Posts

3 Pelajaran Dari Pengalaman Trading di Tahun 2016

Tahun 2016 baru saja berakhir. Pergerakan pasar di tahun 2016 bisa dikatakan agak “ramai” dan sebenarnya ada setidaknya tiga hal penting yang bisa kita jadikan pelajaran sebagai bekal untuk menghadapi pasar trading forex di tahun-tahun berikutnya. Apa saja ya, kira-kira? Yuk, kita mulai.

1. Jangan terburu-buru “mengejar” even besar

Volatilitas memang adalah “sahabat baik” bagi trader-trader jangka pendek dan pada kenyataannya memang saat terbaik dalam “menangkap” peluang dalam volatilitas adalah ketika ada data ekonomi atau berita geopolitik yang besar.

Di tahun 2016 sendiri kita bisa melihat ada beberapa even besar yang memicu volatilitas dengan signifikan, semisal referendum Brexit dan pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS).

Banyak trader yang mencoba untuk “menerka” pergerakan harga bahkan sebelum kedua even besar tersebut diwartakan. Mereka yang “bertaruh” bahwa Inggris akan tetap berada di dalam keanggotaan Uni Eropa, atau mereka yang yakin bahwa Donald Trump tidak akan memenangkan pilpres AS,  ternyata tidak sukses meraih keuntungan. Bahkan “kubu” trader yang beranggapan kemenangan Donald Trump akan berakibat buruk bagi USD juga harus bertekuk lutut ketika sentimen pasar berbalik 180 derajat dengan cepat.

Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut adalah bahwa ada kalanya kita harus bersabar untuk membiarkan gejolak pasar sedikit mereda sebelum mengambil keputusan. Karena seringkali ada banyak peluang untuk menangkap koreksi-koreksi kecil seiring pembentukan trend yang jelas, yang mana hal itu bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

2. Ingat selalu: “The trend is your friend”

Kalimat “the trend is your friend” ini – mungkin – bagi sebagian trader terdengar usang, itulah mungkin sebabnya mengapa mereka cenderung mengabaikan konsep trading yang paling dasar ini.

Tugas utama kita sebagai trader adalah me-manage resiko ketika kita salah. Salah satu implementasinya adalah sebisa mungkin memperkecil kerugian. Sebaliknya, manakala kita benar (profit), maka tantangan yang dihadapi adalah memaksimalkan keuntungan tersebut dan hal ini dimungkinkan jika kita melakukan transaksi yang searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Itulah hal yang menarik dari trading forex. Jika manajemen resiko dijalankan dengan benar dan dikombinasikan dengan mematuhi konsep “the trend is your friend”, maka potensi untuk memperbesar keuntungan akan jauh lebih besar daripada resikonya.

3. Setialah pada trading plan

Kesalahan klasik dan selalu berulang – dan merupakan “dosa besar” dalam trading – yang sering dilakukan trader adalah “pengkhianatan” terhadap trading plan yang disusunnya sendiri.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang trader mengkhianati trading plan-nya sendiri. Di antaranya adalah hilangnya rasa percaya diri akibat kerugian yang baru dialami.

Anda seharusnya menganggap setiap transaksi sebagai “awal yang baru”, agar Anda tetap bisa mempertahankan kepercayaan diri. Jangan biarkan kerugian yang dialami membuat Anda menjadi terlalu berhati-hati sehingga menurunkan batas toleransi resiko dari yang telah ditetapkan dalam trading plan. Jangan batasi potensi keuntungan yang bisa dihasilkan oleh strategi yang sebenarnya sudah bagus hanya karena ketakutan akan mengalami kerugian lagi. Menurunkan batas toleransi resiko hanya karena ketakutan seperti ini justru akan mempersulit langkah Anda untuk menutupi kerugian yang telah terjadi sebelumnya.

Tidak ada alasan untuk – misalnya – menurunkan toleransi resiko per transaksi dari 10% menjadi 5% hanya karena Anda mengalami kerugian sebelumnya. Yang seharusnya bisa masuk posisi sebesar 1 lot, direduksi menjadi 0.5 lot. Ini tidak perlu.

Sebaliknya, banyak pula trader yang lantas merasa terlalu percaya diri karena baru mendapatkan keuntungan yang besar. Sebagai contoh, ada trader yang sempat memperoleh untung besar karena berhasil mendapat peluang dari pergerakan GBPUSD saat referendum Brexit. Di transaksi selanjutnya, karena merasa jumawa, ia menjadi lebih agresif dan melipatgandakan lot. Ini berbahaya karena ketika ia mengalami kerugian maka hal tersebut dengan cepat melenyapkan keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya. Kesalahan fatal dalam manajemen resiko.

Semoga di tahun 2017 ini kita bisa meningkatkan performa trading forex dengan mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat di tahun 2016.

Selamat menyambut tahun baru, semoga semakin sukses.

0 Comments

Cara Melakukan Backtest Strategi Trading Menggunakan Simulator

Anggaplah Anda memiliki sebuah strategi forex trading dan ingin menguji seberapa akurat strategi tersebut. Anda bisa saja mengujinya dengan metode forward testing mempergunakan demo account, tetapi sebelum melakukan forward testing ada baiknya mengujinya terlebih dahulu dengan mempergunakan backtesting.

Mengapa Melakukan Backtesting?

Salah satu keuntungan melakukan backtesting adalah Anda bisa mencoba sebuah strategi trading lebih cepat daripada forward testing.

Tetapi jangan salah, meskipun Anda telah melakukan backtesting, tetap saja harus diikuti oleh forward testing karena kualitas hasil backtest sangat tergantung pada kualitas data historis pergerakan harga yang Anda miliki. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan forward testing setelahnya.

Saya pernah menulis tentang backtesting, yang bisa Anda baca kembali di sini. Tetapi artikel tersebut adalah cara melakukan backtesting untuk sebuah Expert Advisor (EA) atau “robot trading” yang sudah jadi.

Nah, kali ini saya akan mencoba membahas melakukan backtesting untuk cara trading manual.

Sebenarnya cara ini jugalah yang saya pergunakan untuk belajar trading di masa lampau. Jika Anda mempelajari – katakanlah – sebuah indikator teknikal dengan cara men-scroll chart ke belakang dan mengamati pola yang telah terjadi, pola indikator yang terbentuk memang sudah “jadi”, sehingga peluang kesalahan pembacaan sinyal sangat kecil, bahkan hampir nihil.

Hal tersebut tentu berpotensi menjadi masalah jika Anda mulai mengamati indikator tersebut secara live. Itu karena seringkali bentuk atau warna indikator teknikal tertentu berubah-ubah mengikuti naik-turunnya harga. Kondisi tersebut biasa disebut dengan “repaint”.

Nah, backtesting dengan mempergunakan simulator merupakan salah satu solusi untuk mempelajari indikator, atau bahkan sistem trading tertentu. Dengan simulator trading, Anda seolah-olah bisa “kembali ke masa lampau” dan “merasakan” pergerakan di masa itu. Indikator teknikal yang Anda pergunakan juga akan bergerak dinamis sesuai dengan pergerakan harga pada saat itu.

Trading Simulator

Anda bisa mencari program simulator trading yang bisa dipasang ke MT4 di internet atau dari Market yang terintegrasi dengan MT4. Salah satu simulator yang kami pergunakan adalah MNZ Trading Sim.

Cara mendapatkan simulator ini adalah dengan masuk ke Market yang bisa Anda temui di Terminal MT4 Anda. Di kotak “search” Anda tinggal mengetikkan MNZ Trading Sim, maka Anda akan melihat simulator yang dimaksud lalu klik ikon-nya.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Setelah itu Anda tinggal mengklik tombol “Download” dan tunggu hingga muncul tulisan “Installation completed”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Jika simulator ini sudah terpasang dengan benar di MT4, maka Anda akan melihat muncul folder “Market” di “Navigation Panel” MT4. MNZ Trading Sim ini akan bisa Anda temui di folder tersebut.

Mempergunakan Simulator

Untuk melakukan backtesting dengan simulator yang sudah Anda download tadi, pergunakan fasilitas Strategy Tester yang ada di MT4. Cara mengaktifkan Strategy Tester ini adalah dengan meng-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”. Kalau Anda terbiasa mempergunakan shortcut, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl-R pada papan ketik Anda.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Kemudian pilih MNZ Trading Sim di bar Expert Advisor. Jika Anda tidak melihatnya, coba klik folder “Market”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Langkah selanjutnya adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk melakukan simulasi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut. Misalnya jika Anda memilih “From: 2010.01.01 To: 2016.10.07”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Januari 2010 hingga 10 Juli 2016).

Karena akan melakukan simulasi trading manual, jangan lupa klik juga kotak ceklis “Visual mode” agar nanti Anda bisa melihat pergerakan harga seperti pergerakan sesungguhnya.

Setelah semua parameter ditetapkan, Anda tinggal meng-klik “Start” dan nanti akan muncul chart yang menampilkan pergerakan harga selama rentang waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Chart yang bergerak itu sebenarnya menampilkan “rekaman” pergerakan harga yang telah terjadi, tetapi di-“play back” sehingga Anda seolah melakukan transaksi di masa itu. Anda bisa memasang indikator-indikator yang Anda inginkan di chart tersebut, sesuai dengan pengaturan indikator strategi forex trading yang akan Anda simulasikan.

Menjalankan Simulasi

Karena ini hanya “rekaman”, maka Anda bisa mempercepat atau memperlambat pergerakan chart simulasi tersebut. Caranya adalah dengan menggeser-geser “speed bar” yang ada di Visual Mode. Anda juga bisa menghentikan simulasi sementara dan kemudian menjalankannya lagi dengan tombol “Pause” yang tersedia.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Anda tinggal melakukan transaksi (simulasi tentunya) sesuai dengan sinyal yang diberikan sistem trading yang Anda pergunakan. Untuk melakukan transaksi simulasi tersebut, Anda tinggal memanfaatkan fitur yang tersedia di MNZ Trading Sim. Anda bisa melakukan simulasi Instant/Market Execution atau Pending Order.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Nah, dengan cara ini Anda bisa berlatih mempergunakan strategi forex trading Anda, seolah berada di pasar yang sesungguhnya.

Semoga berguna.

0 Comments

Penasaran Cara Mudah Membuat Robot Trading? Pakai Tradeworks!

Bagi kebanyakan trader forex, istilah “robot” mungkin sudah bukan istilah yang asing lagi. Robot, yang nama “resmi”-nya adalah Expert Advisor, adalah sebuah program komputer yang memungkinkan terjadinya transaksi secara otomatis sesuai dengan logika (algoritma) yang dimasukkan. Dengan robot, seorang trader tak perlu terus menerus memantau pergerakan pasar untuk mencari peluang.

Untuk membuat sebuah robot trading, seseorang harus memahami alur logika strategi trading yang akan diotomatisasi tersebut. Ingatlah bahwa tingkat keberhasilan sebuah robot trading sangat tergantung pada strategi yang dimasukkan ke dalamnya.

Kemudian Anda harus “menerjemahkan” alur strategi tersebut ke dalam bahasa pemrograman. Pada umumnya, robot untuk forex menggunakan bahasa MQL yang terintegrasi dengan platform trading MetaTrader. Menurut para programmer, bahasa MQL mirip dengan bahasa C dalam pemrograman.

Masalahnya tidak semua trader mengerti bahasa pemrograman. Bisa dikatakan sangat sedikit trader forex yang kebetulan memahami pemrograman komputer. Walhasil hanya sedikit pula yang bisa membuat robot trading khusus untuk forex. Akhirnya para trader yang ingin memiliki robot trading biasanya akan mempergunakan jasa programmer untuk membuatkan robot untuk mereka dan biasanya tarif jasanya tidak murah.

Bagaimana Cara Memperoleh Robot Trading?

Jika Anda menguasai bahasa pemrograman, Anda bisa membuat robot trading sendiri. Yang Anda perlukan hanyalah sebuah strategi trading yang telah teruji akurasi dan profitabilitasnya.

Jika Anda tidak memahami pemrograman, Anda bisa mencari robot trading di internet ataupun di Market yang ada di MetaTrader. Ada yang gratis, ada pula yang harus dibeli. Kalau Anda mencari di internet, biasanya robot-robot tersebut dijual dengan harga tinggi juga.

Agar robot tetap aktif, Anda pun harus memastikan bahwa MetaTrader Anda tetap dalam kondisi online. Kalau MetaTrader Anda mati, robot tersebut juga akan ikut nonaktif sehingga tidak bisa mengeksekusi transaksi jika ada peluang yang muncul berdasarkan strategi yang di-input.

Padahal salah satu alasan orang mempergunakan robot – selain untuk mereduksi faktor psikologis – adalah untuk mencari peluang sebanyak mungkin bahkan saat Anda tidur sekalipun. Untuk itulah kebanyakan orang yang mempergunakan robot trading menyewa VPS (Virtual Private Server) untuk menjalankan MetaTrader plus robot mereka. Penyedia VPS “menjamin” bahwa MetaTrader Anda akan selalu online agar robot trading tersebut juga selalu aktif.

Bagi sebagian orang, hal ini dianggap kurang ekonomis, apalagi kalau ternyata ia juga harus membayar untuk memperoleh robot tradingnya. Sudah harus bayar untuk robotnya, harus bayar pula untuk sewa VPS per bulan.

EA Builder

Dewasa ini sudah bermunculan beberapa situs internet yang memungkinkan Anda untuk mengotomatisasi strategi trading Anda dengan cara yang lebih mudah tanpa perlu melakukan coding (menulis program komputer), yang biasa disebut “EA builder”. Dengan EA builder ini Anda bisa memasukkan perintah-perintah sederhana sesuai dengan alur logika strategi trading Anda.

Kebanyakan EA builder bisa dipergunakan dengan gratis dan memang cara ini lebih mudah daripada pemrograman biasa. Hanya saja Anda masih harus memasukkan banyak perintah dan hasil akhir dari EA builder ini masih tetap berupa script program yang masih harus Anda unduh dan compile. Setelah itu Anda masih harus meng-install robot tersebut di MetaTrader Anda.

Tradeworks

Lalu hadirlah Tradeworks yang bermarkas di Copenhagen, Denmark. Tradeworks bukanlah robot, melainkan penyedia “alat” untuk mengotomatiskan strategi trading Anda. Mirip dengan EA builder, namun lebih mudah dan lebih lengkap. Fitur-fitur yang disediakan jauh lebih lengkap dan lebih user-friendly dibandingkan dengan EA builder biasa, sehingga lebih memudahkan pengguna – bahkan yang sangat awam akan pemrograman – untuk mengotomatisasikan strategi trading yang mereka miliki.

Dari beberapa pelatihan yang dilakukan oleh tim Market Analyst & Education FOREXimf.com, ternyata mayoritas peserta pelatihan mampu melakukan otomatisasi strategi trading dengan waktu yang singkat, tentunya jika dibandingkan dengan melakukan pemrograman manual dengan bahasa MQL.

Dalam waktu kurang dari setengah jam (termasuk penjelasan penggunaan Tradeworks itu sendiri), peserta pelatihan mampu mengotomatiskan strategi trading yang mempergunakan cross MA sebagai dasarnya. Bahkan untuk mengotomatiskan strategi MA itu sendiri hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit, lengkap dengan pengaturan money management dan risk management.

Padahal, hanya satu dari 20 peserta pelatihan yang memiliki pengetahuan tentang pemrograman. Hal ini memperlihatkan bahwa Tradeworks memang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan metode pemrograman manual maupun EA builder biasa.

Tidak hanya itu, strategi yang telah diotomatisasi melalui Tradeworks bisa langsung dihubungkan dengan akun trading MT4 pengguna. Anda tidak perlu lagi mengunduh strategi yang sudah diotomatisasi, karena akan langsung terhubung dengan akun trading Anda. Anda juga tidak perlu lagi menyewa VPS.

Dukungan Pelatihan

Tim Market Analyst & Education FOREXimf.com menyediakan paket dan program pelatihan bagi Anda yang ingin mengetahui dan mempergunakan Tradeworks. Mulai dari webinar, kelas offline, workshop special hingga private coaching.

Masih banyak keunikan Tradeworks yang belum diungkap di sini. Jika Anda tertarik untuk mengetahui Tradeworks lebih jauh, Anda bisa mendaftar melalui link ini.

0 Comments

Trik Optimalkan Peluang: Efektifkan Modal Trading Forex Anda

Salah satu pertanyaan yang cukup sering berulang saya terima selama menjadi trainer di dunia forex trading adalah, “Pak, kalau saya punya $10,000, berapa lot saya bisa buka posisi?”

Kalau tak salah ingat, ada setidaknya lima kali saya menulis tentang position sizing di website ini – mulai dari gambaran umum hingga detil perhitungannya.

Position sizing adalah tentang cara mengatur berapa besar lot yang bisa Anda pergunakan dalam membuka posisi trading. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah seorang trader agar tidak terjebak dalam kondisi overtrade, yaitu kondisi ketika ia membuka posisi terlalu banyak melebihi yang seharusnya. Dengan demikian, trader tersebut akan terhindar dari resiko yang terlalu besar karena posisi yang diambil dengan sendirinya sudah memperhitungkan besaran resiko tersebut.

Tetapi ternyata yang tidak banyak disadari adalah bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga berguna untuk mengefektifkan strategi dan modal Anda.

Strategi harus cocok dengan modal

Masih ingatkah Anda dengan konsep Mind-Method-Money dalam trading? Kalau lupa, izinkan saya ingatkan lagi.

Mind berkaitan dengan sikap mental Anda sebagai trader. Bagaimana Anda mampu menjalankan trading plan Anda dengan baik, disiplin dan tanpa keraguan sedikit pun.

Method merupakan metode atau strategi trading yang Anda jalankan.

Money adalah modal Anda. Bagaimana Anda menggunakan dan mengaturnya.

Fokus kita kali ini adalah di money.

Anda mungkin cukup sering mendapatkan strategi trading tertentu baik dari internet atau kenalan dan menurut pengakuan mereka strategi tersebut cukup ampuh dalam mendulang profit. Pertanyaan yang seharusnya segera muncul dari Anda adalah: berapa besar modal yang diperlukan agar strategi tersebut berhasil dengan baik?

Sangat banyak strategi trading yang diklaim profitable namun ternyata tidak bekerja dengan baik ketika Anda pergunakan. Ada beberapa penyebab, di antaranya adalah Anda tidak memiliki modal yang tepat untuk strategi tersebut. Sangat mungkin trader yang sebelumnya sukses menjalankan strategi tersebut memiliki modal yang jauh lebih besar daripada modal Anda. Jadi, jangan memaksakan diri mempergunakan strategi yang sama jika modal yang Anda miliki jauh lebih kecil.

Jangan sia-siakan kekuatan Anda

Bagaimana jika seandainya Anda memiliki modal yang cukup besar? Berapa lot yang sebaiknya dibuka untuk bertransaksi?

Sebelum kita lanjutkan, perlu dipahami bahwa “kekuatan” di sini maksudnya adalah modal. Ini erat kaitannya dengan position sizing yang disinggung di atas.

Katakanlah Anda memiliki modal sebesar $10,000 atau setara dengan seratus juta rupiah. Lalu Anda akan melakukan transaksi, lantas muncullah pertanyaan seperti yang disebutkan di paragraf awal di atas.

Memang Anda boleh saja membuka posisi hanya 0.1 lot, misalnya. Tetapi apakah langkah itu akan efektif untuk mengoptimalkan peluang yang ada? Belum tentu, karena itu bisa berarti Anda menyia-nyiakan kekuatan modal Anda sesungguhnya.

Artinya, trading forex Anda menjadi kurang efektif.

Bagaimana agar trading jadi lebih efektif?

Di situlah peran position sizing.

Ingat bahwa dalam trading Anda juga perlu menetapkan batasan kerugian maksimal untuk setiap transaksi. Kalau modal Anda $10,000 dan batasan resiko untuk tiap trade adalah (misalnya) 10%, itu berarti kerugian (resiko) tiap transaksi tidak lebih dari $1,000.

Nah, anggaplah Anda akan melakukan transaksi di EUR/USD. Setelah sudah melakukan analisa teknikal, Anda melihat bahwa stop-loss semestinya ditempatkan sejauh 500 pips dari level posisi terbuka Anda. Dengan asumsi quote 5 desimal, di mana 1 pip(ette) = $1, maka besarnya stop-loss per lot adalah $500.

OK, jadi dengan skenario tersebut, berapa lot Anda bisa membuka posisi?

Ini jawabannya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Dengan perhitungan seperti di atas, maka seandainya Anda loss pun tidak akan melebihi batas toleransi resiko Anda. Dengan demikian Anda tetap bisa tenang.

Sebaliknya jika Anda mendapatkan keuntungan maka Anda telah membuat transaksi tersebut menjadi jauh lebih efektif daripada hanya membuka posisi sebesar 0.1 lot, misalnya.

Jadi jelas bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga bisa membuat trading Anda jauh lebih efektif tanpa perlu takut mengalami kerugian yang terlalu besar, karena memang sudah Anda batasi sejak awal sesuai dengan “tingkat kenyamanan” Anda sendiri.

Anda siap membuat strategi trading forex Anda jauh lebih efektif namun tetap dalam batas toleransi resiko? Pergunakanlah trik position sizing ini di akun trading Anda.

0 Comments

Sulit Profit Dalam Trading Forex? Coba Baca Ini

Dalam forex trading, sebenarnya targetnya sederhana saja: Anda bisa bertahan untuk melakukan trading di hari berikutnya. Untuk membuka real account sungguh sangat mudah: Anda tinggal klik di sini, ikuti langkah-langkah selanjutnya lalu lakukan deposit. Tantangan sesungguhnya adalah mencapai memperoleh kemampuan trading yang sesungguhnya hingga Anda bisa menghasilkan profit yang konsisten.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah: bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Anda sudah berada on the right track? Apakah mengalami kerugian otomatis akan membuat Anda menjadi trader yang buruk? Berapa banyak transaksi yang harus Anda lakukan sebelum benar-benar bisa menghasilkan profit? Apakah Anda harus merasa panik jika mengalami beberapa kali kerugian?

Tenang. Duduk santai dulu. Bersandar dengan santai, tarik nafas pelan-pelan, lalu buang nafas perlahan-lahan juga.

Sebenarnya Anda tidak perlu memusingkan pertanyaan-pertanyaan di atas. Ingatlah bahwa loss merupakan bagian dari trading, sama halnya dengan profit. Meskipun demikian, tetap saja jika lebih banyak loss yang melanda daripada profit, berarti ada yang salah dengan proses trading Anda.

Nah, untuk itu ada setidaknya empat hal yang perlu Anda evaluasi untuk mengetahui di mana sebenarnya letak masalahnya. Tentu saja sebenarnya hal-hal tersebut sudah harus diketahui ketika Anda melakukan demo account. tetapi seandainya Anda belum sempat melakukan evaluasi ini tatkala menjalani demo account, berikut hal-hal yang perlu Anda pikirkan kembali:

  1. Apakah Anda melakukan kesalahan klasik dalam trading?

Manusia cenderung memiliki kebiasaan untuk melanggar aturan. Misalnya saja ketika seorang pemotor berkendara dengan kecepatan tinggi dan menyalip kendaraan di depannya, menyerobot jalur melawan arah arus lalu lintas dan merasa yakin bahwa semua akan baik-baik saja. Ia berpikir, “Ah, tidak akan terjadi apa-apa. Saya akan selamat.”

Trader pun demikian. Meskipun dalam setiap workshop, seminar, atau webinar selalu diingatkan bahwa lebih dari 95% trader tidak berhasil bertahan lebih dari satu bulan karena melakukan kesalahan-kesalahan klasik dalam trading forex; tetap saja ada golongan yang cukup bebal yang berpikir bahwa mereka akan “kebal” dari kesalahan-kesalahan klasik tersebut.

Ayo, coba sekarang cek apakah Anda merupakan salah satu dari “golongan bebal” tersebut. Jika memang ya, coba segera perbaiki dan hindari sekuat tenaga kesalahan-kesalahan yang sama di kemudian hari. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

  1. Apakah Anda memiliki sistem trading?

Boleh saya bertanya: bagaimana cara Anda mengambil keputusan dalam trading? Apakah Anda memilih currency pair yang pertama kali Anda lihat? Apakah Anda memilih indikator teknikal yang paling berwarna-warni dan melakukan buy atau sell berdasarkan sinyal dari indikator tersebut? Time-frame berapa yang biasanya Anda pergunakan? Atau, Anda trading berdasarkan feeling? Atau bahkan berdasarkan cuaca hari itu?

Trading tanpa sistem trading ibarat mencoba membuat sebuah artikel berkualitas namun yang Anda lakukan hanyalah menekan tombol keyboard secara acak, namun Anda berharap artikel tersebut akan memenangkan Pulitzer.

Oke, perumpamaan Pulitzer mungkin terlalu hiperbolis. Begini saja, trading tanpa sistem ibarat Anda bermain PlayStation tapi juga hanya menekan tombol di joystick secara acak dan sembarangan tapi berharap Anda akan memenangkan permainan. Ya, mungkin Anda akan memenangkan permainan sekali waktu, tetapi yang pasti Anda tidak akan tahu persis apa yang menyebabkan kemenangan tersebut.

Sebuah sistem atau strategi trading yang baik adalah alat yang membantu Anda untuk mencapai target keuntungan dengan konsisten. Jika Anda tidak tahu bagaimana cara membuatnya, mungkin cara sederhana yang pernah saya tulis di artikel lain berjudul “Rahasia Membuat Sistem Trading Sendiri” bisa membantu. Artikel tersebut ditulis dalam tiga bagian, saya sarankan membaca semuanya.

  1. Apakah Anda sudah menerapkan risk management?

Apakah Anda sudah membatasi jumlah lot sesuai dengan toleransi resiko Anda? Apakah Anda menerapkan position sizing? Apakah setiap transaksi Anda selalu memenuhi risk-to-reward-ratio yang baik?

Jangan lupa, trading tanpa risk management itu sama saja dengan gambling. Apalagi jika ternyata Anda melupakan poin nomor dua di atas. Lengkaplah sudah “dosa” Anda.

  1. Apakah Anda selalu DISIPLIN?

Nah, ini adalah pertanyaan kunci yang paling penting. Apakah Anda selalu disiplin dalam menjalankan trading plan Anda? Sebab tak peduli secanggih apa pun sistem trading yang Anda miliki, seteliti apa pun perhitungan position sizing Anda, semua itu tak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya dengan disiplin.

Jadi, sudahkah Anda melakukan evaluasi hari ini?

0 Comments

Tak Perlu “Menang” Sepanjang Waktu Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, mengalami kerugian adalah hal yang lumrah. Tidak selamanya strategi trading Anda berhasil. Ada kalanya strategi Anda berujung kegagalan, meskipun misalnya Anda yakin bahwa strategi Anda mampu membuahkan keuntungan dan Anda telah mengikuti semua rule yang ada. Jika tidak berhati-hati, hal tersebut bisa membuat Anda menjadi kehilangan “semangat tempur” dan akhirnya pikiran-pikiran negatif memenuhi pikiran Anda.
Sayangnya, kerugian bisa terjadi pada kita semua. Maka ketika Anda merasa beberapa kegagalan mulai menurunkan semangat, sangat penting untuk tetap ingat pada satu pedoman: Anda boleh saja kalah di beberapa pertempuran, namun pada akhirnya Anda sangat mungkin akan memenangkan peperangan.
Banyak trader melakukan kesalahan dengan membiarkan perasaan-perasaan negatif mempengaruhi kegiatan trading mereka. Mereka berpikir, “Jika saya berhasil mendapatkan keuntungan hari ini, dan setiap hari sepanjang minggu ini, maka saya melakukan hal yang benar. Tetapi jika saya gagal hari ini, atau esok, atau sepanjang minggu, maka itu berarti saya melakukan hal yang mengerikan!”
Pemikiran seperti ini berdasar pada bagaiaman orang melihat trading seperti pekerjaan kantoran. Anda masuk pukul 9 pagi, pulang pukul 5 sore, melakukan pekerjaan selama 40 jam per minggu, menyelesaikan semua tugas, dan mendapatkan gaji yang besar. OK, Anda pun merasa bahwa Anda sudah bekerja dengan rajin dan produktif sepanjang pekan.
Tetapi, ketika Anda trading, tidak selalu hasil yang Anda terima sebanding dengan upaya yang telah Anda lakukan. Begitulah adanya. Ketika Anda tidak berhasil mencapai target, sangat mudah bagi Anda untuk merasa kecewa. Betul kan?
Memang, situasi seperti itu sering terjadi, tetapi sebagai trader kita sebaiknya tidak menyikapi trading seperti pekerjaan sehari-hari yang konvensional. Tidak ada jaminan puluhan bahkan ratusan jam waktu yang Anda habiskan untuk melakukan analisa pasti akan membuahkan keuntungan. Atau setidaknya target keuntungan yang Anda tetapkan mungkin tidak akan tercapai.
Bentuk target yang lebih baik daripada target keuntungan – meskipun terdengar aneh – adalah “target pembelajaran”.
Hm, apa pula itu?
Anda mungkin tidak mampu mencapai target keuntungan Anda; katakanlah target mingguan. Tetapi Anda akan selalu bisa mencapai “target pembelajaran”.
Dalam setiap hari Anda trading forex, sadarkah bahwa Anda sebenarnya telah memperoleh pengalaman yang berharga mengenai bagaimana cara menyikapi pasar? Anda akan senantiasa bisa mempelajari berbagai macam strategi dan bagaimana strategi-strategi tersebut bisa berhasil atau tidak. Jangan sekalipun Anda meremehkan pengalaman seperti ini!
Setiap hari, pembelajaran yang Anda peroleh dari pengalaman akan bertambah. Mungkin hal ini tidak akan memberikan hasil instan berupa keuntungan berlimpah, tetapi yang pasti secara perlahan namun pasti, naluri trading Anda akan semakin matang dan tajam.
Inilah salah satu implementasi “fokus pada proses, bukan pada hasil”.
Jika Anda hanya fokus pada berapa besar uang yang bisa Anda hasilkan, dan memperlakukan trading forex seperti pekerjaan sehari-hari di mana ada gaji yang pasti akan dibayar oleh perusahaan, maka Anda justru akan gagal dalam trading. Tetapi jika Anda fokus pada bagaimana cara mempertajam kemampuan trading dan rela “mengorbankan” sebagian waktu, tenaga dan pikiran; maka apa pun hasil trading Anda di hari ini justru akan mempercepat proses pematangan Anda untuk menjadi trader yang handal.
Ibarat peperangan, Anda boleh hanya memenangkan satu atau dua pertempuran dan kalah pada beberapa pertempuran lain, namun semakin sering Anda belajar dari kekalahan dalam satu atau dua pertempuran maka “naluri bertahan hidup” Anda akan semakin kuat. Pada saatnya, Anda akan bisa mengenali potensi bahaya lebih dini dan menghindarinya agar bisa terhindar dari kerusakan yang lebih besar. Anda juga akan semakin piawai dalam mengenali celah peluang dan bisa meraih kemenangan dengan lebih gemilang. Pada akhirnya, peperangan akan Anda menangkan.

0 Comments

8 Ciri Bahwa Anda Cocok Menjadi Trader Forex

Apakah pernah ada teman yang mengajak Anda untuk trading forex di Indonesia? Apakah Anda merasa cukup pintar dalam memahami pasar, namun tidak terlalu yakin tentang hal itu? Berikut ini ada 8 hal yang bisa menjadi pertanda bahwa sebenarnya deep inside Anda berpotensi menjadi trader forex yang handal.

Penasaran ciri apa saja yang ada pada diri Anda? Yuk kita kupas.

Ciri #1: Anda cenderung menggunakan otak kiri

Otak kiri manusia berperan dalam logika dan analitik. Analisis dan logika merupakan hal yang dimiliki oleh trader sukses, karena dua hal itulah yang membantu trader untuk menafsirkan apa yang diperlihatkan oleh grafik pergerakan harga. Seorang trader akan memutuskan apakah ia akan melakukan transaksi atau tidak berdasarkan segala pertimbangan logisnya.

Ciri #2: analisa menarik bagi Anda

Anda merasa tertarik dan bersemangat ketika harus melakukan analisa. Jika Anda adalah seseorang yang senantiasa melakukan analisa akan segala hal, mulai dari hobi bermain game hingga suka strategi memikirkan hal-hal detil dalam menentukan rute untuk menghindari kemacetan, berarti Anda memiliki modal untuk menjadi trader handal.

Ciri #3: Anda mampu mengendalikan emosi

Kualitas ini dimiliki oleh semua trader sukses. Stabilitas emosi merupakan kunci untuk mempertahankan disiplin dalam trading. Mohon maaf, anak alay yang emosinya labil tidak cocok untuk menjadi trader. Jadi, jika Anda adalah orang yang bisa mengendalikan emosi, tidak mudah merasa sedih atau marah, artinya Anda sudah memiliki bakat dasar untuk menjadi trader forex.

Ciri #4: Anda mampu menyerap informasi dengan cepat

Ada orang yang harus membaca sebuah paragraf selama berjam-jam sebelum mampu memahami maksud paragraf tersebut. Mereka harus membacanya berulang-ulang sebelum benar-benar mengerti ide tulisannya.

Ada pula orang yang cukup membaca satu halaman buku dalam beberapa belas detik saja lalu mampu menyimpulkan apa yang dimaksud oleh tulisan itu. Jika Anda termasuk golongan ini, itu adalah modal yang baik untuk menjadi trader.

Ciri #5: Anda bukan penakut dan bukan peragu

Ketika sudah mengambil keputusan, tidak pernah ada rasa ragu atau takut keputusan tersebut akan salah. Jika Anda memiliki kualitas ini, maka Anda sebenarnya sangat berpotensi menjadi trader jempolan. Seorang trader sukses tidak akan ragu untuk menekan tombol beli atau jual segera ketika analisanya mengatakan itulah saatnya melakukan aksi.  Ia selalu memiliki rasa percaya diri dalam kadar yang terkontrol: tidak terlalu percaya diri, tidak pula kurang percaya diri.

Ciri #6: Anda tidak takut menjadi “minoritas”

Seorang trader yang hebat tidak peduli jika ternyata analisanya berbeda dengan analisa kebanyakan orang. Trader yang hebat tidak suka senantiasa mengekor pendapat orang lain. Jika ia memiliki pendapat sendiri berdasarkan analisa yang telah dibuatnya, ia akan bersungguh-sungguh berpegang pada analisa tersebut meskipun mayoritas orang di sekitarnya menentang analisanya tersebut. Pada kenyataannya, “pengekor” dalam dunia trader seringkali keluar sebagai pecundang, sementara ia yang teguh keyakinan seringkali keluar sebagai pemenang. Jadi, jika Anda tak  mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain yang berbeda, maka sepertinya Anda perlu mencoba menjadi seorang trader.

Ciri #7: Anda cenderung ingin membuktikan kebenaran sebuah teori

Perlu Anda ketahui, bahwa di dunia forex banyak sekali orang yang menawarkan “bantuan yang menggiurkan”. Banyak sekali orang yang mengklaim bahwa ia memiliki sebuah strategi trading yang “luar biasa hebat” dan berupaya menawarkan “bantuannya” itu kepada Anda. Tentunya tidak gratis, ada biaya yang harus Anda keluarkan. Anda harus membeli “ilmunya” itu dengan harga tertentu yang seringkali tak masuk akal.

Trader pintar akan selektif memilih penawaran tersebut. Ia tidak akan mudah percaya begitu saja, melainkan akan membuktikan terlebih dahulu klaim tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri. Baginya, “If it sounds too good to be true, it’s not true at all until proven otherwise.”

Jika Anda pun selalu selektif dan berhati-hati dalam menerima sebuah penawaran, berbahagialah karena itu merupakan salah satu ciri trader sukses.

Ciri #8: Anda sudah memiliki demo account dan bisa menghasilkan profit dengan konsisten

Jika Anda sudah mulai mempelajari pasar forex melalui demo account, mempelajari pasar dengan serius, mempelajari cara membangun sebuah strategi trading lalu melakukan transaksi berdasarkan analisa dan data dan berhasil mengumpulkan profit dengan konsisten meskipun tidak besar, maka itu adalah modal yang cukup baik untuk bisa menjadi trader forex sungguhan dengan uang sungguhan pula. Anda tinggal selangkah lagi untuk menjadi trader sukses dengan membuka real account.

Jadi, berapa ciri yang sudah ada pada diri Anda? Jika Anda belum pernah mencoba trading, cobalah untuk melakukan simulasi di demo account kami. Gratis, plus Anda bisa belajar langsung pada ahlinya.

0 Comments

Mengenal Indikator Trading Forex: Awesome Oscillator

Salah satu fungsi indikator teknikal dalam trading forex adalah timing, atau memberikan informasi kepada kita mengenai kapan kira-kira kita bisa mulai membuka posisi (buy atau sell). Indikator yang difungsikan untuk keperluan ini biasanya adalah indikator yang tergolong osilator, meskipun dalam beberapa teknik indikator trend pun bisa dipergunakan sebagai entry signal, misalnya teknik MA cross.

Kali ini, kita akan membahas indikator teknikal yang berada dalam golongan osilator, tepatnya keluarga indikator Bill Williams yang bernama Awesome Oscillator.

Apakah indikator ini benar-benar mengagumkan seperti namanya? Untuk menjawab pertanyaan itu, tentu saja harus melalui serangkaian penelitian yang tidak singkat. Kali ini, kita hanya akan membahas apa dan bagaimana cara mempergunakan indikator ini. Mengenai uji cobanya, mudah-mudahan akan bisa kita bahas di kesempatan lain.

Apa Itu Awesome Oscillator?

Awesome Oscillator (selanjutnya kita singkat dengan AO), sebenarnya merupakan indikator yang dikembangkan dari simple moving average. Jadi, akarnya sebenarnya adalah MA yang merupakan indikator trend. Akan tetapi, pada AO, dengan algoritma tertentu, pembuatnya memodifikasi dan memfungsikannya sebagai osilator.

Berikut ini adalah contoh penampakan AO pada chart:

trading-forex-indonesia-awesome-oscillator

AO hanya memiliki dua komponen, yaitu histogram dan garis nol (nought line). Pada gambar di atas Anda bisa melihat angka nol koma nol (0.0) yang ditandai dengan lingkaran merah, itulah garis nol yang dimaksud.

Sinyal Trading Forex

Pada AO, ada beberapa metode yang bisa dipergunakan untuk mendapatkan sinyal trading untuk buy atau sell. Berikut ini akan dibahas satu per satu metode-metode yang biasa dipergunakan pada AO.

Metode 1: Saucer

Sinyal trading berdasarkan metode saucer bisa dikenali ketika histogram berada di atas garis nol. Syarat-syarat sebuah sinyal saucer adalah sebagai berikut:

  1. Sinyal Buy

Dengan metode saucer, sinyal buy akan terkonfirmasi jika Anda melihat ada tiga batang histogram yang memenuhi kondisi berikut:

  • Semua histogram berada di atas garis nol.
  • Histogram ke-2 harus lebih rendah daripada histogram pertama dan harus berwarna merah.
  • Histogram ke-3 harus lebih tinggi daripada histogram ke-2 dan harus berwarna hijau.

Agar lebih jelas, gambar di bawah ini adalah contoh buy saucer:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

  1. Sinyal Sell

Dengan metode saucer, sinyal sell akan terkonfirmasi jika Anda melihat ada tiga batang histogram yang memenuhi kondisi berikut:

  • Semua histogram berada di bawah garis nol.
  • Histogram ke-2 harus lebih tinggi daripada histogram pertama dan harus berwarna hijau.
  • Histogram ke-3 harus lebih rendah daripada histogram ke-2 dan harus berwarna merah.

Agar lebih jelas, gambar di bawah ini adalah contoh sell saucer:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Metode 2: Nought Line Crossing

Yang dianggap sebagai sinyal pada metode ini adalah ketika histogram “menyeberang” dari area negatif (di bawah nol) ke area positif (di atas nol) atau sebaliknya.

Untuk metode ini, kita hanya memerlukan konfirmasi dua batang histogram.

Sinyal buy diperoleh ketika histogram naik dari area negatif ke area positif. Histogram pertama berada di area negatif, sedangkan histogram ke dua berada di area positif.

Ini contohnya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Sinyal sell diperoleh ketika histogram turun dari area positif ke area negatif. Histogram pertama berada di area positif, sedangkan histogram ke dua berada di area negatif.

Ini contohnya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Metode 3: Two Pikes

Metode ini memiliki beberapa nama. Ada yang menyebutnya dengan nama “Twin Pikes”, ada juga yang menyebutnya dengan nama “Twin Peaks”.

Dengan metode ini, Anda bisa mendapatkan sinyal trading dengan mengamati “puncak” dan “lembah” yang terbentuk oleh histogram.

Perhatikan gambar berikut ini untuk contoh sinyal buy berdasarkan metode two pikes.

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Perhatikan bahwa Pike 1 dan Pike 2 harus berada di bawah garis nol. Pike 2 harus lebih tinggi daripada Pike 1 dan diikuti oleh histogram hijau. Itulah konfirmasi sinyal buy-nya.

Nah, untuk contoh sinyal sell berdasarkan metode two pikes, Anda bisa memperhatikan gambar berikut ini:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Perhatikan bahwa Pike 1 dan Pike 2 harus berada di atas garis nol. Pike 2 harus lebih rendah daripada Pike 1 dan diikuti oleh histogram merah. Itulah konfirmasi sinyal sell-nya.

Di lain kesempatan, kita akan mencoba membahas strategi trading forex yang melibatkan AO.

Sampai jumpa. :)

0 Comments

3 Strategi Forex Yang Dipakai Trader Profesional

Berbicara tentang forex trading berarti juga berbicara tentang berbagai informasi mengenai strategi trading yang bisa Anda dapatkan di internet. Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua strategi yang diklaim “hebat” bisa benar-benar berfungsi.

Dalam artikel ini saya mencoba untuk merangkum setidaknya tiga strategi yang biasa dipergunakan para trader profesional.

  1. Trading Ketika Ada Faktor Penggerak Fundamental Yang Kuat

    Cara ini memanfaatkan respon pasar ketika ada rilis data ekonomi. Pasar biasanya akan bergerak lebih volatile jika angka dari sebuah data ekonomi tertentu diumumkan lebih baik atau lebih buruk daripada perkiraan.

    Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data tersebut ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam. Dengan demikian, counterpart atau “pasangan mata uang”-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.

    Jika misalnya akibat data tersebut USD menguat, maka pair seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD akan bergerak turun. Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasca rilis data NFP maka para trader membuka posisi sell pada pair-pair tersebut.

    Data ekonomi yang paling sering dimanfaatkan untuk menerapkan strategi ini biasanya adalah US NFP dan keputusan suku bunga Fed.

  1. Mempergunakan “Angka Bulat” Sebagai Acuan Support/Resistance

    Yang dimaksud dengan “angka bulat” di sini adalah level-level harga seperti 1.50000, 1.0000, 0.50000, 100.000 dan sebagainya. Sedangkan yang dianggap “tidak bulat” adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti 1.38775, 1.58837, 139.387 dan sebagainya.

    Angka bulat” ini juga sering disebut sebagai “level psikologis” yang biasanya merupakan area support atau resistance kunci.

    Contohnya, ketika Anda melihat harga bergerak di atas area level psikologis itu, maka level tersebut menjadi support kunci. Anda bisa membuka posisi buy dengan acuan stop loss di area level psikologis tersebut. Sebaliknya jika harga tembus ke bawah level tersebut, Anda justru bisa mendapatkan peluang untuk membuka posisi sell.

  1. Mempergunakan Kombinasi Indikator Teknikal

    Ini yang sering disebut sebagai sistem trading. Para trader profesional biasanya mempergunakan beberapa indikator teknikal sekaligus dengan maksud agar indikator yang satu bisa menutupi kelemahan indikator yang lain sehingga sinyal yang dihasilkan diharapkan lebih confirmed.

    Sebagai contoh, Anda bisa melihat analisa teknikal yang diterapkan oleh tim Market Analyst FOREXimf.com. Di situ kami mempergunakan Stochastic Oscillator, Commodity Channel Index (CCI), Moving Average dan Fibonacci Retracement.

    Moving Average (MA) dipergunakan untuk membantu memperkuat bias. Jika trend terlihat jelas (misalnya uptrend atau downtrend), maka MA lebih berfungsi sebagai area support atau resistance dinamis. Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA bisa memberikan petunjuk, kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral.

    Selain itu MA juga bisa berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi informasi area entry yang baik. Sebenarnya area acuan untuk entry market bisa ditentukan dari Fibonacci Retracement saja, namun jika diperkuat oleh MA, yaitu ketika area acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan area MA, maka area tersebut akan semakin valid untuk melakukan entry market.

    Sementara itu stochastic dan CCI berfungsi sebagai “trigger” atau “pemicu”, yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell). Ketika harga sudah berada di area acuan, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, sesuai dengan bias intraday-nya.

    Fibonacci Retracement juga berfungsi sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah. Penembusan support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Hal tersebut seharusnya dijadikan “warning” jika Anda sudah telanjur membuka posisi buy atau sell.

Agar bisa mengoptimalkan trading forex Anda, sebaiknya carilah strategi yang benar-benar sesuai untuk Anda. Sesuai dengan karakter Anda, sesuai pula dengan kekuatan modal Anda. Jangan mencoba untuk memaksakan diri mempergunakan strategi trading orang lain yang tidak sesuai dengan Anda. Meskipun misalnya strategi tersebut bisa berhasil dengan baik ketika dipergunakan orang tersebut, belum tentu bisa berhasil pada Anda, karena memang belum tentu cocok.

Masih ada pertanyaan? Jangan sungkan untuk menghubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat, setiap Senin sampai Jumat mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Hadiri pula Webinar GRATIS yang kami adakan setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.30 WIB. Informasi lebih lengkap, silakan klik di sini

2 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (3)

Pada artikel sebelumnya Anda telah mengetahui langkah-langkah yang harus dilalui dalam membangun sebuah sistem trading forex, dalam hal ini adalah mechanical trading system. Ada setidaknya tujuh langkah yang harus dilakukan mulai dari perencanaan hingga pengujian sistem trading tersebut.

Di artikel penutup ini saya akan mencoba untuk memberikan contoh mudah sebuah sistem trading yang sederhana berdasarkan pemaparan yang telah dijabarkan di artikel sebelumnya.

Setup:

  • Time frame: Daily (D1)
  • Indikator trend:
  1. Simple Moving Average (SMA), periode: 20
  2. Simple Moving Average (SMA), periode: 50
  • Indikator konfirmator:
  1. Stochastic (5,3,3)
  2. RSI (14)

Aturan Trading:

Entry Rule:

  • Aturan BUY:
  1. SMA 20 telah memotong ke atas SMA 50 (golden cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke atas
  3. Tunggu hingga koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bullish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bullish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di atas 50 tetapi belum overbought
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi buy
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP
  • Aturan SELL:
  1. SMA 20 telah memotong ke bawah SMA 50 (death cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke bawah
  3. Tunggu hingga pull-back terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bearish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bearish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di bawah 50 tetapi belum oversold
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi sell
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP

Exit Rule:

  • Tutup posisi buy jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk death cross, atau jika nilai RSI jatuh ke bawah 50, atau jika Stop Loss tersentuh.
  • Tutup posisi sell jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk golden cross, atau jika nilai RSI naik ke atas 50, atau jika Stop Loss tersentuh.

Nah, sekarang mari kita lihat bagaimana ilustrasi penerapannya.

Gambar-gambar di bawah ini akan menjelaskan contoh penerapan strategi buy berdasarkan sistem trading forex yang baru kita bangun ini.

Pada gambar berikut ini, Anda bisa melihat telah terjadi golden cross di chart daily pair USD/CAD.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Saat itu harga telah berada di atas SMA 20 dan SMA 50 namun stochastic telah memperlihatkan indikasi bearish sedangkan CCI berada dalam kondisi overbought. Nah, selanjutnya kita tinggal menunggu akan terjadi pull-back/koreksi ke area di antara kedua SMA tersebut.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Setelah pull-back/koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal bullish dari stochastic. Ketika sinyal bullish terkonfirmasi di stochastic, pastikan nilai RSI telah berada di atas 50. Perlu diingat bahwa sinyal tersebut sebaiknya harus terkonfirmasi setelah candlestick closed.

Gambar berikut ini memperlihatkan pergerakan harga selanjutnya setelah sinyal buy terkonfirmasi berdasarkan sistem trading tersebut. Terlihat bahwa harga telah bergerak sejauh 2278 pips setelah buka posisi.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Pada saat itu Anda mungkin akan menutup posisi jika merasa sudah puas, namun sebenarnya berdasarkan sistem trading forex yang telah disusun di atas, sebaiknya posisi tersebut baru ditutup jika terjadi death cross atau nilai RSI jatuh ke bawah 50.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Perlu diingat bahwa sistem trading ini mempergunakan time-frame daily, sehingga sebenarnya lebih condong kepada gaya trading long-term. Oleh karena itu, wajar jika dalam contoh di atas transaksi yang dilakukan bisa mencapai keuntungan hingga lebih dari 13.000 pips!

Kesabaran adalah kunci. Kembali kepada konsep mechanical trading system, memang faktor emosi sebaiknya tidak terlalu terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Buy, sell dan close posisi Anda hanya jika ada sinyal valid yang telah terkofirmasi.

Nah, sistem trading yang saya paparkan ini hanya contoh saja. Anda bebas memodifikasi atau bahkan menciptakan sendiri sistem trading yang kira-kira sesuai dengan karakter dan gaya trading Anda dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dipaparkan mulai dari tulisan bagian pertama, bagian ke-2 hingga ke-3 ini.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

5 Comments