Posts

Profit Konsisten Dengan 5 Tips Sederhana

Saya yakin sebagai trader Anda pasti ingin bisa menghasilkan profit secara konsisten. Maka penting bagi Anda untuk mengevaluasi metode dan strategi trading forex secara rutin.

Percayalah, selalu ada metode atau strategi baru yang bisa Anda temukan dan bisa dipadukan dengan strategi trading yang sekarang Anda miliki. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi sebaiknya jika metode dan strategi yang Anda pergunakan saat ini sudah bisa menghasilkan keuntungan dengan baik, hal-hal baru yang Anda temukan cukup Anda tambahkan sebagai modifikasi tanpa mengubah “struktur asli” strategi Anda.

Misalnya, Anda sudah cukup nyaman mempergunakan metode Fibonacci dan stochastic, lalu suatu saat Anda menemukan metode baru yang bisa memperbesar potensi keuntungan jika dikombinasikan dengan metode Fibo dan stochastic Anda. Silakan padukan, tetapi tetaplah mempergunakan Fibo dan stochastic sebagai metode utama dalam pengambilan keputusan.

Juga penting untuk memiliki aturan/rule yang presisi dan tegas untuk mengantisipasi jika pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan Anda.

Untuk itu, saya ingin berbagi lima tips sederhana. Sederhana saja, tidak perlu terlalu rumit.

  1. Belajarlah untuk membatasi kerugian

    Sebenarnya rahasia trading sukses itu tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan profit, tetapi juga kemampuan menghindari kerugian. Oke, mungkin kita tidak 100% bisa terhindar dari kerugian, tetapi setidaknya bisa kita batasi.

    Kemampuan membatasi kerugian itu dengan sendirinya akan membantu Anda untuk memperbesar keuntungan.

    Untuk membatasi kerugian, para trader pada umumnya akan mempergunakan strategi tertentu. Yang paling mudah di antaranya adalah stop loss.

    Trailing stop juga dapat dipergunakan untuk menjaga agar keuntungan yang sudah diperoleh dari sebuah posisi terbuka dapat dijaga agar tak berubah menjadi kerugian.

  1. Ketahui batasan resiko sebelum membuka posisi

    Untuk bisa menempatkan stop loss dengan pas, Anda juga perlu mengetahui seberapa besar toleransi resiko Anda. Seberapa besar kerugian yang mampu Anda terima, secara finansial maupun secara psikis?

    Masing-masing trader memiliki besaran yang berbeda-beda. Itulah pertanyaan “berapa pips SL-nya?” sebaiknya diikuti dengan perrtanyaan “berapa dolar kerugian yang mampu saya terima?”

    Ini juga akan berpengaruh pada besaran lot yang boleh Anda pakai. Semakin besar SL-nya, seharusnya lot-nya akan semakin kecil, demikian sebaliknya. Hal tentang ini bisa Anda baca lebih detil dalam tulisan saya tentang position sizing.

    Toleransi resiko ini sebaiknya sudah Anda “pegang erat-erat” dalam trading plan yang sudah Anda susun sebelumnya.

    Penting juga menetapkan batasan kerugian maksimal setiap bulannya. Ketika kerugian sudah mencapai batasan itu, sebaiknya berhentilah dahulu. Lakukan evaluasi, perbaiki mana yang perlu diperbaiki, baru lanjutkan.

    Kalau kemudian Anda berhasil mengumpulkan keuntungan, silakan tarik keuntungan itu dan bersenang-senanglah. Tetapi ada baiknya sisihkan sebagian keuntungan itu dan masukkan ke dalam akun trading “cadangan”. Dengan demikian sedikit demi sedikit Anda akan memperbesar modal Anda.

  1. Kuasai metode dan strategi yang Anda pergunakan

    Tidak mungkin Anda bisa mengambil keputusan dengan baik jika bahkan Anda sendiri tak memahami metode dan strategi yang Anda pergunakan. Trader yang baik adalah trader yang sangat memahami metode dan strategi yang ia pergunakan: apa kelebihan dan kelemahannya.

    Hindari menggunakan metode dan strategi yang terlalu kompleks dan rumit. Ingat, Anda ini trader. Anda tak perlu terlihat seperti Albert Einstein, yang bahkan konon pernah berkata, “Everything should be made as simple as it can be.”

    Metode dan strategi yang Anda pergunakan juga sebaiknya cocok dengan gaya trading Anda dan, yang paling penting, cocok dengan kekuatan modal Anda. Jika sebuah strategi menuntut toleransi resiko yang lebih besar daripada toleransi resiko (modal) Anda, sebaiknya jangan dipergunakan.

  1. Bersabarlah

    Membuka dan menutup posisi dalam trading membutuhkan analisa terbaik dari Anda. Jangan terburu-buru membuka posisi hanya karena takut kehilangan peluang, atau terburu-buru menutup posisi hanya karena khawatir profit berubah menjadi loss.

    Timing adalah krusial dalam trading, maka pastikan Anda memilih waktu yang tepat untuk melakukan eksekusi. Untuk bisa menentukan timing yang tepat, tidak bisa tidak, Anda harus melakukan analisa seobyektif mungkin.

  1. Never give up and stick to the plan!

    Banyak trader yang menyerah karena mengalami kerugian beruntun. Banyak trader yang gagal karena kerugian beruntun itu jadi menggunung. Hampir semua trader yang mengalami hal itu tidak menyadari bahwa kerugian yang menggunung adalah buah dari mengabaikan poin 1 sampai 4 di atas.

    Jadi, sangat penting bagi Anda untuk menguasai poin 1 sampai 4 di atas. Jangan hanya poinnya, pahamilah penjelasannya juga. Jangan hanya dipahami, praktekkanlah.

5 tips di atas memang sangat sederhana, tetapi sekali Anda mampu konsekuen menjalankannya, hasilnya tidak sederhana. Pertanyaannya, siapkah Anda menjalankannya? Anda sendiri yang menentukan.


Jika Anda merasa artikel kami berguna, silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami di kolom komentar.

 

Strategi Trading Forex Camarilla Pivot

Teknik pivot points merupakan salah satu strategi trading forex yang banyak dipergunakan trader untuk mengidentifikasi level-level yang potensial sebagai support dan resistance. Sederhananya, pivot point dan level-level support dan resistance yang dihasilkan melalui perhitungan tertentu dianggap merupakan area di mana harga berpotensi akan berubah arah.

Pivot point menjadi sangat menarik karena setidaknya salah satu penyebab: ia sangat obyektif. Tidak seperti indikator teknikal lain yang memerlukan interpretasi yang tentu sangat dipengaruhi oleh “jam terbang” yang dimiliki si trader. Bahkan tidak seperti Fibonacci retracements yang masih memerlukan preferensi si trader dalam menentukan swing high dan swing low.

Penerapan Strategi Pivot

Strategi trading yang berdasar pada pivot points biasanya dipergunakan sebagai strategi trading jangka pendek. Para trader yang mempergunakannya biasanya mencari pergerakan yang tidak terlalu besar, cocok dengan gaya trading intraday mereka.

Seperti halnya strategi trading yang memanfaatkan support dan resistance, para trader bisa memilih apakah mereka akan menerapkan strategi bounce/range-bound, breakout, atau bahkan keduanya.

Para trader yang menganut paham range-bound biasanya memanfaatkan pivot untuk mencari titik-titik reversal (balik arah). Mereka akan mencari peluang buy di area support dan mencari peluang sell di area resistane.

Sebaliknya, para trader yang bergaya breakout akan menunggu hingga support tembus untuk mencari peluang sell. Sebaliknya mereka akan menunggu tembusnya resistance untuk mencari peluang buy.

Mengenal Strategi Camarilla Pivot

Strategi Camarilla pivot (selanjutnya kita sebut Camarilla) merupakan salah satu turunan strategi pivot points.

Strategi ini mirip dengan nenek moyangnya, si pivot points itu sendiri, tetapi lebih komplit untuk dipergunakan sebagai sebuah strategi trading. Strategi ini diciptakan oleh Nick Stott sekitar tahun 1989 dan masih populer hingga saat ini.

Pada dasarnya ada tujuh garis yang menjadi bagian penting dari strategi ini, yaitu:

  • H5 = long breakout target
  • H4 = long breakout
  • H3 = short pivot
  • Pivot Point (PP)
  • L3 = long pivot
  • L4 = short breakout
  • L5 = short breakout target

Level-level tersebut di atas diperoleh melalui rumus berikut:

H5 = (H/L) × C
H4 = C+ RANGE × 1,1/2
H3 = C+ RANGE × 1,1/4

PP = (H + L + C) / 3

L3 = C– RANGE × 1,1/4
L4 = C– RANGE × 1,1/2
L5 = C– (H5 – C)

di mana:

C = Closing Price (harga penutupan hari sebelumnya)

H = High (harga tertinggi hari sebelumnya)

L = Low (harga terendah hari sebelumnya)

RANGE = harga tertinggi – harga terendah hari sebelumnya

 

Kalau digambarkan di chart, kira-kira bentuknya akan seperti ini:

strategi trading forex, strategi forex, strategi trading forex camarilla

 

Strategi Camarilla

Sebenarnya ada banyak teknik yang bisa dikembangkan, tetapi tetap dasarnya adalah bounce dan breakout trading.

Berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda coba:

Teknik bounce: jika harga dibuka di antara H3 dan L3

Anda bisa membuka posisi buy, jika:

Harga bergerak sedikit ke bawah L3 namun kemudian berhasil kembali bergerak naik ke atas garis L3. Beberapa trader memilih untuk mengombinasikan dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Ada juga yang mengombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis H3. Target maksimal di H4 atau H5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan di bawah garis L4.

Anda bisa membuka posisi sell, jika:

Harga bergerak sedikit ke atas H3 namun kemudian berhasil kembali bergerak turun ke bawah garis H3. Anda bisa mengombinasikannya dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Bisa juga dikombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis L3. Target maksimal di L4 atau L5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan di atas garis H4.

Teknik breakout:

Anda bisa membuka posisi buy, jika:

Harga bergerak naik dan tembus ke atas garis H4. Tempatkan target di garis H5 dan stop loss di bawah garis H3.

Anda bisa membuka posisi sell, jika:

Harga bergerak turun dan tembus ke bawah garis L4. Tempatkan target di garis L5 dan stop loss di atas garis L3.

Demikian strategi dasar teknik Camarilla. Jika ada pertanyaan, Anda bisa menghubungi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com.

Selamat mencoba.


Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

 

Bagaimana Cara Membaca Hasil Backtest Strategi Forex?

Menguji sebuah sistem atau strategi trading forex, atau Expert Advisor (EA) yang biasa dikenal dengan “robot trading”, bisa sangat memakan waktu. Tetapi untunglah ada sebuah alat yang bernama Strategy Tester di MetaTrader, sehingga kita bisa menguji sebuah sistem trading dengan mempergunakan data rekaman pergerakan harga dari beberapa tahun sebelumnya. Dengan demikian kita tidak perlu menguji sebuah sistem trading secara real time. Metode pengujian seperti ini disebut “backtesting”, yang bisa mempercepat proses pengujian sebuah sistem trading secara signfikan.

Kami biasa merekomendasikan pengujian dengan metode backtesting sebelum melakukan pengujian secara real time (biasa disebut forward testing). Tentu saja, setelah backtesting dijalankan, kita tetap memerlukan forward testing di pasar yang sesungguhnya, tetapi tujuan backtesting adalah untuk memberikan “informasi awal” mengenai sebuah sistem trading yang akan kita uji dan kemudian – jika hasilnya cukup memuaskan – kita pergunakan.

Perlu diingat bahwa untuk mendapatkan hasil backtesting yang berkualitas, kita memerlukan rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya baik pula untuk menghindari overfitting. Overfitting adalah sebuah “kesalahan” yang disebabkan olah terbatasnya data yang dipergunakan. Oleh karena itu, untuk melakukan backtesting sebaiknya kita memiliki rekaman data pergerakan harag setidaknya tiga atau empat tahun.

Setelah melakukan backtesting, kita harus menganalisa hasil pengujian tersebut agar kita tahu apakah sistem trading atau EA tersebut sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Ada beberapa parameter yang harus kita lihat dan pahami dari hasil backtest tersebut.

Sekarang mari kita coba cermati contoh hasil backtest berikut ini:

strategi trading forex

Tenang, Anda tidak perlu mengetahui makna setiap angka dari hasil ini. Yang perlu Anda perhatikan adalah beberapa parameter kunci yang bisa dipergunakan apakah strategi ini adalah strategi pemenang atau bukan.

Berikut ini adalah beberapa parameter kunci dan apa yang bisa kita ketahui dari sistem trading tersebut.

Total net profit

Ini merupakan hasil total dari semua transaksi yang dilakukan oleh sistem trading yang kita uji. Sebuah strategi pemenang seharusnya menghasilkan keuntungan, bukannya kerugian. Parameter ini memberi tahu kita apa yang bisa terjadi jika Anda mempergunakan sistem ini sesuai dengan aturan yang melekat padanya. Ingat, ini bukanlah sebuah jaminan bahwa di masa datang sistem ini akan bekerja persis seperti hasil pengujiannya. Meskipun demikian, setidaknya parameter ini bisa memperlihatkan berapa besar keuntungan yang mungkin bisa kita dapatkan dengan mempergunakan sistem ini.

Maximal drawdown

Maximal drawdown memperlihatkan kerugian terbesar yang mungkin bisa terjadi. Angka ini sebaiknya tidak terlalu besar. Tentu saja, besar atau kecil itu relatif, tergantung pada berapa besar modal kita dan berapa besar toleransi resiko kita. Sebagai contoh, jika modal kita adalah $10,000 dan toleransi resiko kita hanya 20% dari modal tersebut, maka maximal drawdown-nya sebaiknya tidak lebih dari $2,000. Sederhananya, semakin kecil maximal drawdown-nya, semakin bagus.

Total trades

Ini adalah total transaksi yang dilakukan. Kita bisa menganalisa apakah sistem ini agresif atau tidak dengan membandingkan angka ini dengan jangka waktu yang kita pergunakan.

Contohnya, jika total transaksi yang terjadi adalah 200 transaksi dalam tiga bulan, artinya sistem trading ini menghasilkan rata-rata tiga transaksi per hari (dengan asumsi bahwa ada dua puluh hari kerja dalam sebulan). Artinya, strategi ini tidak terlalu agresif dan mungkin cocok untuk strategi trading intraday. Jika angkanya semakin kecil, maka mungkin akan lebih cocok untuk strategi trading jangka menengah atau mungkin jangka panjang.

Profit trades

Parameter ini menunjukkan jumlah transaksi yang menghasilkan keuntungan dan berapa persen porsinya dari seluruh transaksi yang dilakukan. Sederhananya, parameter ini memperlihatkan win ratio dari sistem yang kita uji. Semakin besar angkanya, semakin baik.

Bottomline

Seperti yang disebutkan di atas, backtesting sebaiknya diikuti dengan forward testing di pasar sesungguhnya. Hal ini perlu untuk memvalidasi semua hasil yang kita peroleh dari backtesting, juga penting untuk memperoleh bukti nyata bahwa kita berhasil menghindari overfitting selama proses backtest.

Metode backtest bisa membantu kita untuk mempercepat proses pengujian, tetapi pastikan Anda memiliki rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya cukup baik.

Demikian cara membaca backtest strategi trading forex. Selamat mencoba dan silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami ini di kolom komentar.

Strategi Trading Forex 100% Berhasil, Mungkinkah?

Sebentar. Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, saya mau bertanya. Siapa di antara Anda yang menafsirkan bahwa strategi yang akan saya paparkan kali ini adalah strategi trading forex tanpa loss? Jika Anda menafsirkan demikian, bersiaplah untuk kecewa.

Eits, tunggu dulu. Anda perlu tahu bahwa meskipun ada transaksi yang mengalami loss, strategi yang akan saya paparkan kali ini tetap sering dipergunakan untuk meraih potensi keuntungan. Apa nama strategi itu? Namanya adalah: MARTINGALE.

Apa Itu Martingale?

Sebenarnya strategi ini sangat sering dipraktekkan di meja judi semacam kasino (tempat judi) di Las Vegas. Konon, strategi inilah yang menyebabkan kasino-kasino jaman now menerapkan aturan berupa pembatasan jumlah taruhan maksimun dan minimum. Masalah utama dalam menerapkan strategi ini adalah bahwa Anda mutlak memerlukan dana yang sangat – sangatBESAR. Bahkan saya sendiri sering mengatakan bahwa untuk menerapkan strategi ini agar bisa bekerja 100%, Anda membutuhkan sumber dana yang “tidak terhingga”.

google-review-foreximf

Strategi martingale dibangun di atas teori (setidaknya hipotesa) bahwa harga akan senantiasa mengalami koreksi. Saya ingatkan sekali lagi: tanpa sokongan modal yang cukup besar, penerapan strategi ini hanya akan membawa Anda menuju kegagalan.

Strategi ini sendiri mulai dipopulerkan di abad ke-18. Pertama kali diperkenalkan oleh ahli matematika Perancis bernama Paul Pierre Levy. Aslinya, strategi ini berasal dari teknik bertaruh “doubling down”.

Di meja judi, dengan sistem doubling down, jumlah “taruhan” justru akan digandakan tiap kali mengalami kekalahan. Dengan demikian pada suatu saat semua kekalahan akan tertutup oleh satu kali kemenangan.

Mari kita ambil contoh. Anggaplah Anda sedang “bertaruh” dengan saya. Kita bertaruh lempar koin, yang memiliki dua sisi yaitu sisi “gambar” dan sisi “angka”. Anggaplah besar taruhan kita adalah $1 untuk tiap kali tos (lempar koin). Ingat, tiap kali kalah, Anda akan menggandakan taruhan Anda.

Ingat juga bahwa Anda akan konsisten bertaruh hanya untuk kemunculan sisi “angka”. Meskipun Anda bisa jadi akan beberapa kali kalah, tetapi pada suatu waktu semua kekalahan Anda itu akan terbayar.

Hasil dari “permainan” kita akan saya ilustrasikan dalam tabel berikut:

Dari tabel di atas bisa Anda lihat bahwa dari tos ke-2 hingga ke-6 Anda selalu kalah. Tetapi pada tos ke-7, pilihan Anda muncul dan Anda memenangkan $32. Ketika ditotal, semua kekalahan Anda langsung terbayar dan hasilnya Anda untung sebesar $2.

Tetapi itu asumsinya adalah pada tos ke-10 Anda menang. Jika ternyata sisi “angka” tak kunjung muncul, maka pertanyaannya adalah, “Masih cukupkah uang Anda untuk melanjutkan permainan?”

Aplikasi Martingale Sebagai Strategi Trading

Contoh di atas adalah ilustrasi hasil yang mungkin muncul jika Anda berjudi. Kemunculan sisi “angka” atau “gambar” murni karena keberuntungan (atau kesialan) semata. Tetapi ketika trading, Anda akan melihat bahwa pergerakan harga mata uang cenderung bergerak dalam trend tertentu (price moves in trend) dan trend tersebut bisa berlangsung cukup panjang. Kunci pertama Anda adalah menentukan posisi pertama yang benar (buy atau sell).

Selain itu, trend juga memiliki “koreksi”. Jadi meskipun posisi pertama Anda salah, Anda masih memiliki kesempatan untuk membayar kesalahan tersebut ketika terjadi koreksi.

Trend dan koreksi sendiri merupakan sebuah keniscayaan dalam pergerakan harga. Dengan demikian, unsur “spekulatif” dalam penerapan martingale dalam trading bisa dihilangkan, atau setidaknya diminimalisir. Apalagi jika dikombinasikan dengan analisa teknikal dalam menentukan pembukaan posisi.

Coba Anda simak ilustrasi berikut ini:

strategi trading forex, martingale

Anda bisa melihat bahwa ketika harga naik ke 1.50500 maka si Trader sudah mengalami kerugian sebesar 500 pips (-$500). Dengan sistem martingale, di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar dua lot, digandakan dari  posisi sebelumnya yang hanya 1 lot. Ketika harga naik lagi ke 1.51000, si Trader sudah mengalami kerugian sebesar -$2,000 dan di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar 4 lot.

Ketika harga kembali ke 1.50500, barulah kerugiannya berubah menjadi keuntungan sebesar 1500 pips atau $1,500.

Pertanyaan yang sama kembali muncul, “Sampai sejauh mana modal Anda kuat menahan pergerakan harga?”

Saya lantas membuat hitung-hitungan sederhana. Jika Anda ingin menerapkan martingale dengan memulai transaksi dengan besaran 0.1 lot dengan multiplier (pengali) dua, kira-kira modal yang Anda butuhkan akan seperti ilustrasi di bawah ini:

Interval (jarak) antar posisi : 500 pips
Lot awal : 0.1
Multiplier (pengali) : 2
Deposit awal : USD 50,000
Posisi : Sell

 

Output:

Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa dengan modal $50,000 Anda bisa menahan pergerakan harga hingga 3500 pips. Jika harga tak mengalami koreksi dan terus naik, maka modal sebesar itu bisa habis.

Maka jika Anda ingin menjalankan strategi trading forex ini, modal yang Anda butuhkan sangatlah besar. Bahkan mungkin Anda harus menyiapkan sumber dana yang tak terbatas, seperti yang saya sampaikan di awal. Artinya, resikonya pun mungkin unlimited.

So, the choice is yours. Choose wisely.

Strategi Trading Forex ”London Breakout”

Strategi trading forex “London breakout” merupakan salah satu strategi yang cukup populer dalam forex. Dalam perkembangannya, masing-masing trader/analis yang mengembangkan strategi ini memberikan nama yang berbeda-beda, tetapi konsepnya sama yaitu memanfaatkan pergerakan menjelang pembukaan market London.

Strategi yang termasuk dalam kategori mechanical trading system ini didesain untuk “menangkap” pergerakan cepat yang terjadi menjelang pembukaan pasar London. Untuk bisa mempergunakan strategi ini Anda membutuhkan kemampuan dasar mempergunakan MetaTrader, minimal menggambar kotak dan garis horizontal di chart, plus beberapa jam memantau sesi London.

google-review-foreximf

Saya kira tidak perlu saya beritahu lagi bahwa sebelum pasar London buka sudah ada pasar di sesi Asia yang telah berjalan. Biasanya memang aktivitas pasar yang paling tinggi terlihat pada sesi Eropa, maka dengan strategi ini kita akan mencoba untuk mencari peluang dengan berpatokan pada range harga yang tercipta pada saat sesi Asia.

Sebenarnya Anda tidak perlu mempergunakan indikator apa pun untuk menjalankan strategi trading forex “London Breakout” ini. Meskipun demikian, kalau Anda bisa menemukan indikator “market hour” di internet atau marketplace MetaTrader, itu akan cukup membantu. Tetapi, indikator itu sifatnya opsional, tak ada pun tidak masalah. Yang penting Anda tahu bagaimana cara membuat kotak dan garis horizontal di MetaTrader.

Strategi

Jadi, menjelang memasuki sesi London, Anda telah memiliki range harga sebagai acuan yang terbentuk dari pergerakan di sesi Asia. Adapun range yang dimaksud sebenarnya bukanlah range sesi Asia secara keseluruhan, melainkan tiga jam terakhir saja. Currency pair yang paling cocok untuk strategi ini adalah GBPUSD, EURUSD dan NZDUSD.

Agar penjelasannya lebih mudah, strateginya akan saya rangkum sebagai berikut:

  1. Pergunakan time frame
  2. Buat kotak di chart dengan tiga candlestick terakhir yang muncul sebelum sesi London dimulai. Jika Anda mempergunakan FOREXimf Trader berplatform MetaTrader, maka candlestick yang menjadi acuan adalah candlestick dari pukul 07:00 sampai 09:00 waktu MetaTrader.
  3. Berdasarkan “kotak” tersebut di atas, gambarlah dua garis horizontal yang masing-masing berfungsi sebagai support dan resistance. Artinya Anda harus menggambar satu garis horizontal di sisi atas “kotak” tersebut dan satu garis horizontal lainnya di sisi bawah “kotak”.
  4. Tempatkan Stop Order:
    1. Buy Stop kira-kira 5 pips di atas resistance, tempatkan SL di level Sell Stop
    2. Sell Stop kira-kira 5 pips di bawah support, tempatkan SL di level Buy Stop
  5. Jika salah satu Stop Order tereksekusi (done), Anda harus segera menghapus (cancel) Stop Order yang menjadi lawannya. Artinya jika Buy Stop yang tereksekusi maka segeralah batalkan oder Sell Stop dan sebaliknya.

Gambar di bawah ini bisa memperjelas strategi yang saya paparkan di atas:

strategi trading forex, strategi london breakout

 

 

 

Kelebihan dan Kekurangan

Sebagaimana mechanical trading system lain, strategi trading forex “London Breakout” ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya adalah:

  • Tidak memerlukan indikator teknikal yang rumit
  • Relatif mudah untuk dimengerti dan diterapkan
  • Murni mempergunakan price action, sehingga mengurangi resiko terlambat masuk posisi

Kelemahannya adalah:

  • Ada potensi “terjebak” oleh bull trap atau bear trap
  • Pada hari Senin atau Jumat sering muncul pergerakan yang “tidak biasa”, sehingga peluang yang muncul di hari tersebut cenderung kurang akurat.

Seperti biasa, saya menyarankan Anda untuk mempelajari dan melatih strategi ini terlebih dahulu di demo account sebelum menjalankannya di real account Anda, sebab belum tentu strategi ini cocok untuk Anda.

Jangan lupa, meskipun mempergunakan demo account Anda tetap harus memperlakukannya seperti real account, terutama dalam hal penempatan SL. Pembiasaan melalui demo account akan membentuk habit yang baik sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.

Strategi Trading Forex Short-Term: Reversal Bollinger

Anda mungkin sudah sangat mengenal Bollinger Band. Mungkin juga sudah mempergunakannya dalam melakukan forex trading. Kali ini saya akan membahas salah satu strategi trading forex yang mempergunakan Bollinger Band dalam sebuah mechanical trading system yang sederhana untuk transaksi jangka pendek.

Dalam strategi sederhana ini, Bollinger Band bekerja untuk mencari titik balik (reversal) dalam sebuah trend. Anda mungkin telah mengetahui bahwa garis-garis pada Bollinger Band bisa dimanfaatkan sebagai area support dan resistance dinamis.

google-review-foreximf

Tidak seperti indikator berbasis trend lainnya, keberadaan upper dan lower band pada Bollinger Band membuat indikator ini bisa dimanfaatkan saat market sideway, tentunya dengan teknitk tertentu. Nah, kali ini saya akan membahas teknik tersebut.

Menariknya, teknik yang akan saya paparkan kali ini cukup efektif dipergunakan saat sideway, atau kondisi trending yang tidak terlalu curam. Tetapi waspadalah karena kondisi sideway biasanya diikuti oleh penyempitan Bollinger Band (Bollinger squeeze). Squeeze cuku sering diikuti oleh rally pasca penembusan upper atau lower band. Untuk memperkecil resiko maka teknik ini juga mengikutsertakan salah satu indikator osilator, yaitu RSI yang bisa memberikan informasi dini mengenai kondisi jenuh beli atau jenuh jual. Penggunaan RSI diharapkan akan bisa memberikan filter yang lebih baik

Sebagai sinyal untuk melakukan transaksi, strategi ini memanfaatkan kemunculan pola candlestick yang memperlihatkan terjadinya false-break ke atas upper band atau ke bawah lower band. Tentu saja teknik ini hanya bisa menjanjikan potensi rebound jangka pendek saja. Dengan demikian, penempatan target profit (TP) tidak bisa terlalu jauh.

OK, tanpa perlu panjang-lebar, pemaparan berikut ini adalah aturan penggunaan strategi ini.

Pair: currency pair yang tidak terlau fluktuatif, disarankan di USDCAD.

Time frame: H1 ke atas

Indikator Teknikal:

  • Bollinger Band:
    • Period: 50
    • Deviations: 2
    • Apply to: close
  • RSI:
    • Period: 5
    • Apply to: close

Sinyal Trading:

  • Sinyal sell:
    • Jika harga high dari candlestick yang dijadikan acuan lebih tinggi daripada upper band dan harga close-nya berada di bawah upper band.
    • RSI sudah crossing dari atas 75 (ke bawah).
strategi trading forex, bolinger band

Entry sell setelah candlestick acuan close di bawah upper band

  • Sinyal buy:
    • Jika harga low dari candlestick yang dijadikan acuan lebih rendah daripada lower band dan harga close-nya berada di atas lower band.
    • RSI sudah crossing dari bawah 25 (ke atas).
strategi trading forex, bolinger band

Entry buy setelah candlestick acuan close di atas lower band

Strategi exit:

  • Tempatkan SL sejauh 50 pips di atas high candlestick acuan
  • Penempatan TP:
    • Target I: middle band
    • Target II: lower band (untuk posisi sell)/upper band (untuk posisi buy)
    • Tips: jika harga sudah menyentuh target pertama, disarankan untuk mengaktifkan trailing stop atau menutup sebagian posisi (partial close).
strategi trading forex, bolinger band

Close sebagian posisi atau aktifkan trailing stop ketika harga mencapai target I (middle band)

strategi trading forex, bolinger band

Close semua posisi ketika harga mencapai target II (lower band)

 

Peringatan!

Sebagaimana mechanical trading system sederhana lainnya, tidak ada jaminan bahwa strategi ini akan selalu menghasilkan keuntungan. Dalam trading, Anda harus memadukan sistem trading forex Anda dengan risk management dan money management yang baik dan sesuai dengan kekuatan modal Anda.

Selamat mencoba.

Tips Trading Forex Saat Market Sideways (Bag-2)

Dalam artikel di bagian pertama kita sudah membahas “anatomi” pasar sideways dan choppy; bagaimana bentuknya, apa yang membedakan kedua kondisi tersebut dan kondisi yang seperti apa yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuka posisi dalam forex trading. Sebagai penyegar, saya ingatkan kembali bahwa di artikel terdahulu dijelaskan bahwa kita masih bisa melakukan trading jika pasar masih dalam kondisi sideways, bukan choppy.

Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya yang berjudul Tips Trading Forex Saat Market Sideways bagian yang pertama. Anda siap? Mari kita selesaikan urusan trik trading sideways market ini.

  1. Apa yang bisa dilakukan?

Ketika Anda bisa mengenali kondisi sideways – di mana Anda bisa melihat jarak yang jelas antar masing-masing gelombang dan ada jarak yang cukup lebar antara support dan resistance – langkah selanjutnya adalah mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy dan sell di antara support dan resistance tersebut.

Salah satu teknik yang bisa Anda pilih adalah bounce trading, atau biasa juga disebut range-bound trading. Konsep dasarnya adalah Anda menunggu hingga harga mencapai area support atau resistance, baru kemudian mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy (jika harga berada dekat area support) atau sinyal sell (jika harga berada di dekat area resistance).

Tetapi jangan salah sangka, teknik range-bound ini terkadang juga diwarnai oleh kejadian penembusan support atau resistance, tetapi breakout yang terjadi tidak boleh merupakan “valid breakout”. Kalaupun terjadi beberapa kali breakout, maka yang terjadi haruslah “false breakout”. Dalam kondisi sideways biasanya terjadi setidaknya satu kali false break dan kerap pula kemudian diikuti oleh pergerakan signifikan ke arah sebaliknya. Dengan kata lain, pemanfaatan false break sering memperbesar potensi keuntungan dalam range-bound trading.

Untuk mempelajari teknik range-bound trading (atau bounce trading), Anda bisa membaca salah satu bagian dari artikel di EduSpot yang berjudul Strategi Menggunakan Trendline.

Ilustrasi dari penjelasan di atas kira-kira seperti gambar berikut ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Para trader biasanya juga memanfaatkan sinyal dari oscillator seperti stochastic atau CCI untuk membantu memberikan sinyal buy atau sell ketika harga berada di area support atau resistance. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa penggunaan oscillator seperti itu bukanlah satu-satunya metode, karena cukup banyak trader yang melakukan “blind entry”, yaitu masuk posisi ketika harga sudah menyentuh support (buy) atau resistance (sell) tanpa mempergunakan indikator teknikal lain.

trading forex, forex trading, tips trading forex

  1. Jangan Trading Saat Choppy Market

Jika pasar sedang bergerak choppy dan Anda tidak bisa melihat range trading yang jelas, maka pilihan yang terbaik biasanya adalah tidak melakukan trading. Yang perlu Anda lakukan adalah duduk manis dan mengamati pasar dan baru mencoba mencari peluang lagi jika Anda sudah bisa melihat ada range jelas yang terbentuk oleh pergerakan harga.

Jika Anda melihat sebuah pair bergerak choppy, maka pilihan terbaik adalah menghindar dari pair tersebut dan mencoba untuk mencari peluang di pair lain, sebab bisa jadi justru banyak peluang yang tercipta di pair lain. Jangan fanatik pada satu currency pair saja, karena itu sama saja dengan menyia-nyiakan potensi pasar yang memberikan akses ke banyak pair.

Semoga bermanfaat.

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Strategi Trading Forex: Double Bollinger Bands

Anda mungkin sering mendengar – atau bahkan menggunakan – salah satu indikator teknikal yang bernama “Bollinger Bands”(selanjutnya kita sebut BB). Wajar jika Anda sering mendengarnya, karena indikator yang dinamai dengan nama penciptanya ini (John Bollinger) memang salah satu indikator teknikal yang cukup terkenal di kalangan forex trader.

Kebanyakan trader hanya memasang satu BB saja di chart mereka. Nah, kali ini kita akan mencoba membahas salah satu strategi trading yang memanfaatkan DUA BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini biasa dikenal dengan nama Strategi Trading Forex dengan Double Bollinger Bands. Agar lebih mudah, kita sebut saja strategi trading “Double-BB”.

Mechanical Trading System

Sebagaimana strategi trading yang mempergunakan indikator teknikal, maka Double-BB ini juga merupakan mechanical trading system, yaitu sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal untuk memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena trader yang menggunakan sistem trading seperti ini seharusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Sebenarnya mechanical trading system lebih “ringan” daripada analisa teknikal yang kompleks, semisal mempergunakan price pattern atau candlestick pattern. Itulah sebabnya metode ini cukup bersahabat bagi trader yang “kurang sabar” dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisa dengan mempergunakan analisa teknikal yang lebih kompleks. Jadi, metode trading ini lebih sederhana.  Tetapi ingat, karena itulah metode trading seperti ini terkadang memiliki tingkat kesuksesan yang cukup rendah. Ada kelebihan (sederhana), ada pula kelemahannya.

Intinya, Anda harus menyadari bahwa dalam dunia analisa teknikal tidak ada yang namanya “holy grail”, yaitu suatu sistem yang dipercaya “anti-loss”. Tetap saja ada peluang untuk kerugian.

Bagaimana Sebenarnya Double-BB Ini?

Seperti yang disebutkan di atas, Double-BB mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini sangat sederhana, karena meskipun nanti akan ada candlestick yang terlibat namun pada dasarnya Anda tidak perlu pusing menghafalkan nama-nama candlestick pattern.

Strategi ini tidak mengharuskan Anda menghabiskan banyak waktu di depan chart. Bahkan Anda hanya perlu melongok chart daily (D1) beberapa menit saja setiap harinya.  Jika Anda melihat ada peluang trading berdasarkan sistem ini, maka Anda bisa membuka posisi. Jika tidak, Anda tinggal kembali melihat chart di keesokan harinya. Tidak perlu melihat time-frame lain, indikator teknikal lain, dan sebagainya.

Cara Menerapkan Double-BB

Seperti yang saya janjikan, metode ini sangat sederhana. Anda hanya membutuhkan dua indikator BB. Itu saja.

Pasang indikator BB di chart Anda dengan pengaturan sebagai berikut:

Period: 20
Deviations: 2
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, karena deviations yang dimasukkan bernilai 2 (dua), maka untuk selanjutnya BB yang ini kita sebut sebagai BB-2.

Kemudian pasang lagi indikator BB yang lain, tetapi kali ini di kotak deviations masukkan angka 1 (satu). BB yang ini selanjutnya kita namakan BB-1. Jadi pengaturannya adalah:

Period: 20
Deviations: 1
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Dalam contoh ini, saya menggunakan dua warna yang berbeda untuk masing-masing BB, yaitu warna merah untuk BB-2 dan biru untuk BB-1. Tentu saja Anda bebas memilih warna favorit.

Sudah, itu saja yang perlu Anda pasang di chart Anda. Oh ya, jangan lupa: pasang di chart DAILY (D1). Di bawah ini adalah contoh penampakannya.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, kalau Anda perhatikan chart di atas, Anda akan bisa melihat bahwa BB-2 berada di luar sementara BB-1 berada di dalam. Perhatikan bahwa middle band BB-1 dan BB-2 letaknya sama persis, karena memang perbedaan deviasi (deviations) tidak akan mempengaruhi letak middle band.

OK, sekarang kita masuk ke bagian yang agak “rumit”.

Jangan panik dulu. Yang “rumit” sebenarnya adalah cara menjelaskannya, bukan menggunakannya. Itu karena saya tidak bisa menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjelaskan cara kerja strategi ini. Jadi mungkin ada baiknya Anda siapkan dulu secangkir cappuccino dan beberapa cemilan.

Cappuccino Anda sudah siap? Kalau begitu, mari kita lanjutkan.

Aturan BUY

Untuk membuka posisi buy:

  • Pastikan ada candlestick yang close di atas upper band BB-1 tetapi di masih bawah upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di bawah upper band BB-1 tetapi di atas middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi buy di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga LOW candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL. Jadi, jika misalnya SL Anda sebesar 200 pips, maka TP bisa ditempatkan sejauh 400 pips.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini. Chart di bawah ini adalah screen capture pergerakan USDJPY di chart D1. Bagian yang di-highlight merupakan candlestick tanggal 15, 18 dan 19 Agustus 2014.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Aturan SELL

Untuk membuka posisi sell:

  • Pastikan ada candlestick yang close di bawah lower band BB-1 tetapi masih di atas upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di atas lower band BB-1 tetapi di bawah middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi sell di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga HIGH candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Penutup

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa Anda bisa mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart sebagai salah satu strategi trading forex yang sederhana. Ini adalah salah satu contoh mechanical trading system yang sederhana.

Ingat selalu bahwa tidak ada jaminan bahwa akurasi strategi trading ini adalah 100%, maka dari itu selalu perhatikan pembatasan resiko dan pengaturan modal Anda.

Jika ada yang ingin Anda konsultasikan terkait strategi ini, silakan hubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Selamat mencoba.

Strategi Forex Trading Dengan Price Action: Mungkinkah?

Dalam analisa teknikal, muncul banyak sekali metode cara melakukan analisa. Salah satunya menggunakan metode strategi forex trading dengan price action. Mungkin di suatu ketika Anda tanpa sengaja melihat seorang trader forex melakukan analisa tanpa mempergunakan indikator teknikal apa pun. Ia hanya mempergunakan garis-garis horizontal, diagonal atau mungkin bahkan vertikal. Betul-betul tidak ada satu pun indikator teknikal di chart yang ia perhatikan.

Kira-kira apa reaksi Anda ketika melihatnya? Kagum? Heran? Atau justru menganggapnya aneh?

Jika Anda merasa heran atau menganggapnya aneh, mungkin itu karena Anda terbiasa dengan model analisa yang mempergunakan banyak warna-warni indikator teknikal. Tetapi perlu Anda ketahui, bahwa sebenarnya memang ada metode analisa yang tidak memanfaatkan indikator teknikal sama sekali yang biasa disebut dengan naked trading.

Para penganut naked trading hanya mempergunakan grafik pergerakan harga (candlestick atau bar chart) sebagai acuan analisa mereka, atau yang biasa disebut dengan price action. Nah, tulisan kali ini mencoba untuk memperkenalkan naked trading mempergunakan price action, sebagai salah satu metode yang (sebenarnya) cukup popular di kalangan trader forex.

Price Action

Kita mulai dari definisi price action trading itu sendiri.

Dengan bahasa yang disederhanakan (setidaknya saya berupaya untuk menyederhanakannya), price action trading adalah teknik trading yang memungkinkan Anda untuk “membaca” potensi pergerakan pasar dan membuat keputusan berdasarkan pergerakan harga saja. Jadi tidak mengandalkan indikator teknikal.

“Aliran” ini berkembang karena menganggap bahwa (kebanyakan) indikator teknikal itu bersifat lagging, alias telat. Itu karena output dari mayoritas indikator teknikal merupakan “produk” dari perhitungan berdasarkan pergerakan harga yang telah terjadi. Dengan kata lain, indikator teknikal memberikan informasi berdasarkan pergerakan harga “di masa lalu”.

Nah, mungkin ada pertanyaan: mengapa melakukan analisa berdasarkan informasi “dari masa lalu”, sementara faktor terpenting dalam trading adalah apa yang dilakukan pasar saat ini dan apa yang kemungkinan besar akan mereka lakukan dalam waktu dekat?

Jawabannya adalah bahwa dengan mempergunakan strategi tertentu, informasi pergerakan harga “dari masa lalu” bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya dalam waktu dekat. Hanya saja, metode price action tidak mempergunakan indikator teknikal yang dianggap lagging.

Metode ini hanya memanfaatkan chart pergerakan harga, biasanya dengan mempelajari pola-pola candlestick atau pola yang terbentuk dari sekumpulan candlestick atau bar chart. Contoh pola-pola tersebut bisa Anda pelajari di sini.

Contoh Strategi

Di atas sudah disebutkan bahwa pola candlestick merupakan salah satu implementasi price action trading. Nah, sekarang saya mencoba untuk memberikan contoh penggunaan candlestick pattern sebagai strategi trading.

Kita ambil contoh penggunaan pola morning star sebagai strategi buy.

Morning star adalah pola candlestick (candlestick pattern) yang terbentuk oleh tiga buah candlestick chart.

Morning star dapat Anda kenali memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Candlestick pertama merupakan candlestick bearish, yang mana adalah bagian dari sebuah downtrend.
  2. Candlestick ke-dua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bisa merupakan candlestick bullish ataupun bearish. Hal ini menunjukkan bahwa mulai ada “keragu-raguan” di pasar.
  3. Candlestick ke-tiga adalah candlestick bullish yang lebih panjang daripada candlestick ke-dua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi terbentuknya pola morning star.

Bentuk polanya lebih kurang seperti berikut ini:

Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Contoh strategi yang bisa diterapkan adalah strategi “agresif” dan “konservatif”. Bagaimana penerapannya?

  • Strategi agresif

    Anda bisa membuka posisi buy segera setelah candlestick yang ke-3 selesai (closed). Stop loss ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

  • Strategi konservatif

    Posisi buy dibuka hanya apabila pergerakan harga telah tembus ke atas harga tertinggi yang dibentuk oleh pola tersebut. Stop loss bisa ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-3 atau ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Metode ini hanyalah salah satu dari sekian banyak metode analisa yang bisa Anda pelajari dan pergunakan. Tentu saja tidak ada metode analisa atau strategi trading forex yang sempurna. Demikian juga dengan metode price action. Tetap ada ruang untuk kesalahan, atau kemungkinan pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan. Oleh karena itu, tetaplah pergunakan manajemen resiko dan manajamen modal yang baik dan pastikan metode yang Anda pilih benar-benar sesuai dengan karakter Anda sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.