaksud lalu klik ikon-nya.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Setelah itu Anda tinggal mengklik tombol “Download” dan tunggu hingga muncul tulisan “Installation completed”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Jika simulator ini sudah terpasang dengan benar di MT4, maka Anda akan melihat muncul folder “Market” di “Navigation Panel” MT4. MNZ Trading Sim ini akan bisa Anda temui di folder tersebut.

Mempergunakan Simulator

Untuk melakukan backtesting dengan simulator yang sudah Anda download tadi, pergunakan fasilitas Strategy Tester yang ada di MT4. Cara mengaktifkan Strategy Tester ini adalah dengan meng-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”. Kalau Anda terbiasa mempergunakan shortcut, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl-R pada papan ketik Anda.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Kemudian pilih MNZ Trading Sim di bar Expert Advisor. Jika Anda tidak melihatnya, coba klik folder “Market”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Langkah selanjutnya adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk melakukan simulasi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut. Misalnya jika Anda memilih “From: 2010.01.01 To: 2016.10.07”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Januari 2010 hingga 10 Juli 2016).

Karena akan melakukan simulasi trading manual, jangan lupa klik juga kotak ceklis “Visual mode” agar nanti Anda bisa melihat pergerakan harga seperti pergerakan sesungguhnya.

Setelah semua parameter ditetapkan, Anda tinggal meng-klik “Start” dan nanti akan muncul chart yang menampilkan pergerakan harga selama rentang waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Chart yang bergerak itu sebenarnya menampilkan “rekaman” pergerakan harga yang telah terjadi, tetapi di-“play back” sehingga Anda seolah melakukan transaksi di masa itu. Anda bisa memasang indikator-indikator yang Anda inginkan di chart tersebut, sesuai dengan pengaturan indikator strategi forex trading yang akan Anda simulasikan.

Menjalankan Simulasi

Karena ini hanya “rekaman”, maka Anda bisa mempercepat atau memperlambat pergerakan chart simulasi tersebut. Caranya adalah dengan menggeser-geser “speed bar” yang ada di Visual Mode. Anda juga bisa menghentikan simulasi sementara dan kemudian menjalankannya lagi dengan tombol “Pause” yang tersedia.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Anda tinggal melakukan transaksi (simulasi tentunya) sesuai dengan sinyal yang diberikan sistem trading yang Anda pergunakan. Untuk melakukan transaksi simulasi tersebut, Anda tinggal memanfaatkan fitur yang tersedia di MNZ Trading Sim. Anda bisa melakukan simulasi Instant/Market Execution atau Pending Order.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Nah, dengan cara ini Anda bisa berlatih mempergunakan strategi forex trading Anda, seolah berada di pasar yang sesungguhnya.

Semoga berguna.

0 Comments

Gross Domestic Product: Sebuah Penjelasan Singkat

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) dalam bahasa Indonesia, selama ini diyakini sebagai salah satu indikator penting yang mengukur “kesehatan” perekonomian sebuah negara. Dalam forex trading, GDP merupakan salah satu data ekonomi penting (big figure) yang diperhatikan para trader untuk membaca potensi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Kali ini kita akan mencoba memaparkan secara singkat dan sederhana mengenai apa dan bagaimana sebenarnya GDP tersebut. Bagaimana sebenarnya dampak data GDP ini terhadap pasar dan masyarakat umum?

Apa Itu GDP?

GDP merupakan representasi nilai total penjualan dari semua barang dan jasa yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Singkatnya, GDP adalah segala hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja.

Data GDP juga merupakan cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan.

Di Amerika Serikat (AS), angka GDP ini dikalkulasikan dan diumumkan setiap kuartal oleh Bureau of Economic Analysis (BEA), yang merupakan bagian dari US Department of Commerce. BEA seringkali merevisi estimasi – entah naik atau turun – seiring dengan perkembangan data yang diterima sepanjang kuartal tersebut.

Biasanya, angka GDP yang diumumkan dibandingkan dengan kuartal atau tahun sebelumnya. Sebagai contoh, jika GDP di kuartal ke-2 naik tiga persen, ini artinya perekonomian negara tersebut telah mengalami pertumbuhan sebesar tiga persen di sepanjang kuartal pertama.

Bagaimana GDP Dihitung?

Menghitung GDP sesungguhnya agak rumit, namun secara sederhana perhitungannya bisa dilakukan setidaknya satu di antara dua cara. Bisa dengan menjumlahkan semua penghasilan masyarakat dalam setahun, atau menjumlahkan semua pengeluaran masyarakat. Semua jalan perhitungan seharusnya menghasilkan data yang lebih kurang sama.

Metode perhitungan yang mempergunakan parameter penghasilan diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan semua karyawan, laba perusahaan, pendapatan hak cipta, pendapatan sewa dan pendapatan bunga bersih.

Sedangkan metode dengan pendekatan pengeluaran dihitung dengan menjumlahkan konsumsi total, investasi, belanja negara dan ekspor bersih.

GDP Nominal Dan GDP Riil

Ini juga mungkin sedikit rumit, tetapi intinya GDP nominal tidak memperhitungkan inflasi sedangkan GDP riil memperhitungkan inflasi. Ini perbedaan yang penting karena inilah sebabnya mengapa beberapa laporan GDP mengalami revisi.

GDP nominal mengukur nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (misalnya kuartal atau tahun) mempergunakan harga-harga pada waktu tersebut. Tetapi tingkat harga pada umumnya bisa meningkat karena inflasi, yang menyebabkan kenaikan GDP nominal meskipun jumlah barang dan jasa yang diproduksi tidak mengalami perubahan. Meskipun demikian, data GDP nominal tidak mencerminkan kenaikan harga. Nah, di sinilah kemudian GDP riil berperan.

BEA biasanya akan mundur ke kuartal atau tahun sebelumnya dan mengukur nilai barang dan jasa yang disesuaikan untuk mengukur inflasi. Inilah yang kemudian disebut GDP riil (real GDP). Untuk mengukur pertumbuhan GDP tahunan, biasanya yang dipergunakan adalah real GDP ini, karena data tersebut memberikan gambaran yang lebih akurat akan perekonomian negara.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Masyarakat Umum?

Perekonomian suatu negara biasanya dianggap “sehat” apabila tingkat pengangguran rendah dan upah meningkat, karena sektor bisnis membutuhkan lebih banyak pekerja untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, jika pertumbuhan GDP terlalu cepat, bank sentral (kalau di AS, adalah Federal Reserve/Fed) kemungkinan besar akan menaikkan tingkat suku bunga untuk mengimbangi laju inflasi – dengan kata lain meningkatnya harga barang dan jasa. Ini bisa berarti biaya (bunga) yang diperlukan untuk kredit kendaraan dan perumahan akan menjadi semakin tinggi pula. Pada gilirannya, sektor bisnis pun juga akan merasakan dampaknya, di mana terjadi peningkatan biaya untuk pinjaman modal dan/atau membayar gaji/upah pekerja.

Sebaliknya jika GPD melambat, atau istilahnya negatif, pun akan memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi yang bisa saja akan berakibat meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja dan menurunnya pendapatan bisnis serta belanja masyarakat.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Investor?

Para investor memantau pertumbuhan GDP untuk menilai apakah pertumbuhan ekonomi mengalami perubahan dengan cepat atau tidak, sehingga mereka akan bisa memutuskan penempatan aset mereka. Memburuknya perekonomian biasanya berarti menurunnya keuntungan yang diperoleh para pengusaha, yang bisa berdampak negatif bagi nilai saham-saham perusahaan mereka.

Data GDP juga bisa membantu para investor untuk memutuskan di negara mana peluang investasi yang terbaik. Kebanyakan investor asing memilih untuk membeli perusahaan atau menanamkan modal di negara yang perekonomiannya berkembang. Dengan kata lain, jika banyak investor asing berdatangan ke suatu negara untuk menanamkan modal, itu berarti mereka menganggap perekonomian negara tersebut sedang baik dan prospeknya pun bagus.

Bagaimana Memanfaatkan Data GDP Bagi Trader?

Dalam forex trading, data GDP yang paling diperhatikan adalah rilis data GDP dari negara-negara maju seperti Inggris, kawasan Euro dan – tentu saja – primadonanya adalah data GDP dari AS.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, peningkatan angka GDP berarti tumbuhnya perekonomian negara tersebut. Akibatnya, peningkatan data GDP biasanya diikuti oleh penguatan mata uang negara tersebut. Sebaliknya, jika angka GDP menurun maka biasanya diikuti oleh pelemahan mata uang negara yang bersangkutan.

Jadi, jika Anda melihat rilis data US GDP naik dari – misalnya – 2% ke 3%, kemungkinan akan diikuti oleh penguatan USD. Dengan kata lain, Anda bisa membuka posisi buy terhadap USD. Artinya, di antara transaksi yang bisa Anda lakukan misalnya adalah membuka posisi SELL GBP/USD, SELL EUR/USD, atau BUY USD/JPY.

Tentu saja setiap transaksi membutuhkan analisa dan perhitungan yang cermat. Jika Anda membutuhkan bantuan, Anda bisa bertanya pada tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Demikian penjelasan singkat mengenai GDP, salah satu data ekonomi yang berpengaruh terhadap pergerakan pasar.

0 Comments

Ternyata, Tiga Hal Ini Membuat Trader Forex Gagal

Anda perlu mengetahui bahwa seperti halnya sekian banyak bisnis lain yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, forex trading juga membutuhkan pengetahuan, waktu, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih memahami serta menjalankannya. Inilah mungkin sebabnya mengapa tidak terlalu banyak pemula yang benar-benar bisa menguasai bisnis ini pada percobaan pertama.

Setelah belasan tahun mengamati dunia forex, ternyata ada setidaknya tiga alasan mengapa sedikit sekali orang yang mampu bertahan di forex trading. Nah, jika Anda pemula, ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai agar tidak terjerumus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

1. Menyepelekan resiko

Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa forex trading – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi resiko yang tidak boleh diremehkan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola resiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.

Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati resiko. Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen resiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh. Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.

Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun  berlipat ganda; namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka? Anda tentu tahu jawabannya: mereka akan rugi besar. Inilah sebabnya manajemen resiko dan manajemen modal sangat penting!

2. Rugi

Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.

Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan. Tidak ada holy grail dalam forex trading, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil resiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian, sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka. Yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah: untung, untung dan untung.

Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian. Jika misalnya mereka membuka transaksi “buy” namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari resiko kerugian yang lebih besar lagi.

Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata, “The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”

3. Harapan tak terpenuhi

Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes. Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.

Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?

Di antaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka. Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor resiko.

Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada resiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup. Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar trading dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya. Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.

Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?

Ada. Ciri-cirinya adalah:

  • mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
  • ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
  • ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
  • Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
  • Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading

Beruntung, Anda bisa menemukan semua hal itu di FOREXimf.com.

Nah, sekarang mudah-mudahan Anda sudah bisa mengetahui apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang trader yang sukses dalam forex trading.

Salam.

0 Comments

Penasaran Cara Mudah Membuat Robot Trading? Pakai Tradeworks!

Bagi kebanyakan trader forex, istilah “robot” mungkin sudah bukan istilah yang asing lagi. Robot, yang nama “resmi”-nya adalah Expert Advisor, adalah sebuah program komputer yang memungkinkan terjadinya transaksi secara otomatis sesuai dengan logika (algoritma) yang dimasukkan. Dengan robot, seorang trader tak perlu terus menerus memantau pergerakan pasar untuk mencari peluang.

Untuk membuat sebuah robot trading, seseorang harus memahami alur logika strategi trading yang akan diotomatisasi tersebut. Ingatlah bahwa tingkat keberhasilan sebuah robot trading sangat tergantung pada strategi yang dimasukkan ke dalamnya.

Kemudian Anda harus “menerjemahkan” alur strategi tersebut ke dalam bahasa pemrograman. Pada umumnya, robot untuk forex menggunakan bahasa MQL yang terintegrasi dengan platform trading MetaTrader. Menurut para programmer, bahasa MQL mirip dengan bahasa C dalam pemrograman.

Masalahnya tidak semua trader mengerti bahasa pemrograman. Bisa dikatakan sangat sedikit trader forex yang kebetulan memahami pemrograman komputer. Walhasil hanya sedikit pula yang bisa membuat robot trading khusus untuk forex. Akhirnya para trader yang ingin memiliki robot trading biasanya akan mempergunakan jasa programmer untuk membuatkan robot untuk mereka dan biasanya tarif jasanya tidak murah.

Bagaimana Cara Memperoleh Robot Trading?

Jika Anda menguasai bahasa pemrograman, Anda bisa membuat robot trading sendiri. Yang Anda perlukan hanyalah sebuah strategi trading yang telah teruji akurasi dan profitabilitasnya.

Jika Anda tidak memahami pemrograman, Anda bisa mencari robot trading di internet ataupun di Market yang ada di MetaTrader. Ada yang gratis, ada pula yang harus dibeli. Kalau Anda mencari di internet, biasanya robot-robot tersebut dijual dengan harga tinggi juga.

Agar robot tetap aktif, Anda pun harus memastikan bahwa MetaTrader Anda tetap dalam kondisi online. Kalau MetaTrader Anda mati, robot tersebut juga akan ikut nonaktif sehingga tidak bisa mengeksekusi transaksi jika ada peluang yang muncul berdasarkan strategi yang di-input.

Padahal salah satu alasan orang mempergunakan robot – selain untuk mereduksi faktor psikologis – adalah untuk mencari peluang sebanyak mungkin bahkan saat Anda tidur sekalipun. Untuk itulah kebanyakan orang yang mempergunakan robot trading menyewa VPS (Virtual Private Server) untuk menjalankan MetaTrader plus robot mereka. Penyedia VPS “menjamin” bahwa MetaTrader Anda akan selalu online agar robot trading tersebut juga selalu aktif.

Bagi sebagian orang, hal ini dianggap kurang ekonomis, apalagi kalau ternyata ia juga harus membayar untuk memperoleh robot tradingnya. Sudah harus bayar untuk robotnya, harus bayar pula untuk sewa VPS per bulan.

EA Builder

Dewasa ini sudah bermunculan beberapa situs internet yang memungkinkan Anda untuk mengotomatisasi strategi trading Anda dengan cara yang lebih mudah tanpa perlu melakukan coding (menulis program komputer), yang biasa disebut “EA builder”. Dengan EA builder ini Anda bisa memasukkan perintah-perintah sederhana sesuai dengan alur logika strategi trading Anda.

Kebanyakan EA builder bisa dipergunakan dengan gratis dan memang cara ini lebih mudah daripada pemrograman biasa. Hanya saja Anda masih harus memasukkan banyak perintah dan hasil akhir dari EA builder ini masih tetap berupa script program yang masih harus Anda unduh dan compile. Setelah itu Anda masih harus meng-install robot tersebut di MetaTrader Anda.

Tradeworks

Lalu hadirlah Tradeworks yang bermarkas di Copenhagen, Denmark. Tradeworks bukanlah robot, melainkan penyedia “alat” untuk mengotomatiskan strategi trading Anda. Mirip dengan EA builder, namun lebih mudah dan lebih lengkap. Fitur-fitur yang disediakan jauh lebih lengkap dan lebih user-friendly dibandingkan dengan EA builder biasa, sehingga lebih memudahkan pengguna – bahkan yang sangat awam akan pemrograman – untuk mengotomatisasikan strategi trading yang mereka miliki.

Dari beberapa pelatihan yang dilakukan oleh tim Market Analyst & Education FOREXimf.com, ternyata mayoritas peserta pelatihan mampu melakukan otomatisasi strategi trading dengan waktu yang singkat, tentunya jika dibandingkan dengan melakukan pemrograman manual dengan bahasa MQL.

Dalam waktu kurang dari setengah jam (termasuk penjelasan penggunaan Tradeworks itu sendiri), peserta pelatihan mampu mengotomatiskan strategi trading yang mempergunakan cross MA sebagai dasarnya. Bahkan untuk mengotomatiskan strategi MA itu sendiri hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit, lengkap dengan pengaturan money management dan risk management.

Padahal, hanya satu dari 20 peserta pelatihan yang memiliki pengetahuan tentang pemrograman. Hal ini memperlihatkan bahwa Tradeworks memang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan metode pemrograman manual maupun EA builder biasa.

Tidak hanya itu, strategi yang telah diotomatisasi melalui Tradeworks bisa langsung dihubungkan dengan akun trading MT4 pengguna. Anda tidak perlu lagi mengunduh strategi yang sudah diotomatisasi, karena akan langsung terhubung dengan akun trading Anda. Anda juga tidak perlu lagi menyewa VPS.

Dukungan Pelatihan

Tim Market Analyst & Education FOREXimf.com menyediakan paket dan program pelatihan bagi Anda yang ingin mengetahui dan mempergunakan Tradeworks. Mulai dari webinar, kelas offline, workshop special hingga private coaching.

Masih banyak keunikan Tradeworks yang belum diungkap di sini. Jika Anda tertarik untuk mengetahui Tradeworks lebih jauh, Anda bisa mendaftar melalui link ini.

0 Comments

Penting! Ini Korelasi Emas Dan Minyak Mentah Dengan Forex

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa pergerakan harga emas dengan USD biasanya berbanding terbalik. Ketika harga emas menguat, USD biasanya melemah dan sebaliknya. Di dunia forex trading, hal ini dipercaya karena ketika “risk appetite” meningkat, investor kembali berburu dolar dan biasanya dengan menjual asset safe-haven mereka, dalam hal ini emas. Sebaliknya jika  terjadi “ketidakpastian ekonomi”, para investor cenderung akan menukar dolar mereka dengan emas.

Akhir-akhir ini, meskipun “hubungan perbandingan terbalik” antara emas dengan USD masih berlangsung, nampaknya tidak terlalu “seharmonis” dulu lagi. Ini karena ternyata USD juga sudah hampir dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga ketika ada masalah pada perekonomian dunia, para investor juga melarikan modal mereka ke USD.

Tetapi bagaimana dengan mata uang lain?

Emas vs AUDUSD

Saat ini Australia merupakan penghasil emas terbesar ke-3 di dunia. Sebagai informasi saja, dalam setahun biasanya produksi emas dunia mencapai senilai $5 milyar dan itu jumlah yang sangat besar, Saudara-Saudara!

Mari kita intip grafik berikut ini:

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Kalau kita cermati grafik di atas, kita bisa melihat bahwa pergerakan harga emas cenderung searah dengan pergerakan AUDUSD.

Artinya:

  • Ketika harga emas NAIK, AUDUSD juga ikut NAIK
  • Ketika harga emas TURUN, AUDUSD juga ikut TURUN

Dalam bahasa analisa teknikal, kita bisa mengatakan bahwa pergerakan harga emas dan AUDUSD memiliki korelasi positif.

Berdasarkan data pergerakan harganya, koherensi antara AUDUSD dengan harga emas mendekati 80%.

Emas vs USDCHF

Bagaimana dengan Swiss franc? Berbeda dengan AUDUSD, ternyata USDCHF memiliki korelasi negatif dengan pergerakan harga emas.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Dari grafik di atas bisa kita lihat bahwa:

-          USDCHF cenderung NAIK ketika harga emas TURUN

-          USDCHF cenderung TURUN ketika harga emas NAIK

Ternyata alasan di balik fakta tersebut adalah bahwa 25% uang yang dimiliki Swiss di-back up oleh cadangan emas.

Menarik bukan?

Minyak Mentah vs. USDCAD

Sekarang kita akan coba mengintip jenis “emas” yang lain, yang biasa disebut “emas hitam” alias minyak mentah. Komoditi ini sekarang menjadi salah satu komoditi yang penting bagi dunia, bahkan (mungkin) lebih penting daripada emas.

Bisa kita katakan bahwa dunia kita ini saat ini sudah “kecanduan minyak”. Anda masih bisa hidup tanpa emas, tetapi coba bayangkan jika saat ini sama sekali tidak ada minyak. Itu artinya tidak akan ada bensin, solar, gas (LPG), bahkan mungkin listrik. Artinya Anda akan mengalami kesulitan untuk pergi ke kantor, memasak, dan membaca artikel ini di internet. Hingga saat ini, minyak masih menjadi primadona energi dunia.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Salah satu produsen minyak terbesar dunia adalah Kanada. Negara ini mengekspor setidaknya sekitar dua juta barel minyak per hari Amerika Serikat (AS). Hal tersebut membuat Kanada menjadi penyuplai minyak terbesar bagi AS, yang membuat Kanada menjadi “bandar minyak” bagi AS.

Nah, karena besarnya ekspor minyak Kanada ke AS maka terciptalah permintaan yang sangat besar pula akan dolar Kanada (CAD).

Perlu Anda catat bahwa perekonomian Kanada bergantung pada ekspor. Sekitar 85% ekspornya dikirim ke AS. Karena inilah USDCAD sangat dipengaruhi oleh bagaimana para konsumen AS bereaksi atas perubahan harga minyak mentah.

Jika permintaan (barang) di AS meningkat, itu artinya para industrialis harus menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Artinya: more oil, please!

Naiknya permintaan minyak akan menaikkan harga minyak tersebut. Jika harga minyak naik, CAD akan menguat pula. Nah, jika CAD menguat terhadap USD, apa yang akan terjadi pada USDCAD?

Benar. USDCAD akan TURUN.

Sebaliknya, jika permintaan di AS menurun, para industrialis akan menurunkan produksi mereka juga. Itu artinya, permintaan minyak akan turun juga dan ini akan membuat permintaan akan CAD juga akan turun. Jika permintaan akan CAD turun, maka CAD akan melemah.

Jika CAD melemah terhadap USD, maka Anda tentu sudah bisa mengetahui ke mana USDCAD akan bergerak.

Ya. USDCAD akan NAIK.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Dari uraian plus grafik yang disajikan di atas, Anda bisa melihat bahwa minyak mentah dan USDCAD memiliki korelasi negatif.

Artinya:

-          Jika harga minyak mentah TURUN, USDCAD cenderung NAIK

-          Jika harga minyak mentah NAIK, USDCAD cenderung TURUN

Apa Manfaatnya Untuk Trader?

Ketika Anda sudah mengetahui korelasi antara komoditi tertentu (misalnya emas dan minyak mentah) dengan forex, Anda tentu akan bisa memikirkan strategi apa yang akan Anda jalankan.

Misalnya, ketika Anda mendengar atau membaca ada peluang harga minyak akan naik, maka Anda bisa mempergunakan informasi ini untuk membuka posisi sell pada USDCAD.

Atau, Anda membaca berita bahwa harga emas akan turun, maka Anda bisa membuka posisi buy pada USDCHF. Atau bahkan Anda bisa membuka juga posisi sell pada XAUUSD pada saat yang sama.

Hanya saja Anda harus tetap ingat untuk selalu membatasi resiko, karena tidak mungkin ada strategi yang selalu benar.

Jika masih ada pertanyaan seputar komoditi dan forex, segera hubungi tim Market Analyst kami melalui Live Chat.

Semoga berguna.

0 Comments

Poundsterling Jatuh! Ini Teori-Teori Yang Berkembang

Jumat lalu (7/10/2016), poundsterling merosot dengan sangat tajam, melemah terhadap USD dari kisaran 1.2 ke kisaran 1.18 hanya dalam dua menit saja – sebuah pergerakan tajam yang sangat tidak biasa. Pasar biasa menyebut peristiwa ini sebagai “flash crash”.

Peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul enam pagi waktu Indonesia Barat, tepatnya sekitar pukul 06.07 WIB. Dalam sekitar 60 detik, GBPUSD bergerak dari kisaran 1.26 ke kisaran 1.203-an. Berdasarkan data dari Reuters, pada puku 06.09 WIB GBPUSD berhasil menyentuh level 1.1819. Tiga puluh menit setelah itu barulah GBPUSD berhasil melakukan recovery ke kisaran 1.24-an dan bertahan di kisaran tersebut hingga tulisan ini dibuat.

Apa sebenarnya yang terjadi?

Banyak teori yang berkembang namun hingga saat artikel ini ditulis belum ada kesimpulan yang bisa dibuat mengenai apa yang menyebabkan poundsterling terkapar seperti itu. Ada beberapa teori yang bisa jadi adalah kemungkinan penyebab kejadian tersebut, di antaranya adalah seperti yang dipaparkan di bawah ini.

Teori #1: Akibat sindrom “fat-finger”

“Fat-finger” adalah istilah yang dipergunakan ketika kesalahan terjadi akibat salah mengetik/meng-input angka atau besaran transaksi. Mungkin ini mirip dengan istilah anak muda sekarang: “typo”. Hampir mirip ketika Anda salah mengetikkan huruf ketika chat melalui WhatsApp atau sejenisnya. Hanya saja, typo semacam ini efeknya bisa sangat luar biasa. Sindrom fat-finger bisa juga terjadi karena error pada algoritma yang dipergunakan untuk transaksi otomatis di bursa saham.

Pada kesalahan fat-finger, yang terjadi adalah kesalahan dalam memasukkan order transaksi, entah itu buy atau sell namun ukuran transaksi terlalu besar, pada saham atau kontrak yang salah, pada harga yang salah, atau kesalahan input lainnya.

Fenomena fat-finger pernah terjadi sebelumnya, di antaranya:

  • Tahun 2006, seorang trader di Mizuho Securities di Jepang melakukan kesalahan fat-finger yang menyebabkan perusahaan itu melakukan short-sell sebuah saham hingga perusahaan tersebut merugi 40 milyar yen.
  • Tahun 2014, seorang broker saham di Jepang keliru menempatkan order senilai lebih dari 600 milyar USD pada saham-saham unggulan Jepang, termasuk Nomura, Toyota Motors dan Honda namun kemudian transaksi-transaksi tersebut dibatalkan. Seandainya tidak dibatalkan, maka nilai transaksi tersebut pada saat itu akan melebihi nilai ekonomi Swedia.
  • Tahun 2015, seorang pegawai junior di Deutsche Bank kebingungan ketika menghitung jumlah kotor dan bersih ketika memproses sebuah transaksi, yang menyebabkan bank tersebut harus membayar kepada sebuah hedge fund di Amerika Serikat sebesar 6 milyar USD, sangat jauh lebih besar daripada jumlah sesunguhnya.

Di tahun 2010 juga pernah terjadi flash-crash pada indeks Dow Jones. Semula hal ini disangka sebagai sindrom fat-finger namun setelah dilakukan investigasi ternyata melibatkan sebuah program trading otomatis yang dipergunakan seorang trader yang tinggal di Inggris bernama Navinder Singh Sarao. Ia dituding memanipulasi transaksi dengan programnya.

Nah, untuk kasus poundsterling tempo hari, sebagian ekonom menilai agak sulit untuk “menuduh” bahwa fat-finger-lah biang keladinya. Jika memang itu yang terjadi, maka konvensi pasar akan sepakat pihak-pihak yang terkait akan menghapus pergerakan harga tersebut dan menghilangkannya dari catatan grafik. Namun faktanya hal itu tida terjadi sehingga kemungkinan fat-finger adalah penyebabnya menjadi kecil.

Teori #2: Ada yang mengambil kesempatan saat likuiditas rendah

Tidak ada bukti yang dimunculkan oleh pengusung teori ini, tetapi jika ada seseorang yang memang ingin menggerakkan pasar dengan tajam, maka waktu yang tepat untuk itu adalah beberapa saat setelah New York tutup sementara para pemain Hong Kong dan Singapura baru akan menyeruput kopi pagi mereka. Memang saat itu Sydney dan Tokyo sudah berjalan, namun Singapura merupakan pusat valuta asing terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Teori #3: Ada kaitannya dengan kedaluarsa kontrak option

Hari Jumat merupakan hari di mana banyak kontrak option forex kedaluarsa dna hal ini bisa menyebabkan pergerakan ekstrim jika para penjual option – dalam hal ini bank – tiba-tiba merasa butuh melakukan hedging untuk berlindung dari penurunan yang besar atas nilai sebuah mata uang. Berdasarkan data dari DTCC (sebuah lembaga kliring dan settlement), kelompok terbesar yang memiliki option GBPUSD yang kedaluarsa berada di level 1.25-an, dengan nilai nosional sebesar 1,23 milyar USD.

Dengan kata lain, penurunan harga yang tiba-tiba ke bawah level 1.25 bisa memicu para penjual option untuk berebut menjual poundsterling demi melindungi diri dari kerugian yang besar.

Teori #4: Ini gara-gara François Hollande

François Hollande yang dimaksud adalah Presiden Perancis saat ini, yang mendesak Uni Eropa untuk melakukan “tough negotiation” dengan Inggris yang bersiap secara formal untuk meninggalkan Uni Eropa. Hal ini dilaporkan oleh Financial Times pada pukul 07.07 waktu Hong Kong (06.07 WIB).

Akan tetapi, para trader yang dihubungi oleh Financial Times melakukan transaksi persis pada pukul tujuh lebih tujuh menit dan TIGA DETIK waktu Hong Kong, dan artikel tentang pernyataan Hollande itu baru dipublikasikan pada pukul tujuh lebih tujuh menit dan TIGA BELAS DETIK waktu Hong Kong.

Mengapa sulit untuk mengetahui penyebabnya?

Pasar mata uang (forex market) bukanlah sebuah pasar tunggal melainkan kumpulan dari banyak sistem perdagangan di seluruh dunia yang memiliki zona waktu berbeda-beda, tidak seperti bursa saham di mana apa yang terjadi bisa diamati di satu tempat, seperti yang terjadi pada kasus-kasus fat-finger di atas. Penyedia data harga seperti Reuters atau Bloomberg mengambil harga yang berbeda-beda pada waktu yang berbeda-beda pula.

Memang bisa saja order yang disebabkan oleh fat-finger menjadi “viral” dan membesar terutama jika dilakukan oleh bank yang cukup besar, namun tidak ada – misalnya –  hedge fund yang berbasis pada algoritma untuk dimintai pertanggung jawaban seperti Sarao.

Apa yang mungkin akan terjadi?

Para trader beranggapan bahwa ini isyarat bahwa pondsterling masih akan terus melemah. Sterling sendiri telah berada di bawah tekanan sejak Theresa May – Perdana Menteri Inggris – memimpin Partai Konservatif. Bahkan sebelum terjadinya flash crash di poundsterling, Goldman Sachs telah memperkirakan bahwa poundsterling akan melemah lebih lanjut hingga 5 persen dalam tiga bulan ke depan. Dengan kata lain, Goldman Sachs telah memperkirakan bahwa GBPUSD akan bergerak turun menuju 1.20.

Memang GBPUSD telah mengalami recovery ke kisaran 1.24, tetapi masih di bawah 1.26 yang merupakan level sebelum flash crash.

Poundsterling, GBPUSD, Trading forex, forex indonesia

Secara teknikal, grafik harian (Daily) GBPUSD masih memperlihatkan bahwa poundsterling berada di bawah tekanan bearish yang kuat. MA 20 telah memotong ke bawah MA 50 di grafik tersebut, yang dalam analisa teknikal disebut sebagai “death cross” yang merupakan indikasi bearish. Ini memperkuat dugaan bahwa pelemahan poundsterling kemungkinan belum akan berakhir.

Meskipun demikian, kondisi jenuh jual (oversold) telah terlihat pada indicator teknikal stochastics oscillator dan CCI yang diplot di grafik yang sama – bahkan indikasi bullish terlihat pada stochastics. Walaupun belum bisa menjadi sinyal reversal (pembalikan trend) namun hal ini membuka peluang bagi pergerakan pull-back.

Untuk itu, skenario jangka panjang untuk GBPUSD masih bearish apalagi jika muncul sinyal bearish di area resistance Fibonacci 1.24769-1.28423, dengan potensi target di kisaran 1.22508-1.18853. GBPUSD baru akan membuka peluang bullish jika berhasil naik ke atas 1.28423 dengan sasaran masih terbatas di kisaran 1.30684-1.34339.

2 Comments

Tak Perlu “Menang” Sepanjang Waktu Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, mengalami kerugian adalah hal yang lumrah. Tidak selamanya strategi trading Anda berhasil. Ada kalanya strategi Anda berujung kegagalan, meskipun misalnya Anda yakin bahwa strategi Anda mampu membuahkan keuntungan dan Anda telah mengikuti semua rule yang ada. Jika tidak berhati-hati, hal tersebut bisa membuat Anda menjadi kehilangan “semangat tempur” dan akhirnya pikiran-pikiran negatif memenuhi pikiran Anda.
Sayangnya, kerugian bisa terjadi pada kita semua. Maka ketika Anda merasa beberapa kegagalan mulai menurunkan semangat, sangat penting untuk tetap ingat pada satu pedoman: Anda boleh saja kalah di beberapa pertempuran, namun pada akhirnya Anda sangat mungkin akan memenangkan peperangan.
Banyak trader melakukan kesalahan dengan membiarkan perasaan-perasaan negatif mempengaruhi kegiatan trading mereka. Mereka berpikir, “Jika saya berhasil mendapatkan keuntungan hari ini, dan setiap hari sepanjang minggu ini, maka saya melakukan hal yang benar. Tetapi jika saya gagal hari ini, atau esok, atau sepanjang minggu, maka itu berarti saya melakukan hal yang mengerikan!”
Pemikiran seperti ini berdasar pada bagaiaman orang melihat trading seperti pekerjaan kantoran. Anda masuk pukul 9 pagi, pulang pukul 5 sore, melakukan pekerjaan selama 40 jam per minggu, menyelesaikan semua tugas, dan mendapatkan gaji yang besar. OK, Anda pun merasa bahwa Anda sudah bekerja dengan rajin dan produktif sepanjang pekan.
Tetapi, ketika Anda trading, tidak selalu hasil yang Anda terima sebanding dengan upaya yang telah Anda lakukan. Begitulah adanya. Ketika Anda tidak berhasil mencapai target, sangat mudah bagi Anda untuk merasa kecewa. Betul kan?
Memang, situasi seperti itu sering terjadi, tetapi sebagai trader kita sebaiknya tidak menyikapi trading seperti pekerjaan sehari-hari yang konvensional. Tidak ada jaminan puluhan bahkan ratusan jam waktu yang Anda habiskan untuk melakukan analisa pasti akan membuahkan keuntungan. Atau setidaknya target keuntungan yang Anda tetapkan mungkin tidak akan tercapai.
Bentuk target yang lebih baik daripada target keuntungan – meskipun terdengar aneh – adalah “target pembelajaran”.
Hm, apa pula itu?
Anda mungkin tidak mampu mencapai target keuntungan Anda; katakanlah target mingguan. Tetapi Anda akan selalu bisa mencapai “target pembelajaran”.
Dalam setiap hari Anda trading forex, sadarkah bahwa Anda sebenarnya telah memperoleh pengalaman yang berharga mengenai bagaimana cara menyikapi pasar? Anda akan senantiasa bisa mempelajari berbagai macam strategi dan bagaimana strategi-strategi tersebut bisa berhasil atau tidak. Jangan sekalipun Anda meremehkan pengalaman seperti ini!
Setiap hari, pembelajaran yang Anda peroleh dari pengalaman akan bertambah. Mungkin hal ini tidak akan memberikan hasil instan berupa keuntungan berlimpah, tetapi yang pasti secara perlahan namun pasti, naluri trading Anda akan semakin matang dan tajam.
Inilah salah satu implementasi “fokus pada proses, bukan pada hasil”.
Jika Anda hanya fokus pada berapa besar uang yang bisa Anda hasilkan, dan memperlakukan trading forex seperti pekerjaan sehari-hari di mana ada gaji yang pasti akan dibayar oleh perusahaan, maka Anda justru akan gagal dalam trading. Tetapi jika Anda fokus pada bagaimana cara mempertajam kemampuan trading dan rela “mengorbankan” sebagian waktu, tenaga dan pikiran; maka apa pun hasil trading Anda di hari ini justru akan mempercepat proses pematangan Anda untuk menjadi trader yang handal.
Ibarat peperangan, Anda boleh hanya memenangkan satu atau dua pertempuran dan kalah pada beberapa pertempuran lain, namun semakin sering Anda belajar dari kekalahan dalam satu atau dua pertempuran maka “naluri bertahan hidup” Anda akan semakin kuat. Pada saatnya, Anda akan bisa mengenali potensi bahaya lebih dini dan menghindarinya agar bisa terhindar dari kerusakan yang lebih besar. Anda juga akan semakin piawai dalam mengenali celah peluang dan bisa meraih kemenangan dengan lebih gemilang. Pada akhirnya, peperangan akan Anda menangkan.

0 Comments