Posts

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

 

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

 

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

 

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

 

0 Comments

Trik Optimalkan Peluang: Efektifkan Modal Trading Forex Anda

Salah satu pertanyaan yang cukup sering berulang saya terima selama menjadi trainer di dunia forex trading adalah, “Pak, kalau saya punya $10,000, berapa lot saya bisa buka posisi?”

Kalau tak salah ingat, ada setidaknya lima kali saya menulis tentang position sizing di website ini – mulai dari gambaran umum hingga detil perhitungannya.

Position sizing adalah tentang cara mengatur berapa besar lot yang bisa Anda pergunakan dalam membuka posisi trading. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah seorang trader agar tidak terjebak dalam kondisi overtrade, yaitu kondisi ketika ia membuka posisi terlalu banyak melebihi yang seharusnya. Dengan demikian, trader tersebut akan terhindar dari resiko yang terlalu besar karena posisi yang diambil dengan sendirinya sudah memperhitungkan besaran resiko tersebut.

Tetapi ternyata yang tidak banyak disadari adalah bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga berguna untuk mengefektifkan strategi dan modal Anda.

Strategi harus cocok dengan modal

Masih ingatkah Anda dengan konsep Mind-Method-Money dalam trading? Kalau lupa, izinkan saya ingatkan lagi.

Mind berkaitan dengan sikap mental Anda sebagai trader. Bagaimana Anda mampu menjalankan trading plan Anda dengan baik, disiplin dan tanpa keraguan sedikit pun.

Method merupakan metode atau strategi trading yang Anda jalankan.

Money adalah modal Anda. Bagaimana Anda menggunakan dan mengaturnya.

Fokus kita kali ini adalah di money.

Anda mungkin cukup sering mendapatkan strategi trading tertentu baik dari internet atau kenalan dan menurut pengakuan mereka strategi tersebut cukup ampuh dalam mendulang profit. Pertanyaan yang seharusnya segera muncul dari Anda adalah: berapa besar modal yang diperlukan agar strategi tersebut berhasil dengan baik?

Sangat banyak strategi trading yang diklaim profitable namun ternyata tidak bekerja dengan baik ketika Anda pergunakan. Ada beberapa penyebab, di antaranya adalah Anda tidak memiliki modal yang tepat untuk strategi tersebut. Sangat mungkin trader yang sebelumnya sukses menjalankan strategi tersebut memiliki modal yang jauh lebih besar daripada modal Anda. Jadi, jangan memaksakan diri mempergunakan strategi yang sama jika modal yang Anda miliki jauh lebih kecil.

Jangan sia-siakan kekuatan Anda

Bagaimana jika seandainya Anda memiliki modal yang cukup besar? Berapa lot yang sebaiknya dibuka untuk bertransaksi?

Sebelum kita lanjutkan, perlu dipahami bahwa “kekuatan” di sini maksudnya adalah modal. Ini erat kaitannya dengan position sizing yang disinggung di atas.

Katakanlah Anda memiliki modal sebesar $10,000 atau setara dengan seratus juta rupiah. Lalu Anda akan melakukan transaksi, lantas muncullah pertanyaan seperti yang disebutkan di paragraf awal di atas.

Memang Anda boleh saja membuka posisi hanya 0.1 lot, misalnya. Tetapi apakah langkah itu akan efektif untuk mengoptimalkan peluang yang ada? Belum tentu, karena itu bisa berarti Anda menyia-nyiakan kekuatan modal Anda sesungguhnya.

Artinya, trading forex Anda menjadi kurang efektif.

Bagaimana agar trading jadi lebih efektif?

Di situlah peran position sizing.

Ingat bahwa dalam trading Anda juga perlu menetapkan batasan kerugian maksimal untuk setiap transaksi. Kalau modal Anda $10,000 dan batasan resiko untuk tiap trade adalah (misalnya) 10%, itu berarti kerugian (resiko) tiap transaksi tidak lebih dari $1,000.

Nah, anggaplah Anda akan melakukan transaksi di EUR/USD. Setelah sudah melakukan analisa teknikal, Anda melihat bahwa stop-loss semestinya ditempatkan sejauh 500 pips dari level posisi terbuka Anda. Dengan asumsi quote 5 desimal, di mana 1 pip(ette) = $1, maka besarnya stop-loss per lot adalah $500.

OK, jadi dengan skenario tersebut, berapa lot Anda bisa membuka posisi?

Ini jawabannya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Dengan perhitungan seperti di atas, maka seandainya Anda loss pun tidak akan melebihi batas toleransi resiko Anda. Dengan demikian Anda tetap bisa tenang.

Sebaliknya jika Anda mendapatkan keuntungan maka Anda telah membuat transaksi tersebut menjadi jauh lebih efektif daripada hanya membuka posisi sebesar 0.1 lot, misalnya.

Jadi jelas bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga bisa membuat trading Anda jauh lebih efektif tanpa perlu takut mengalami kerugian yang terlalu besar, karena memang sudah Anda batasi sejak awal sesuai dengan “tingkat kenyamanan” Anda sendiri.

Anda siap membuat strategi trading forex Anda jauh lebih efektif namun tetap dalam batas toleransi resiko? Pergunakanlah trik position sizing ini di akun trading Anda.

0 Comments

Pialang Berjangka dan Wakil Pialang Berjangka, Siapa Mereka?

Istilah “pialang berjangka” dan “wakil pialang berjangka” mungkin adalah istilah-istilah yang kurang popular di Indonesia jika dibandingkan dengan istilah “broker” atau “broker forex”. Padahal, industri forex trading di Indonesia hingga saat ini masih berada di dalam industri “perdagangan berjangka”.

Banyak orang yang mengunjungi website Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk mengecek legalitas sebuah perusahaan pialang berjangka. Lalu sering pula mereka melihat ada pengumuman di website tersebut bahwa ada beberapa pialang dan wakil pialang yang dicabut izinnya oleh Bappebti.

FOREXimf.com juga sering menerima pertanyaan seperti ini, “Saya lihat di website Bappebti, bahwa Bappebti telah mencabut izin PT International Mitra Futures (nama resmi pialang berjangka yang memiliki FOREXimf.com, red.). Kalau begitu, apakah FOREXimf.com masih legal?”

Ups, sebentar. Tenang dulu.

Yang terbaca oleh penanya tersebut biasanya adalah “pencabutan izin seorang Wakil Pialang Berjangka”, yaitu orang yang tadinya bekerja untuk FOREXimf.com namun sekarang sudah tidak lagi.

Pialang Berjangka sebenarnya berbeda dengan Wakil Pialang Berjangka.

Sebenarnya apa sih arti dari istilah-istilah tersebut? Yuk, kita pahami dulu definisinya.

Definisi Menurut Undang-Undang

Sebelum Anda teruskan, saya harus memberi “peringatan” dulu. Definisi yang akan Anda baca berikut ini adalah definisi yang mempergunakan – menurut istilah saya sendiri – “bahasa Undang-Undang”. Jadi jangan terkejut (atau malah mual) kalau Anda melihat kalimat-kalimat yang panjang dan seringkali membosankan, karena begitulah memang definisi yang tertuang dalam UU.

Tenang, bahasa yang rumit itu nanti akan saya sederhanakan. Namun saya merasa perlu untuk memaparkan definisi menurut UU di tulisan ini, agar apa yang akan saya sampaikan nanti ada dasarnya.

Kita mulai dari istilah “perdagangan berjangka”. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011, Perdagangan Berjangka adalah “segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli Komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka.”

Penyelenggaraan perdagangan berjangka di Indonesia melibatkan di antaranya Pedagang Berjangka dan Pialang Berjangka.  Nah, kita bahas Pialang Berjangka saja dulu ya.

Pialang Berjangka adalah ”badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli Komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka atas amanat Nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.”

Nah, lalu apa pula yang dimaksud dengan “Wakil Pialang Berjangka”?

Wakil Pialang Berjangka itu adalah orang perseorangan yang melaksanakan kegiatan usaha Pialang Berjangka tempat ia bernaung.

Panjang ya, definisinya? Begitulah “bahasa Undang-Undang”. :)

Pusing Bos, gampangnya bagaimana?

Pialang Berjangka itu harus berbentuk badan usaha alias perusahaan. Misalnya PT International Mitra Futures, yang memiliki FOREXimf.com ini. Nah, perusahaan ini harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, kalau mau mendapatkan restu dari pemerintah Indonesia untuk beroperasi di Indonesia.

OK, sekarang mulai jelas ya? Pialang Berjangka itu adalah sebuah perusahaan.

Tetapi sebuah perusahaan tidak akan bisa bekerja dengan baik jika tidak ada yang memasarkan produknya, kan? Nah, orang-orang yang bekerja untuk Pialang Berjangka itulah yang disebut Wakil Pialang.

Nah, sekarang sudah semakin jelas, kan?

Pialang Berjangka = perusahaan berbentuk perseroan terbatas.

Wakil Pialang Berjangka = ORANG yang bekerja untuk Pialang Berjangka.

Seseorang baru berhak menyandang sebuatan Wakil Pialang Berjangka jika ia telah lulus Ujian Profesi Wakil Pialang Berjangka yang diselenggarakan oleh Bappebti, barulah kemudian Bappebti menerbitkan izin bagi orang tersebut untuk bertindak sebagai Wakil Pialang Berjangka untuk perusahaan Pialang Berjangka tertentu.

Menurut Keputusan Kepala Bappepti No. 57/Bappepti/KP/9/2005, persetujuan Izin Wakil Pialang Berjangka yang diberikan hanya berlaku selama Wakil Pialang Berjangka tersebut bekerja pada perusahaan Pialang Berjangka yang bersangkutan. Izin tersebut juga akan berkhir jika orang yang bersangkutan meninggal dunia.

Nah, itu artinya jika orang tersebut tidak lagi bekerja pada perusahaan Pialang Berjangka tersebut, maka izinnya akan dicabut oleh Bappebti. Ingat ya, izin sebagai Wakil Pialang-nya yang dicabut, bukan izin Pialang Berjangka-nya.

Artinya meskipun Bappebti mencabut izin Wakil Pialang Berjangka seseorang, bukan berarti Pialang Berjangka-nya yang bermasalah.

Jadi tidak perlu khawatir jika Anda membaca bahwa Bappebti mencabut izin Wakil Pialang Berjangka dan ada nama PT International Mitra Futures di dalamnya. Selama yang dicabut hanya izin Wakil Pialangnya saja, FOREXimf.com masih tetap legal kok. Silakan cek saja di link Bappebti ini.

Nah, sekarang Anda sudah yakin bahwa FOREXimf.com masih (dan akan tetap) legal. Kalau ingin mendapatkan layanan premium dari kami, bergabunglah sekarang juga.

0 Comments

Sulit Profit Dalam Trading Forex? Coba Baca Ini

Dalam forex trading, sebenarnya targetnya sederhana saja: Anda bisa bertahan untuk melakukan trading di hari berikutnya. Untuk membuka real account sungguh sangat mudah: Anda tinggal klik di sini, ikuti langkah-langkah selanjutnya lalu lakukan deposit. Tantangan sesungguhnya adalah mencapai memperoleh kemampuan trading yang sesungguhnya hingga Anda bisa menghasilkan profit yang konsisten.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah: bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Anda sudah berada on the right track? Apakah mengalami kerugian otomatis akan membuat Anda menjadi trader yang buruk? Berapa banyak transaksi yang harus Anda lakukan sebelum benar-benar bisa menghasilkan profit? Apakah Anda harus merasa panik jika mengalami beberapa kali kerugian?

Tenang. Duduk santai dulu. Bersandar dengan santai, tarik nafas pelan-pelan, lalu buang nafas perlahan-lahan juga.

Sebenarnya Anda tidak perlu memusingkan pertanyaan-pertanyaan di atas. Ingatlah bahwa loss merupakan bagian dari trading, sama halnya dengan profit. Meskipun demikian, tetap saja jika lebih banyak loss yang melanda daripada profit, berarti ada yang salah dengan proses trading Anda.

Nah, untuk itu ada setidaknya empat hal yang perlu Anda evaluasi untuk mengetahui di mana sebenarnya letak masalahnya. Tentu saja sebenarnya hal-hal tersebut sudah harus diketahui ketika Anda melakukan demo account. tetapi seandainya Anda belum sempat melakukan evaluasi ini tatkala menjalani demo account, berikut hal-hal yang perlu Anda pikirkan kembali:

  1. Apakah Anda melakukan kesalahan klasik dalam trading?

Manusia cenderung memiliki kebiasaan untuk melanggar aturan. Misalnya saja ketika seorang pemotor berkendara dengan kecepatan tinggi dan menyalip kendaraan di depannya, menyerobot jalur melawan arah arus lalu lintas dan merasa yakin bahwa semua akan baik-baik saja. Ia berpikir, “Ah, tidak akan terjadi apa-apa. Saya akan selamat.”

Trader pun demikian. Meskipun dalam setiap workshop, seminar, atau webinar selalu diingatkan bahwa lebih dari 95% trader tidak berhasil bertahan lebih dari satu bulan karena melakukan kesalahan-kesalahan klasik dalam trading forex; tetap saja ada golongan yang cukup bebal yang berpikir bahwa mereka akan “kebal” dari kesalahan-kesalahan klasik tersebut.

Ayo, coba sekarang cek apakah Anda merupakan salah satu dari “golongan bebal” tersebut. Jika memang ya, coba segera perbaiki dan hindari sekuat tenaga kesalahan-kesalahan yang sama di kemudian hari. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

  1. Apakah Anda memiliki sistem trading?

Boleh saya bertanya: bagaimana cara Anda mengambil keputusan dalam trading? Apakah Anda memilih currency pair yang pertama kali Anda lihat? Apakah Anda memilih indikator teknikal yang paling berwarna-warni dan melakukan buy atau sell berdasarkan sinyal dari indikator tersebut? Time-frame berapa yang biasanya Anda pergunakan? Atau, Anda trading berdasarkan feeling? Atau bahkan berdasarkan cuaca hari itu?

Trading tanpa sistem trading ibarat mencoba membuat sebuah artikel berkualitas namun yang Anda lakukan hanyalah menekan tombol keyboard secara acak, namun Anda berharap artikel tersebut akan memenangkan Pulitzer.

Oke, perumpamaan Pulitzer mungkin terlalu hiperbolis. Begini saja, trading tanpa sistem ibarat Anda bermain PlayStation tapi juga hanya menekan tombol di joystick secara acak dan sembarangan tapi berharap Anda akan memenangkan permainan. Ya, mungkin Anda akan memenangkan permainan sekali waktu, tetapi yang pasti Anda tidak akan tahu persis apa yang menyebabkan kemenangan tersebut.

Sebuah sistem atau strategi trading yang baik adalah alat yang membantu Anda untuk mencapai target keuntungan dengan konsisten. Jika Anda tidak tahu bagaimana cara membuatnya, mungkin cara sederhana yang pernah saya tulis di artikel lain berjudul “Rahasia Membuat Sistem Trading Sendiri” bisa membantu. Artikel tersebut ditulis dalam tiga bagian, saya sarankan membaca semuanya.

  1. Apakah Anda sudah menerapkan risk management?

Apakah Anda sudah membatasi jumlah lot sesuai dengan toleransi resiko Anda? Apakah Anda menerapkan position sizing? Apakah setiap transaksi Anda selalu memenuhi risk-to-reward-ratio yang baik?

Jangan lupa, trading tanpa risk management itu sama saja dengan gambling. Apalagi jika ternyata Anda melupakan poin nomor dua di atas. Lengkaplah sudah “dosa” Anda.

  1. Apakah Anda selalu DISIPLIN?

Nah, ini adalah pertanyaan kunci yang paling penting. Apakah Anda selalu disiplin dalam menjalankan trading plan Anda? Sebab tak peduli secanggih apa pun sistem trading yang Anda miliki, seteliti apa pun perhitungan position sizing Anda, semua itu tak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya dengan disiplin.

Jadi, sudahkah Anda melakukan evaluasi hari ini?

0 Comments

Tak Perlu “Menang” Sepanjang Waktu Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, mengalami kerugian adalah hal yang lumrah. Tidak selamanya strategi trading Anda berhasil. Ada kalanya strategi Anda berujung kegagalan, meskipun misalnya Anda yakin bahwa strategi Anda mampu membuahkan keuntungan dan Anda telah mengikuti semua rule yang ada. Jika tidak berhati-hati, hal tersebut bisa membuat Anda menjadi kehilangan “semangat tempur” dan akhirnya pikiran-pikiran negatif memenuhi pikiran Anda.
Sayangnya, kerugian bisa terjadi pada kita semua. Maka ketika Anda merasa beberapa kegagalan mulai menurunkan semangat, sangat penting untuk tetap ingat pada satu pedoman: Anda boleh saja kalah di beberapa pertempuran, namun pada akhirnya Anda sangat mungkin akan memenangkan peperangan.
Banyak trader melakukan kesalahan dengan membiarkan perasaan-perasaan negatif mempengaruhi kegiatan trading mereka. Mereka berpikir, “Jika saya berhasil mendapatkan keuntungan hari ini, dan setiap hari sepanjang minggu ini, maka saya melakukan hal yang benar. Tetapi jika saya gagal hari ini, atau esok, atau sepanjang minggu, maka itu berarti saya melakukan hal yang mengerikan!”
Pemikiran seperti ini berdasar pada bagaiaman orang melihat trading seperti pekerjaan kantoran. Anda masuk pukul 9 pagi, pulang pukul 5 sore, melakukan pekerjaan selama 40 jam per minggu, menyelesaikan semua tugas, dan mendapatkan gaji yang besar. OK, Anda pun merasa bahwa Anda sudah bekerja dengan rajin dan produktif sepanjang pekan.
Tetapi, ketika Anda trading, tidak selalu hasil yang Anda terima sebanding dengan upaya yang telah Anda lakukan. Begitulah adanya. Ketika Anda tidak berhasil mencapai target, sangat mudah bagi Anda untuk merasa kecewa. Betul kan?
Memang, situasi seperti itu sering terjadi, tetapi sebagai trader kita sebaiknya tidak menyikapi trading seperti pekerjaan sehari-hari yang konvensional. Tidak ada jaminan puluhan bahkan ratusan jam waktu yang Anda habiskan untuk melakukan analisa pasti akan membuahkan keuntungan. Atau setidaknya target keuntungan yang Anda tetapkan mungkin tidak akan tercapai.
Bentuk target yang lebih baik daripada target keuntungan – meskipun terdengar aneh – adalah “target pembelajaran”.
Hm, apa pula itu?
Anda mungkin tidak mampu mencapai target keuntungan Anda; katakanlah target mingguan. Tetapi Anda akan selalu bisa mencapai “target pembelajaran”.
Dalam setiap hari Anda trading forex, sadarkah bahwa Anda sebenarnya telah memperoleh pengalaman yang berharga mengenai bagaimana cara menyikapi pasar? Anda akan senantiasa bisa mempelajari berbagai macam strategi dan bagaimana strategi-strategi tersebut bisa berhasil atau tidak. Jangan sekalipun Anda meremehkan pengalaman seperti ini!
Setiap hari, pembelajaran yang Anda peroleh dari pengalaman akan bertambah. Mungkin hal ini tidak akan memberikan hasil instan berupa keuntungan berlimpah, tetapi yang pasti secara perlahan namun pasti, naluri trading Anda akan semakin matang dan tajam.
Inilah salah satu implementasi “fokus pada proses, bukan pada hasil”.
Jika Anda hanya fokus pada berapa besar uang yang bisa Anda hasilkan, dan memperlakukan trading forex seperti pekerjaan sehari-hari di mana ada gaji yang pasti akan dibayar oleh perusahaan, maka Anda justru akan gagal dalam trading. Tetapi jika Anda fokus pada bagaimana cara mempertajam kemampuan trading dan rela “mengorbankan” sebagian waktu, tenaga dan pikiran; maka apa pun hasil trading Anda di hari ini justru akan mempercepat proses pematangan Anda untuk menjadi trader yang handal.
Ibarat peperangan, Anda boleh hanya memenangkan satu atau dua pertempuran dan kalah pada beberapa pertempuran lain, namun semakin sering Anda belajar dari kekalahan dalam satu atau dua pertempuran maka “naluri bertahan hidup” Anda akan semakin kuat. Pada saatnya, Anda akan bisa mengenali potensi bahaya lebih dini dan menghindarinya agar bisa terhindar dari kerusakan yang lebih besar. Anda juga akan semakin piawai dalam mengenali celah peluang dan bisa meraih kemenangan dengan lebih gemilang. Pada akhirnya, peperangan akan Anda menangkan.

0 Comments

8 Ciri Bahwa Anda Cocok Menjadi Trader Forex

Apakah pernah ada teman yang mengajak Anda untuk trading forex di Indonesia? Apakah Anda merasa cukup pintar dalam memahami pasar, namun tidak terlalu yakin tentang hal itu? Berikut ini ada 8 hal yang bisa menjadi pertanda bahwa sebenarnya deep inside Anda berpotensi menjadi trader forex yang handal.

Penasaran ciri apa saja yang ada pada diri Anda? Yuk kita kupas.

Ciri #1: Anda cenderung menggunakan otak kiri

Otak kiri manusia berperan dalam logika dan analitik. Analisis dan logika merupakan hal yang dimiliki oleh trader sukses, karena dua hal itulah yang membantu trader untuk menafsirkan apa yang diperlihatkan oleh grafik pergerakan harga. Seorang trader akan memutuskan apakah ia akan melakukan transaksi atau tidak berdasarkan segala pertimbangan logisnya.

Ciri #2: analisa menarik bagi Anda

Anda merasa tertarik dan bersemangat ketika harus melakukan analisa. Jika Anda adalah seseorang yang senantiasa melakukan analisa akan segala hal, mulai dari hobi bermain game hingga suka strategi memikirkan hal-hal detil dalam menentukan rute untuk menghindari kemacetan, berarti Anda memiliki modal untuk menjadi trader handal.

Ciri #3: Anda mampu mengendalikan emosi

Kualitas ini dimiliki oleh semua trader sukses. Stabilitas emosi merupakan kunci untuk mempertahankan disiplin dalam trading. Mohon maaf, anak alay yang emosinya labil tidak cocok untuk menjadi trader. Jadi, jika Anda adalah orang yang bisa mengendalikan emosi, tidak mudah merasa sedih atau marah, artinya Anda sudah memiliki bakat dasar untuk menjadi trader forex.

Ciri #4: Anda mampu menyerap informasi dengan cepat

Ada orang yang harus membaca sebuah paragraf selama berjam-jam sebelum mampu memahami maksud paragraf tersebut. Mereka harus membacanya berulang-ulang sebelum benar-benar mengerti ide tulisannya.

Ada pula orang yang cukup membaca satu halaman buku dalam beberapa belas detik saja lalu mampu menyimpulkan apa yang dimaksud oleh tulisan itu. Jika Anda termasuk golongan ini, itu adalah modal yang baik untuk menjadi trader.

Ciri #5: Anda bukan penakut dan bukan peragu

Ketika sudah mengambil keputusan, tidak pernah ada rasa ragu atau takut keputusan tersebut akan salah. Jika Anda memiliki kualitas ini, maka Anda sebenarnya sangat berpotensi menjadi trader jempolan. Seorang trader sukses tidak akan ragu untuk menekan tombol beli atau jual segera ketika analisanya mengatakan itulah saatnya melakukan aksi.  Ia selalu memiliki rasa percaya diri dalam kadar yang terkontrol: tidak terlalu percaya diri, tidak pula kurang percaya diri.

Ciri #6: Anda tidak takut menjadi “minoritas”

Seorang trader yang hebat tidak peduli jika ternyata analisanya berbeda dengan analisa kebanyakan orang. Trader yang hebat tidak suka senantiasa mengekor pendapat orang lain. Jika ia memiliki pendapat sendiri berdasarkan analisa yang telah dibuatnya, ia akan bersungguh-sungguh berpegang pada analisa tersebut meskipun mayoritas orang di sekitarnya menentang analisanya tersebut. Pada kenyataannya, “pengekor” dalam dunia trader seringkali keluar sebagai pecundang, sementara ia yang teguh keyakinan seringkali keluar sebagai pemenang. Jadi, jika Anda tak  mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain yang berbeda, maka sepertinya Anda perlu mencoba menjadi seorang trader.

Ciri #7: Anda cenderung ingin membuktikan kebenaran sebuah teori

Perlu Anda ketahui, bahwa di dunia forex banyak sekali orang yang menawarkan “bantuan yang menggiurkan”. Banyak sekali orang yang mengklaim bahwa ia memiliki sebuah strategi trading yang “luar biasa hebat” dan berupaya menawarkan “bantuannya” itu kepada Anda. Tentunya tidak gratis, ada biaya yang harus Anda keluarkan. Anda harus membeli “ilmunya” itu dengan harga tertentu yang seringkali tak masuk akal.

Trader pintar akan selektif memilih penawaran tersebut. Ia tidak akan mudah percaya begitu saja, melainkan akan membuktikan terlebih dahulu klaim tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri. Baginya, “If it sounds too good to be true, it’s not true at all until proven otherwise.”

Jika Anda pun selalu selektif dan berhati-hati dalam menerima sebuah penawaran, berbahagialah karena itu merupakan salah satu ciri trader sukses.

Ciri #8: Anda sudah memiliki demo account dan bisa menghasilkan profit dengan konsisten

Jika Anda sudah mulai mempelajari pasar forex melalui demo account, mempelajari pasar dengan serius, mempelajari cara membangun sebuah strategi trading lalu melakukan transaksi berdasarkan analisa dan data dan berhasil mengumpulkan profit dengan konsisten meskipun tidak besar, maka itu adalah modal yang cukup baik untuk bisa menjadi trader forex sungguhan dengan uang sungguhan pula. Anda tinggal selangkah lagi untuk menjadi trader sukses dengan membuka real account.

Jadi, berapa ciri yang sudah ada pada diri Anda? Jika Anda belum pernah mencoba trading, cobalah untuk melakukan simulasi di demo account kami. Gratis, plus Anda bisa belajar langsung pada ahlinya.

0 Comments

Mengenal Indikator Trading Forex: Awesome Oscillator

Salah satu fungsi indikator teknikal dalam trading forex adalah timing, atau memberikan informasi kepada kita mengenai kapan kira-kira kita bisa mulai membuka posisi (buy atau sell). Indikator yang difungsikan untuk keperluan ini biasanya adalah indikator yang tergolong osilator, meskipun dalam beberapa teknik indikator trend pun bisa dipergunakan sebagai entry signal, misalnya teknik MA cross.

Kali ini, kita akan membahas indikator teknikal yang berada dalam golongan osilator, tepatnya keluarga indikator Bill Williams yang bernama Awesome Oscillator.

Apakah indikator ini benar-benar mengagumkan seperti namanya? Untuk menjawab pertanyaan itu, tentu saja harus melalui serangkaian penelitian yang tidak singkat. Kali ini, kita hanya akan membahas apa dan bagaimana cara mempergunakan indikator ini. Mengenai uji cobanya, mudah-mudahan akan bisa kita bahas di kesempatan lain.

Apa Itu Awesome Oscillator?

Awesome Oscillator (selanjutnya kita singkat dengan AO), sebenarnya merupakan indikator yang dikembangkan dari simple moving average. Jadi, akarnya sebenarnya adalah MA yang merupakan indikator trend. Akan tetapi, pada AO, dengan algoritma tertentu, pembuatnya memodifikasi dan memfungsikannya sebagai osilator.

Berikut ini adalah contoh penampakan AO pada chart:

trading-forex-indonesia-awesome-oscillator

AO hanya memiliki dua komponen, yaitu histogram dan garis nol (nought line). Pada gambar di atas Anda bisa melihat angka nol koma nol (0.0) yang ditandai dengan lingkaran merah, itulah garis nol yang dimaksud.

Sinyal Trading Forex

Pada AO, ada beberapa metode yang bisa dipergunakan untuk mendapatkan sinyal trading untuk buy atau sell. Berikut ini akan dibahas satu per satu metode-metode yang biasa dipergunakan pada AO.

Metode 1: Saucer

Sinyal trading berdasarkan metode saucer bisa dikenali ketika histogram berada di atas garis nol. Syarat-syarat sebuah sinyal saucer adalah sebagai berikut:

  1. Sinyal Buy

Dengan metode saucer, sinyal buy akan terkonfirmasi jika Anda melihat ada tiga batang histogram yang memenuhi kondisi berikut:

  • Semua histogram berada di atas garis nol.
  • Histogram ke-2 harus lebih rendah daripada histogram pertama dan harus berwarna merah.
  • Histogram ke-3 harus lebih tinggi daripada histogram ke-2 dan harus berwarna hijau.

Agar lebih jelas, gambar di bawah ini adalah contoh buy saucer:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

  1. Sinyal Sell

Dengan metode saucer, sinyal sell akan terkonfirmasi jika Anda melihat ada tiga batang histogram yang memenuhi kondisi berikut:

  • Semua histogram berada di bawah garis nol.
  • Histogram ke-2 harus lebih tinggi daripada histogram pertama dan harus berwarna hijau.
  • Histogram ke-3 harus lebih rendah daripada histogram ke-2 dan harus berwarna merah.

Agar lebih jelas, gambar di bawah ini adalah contoh sell saucer:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Metode 2: Nought Line Crossing

Yang dianggap sebagai sinyal pada metode ini adalah ketika histogram “menyeberang” dari area negatif (di bawah nol) ke area positif (di atas nol) atau sebaliknya.

Untuk metode ini, kita hanya memerlukan konfirmasi dua batang histogram.

Sinyal buy diperoleh ketika histogram naik dari area negatif ke area positif. Histogram pertama berada di area negatif, sedangkan histogram ke dua berada di area positif.

Ini contohnya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Sinyal sell diperoleh ketika histogram turun dari area positif ke area negatif. Histogram pertama berada di area positif, sedangkan histogram ke dua berada di area negatif.

Ini contohnya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Metode 3: Two Pikes

Metode ini memiliki beberapa nama. Ada yang menyebutnya dengan nama “Twin Pikes”, ada juga yang menyebutnya dengan nama “Twin Peaks”.

Dengan metode ini, Anda bisa mendapatkan sinyal trading dengan mengamati “puncak” dan “lembah” yang terbentuk oleh histogram.

Perhatikan gambar berikut ini untuk contoh sinyal buy berdasarkan metode two pikes.

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Perhatikan bahwa Pike 1 dan Pike 2 harus berada di bawah garis nol. Pike 2 harus lebih tinggi daripada Pike 1 dan diikuti oleh histogram hijau. Itulah konfirmasi sinyal buy-nya.

Nah, untuk contoh sinyal sell berdasarkan metode two pikes, Anda bisa memperhatikan gambar berikut ini:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Perhatikan bahwa Pike 1 dan Pike 2 harus berada di atas garis nol. Pike 2 harus lebih rendah daripada Pike 1 dan diikuti oleh histogram merah. Itulah konfirmasi sinyal sell-nya.

Di lain kesempatan, kita akan mencoba membahas strategi trading forex yang melibatkan AO.

Sampai jumpa. :)

0 Comments

4 Strategi Trading Forex Kurangi Resiko Loss Besar

trading forex

Dalam trading forex, tidak selamanya transaksi yang Anda buat berbuah profit yang manis. Ada kalanya kerugian datang menghampiri Anda. Banyak penyebab terjadinya kerugian, karena memang tidak ada sistem atau strategi forex yang sempurna.

Namun kadangkala kerugian yang terjadi menjadi terlalu besar. Nah, dalam kasus seperti itu, biasanya ada faktor “human error” di situ. Anda mungkin melupakan beberapa hal yang penting yang berkaitan dengan manajemen modal dan manajemen resiko, misalnya stop loss. Ujung-ujungnya resiko menjadi tak terkendali dan kerugian yang Anda alami menjadi terlalu besar. Anda tentu tidak mau ini terjadi kan?

Nah, untuk menghindari hal seperti itu dalam aktivitas trading forex Anda, berikut ini ada lima cara untuk mengurangi resiko loss yang terlalu besar.

PERTAMA: Check & Re-check

Melakukan transaksi sangatlah mudah. Anda tinggal menekan tombol di mouse Anda dan… klik! Transaksi pun terjadi. Sekali transaksi tersebut dilakukan, tidak akan bisa Anda batalkan (kecuali untuk “pending order”).

Tetapi ingat! Sebagaimana yang disampaikan di awal tulisan ini, Anda tentu sudah paham bahwa bisa jadi pasar bergerak melawan keinginan Anda. Oleh sebab itulah Anda selalu harus membatasi resiko dalam setiap transaksi yang Anda lakukan dengan cara menempatkan stop loss dengan benar. Jangan pernah lupa mengecek apakah Anda telah memasang stop loss tiap kali Anda melakukan transaksi. Dalam setiap webinar, tim FOREXimf.com tak pernah bosan mengingatkan hal tersebut.

Membatasi resiko tidak hanya terbatas pada menempatkan level stop loss saja, namun juga erat kaitannya dengan membatasi volume transaksi yang Anda buat, dalam hal ini adalah jumlah lot. Besaran lot dan level stop loss tergantung pada seberapa besar modal Anda dan seberapa besar resiko yang siap Anda tanggung.

Contohnya begini: katakanlah Anda memiliki uang sebesar USD 100,000 (seratus ribu) dalam akun trading forex Anda. Dari USD 100,000 tersebut, tetapkan berapa besar resiko yang siap Anda tanggung untuk tiap transaksi, misalnya 10%. Itu artinya resiko kerugian maksimal yang Anda hadapi hanya sebesar USD 1,000 (seribu) tiap kali Anda melakukan transaksi.

Lalu lakukanlah analisa teknikal untuk bisa menemukan level-level support atau resistance. Level-level support atau resistance tersebut bisa Anda jadikan sebagai patokan stop loss. Jika Anda mengambil posisi buy, maka patokan stop loss-nya adalah area support, sebaliknya jika posisi Anda sell maka patokan stop loss-nya adalah area resistance.

Dalam melakukan analisa pun Anda harus melakukan check & re-check juga. Pastikan sinyal yang muncul telah benar-benar sesuai dengan aturan strategi trading Anda.

Kembali ke pembatasan resiko. Misalkan Anda melihat bahwa level stop loss saat itu berada dalam jarak 500 pips (asumsi harga menggunakan 5 desimal) dari level entry, yang artinya sebesar USD 500. Jika batasan resiko Anda adalah USD 1,000 maka itu artinya Anda hanya boleh melakukan transaksi maksimal sebesar 2 (dua) lot, tak lebih. Periksa lagi, apakah Anda benar-benar memasukkan angka 2 (dua), atau 20 (dua puluh)? Di tahun 2010, ada seorang trader futures di bursa New York yang salah memasukkan besaran transaksinya. Niatnya mau bertransaksi sebesar USD 16 MILLION (juta) saja, namun ia justru memasukkan USD 16 BILLION (milyar)! Seribu kali lipatnya!

Anda juga perlu memeriksa kembali apakah Anda melakukan transaksi di currency pair yang benar? Pernah terjadi pada rekan saya: ia bermaksud membuka posisi pada pair USD/CHF, namun ternyata ia mengeksekusi transaksi tersebut di pair AUD/USD. Konyol kan?

Nah, dengan demikian setidaknya ada empat hal yang perlu Anda periksa dan periksa lagi: menempatkan stop loss, besaran lot, aturan strategi trading-nya, dan currency pair-nya.

KE DUA: Selalu Setia Pada Trading Plan

Strategi forex secanggih apa pun tak akan berhasil jika Anda tak mematuhi aturan-aturan yang ada di dalamnya. Sebaliknya seringkali trader yang menggunakan strategi forex sederhana bisa secara konsisten meraih keuntungan karena ia konsisten pada trading plan-nya.

Trading plan dalam trading forex mencakup setidaknya tiga hal: money management (kaitannya dengan penggunaan modal per transaksi), risk management (pembatasan resiko) dan strategi trading. Di poin pertama telah disinggung mengenai hal-hal tersebut.

Jika Anda sudah menyusun dan menetapkan trading plan, maka jalankanlah dengan sungguh-sungguh. Jika sistem trading Anda belum memperbolehkan untuk membuka posisi, jangan memaksakan harus membuka posisi. Jangan pula memperbesar batasan resiko Anda, dan sialnya inilah “penyakit” yang hingga kini masih menjangkiti mayoritas trader.

KE TIGA: Ambil Waktu Rehat

Terkadang ada waktunya Anda tak bisa mengikuti pergerakan pasar dan kerugian beruntun pun terjadi. Pada saat seperti itu seringkali Anda menjadi sangat emosional dan kondisi psikologi seperti itu bisa berujung pada setidaknya dua hal: Anda menjadi takut untuk melakukan transaksi lagi, atau Anda justru menjadi semakin kalap dan melakukan transaksi yang tidak sejalan dengan trading plan Anda.

Jika suatu saat Anda merasakan setidaknya satu dari dua perasaan di atas, saya sarankan untuk berhenti dahulu untuk beberapa waktu. Menepilah sebentar dari hiruk-pikuk trading forex dan pergunakan waktu tersebut untuk mengevaluasi hasil trading Anda. Ada kalanya Anda harus merevisi strategi forex Anda, atau setidaknya menemukan bahwa pasar memang sedang tidak sesuai bagi Anda untuk menerapkan strategi tersebut.

Jika kondisi mental Anda sudah pulih, yaitu ketika tak lagi ada perasaan takut atau “dendam” karena telah loss, barulah Anda boleh kembali terjun ke pasar.

KE EMPAT: Cairkan Keuntungan Anda

Apa tujuan Anda trading? Tentu untuk memperoleh uang kan? Maka petiklah buah kerja keras Anda itu. Tariklah keuntungan dari akun trading Anda secara berkala, misalnya sebulan sekali.

Tariklah keuntungan tersebut jika balance Anda telah bertambah dari USD 10,000 menjadi USD 10,100; meskipun seandainya target bulanan Anda adalah USD 1,000. Ada kalanya target Anda tidak tercapai. Tidak apa-apa. Nikmati saja dulu hasil jerih payah Anda tersebut. Belilah barang-barang yang telah lama Anda incar, atau pergunakan untuk mentraktir teman-teman Anda makan dan katakanlah dengan bangga, “Ini hasil trading gue!” :)

Jika keuntungan itu tidak Anda ambil, dikhawatirkan Anda akan terlena ketika suatu saat transaksi Anda terseret oleh pasar. Ada kemungkinan Anda akan berpikir, “Ah, profit yang kemarin masih ada. HAJAR LAGI.” Ini berbahaya!

The Bottomline

Cukup banyak trader yang heran, mengapa keuntungan yang telah ia peroleh bisa raib dengan cepat. Selain faktor pasar, ternyata mereka seringkali mengabaikan empat poin yang telah dipaparkan dalam artikel ini.

Mudah-mudahan, artikel ini bisa membantu Anda.

Selamat trading. :)

2 Comments

4 Tanda Perubahan Trend Dalam Trading Forex

Trading Forex

Sangat penting memiliki sahabat. Ia bisa menguatkan Anda saat Anda lemah, mendukung Anda menjalani hidup, serta mengingatkan Anda tatkala Anda melakukan kesalahan. Dalam dunia trading, sahabat Anda adalah trend. Istilah “the trend is your friend” adalah postulat dalam trading forex. Trend merupakan representasi kekuatan pasar. Anda tidak mungkin bisa melawan pasar. Jika tidak bersahabat dengan trend, itu artinya Anda mengumumkan permusuhan dengan pasar. Ini berbahaya!

Karena Anda tidak mungkin melawan pasar, maka satu-satunya jalan adalah mengikuti ke mana pasar bergerak. “If you can’t beat them, join them,” kata orang Inggris. Mengikuti arus pasar ibarat berenang di sungai yang deras. Kepiawaian mengikuti arus akan membawa Anda sampai ke seberang sungai dengan selamat. Kata orang Jawa, “Ngéli ning ora kéli.” Artinya “menghanyutkan diri, namun tidak sampai terhanyut (maksudnya celaka).”

Namun tidak seperti arus sungai yang selalu bergerak ke satu arah, pasar memiliki dinamikanya sendiri. Kadang harga bergerak naik, kadang turun. Pergerakannya pun seringkali ekstrim. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “Bagaimana saya bisa mengenali potensi perubahan arah pasar?”

Ya, Anda harus bisa mengenali potensi perubahan arah pasar agar tidak merasa “tertipu”. Bisa jadi suatu ketika Anda mengira harga akan tetap naik, namun ternyata arahnya berubah menjadi turun. Atau, Anda mengira pasar akan segera berbalik arah, namun ternyata masih melanjutkan arah sebelumnya.

Untuk itu, ini beberapa tips yang perlu Anda ketahui.

Harus Tahu #1: Manfaatkan Trendline

Anda tentu mengenal “trendline” kan? Belum? Wah… jika belum, pelajarilah sekarang. Anda bisa membacanya di sini.

Trendline merupakan alat yang sangat lazim digunakan sebagai alat analisis teknikal dalam trading forex. Selain berfungsi sebagai support (dalam uptrend) dan resistance (dalam downtrend), trendline merupakan salah satu alat yang paling sederhana untuk dapat mengenali arah tren. Kesalahan dalam mengenali tren adalah awal dari kegagalan Anda meraih keuntungan dalam trading. Syarat untuk menarik garis trendline yang valid adalah paling tidak terdapat dua puncak atau lembah yang dapat dihubungkan.

Trading Forex

Tembusnya trendline dapat dijadikan indikasi awal bahwa harga berpotensi berubah arah trennya. Trendline dianggap tembus jika seluruh body candlestick yang terbentuk berada diluar garis trendline.

Harus Tahu #2: Skenario Non-Failure Swing

Dalam buku “Technical Analysis of the Financial Markets” karya John J. Murphy, disebutkan bahwa ada dua kondisi yang bisa memberikan petunjuk berakhirnya sebuah tren. Kedua kondisi tersebut adalah kondisi non-failure swing dan failure swing.

Kondisi non-failure swing adalah sebuah pergerakan harga yang langsung menembus titik top atau bottom terakhir, setelah mencapai titik terjauh dari trennya. Ilustrasinya kira-kira begini:

Trading Forex

Kita mulai dari gambar sebelah kiri dulu. Gambar itu memperlihatkan perubahan arah tren dari naik ke turun. Konfirmasinya adalah sewaktu harga berhasil menembus bottom terakhir (A) dan membentuk bottom yang lebih rendah (C). Setelah itu, pasar membentuk puncak lagi (D) yang tidak lebih tinggi dari puncak sebelumnya (B), baru kemudian turun dan menembus support (C) dan bergerak menuju titik E.

Bagaimana dengan gambar sebelah kanan? Gambar itu adalah proses pembalikan dari turun menjadi naik. Konfirmasinya adalah sewaktu harga berhasil menembus puncak terakhir (A) dan membentuk puncak yang lebih tinggi (C). Setelah itu, pasar membentuk lembah lagi (D) yang tidak lebih tinggi dari puncak sebelumnya (B), baru kemudian naik dan menembus resistance (C) dan bergerak menuju titik E.

Harus Tahu #3: Skenario Failure Swing

Bedanya dengan non-failure swing, diskenario failure-swing ini tidak ada “pull-back”. Supaya lebih gampang menjelaskannya, ada baiknya lihat gambar berikut ini:

Trading Forex

Jadi, setelah tembus titik C, harga langsung bergerak menuju E, tanpa ada koreksi atau pull-back lagi. Namun perhatikan bahwa titik D pada saat uptrend tak pernah lebih tinggi daripada titik B. Sebaliknya titik D pada saat downtrend tak pernah lebih rendah daripada titik B.

Harus Tahu #4: Kenali Reversal Pattern

“Sejarah selalu berulang”. Itulah salah satu prinsip dasar analisa teknikal. Pengulangan yang dimaksud adalah berupa pola-pola pergerakan harga. Dengan mempelajari pola pergerakan harga di masa lalu, kita bisa memperkirakan ke mana arah pasar selanjutnya, jika pola yang sama kembali muncul.

Untuk mengenali pembalikan arah, Anda pun bisa memanfaatkan pola yang disebut reversal pattern. “Reversal” sendiri berarti “pembalikan”, maka “reversal pattern” artinya kira-kira adalah “pola pembalikan (arah)”.

Ada beberapa pola yang dapat mengindikasikan bahwa tren berakhir dan berpotensi berbalik arah, yaitu double top, double bottom, triple top, triple bottom, head and shoulders dan inverse head and shoulders.

Anda ingin mempelajari pola-pola tersebut lebih detail lagi? Gampang, masuk saja ke laman edukasi kami di sini.

Jadi, Kesimpulannya?

Meskipun Anda harus bisa mengikuti trend dan memanfaatkannya untuk melakukan transaksi dalam trading forex, Anda harus tahu kapan Anda keluar dari pasar. Mengenali potensi pembalikan arah trend merupakan hal yang mutlak harus Anda ketahui agar bisa segera mengamankan keuntungan yang sempat Anda peroleh, atau segera membuang transaksi yang merugi agar tak terseret lebih jauh.

Selamat trading.

0 Comments

Investasi Bodong Bukan Trading Forex Asli

Belum lama ini Anda mungkin pernah membaca di internet, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis semacam daftar yang berisi penyelenggara investasi yang tidak berizin atau tidak berada di bawah pengawasan OJK. Daftar tersebut cukup memancing keresahan mengingat ada beberapa pialang berjangka (yang memfasilitasi trading forex) turut menjadi “sasaran tembak” daftar ala OJK tersebut. Keresahan meningkat oleh judul berita media yang terkesan menyamaratakan bahwa semua nama yang ada di daftar tersebut adalah “investasi bodong” alias penipuan berkedok investasi.

Padahal, OJK sendiri telah dengan gamblang menyatakan: “Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar daftar perusahaan atau kegiatan yang tidak mendapatkan izin dan produk atau layanannya tak diawasi OJK.” Bagian yang dicetak tebal sebenarnya mempertegas bahwa tidak semua nama yang ada dalam daftar tersebut ilegal, melainkan bisa jadi memang tidak berada di bawah pengawasan OJK. Perdagangan berjangka, dalam hal ini diatur dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Badan tersebut hingga saat ini masih berdiri dan memiliki otoritas sendiri, tidak dilebur ke dalam OJK seperti halnya BAPEPAM-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan).

Maka jelaslah, pialang berjangka tidak ada urusannya dengan OJK sama sekali, kecuali jika suatu saat nanti BAPPEBTI pun dilebur ke OJK. Hingga saat ini pialang berjangka tak harus meminta izin apa pun dari OJK untuk beroperasi, melainkan cukup berbekal izin dari BAPPEBTI.

Trading forex

“Investasi Bodong” Kembali Marak?

Sialnya, memang cukup banyak investasi bodong yang bermodus investasi forex (valas) dan emas, produk yang hingga saat ini masih menjadi primadona perdagangan berjangka di Indonesia. Dalam daftar yang dirilis OJK tersebut, memang ada beberapa nama yang bermasalah di masyarakat.

Masyarakat sering terjebak penipuan bermodus investasi ini lantaran tingginya imbal hasil yang dijanjikan. Tak jarang para penipu itu menghembuskan janji-janji semanis madu berupa keuntungan puluhan bahkan ratusan kali lipat dari modal yang disetorkan. Tak ayal, impian untuk cepat kaya pun membuat para korban rela menyerahkan uang simpanan mereka dengan harapan keuntungan yang berlipat ganda.

Jangan Lupakan Resiko

Ada satu hal yang dilupakan kebanyakan masyarakat kita: RESIKO. Dunia bisnis – termasuk investasi – selalu berjalan bersama resiko. Kerugian bisa terjadi kapan saja. Sayangnya para penipu lebih lihai merangkai kata dan mengumbar pesona demi mengeruk setiap rupiah dari calon-calon korbannya. Tak sekalipun mereka menyinggung resiko yang mungkin bisa terjadi. Semua yang disampaikan hanyalah untung, untung dan untung.

Padahal tidak ada satu pun bentuk bisnis yang bebas dari resiko kerugian. Dalam bisnis, berlaku konsep “high risk-high return”. Peluang selalu berbandung lurus dengan resiko. Dengan kata lain, semakin tinggi peluang keuntungan yang ditawarkan, maka semakin tinggi jugalah resiko yang menyertainya. Sadarilah hal ini, agar Anda tidak menjadi sasaran empuk para penipu.

Investasi Bukan Trading, Vise Versa

Ini topik klasik yang sepertinya sudah menjadi salah kaprah di masyarakat. Kebanyakan orang menganggap setiap kegiatan yang melibatkan perputaran uang/modal adalah investasi, padahal tidak selalu demikian.

Investasi adalah ketika Anda mengalokasikan uang Anda ke suatu aset tertentu, misalnya rumah. Kemudian rumah tersebut Anda sewakan. Setiap tahun (atau bulan) Anda akan mendapatkan uang dari hasil menyewakan rumah tersebut. Rumah yang Anda beli (atau bangun) memberikan penghasilan untuk Anda dan status rumah tersebut tetap menjadi milik Anda.

Berbeda ceritanya jika Anda membeli satu unit rumah untuk Anda jual kembali. Selama rumah tersebut belum terjual kembali, Anda tidak akan memperoleh keuntungan apa pun secara finansial. Anda baru akan memperoleh keuntungan jika rumah tersebut Anda jual kembali dengan harga yang lebih tinggi daripada ketika Anda membelinya. Keuntungan yang Anda peroleh adalah dari selisih harga jual dan harga belinya. Dalam kasus ini, rumah tersebut Anda perdagangkan alias Anda perjualbelikan. Dengan kata lain, Anda melakukan aktivitas trading, bukannya investasi.

Banyak orang yang tidak menyadari perbedaan kedua hal tersebut. Maka ketika Anda berbicara “investasi forex”, sebenarnya yang dimaksud adalah “trading forex”. Forex (valas) diperdagangkan dan keuntungan bisa diperoleh dari selisih pergerakan harga mata uang tersebut terhadap mata uang yang lain.

Trading Forex Bukan Skema Cepat Kaya

Trading forex adalah bisnis. Layaknya bisnis, tentu membutuhkan tahapan-tahapan dan waktu untuk bisa mencapai puncak kesuksesan.

Nilai mata uang (kurs) tidak pernah tetap. Penguatan atau pelemahan bisa terjadi setiap saat dan seringkali ekstrim. Resiko yang menyertai sangatlah tinggi. Oleh karena itu waspadalah Anda jika dijanjikan keuntungan tetap (fix income) dari trading forex hingga puluhan atau bahkan ratusan kali lipat dari modal awal seperti yang dilakukan pelaku investasi abal-abal itu. Saran saya, buang saja penawaran seperti itu ke tempat sampah, kecuali orang yang menawarkan hal itu berani berkata jujur, “Peluang keuntungan bisa ratusan persen, tapi resikonya adalah Anda bisa kehilangan seluruh modal Anda.”  Jika itu yang dikatakannya, bolehlah Anda berpikir untuk menitipkan modal Anda padanya.

Lebih daripada itu, dibutuhkan pengetahuan yang memadai untuk bisa memanfaatkan pergerakan pasar uang yang luar biasa dinamis. Tanpa pengetahuan itu, mustahil bagi siapa pun untuk bisa sukses di dunia trading forex.

Kekuatan modal pun turut menentukan. Potensi keuntungan yang Anda peroleh berbanding lurus dengan kekuatan modal Anda. Maka, berhati-hatilah jika misalnya ada seseorang yang datang kepada Anda dan berkata, “Berikan saya dua setengah juta, akan saya jadikan seratus dua puluh lima juta dalam sebulan.” Itu mimpi di siang bolong. Segeralah bangun. :)

6 Comments