Posts

4 Tanda Perubahan Trend Dalam Trading Forex

Trading Forex

Sangat penting memiliki sahabat. Ia bisa menguatkan Anda saat Anda lemah, mendukung Anda menjalani hidup, serta mengingatkan Anda tatkala Anda melakukan kesalahan. Dalam dunia trading, sahabat Anda adalah trend. Istilah “the trend is your friend” adalah postulat dalam trading forex. Trend merupakan representasi kekuatan pasar. Anda tidak mungkin bisa melawan pasar. Jika tidak bersahabat dengan trend, itu artinya Anda mengumumkan permusuhan dengan pasar. Ini berbahaya!

Karena Anda tidak mungkin melawan pasar, maka satu-satunya jalan adalah mengikuti ke mana pasar bergerak. “If you can’t beat them, join them,” kata orang Inggris. Mengikuti arus pasar ibarat berenang di sungai yang deras. Kepiawaian mengikuti arus akan membawa Anda sampai ke seberang sungai dengan selamat. Kata orang Jawa, “Ngéli ning ora kéli.” Artinya “menghanyutkan diri, namun tidak sampai terhanyut (maksudnya celaka).”

Namun tidak seperti arus sungai yang selalu bergerak ke satu arah, pasar memiliki dinamikanya sendiri. Kadang harga bergerak naik, kadang turun. Pergerakannya pun seringkali ekstrim. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “Bagaimana saya bisa mengenali potensi perubahan arah pasar?”

Ya, Anda harus bisa mengenali potensi perubahan arah pasar agar tidak merasa “tertipu”. Bisa jadi suatu ketika Anda mengira harga akan tetap naik, namun ternyata arahnya berubah menjadi turun. Atau, Anda mengira pasar akan segera berbalik arah, namun ternyata masih melanjutkan arah sebelumnya.

Untuk itu, ini beberapa tips yang perlu Anda ketahui.

Harus Tahu #1: Manfaatkan Trendline

Anda tentu mengenal “trendline” kan? Belum? Wah… jika belum, pelajarilah sekarang. Anda bisa membacanya di sini.

Trendline merupakan alat yang sangat lazim digunakan sebagai alat analisis teknikal dalam trading forex. Selain berfungsi sebagai support (dalam uptrend) dan resistance (dalam downtrend), trendline merupakan salah satu alat yang paling sederhana untuk dapat mengenali arah tren. Kesalahan dalam mengenali tren adalah awal dari kegagalan Anda meraih keuntungan dalam trading. Syarat untuk menarik garis trendline yang valid adalah paling tidak terdapat dua puncak atau lembah yang dapat dihubungkan.

Trading Forex

Tembusnya trendline dapat dijadikan indikasi awal bahwa harga berpotensi berubah arah trennya. Trendline dianggap tembus jika seluruh body candlestick yang terbentuk berada diluar garis trendline.

Harus Tahu #2: Skenario Non-Failure Swing

Dalam buku “Technical Analysis of the Financial Markets” karya John J. Murphy, disebutkan bahwa ada dua kondisi yang bisa memberikan petunjuk berakhirnya sebuah tren. Kedua kondisi tersebut adalah kondisi nonfailure swing dan failure swing.

Kondisi non-failure swing adalah sebuah pergerakan harga yang langsung menembus titik top atau bottom terakhir, setelah mencapai titik terjauh dari trennya. Ilustrasinya kira-kira begini:

Trading Forex

Kita mulai dari gambar sebelah kiri dulu. Gambar itu memperlihatkan perubahan arah tren dari naik ke turun. Konfirmasinya adalah sewaktu harga berhasil menembus bottom terakhir (A) dan membentuk bottom yang lebih rendah (C). Setelah itu, pasar membentuk puncak lagi (D) yang tidak lebih tinggi dari puncak sebelumnya (B), baru kemudian turun dan menembus support (C) dan bergerak menuju titik E.

Bagaimana dengan gambar sebelah kanan? Gambar itu adalah proses pembalikan dari turun menjadi naik. Konfirmasinya adalah sewaktu harga berhasil menembus puncak terakhir (A) dan membentuk puncak yang lebih tinggi (C). Setelah itu, pasar membentuk lembah lagi (D) yang tidak lebih tinggi dari puncak sebelumnya (B), baru kemudian naik dan menembus resistance (C) dan bergerak menuju titik E.

Harus Tahu #3: Skenario Failure Swing

Bedanya dengan non-failure swing, diskenario failure-swing ini tidak ada “pull-back”. Supaya lebih gampang menjelaskannya, ada baiknya lihat gambar berikut ini:

Trading Forex

Jadi, setelah tembus titik C, harga langsung bergerak menuju E, tanpa ada koreksi atau pull-back lagi. Namun perhatikan bahwa titik D pada saat uptrend tak pernah lebih tinggi daripada titik B. Sebaliknya titik D pada saat downtrend tak pernah lebih rendah daripada titik B.

Harus Tahu #4: Kenali Reversal Pattern

“Sejarah selalu berulang”. Itulah salah satu prinsip dasar analisa teknikal. Pengulangan yang dimaksud adalah berupa pola-pola pergerakan harga. Dengan mempelajari pola pergerakan harga di masa lalu, kita bisa memperkirakan ke mana arah pasar selanjutnya, jika pola yang sama kembali muncul.

Untuk mengenali pembalikan arah, Anda pun bisa memanfaatkan pola yang disebut reversal pattern. “Reversal” sendiri berarti “pembalikan”, maka “reversal pattern” artinya kira-kira adalah “pola pembalikan (arah)”.

Ada beberapa pola yang dapat mengindikasikan bahwa tren berakhir dan berpotensi berbalik arah, yaitu double top, double bottom, triple top, triple bottom, head and shoulders dan inverse head and shoulders.

Anda ingin mempelajari pola-pola tersebut lebih detail lagi? Gampang, masuk saja ke laman edukasi kami di sini.

Jadi, Kesimpulannya?

Meskipun Anda harus bisa mengikuti trend dan memanfaatkannya untuk melakukan transaksi dalam trading forex, Anda harus tahu kapan Anda keluar dari pasar. Mengenali potensi pembalikan arah trend merupakan hal yang mutlak harus Anda ketahui agar bisa segera mengamankan keuntungan yang sempat Anda peroleh, atau segera membuang transaksi yang merugi agar tak terseret lebih jauh.

Selamat trading.

Solusi Mengatasi 6 Penyebab Kegagalan Trading

Fail trader 1Dunia trading Indonesia sedang berada dalam “masa suram”!

Mengapa? Karena mayoritas “karir” trader Indonesia (terutama pemula) berhenti secara prematur sebelum mereka mampu menghasilkan apa pun. Padahal banyak sekali yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk meraih peluang yang ada di pasar, namun tak mampu memperoleh hasil yang berarti.

Ada banyak hal yang menyebabkan perjalanan trading para trader forex di Indonesia berhenti  dengan cepat ibarat bunga yang layu sebelum berkembang. Kali ini, kita akan mencoba untuk membahas setidaknya 6 penyebab kegagalan dalam trading berikut cara mengatasinya.

Penyebab #1: Belum menjadikan trading sebagai kebiasaan

Pernahkah Anda melihat pekerja di pabrik rokok kretek yang bisa melinting 350 batang rokok per jam dengan sangat rapi? Atau juru ketik yang bisa mengetik 80 kata per menit tanpa kesalahan, bahkan tanpa perlu melihat papan ketik?

Rahasianya adalah latihan yang kemudian menjadi kebiasaan. Itulah mengapa mereka terlihat sangat lihai melakukan hal-hal tersebut.

typist

Dalam trading pun demikian. Selama Anda masih belum terbiasa melakukan analisa dan mengambil keputusan, maka Anda akan tetap “gagap”. “Langkah” Anda akan tersendat-sendat dan Anda akan bosan karena menganggap trading forex bukanlah pilihan yang tepat. Padahal masalahnya bukan pada forex-nya, melainkan pada ketidakbiasaan Anda.

Solusinya: jadikan aktivitas trading sebagai kebiasaan. Luangkan waktu setiap hari untuk memantau, menganalisa dan melakukan transaksi. Nah, dalam proses “pembiasaan” ini, Anda bisa menggunakan demo account terlebih dahulu.

Penyebab #2: Masalah  kepercayaan diri

Ada dua masalah tentang kepercayaan diri:

–          Kurang percaya diri

–          Terlalu percaya diri (Oh, ya! Ini juga masalah!)

Kurang percaya diri diakibatkan kurangnya pengetahuan. Terlalu banyak hal-hal negatif yang memenuhi pikiran. Takut salah perkiraan, takut rugi, dan sebagainya. Ketakutan-ketakutan itu mencegah Anda untuk melakukan transaksi dan akhirnya justru banyak kesempatan emas terlewatkan.

confident 1

Solusinya: perbanyaklah belajar. Lengkapi  pengetahuan dengan teknik trading serta manajemen modal dan manajemen resiko, sehingga beberapa kali loss tidak akan mempengaruhi hasil trading Anda, karena secara keseluruhan Anda masih tetap bisa menikmati profit yang manis.

Sebaliknya, percaya diri yang terlalu tinggi pun bisa menjadi masalah. Terlalu percaya diri akan menyebabkan Anda tidak disiplin pada trading plan. Alih-alih mendapat keuntungan, justru kerugian yang besar akan senantiasa menghantui Anda hingga suat saat akan “membunuh” akun Anda.

Solusinya:Ingat bahwa Anda tidak mungkin bisa mengendalikan pasar. Pasarlah yang selalu benar. Maka patuhi sistem trading, manajemen modal dan manajemen resiko Anda. Ketika semua parameter itu mengatakan Anda harus keluar dari pasar, maka keluarlah. Dengan kata lain, patuhi trading plan Anda!

Penyebab #3: Terlalu banyak mempelajari teori trading

Banyak sekali trader pemula “kalap” dalam melahap berbagai macam teori, trik dan strategi sehingga mereka lupa bahwa semua itu tak akan membuahkan apa-apa tanpa praktek di pasar yang sesungguhnya. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka tidak membutuhkan teori yang terlalu rumit atau canggih untuk bisa menangkap peluang yang ada di pasar. Akhirnya mereka menjadi bingung, teori mana yang harus mereka pakai.

overlearning

Solusinya: Pelajari satu atau paling banyak dua sistem trading saja. Kuncinya adalah: pilih sistem trading yang paling sesuai dengan karakter/style trading Anda. Kenyataannya, para trader profesional hanya menggunakan satu atau dua strategi sederhana dengan konsisten.

Belajar memang perlu, namun terlalu banyak mempelajari teori trading hanya akan membuat Anda bingung.  Semua yang serba “terlalu” memang tak baik. 🙂

Penyebab #4: Terlalu mudah menyerah

Seringkali para trader pemula menyerah kalah setelah didera beberapa kali kerugian. “Ini bukan dunia saya,” kata mereka. Padahal beberapa kali kerugian adalah hal yang wajar dalam bisnis.

Yang membuat mereka “angkat tangan” biasanya adalah besarnya kerugian yang diderita. Ini karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen modal dan manajemen resiko.

give up

Solusinya: sadari bahwa kerugian hanyalah resiko yang memang merupakan bagian dari bisnis mana pun, termasuk trading. Agar bisa meminimalkan resiko, pelajari dan terapkan manajemen resiko yang baik dan benar, sehingga Anda akan memiliki lebih banyak peluang untuk memanfaatkan pergerakan pasar.

Penyebab #5: Tidak memiliki plan

If you failed to plan, you planned to fail.” Apa pun yang dilakukan tanpa perencanaan – terutama bisnis – hampir pasti tidak akan berjalan dengan baik, bahkan berakhir dengan kegagalan.

plan

Trader yang melakukan transaksi hanya secara sporadis, tanpa perencanaan yang matang, tak pernah bisa bertahan lama di kancah per-trading-an. Mungkin pada beberapa kasus ada pemula yang bisa memperoleh keuntungan di awal-awal perjalanan trading mereka, namun tidak pernah ada yang bisa mempertahankan prestasi itu. Justru mereka biasanya “selesai” hanya dalam hitungan minggu.

Solusinya: milikilah trading plan, yang di dalamnya ada aturan-aturan yang harus Anda ikuti termasuk batasan resiko, sistem yang harus diikuti, hingga aturan menggunakan modal. Jangan lupa: disiplanlah menjalankan trading plan tersebut. Dalam trading, ada pemeo yang berbunyi, “Plan your trade, trade your plan.”

Penyebab #6: Tidak fokus

Kebanyakan trader pemula – terutama part-timer – tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisa dan transaksi karena kesibukan mereka. Akhirnya mereka hanya melakukan transaksi di waktu-waktu senggang saja. Sayangnya kebanyakan waktu senggang yang mereka miliki justru adalah waktu-waktu yang “sepi”, ketika tidak banyak pergerakan yang signifikan di pasar.

focus

Kalaupun ternyata waktu senggang tersebut bertepatan dengan “jam sibuk” pasar (ketika banyak peluang yang tercipta), namun tidak diimbangi dengan konsentrasi yang cukup baik. Terkadang perhatian mereka teralihkan oleh tayangan di televisi, topik obrolan yang menarik, atau mungkin rengekan sang anak yang mengajak bermain. Akibatnya, banyak sekali peluang yang terlewatkan. Trading pun menjadi tidak maksimal, tidak bisa memberikan hasil yang diharapkan, dan pada gilirannya hanya akan membuat Anda meninggalkan peluang yang sangat luar biasa.

Solusinya: sediakan waktu khusus untuk trading. Pasar biasanya akan ramai pada pukul 14.00-21.00 WIB. Pilihlah waktu di antara jam-jam tersebut. Tidak perlu terlalu lama, cukup satu atau dua jam saja sehari, seandainya aktivitas Anda sudah cukup padat. Jika waktu Anda bisa lebih panjang, tetaplah selingi dengan istirahat sekitar setengah hingga satu jam tiap dua jam sekali. Ini penting untuk menjaga kebugaran Anda.

Seandainya memungkinkan, sediakan juga tempat khusus untuk melakukan aktivitas trading, di mana gangguan bisa Anda minimalkan. Jika tidak memungkinkan, buat kesepakatan dengan teman atau anggota keluarga yang lain bahwa Anda tidak ingin diganggu pada jam-jam trading Anda tersebut.

Mudah-mudahan pemaparan ini bisa mencegah Anda menjadi trader yang “layu sebelum berkembang”, dan dunia trading Indonesia akan segera keluar dari “masa suram” ini.

Apakah Artikel ini bermanfaat? Yuk Sampaikan komentar Anda