Posts

Sejarah Trading Forex yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Trading forex memiliki jejak sejarah yang cukup lama. Mulai dari era trading emas hingga trading forex online. Tapi, tahukah Anda bagaimana sejarah terciptanya perdagangan tersebut dunia ini? berikut ulasannya.

Memang topik ini tidak berkaitan dengan kemampuan Anda meraih keuntungan dalam  trading, namun tidak ada salahnya mempelajari fakta-fakta penting terkait bisnis yang kita jalani ini. Setidaknya kita bisa bercerita kepada orang yang ingin tahu apa itu forex trading.

Sejarah Forex: Sistem Standar Emas

Gold Standard System atau sistem keuangan standar emas tercipta pada tahun 1875, yang merupakan suatu peristiwa paling penting dana sejarah pasar uang.

Sebelum standar emas diciptakan, negara-negara di dunia pada umumnya mempergunakan emas dan perak sebagai alat pembayaran internasional.

Masalah utama penggunaan emas dan perak untuk alat pembayaran adalah bahwa nilai kedua logam mulia ini sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran global.

Sebagai contoh, penemuan sebuah tambang emas baru biasanya (waktu itu) akan menekan harga emas.

Ide yang mendasari terciptanya sistem standar emas ini adalah bahwa pemerintah menjamin nilai tukar suatu mata uang terhadap sejumlah emas, demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain, suatu mata uang di-back up oleh sejumlah emas.

Dengan demikian jelaslah bahwa pemerintah membutuhkan sejumlah cadangan emas yang cukup untuk memenuhi permintaan akan pertukaran mata uang.

Selama akhir abad ke-19, semua negara ekonomi maju telah mematok sejumlah mata uang senilai dengan satu ons emas.

Seiring dengan berjalannya waktu, perbedaan harga antara satu ons emas di antara dua mata uang yang berbeda menjadi kurs valuta asing antara dua mata uang tersebut. Ini menjadi definisi awal valuta asing dalam sejarah.

Standar emas ternyata runtuh selama permulaan Perang Dunia I. Karena meningkatnya ketegangan dengan Jerman, negara-negara di Eropa merasa bahwa mereka harus menyelesaikan proyek-proyek militer yang besar. Maka mulailah mereka mencetak uang untuk membiayai proyek-proyek tersebut.

Beban finansial dari proyek-proyek tersebut sangat besar sehingga tidak tersedia cukup emas untuk mem-back up uang yang telah dicetak dalam jumlah besar tersebut dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Although the gold standard would make a small comeback during the years between the wars, most countries had dropped it again by the onset of World War II. However, gold never stopped being the ultimate form of monetary value.

Meskipun standar emas sempat kembali dipergunakan setelah Perang Dunia I usai, namun kebanyakan negara kembali “merusak” sistem tersebut pada saat permulaan Perang Dunia II. Meskipun demikian, emas tidak pernah berhenti menjadi cadangan devisa yang terbaik.

Baca juga: Alasan Kenapa Anda Harus Trading Emas

Sejarah Forex: Bretton Woods System

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara yang tergabung dalam aliansi Sekutu merasa bahwa mereka perlu membangun sebuah sistem moneter untuk mengisi kekosongan akibat ditinggalkannya sistem standar emas.

Pada bulan Juli tahun 1944, lebih dari 700 perwakilan Sekutu mengadakan pertemuan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan kesepakatan yang kita kenal dengan nama Bretton Woods System sebagai bentuk pengelolaan moneter internasional.

Singkatnya, Bretton Woods menetapkan sebagai berikut:

  • Merupakan metode dengan kurs valas tetap
  • US dollar menggantikan peran standar emas menjadi mata uang cadangan utama
  • Pembentukan tiga badan internasional untuk memantau aktivitas ekonomi dunia: International Monetary Fund (IMF), International Bank for Reconstruction and Development, serta General Agreement on Tariffs and Trade (GATT).

Fitur utama dari sistem Bretton Woods adalah USD menggantikan emas sebagai standar utama nilai tukar untuk mata uang dunia.

Lebih jauh lagi, USD menjadi satu-satunya mata uang di dunia yang akan dilindungi oleh cadangan emas. Inilah yang di kemudian hari menjadi alasan utama gagalnya sistem Bretton Woods.

Dalam sekitar 25 tahun kemudian, sistem tersebut mengalami beberapa masalah.

Di awal tahun 1970-an, cadangan emas Amerika Serikat (AS) sangat sedikit sehingga Departemen Keuangan AS tidak mempunyai cukup emas untuk membiayai semua USD yang dimiliki oleh bank-bank sentral negara-negara di dunia.

Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 1971, Presiden AS kala itu, Richard Nixon mengambil langkah untuk menolak semua permintaan penukaran USD ke emas. Inilah akhir era Bretton Woods.

Meskipun sistem Bretton Woods tidak bertahan lama, namun sistem tersebut meninggalkan jejak yang masih memiliki dampak yang signifikan hingga hari ini.

Jejaknya tertinggal dalam bentuk tiga badan yang dibentuk waktu diresmikannya sistem tersebut, yaitu:

  1. IMF
  2. Bank for Reconstruction and Development (sekarang merupakan bagian dari World Bank)
  3. GATT, yang kemudian bertransformasi menjadi World Trade Organization (WTO).

Demikianlah sekelumit sejarah tentang forex trading.

Terima kasih.
Semoga bermanfaat.

3 Strategi Forex Yang Dipakai Trader Profesional

Berbicara forex trading berarti berbicara juga tentang berbagai informasi mengenai strategi trading yang bisa Anda dapatkan di internet.

Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua strategi yang diklaim “hebat” bisa benar-benar berfungsi.

Dalam artikel ini saya mencoba untuk merangkum setidaknya 3 strategi trading yang biasa digunakan oleh para trader profesional.

1. Trading Ketika Ada Faktor Penggerak Fundamental yang Kuat

Cara ini memanfaatkan respon pasar ketika ada rilis data ekonomi. Pasar biasanya akan bergerak lebih volatile jika angka dari sebuah data ekonomi tertentu diumumkan lebih baik atau lebih buruk daripada perkiraan.

Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data tersebut ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam.

Dengan demikian, counterpart atau “pasangan mata uang”-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.

Jika misalnya akibat data tersebut USD menguat, maka pair seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD akan bergerak turun.

Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasca rilis data NFP maka para trader membuka posisi sell pada pair-pair tersebut.

Data ekonomi yang paling sering dimanfaatkan untuk menerapkan strategi ini biasanya adalah US NFP dan keputusan suku bunga Fed.

2. Gunakan “Angka Bulat” sebagai Acuan Support & Resistance

Yang dimaksud dengan “angka bulat” di sini adalah level-level harga seperti;

  • 1.50000
  • 1.0000
  • 0.50000
  • 100.000, dsb.

Sedangkan yang dianggap “tidak bulat” adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti;

  • 1.38775
  • 1.58837
  • 139.387, dsb.

Angka bulat” ini juga sering disebut sebagai “level psikologis” yang biasanya merupakan area support atau resistance kunci.

Contohnya, ketika Anda melihat harga bergerak di atas area level psikologis itu, maka level tersebut menjadi support kunci.

Anda bisa membuka posisi buy dengan acuan stop loss di area level psikologis tersebut.

Sebaliknya jika harga tembus ke bawah level tersebut, Anda justru bisa mendapatkan peluang untuk membuka posisi sell.

3. Menggunakan Kombinasi Indikator Teknikal

Ini yang sering disebut sebagai sistem trading. Para trader profesional biasanya mempergunakan beberapa indikator teknikal sekaligus.

Dengan maksud agar indikator yang satu bisa menutupi kelemahan indikator yang lain sehingga sinyal yang dihasilkan diharapkan lebih confirmed.

Sebagai contoh, Anda bisa melihat analisa teknikal yang diterapkan oleh tim Market Analyst FOREXimf.com dengan menggunakan:

  1. Stochastic Oscillator
  2. Commodity Channel Index (CCI)
  3. Moving Average
  4. Fibonacci Retracement

Moving Average (MA) dipergunakan untuk membantu memperkuat bias. Jika trend terlihat jelas (misalnya uptrend atau downtrend), maka MA lebih berfungsi sebagai area support atau resistance dinamis.

Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA bisa memberikan petunjuk, kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral.

Selain itu MA juga bisa berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi informasi area entry yang baik.

Sebenarnya area acuan untuk entry market bisa ditentukan dari Fibonacci Retracement saja.

Namun jika diperkuat oleh MA; yaitu ketika area acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan area MA, maka area tersebut akan semakin valid untuk melakukan entry market.

Sementara itu stochastic dan CCI berfungsi sebagai “trigger” atau “pemicu”, yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell).

Ketika harga sudah berada di area acuan, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, sesuai dengan bias intraday-nya.

Fibonacci Retracement juga berfungsi sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah.

Penembusan support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Hal tersebut seharusnya dijadikan “warning” jika Anda sudah telanjur membuka posisi buy atau sell.

Agar bisa mengoptimalkan trading forex Anda, sebaiknya carilah strategi yang benar-benar sesuai untuk Anda. Sesuai dengan karakter Anda, sesuai pula dengan kekuatan modal Anda.

Jangan mencoba untuk memaksakan diri mempergunakan strategi trading orang lain yang tidak sesuai dengan Anda.

Meskipun misalnya strategi tersebut bisa berhasil dengan baik ketika dipergunakan oleh orang lain, belum tentu strategi yang sama tersebut bisa berhasil juga pada Anda, karena memang belum tentu cocok.

 


Masih ada pertanyaan?
Jangan sungkan untuk menghubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat (Senin s/d Jumat, dari pukul 08.00-22.00 WIB.

Hadiri pula WEBINAR GRATIS yang kami adakan setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.30 WIB. Informasi lebih lengkap, silakan klik di sini.

Belajar Lagi Yuk: Macam-Macam Support & Resistance Forex

Support dan resistance merupakan istilah yang populer yang dalam dunia trading. Konon, trading tanpa menentukan support dan resistance akan menyebabkan kerugian.

Benarkah demikian?
Sebetulnya apa itu support dan resistance?

Nah, kali ini kita akan belajar mengenali metode-metode support and resistance untuk trading forex.

Pengertian Support dan Resistance

Support and Resistance adalah level-level kritis yang digunakan oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Level tersebut digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah.

Jika Support and Resistance ini digabungkan dengan bentuk-bentuk candlestick, dipercaya akan dapat menentukan pergerakan selanjutnya.

Support secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level di mana penawaran mulai berkurang dan permintaan bertambah sehingga jika hal tersebut terjadi, harga-harga akan naik pada level tersebut.

Pada prinsipnya, apabila harga pasar berhasil menembus level support tersebut, maka diperkirakan harga pasar akan melanjutkan penurunannya sampai level support berikutnya.

Namun apabila harga pasar tidak mampu menembus level tersebut, maka harga pasar akan berbalik arah. Level support yang sudah ditembus, dapat menjadi level resistance dan menahan harga pasar untuk naik.

Resistance secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level dimana penawaran sudah terlalu banyak dan permintaan sudah mulai berkurang sehingga harga pasar akan turun pada level tersebut.

Apabila harga pasar berhasil naik dan menembus level resistance tersebut, maka diperkirakan harga pasar akan terus naik hingga level resistance berikutnya.

Level resistance yang sudah ditembus akan menjadi support dan dapat menahan pasar untuk turun melewati level tersebut.

Untuk bisa mengenali support dan resistance, mau tidak mau Anda harus belajar mengamati chart forex.

Pelan-pelan saja, tak perlu terburu-buru.
Pasti bisa.

Menentukan Support dan Resistance

Setelah memahami pengertian dari support and resistance, kini saatnya Anda menentukan support and resistance tersebut.

Tahukah Anda, bahwa ada banyak cara menentukan support dan resistance?

Mari kita bahas satu per satu.

1. Titik Tertinggi (Top) atau Titik Terendah (Bottom)

Metode ini merupakan cara sederhana untuk menentukan support resistance, dengan melihat data historis dimana harga-harga tertahan.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa langsung melihatnya melalui gambar berikut ini;

belajar forex

belajar forex

Inti dari cara ini adalah Anda cukup melihat dimana harga banyak tertahan.

Semakin besar timeframe yang digunakan, kecenderungannya akan semakin valid support dan resistance tersebut.

Oh ya, chart di atas menggunakan candlestick chart.
Jika Anda ingin belajar candlestick yang populer di dalam trading forex, Anda bisa klik di sini.

2. Trendline

Trendline dapat berlaku sebagai support dan resistance.
Untuk bisa menggambar trendline dengan baik, tentunya Anda harus mengenali tren-nya terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan menghubungkan minimal dua titik lembah jika dalam keadaan uptrend, sedangkan dalam keadaan downtrend, hubungkanlah minimal dua titik puncak.

Jika harga mendekati garis trendline maka hal tersebut dapat membuka peluang area tersebut menjadi area resistance atau support.

Untuk memperjelas, Anda bisa langsung melihatnya melalui gambar berikut ini;

belajar forex

belajar forex

Anda ingin mengenal trendline lebih detail?
Kunjungi kelas belajar forex kami di sini.

3. Fibonacci Retracement

Jika anda sudah mahir menggunakan meta trader, tools Fibonacci retracement mungkin istilah yang tidak asing di telinga Anda. Tools ini kerap digunakan para trader untuk melakukan analisa.

Namun, tahukah anda bahwa Fibonacci retracement bisa berlaku sebagai support dan resistance?

Fibonacci memiliki level-level yang biasa digunakan yakni;

  • Level 0.0%
  • Level 23.6%
  • Level 38.2%
  • Level 50.0%
  • Level 61.8%
  • Level 76.4%
  • Level 100.0%

Level-level tersebut kerap dijadikan sebagai acuan untuk menentukan area support dan resistance.

Dengan menggunakan Fibonacci ini, Anda dapat mengambil beberapa level populer yang biasa dijadikan acuan untuk menentukan support dan resistance yakni 38.2%, 50.0% dan 61.8%.

Disinyalir di level-level tersebut seringkali muncul sinyal buy atau sell yang akurasinya cukup tinggi.

Untuk memperjelas, Anda bisa melihat gambar di bawah ini;

belajar forex

Jika Anda masih penasaran mengenai Fibonacci retracement ini, silakan kunjungi laman belajar forex: Fibonacci Retracement.

4. Round Number

Apa itu round number?
Round number adalah suatu level yang merupakan angka bulat dan mudah diingat.

Contohnya adalah:

  • USD/JPY dengan level psikologis 100,
  • EUR/USD dengan level 1.30000, atau 1.40000
  • AUD/USD pada angka psikologis 1.00000, dsb.

Dalam trading forex, round number merupakan level psikologis yang bisa berlaku sebagai area support dan resistance.

belajar forex

belajar forex

5. Pivot Point

Pivot point merupakan salah satu cabang dari analisa teknikal yang juga merupakan cara perhitungan untuk menentukan area support dan resistance.

Pivot point bukan merupakan indikator, namun dapat dikatakan sebagai cabang dari analisa teknikal.

Para trader biasanya menyebutkan pivot point sebagai support & resistance objektif.

Dasar perhitungan Pivot diperoleh dari penjumlahan harga high, low dan close kemudian di bagi 3

Pivot = ( H + L + C ) : 3

Namun ada pula yang menambahkan harga high, low, dan close periode sebelumnya, tambah open periode sekarang kemudian di bagi 4

Pivot = ( O1 + H + L + C ) : 4

Variasi yang lain adalah dengan cara menambahkan bobot yang dianggap penting, misalnya dengan cara lebih menekankan pada penutupan pasar

Pivot = (H + L + C + ) : 4

Penggunaan pivot point biasanya bersamaa dengan penggunaan support dan resistance yang berlapis bahkan hingga beberapa kali.

Untuk menentukan level support dan resistance dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Level Support & Resistance Rumus
Resistance 1 (2 x Pivot point) – L
Resistance 2 Pivot point + (H – L)
Support 1 (2 x Pivot point) – H
Support 2 Pivot point – (H – L)

 

Cara pengunaan pivot point sama seperti penggunaan support dan resistance pada umumnya.

Ketika harga pasar mendekati support, kemungkinan harga akan berbalik kembali ke atas.

Namun jika harga pasar berhasil menembusnya, maka tekanan bearish akan berlanjut menuju support berikutnya, begitupun juga sebaliknya.

belajar forex

6. Moving Average

Moving average juga bisa berfungsi sebagai support dan resistance. Biasanya moving average sering disebut support dan resistance dinamis (dynamic support and resistance). Dinamakan demikian karena ia bergerak sesuai dengan pergerakan harga.

Pada saat uptrend, Moving average berfungsi sebagai support.
Pada saat downtrend, Moving average berfungsi sebagai resistance.

belajar forex

belajar forex

Anda tertarik untuk mengetahui lebih detil tentang moving average?
Tenang, kunjungi saja halaman belajar forex kami di sini.

Demikan 6 cara yang bisa dijadikan acuan sebagai support dan resistance.

Lalu support dan resistance mana yang Anda sukai?

Article by: Garry Adrian

Cara Mudah Menggunakan Strategi Trendline

Trendline dalam istilah trading forex merupakan salah satu alat yang paling sederhana dalam analisis teknikal.

Namun jangan tertipu pada penampilannya yang sederhana itu, sebab di balik kesederhanaannya tersimpan potensi yang besar untuk menghasilkan keuntungan bagi transaksi Anda.

Strategi Trendline

“Trendline? Sungguh?”
Mungkin pertanyaan itu yang berkecamuk di pikiran Anda saat ini.

Ya. Trendline.
Sungguh. Percayalah.

Pernah dengar ungkapan “the trend is your friend”?
Trend harga adalah teman Anda.

Jangan bermusuhan dengan trend, karena itu hanya akan membuat Anda kepayahan dalam trading, bahkan berujung kehancuran. Anda tak akan pernah bisa mengalahkan pasar.

Yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti ke arah mana pasar bergerak. Itulah satu-satunya cara yang paling aman.

Sesuai dengan namanya, trendline tentu saja adalah alat yang bisa Anda gunakan untuk mengenali arah trend. Selain itu, trendline ini juga berfungsi sebagai support (dalam uptrend) dan resistance (dalam downtrend).

Kali ini, Anda akan mempelajari cara mengombinasikan trendline dengan indikator teknikal yang juga sederhana sebagai sebuah sistem atau strategi trading.

Yang pertama kali perlu Anda lakukan adalah tentu saja mengenali trend itu sendiri.

Secara kasat mata, sebenarnya Anda sudah bisa mengetahui trend apa yang tengah berlangsung di pasar saat itu. Jika Anda telah mengenali trend yang berlangsung saat itu, Anda bisa menarik trendline.

Pada contoh di bawah ini, terlihat chart GBP/USD bergerak dalam uptrend. Anda bisa melihat trendline di chart tersebut.

STRATEGI TRENDLINE

Oke. Biasanya kemudian muncul pertanyaan: apa yang selanjutnya harus dilakukan?

Prinsipnya sederhana saja. Anda tinggal menunggu koreksi terjadi hingga ke area trendline tersebut dan mencari konfirmasi sinyal bullish sebelum trendline tersebut tembus.

Permasalahannya kemudian adalah sinyal seperti apakah yang harus Anda cari?

Solusi untuk permasalahan tersebut adalah: indikator teknikal. Dalam hal ini, Anda bisa memasang indikator teknikal yang bersifat oscillator di chart Anda.

Analis teknikal di FOREXimf.com menyarankan untuk menggunakan stochastic dan CCI sebagai “filter” untuk mencari sinyal buy atau sell (baca di sini: stochastic dan CCI).

Sebagai penguat, Anda juga bisa menggunakan konfirmasi pola candlestick, atau nama kerennya: candlestick pattern (baca: mengenal pola-pola candlestick).

Tentu saja Anda bebas bereksperimen menggunakan berbagai macam indikator yang sesuai dengan karakter Anda sebagai trader, namun sebaiknya Anda tetap menjaga prinsip “simplicity” atau kesederhanaan.

Jangan sampai – saking kompleksnya – justru Anda dibingungkan oleh sistem yang Anda buat sendiri. Jika Anda mau, silakan kunjungi halaman edukasi kami yang khusus membahas indikator teknikal dan cara menggunakannya di sini.

STRATEGI TRENDLINE 1

Nah, setelah Anda selesai memasang “setup” tersebut di chart Anda, maka Anda tinggal mengikuti aturan-aturan yang dipaparkan berikut ini.

Aturan Skenario Buy

  • Pastikan trend yang sedang berlangsung adalah Uptrend (trend naik).
  • Tunggu koreksi terjadi ke area trendline.

STRATEGI TRENDLINE 2

  • Jika koreksi sudah terjadi, tunggu konfirmasi sinyal bullish dari stochastic dan CCI. Jika konfirmasi sinyal stochastic dan CCI diikuti oleh kemunculan candlestick pattern, maka sinyal bullish akan semakin kuat.

STRATEGI TRENDLINE BUY 1

  • Tempatkan target (TP) di resistance yang terdekat, serta stoploss (SL) di bawah trendline (10-20 pips di bawah trendline).

STRATEGI TRENDLINE BUY 2

“Ending” dari skenario di atas:

STRATEGI TRENDLINE BUY 3

Aturan Skenario Sell

  • Pastikan trend yang berlangsung adalah Downtrend (trend turun).
  • Tunggu koreksi terjadi ke area trendline.

STRATEGI TRENDLINE SELL 1

  • Jika koreksi sudah terjadi, tunggu konfirmasi sinyal bearish dari stochastic dan CCI. Jika konfirmasi sinyal stochastic dan CCI diikuti oleh kemunculan candlestick pattern, maka sinyal bearish akan semakin kuat.

STRATEGI TRENDLINE SELL 2

  • Tempatkan target (TP) di support yang terdekat, serta stoploss (SL) di atas trendline (10-20 pips di atas trendline).

STRATEGI TRENDLINE SELL 3

Nah, “ending” skenario sell di atas ternyata seperti ini:

STRATEGI TRENDLINE SELL 4

Contoh-contoh chart di atas kebetulan menggunakan time frame Daily (harian) dan H4 (4 jam), namun tentu saja Anda tidak perlu terpaku pada time frame yang dicontohkan. Silakan bereksperiman mencoba time frame lain yang sesuai dengan style atau tipe trading Anda.

Anda juga bebas melakukan uji coba dengan indikator teknikal yang lain dengan konsep trendline yang sama.

Terakhir, ingatlah bahwa tidak ada sistem trading yang sempurna. Maka dari itu pergunakanlah modal Anda dengan bijak. Terapkan manajemen resiko dan manajemen modal yang baik. Agar lebih mantap, cobalah dahulu di demo account.

Selamat mencoba.

Yuk, Belajar Mengenal Seluk-Beluk Trading Forex

Trading forex bukanlah hal yang mudah.
Tetapi bukan berarti tidak bisa dipelajari.

Tak sedikit dari para trader forex hebat sekarang yang awalnya hanya orang biasa yang buta akan dunia forex. Namun dengan semangat pantang menyerah untuk belajar forex, ternyata bisa membawa mereka meraih keuntungan besar melalui trading forex.

Siapa sih yang bisa trading forex?
Apakah hanya seorang trader kelas dewa yang bisa?

Wah, Anda salah.
Di sini everyone can trade
Siapapun orangnya dan apapun latar belakangnya.

Jadi, untuk para pemula jangan ragu untuk mendalami ilmu trading.

Nah, untuk Anda para pemula yang masih belajar forex tidak ada salahnya Anda mengenal dulu forex itu seperti apa, memahami karakteristik produk forex, jam perdagangan nya, dan faktor yang mempengaruhi perubahan harga.

Apa itu forex?

Pasar mata uang atau forex (Foreign Exchange) adalah pasar investasi terbesar di dunia yang terus berkembang pesat setiap tahunnya.

Berdasarkan data 2013 Triennial Central Bank Survey of Foreign Exchange and OTC Derivatives Markets Activity dari Bank for International Settlements menunjukkan bahwa perdagangan di pasar forex rata-rata $5.3 trilyun per hari pada bulan April 2013.

Perdagangan forex ini mengalami peningkatan dari yang tadinya $4.0 trilyun pada April 2010, dan $3.3 trilyun pada April 2007.

Volume perdagangan yang besar ini menyebabkan likuiditas yang tinggi pada pasar forex. Semakin mudahnya trading forex online, dan likuiditas pasar forex yang terus meningkat, sehingga menarik partisipasi yang lebih besar dari berbagai jenis kalangan.

Kapan Anda bisa trading forex?

Anda bisa trading forex kapan saja kecuali weekend, yaitu 24 jam sehari dan 5 hari seminggu, dengan tiga sesi perdagangan terbesar yaitu sesi perdagangan Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.

Tinggal sekarang Anda yang menentukan akan trading dengan rentang waktu jangka pendek (short term) atau jangka panjang (long term), semuanya tergantung tipe seorang trader.

Tentunya strategi forex yang akan Anda gunakan juga harus memperhatikan waktu perdagangan.

Bagaimana bentuk produk forex?

Forex diperdagangkan dalam bentuk pasangan mata uang (currency pair). Tidak seperti pasar saham, di mana Anda dapat membeli atau menjual saham tunggal, Anda harus membeli satu mata uang dan menjual mata uang lain di pasar forex.

Menurut 2013 Triennial Survey, pasangan mata uang yang paling sering diperdagangkan adalah sebagai berikut:

  1. EURUSD: 24,1%
  2. USDJPY: 18,3%
  3. GBPUSD: 8,8%

Dimana mata uang dollar AS terlibat dalam 87.0% dari transaksi, diikuti oleh euro (33,4%), kemudian yen (23,0%), dan sterling (11,8%).

‘Siapa’ yang bisa menyebabkan perubahan nilai tukar mata uang?

Salah satu penyebabnya adalah supply and demand. Ketika dunia membutuhkan lebih banyak dollar, maka akan mengakibatkan nilai dollar meningkat dan ketika ada terlalu banyak beredar, maka harganya turun.

Kekuatan yang menggerakkan pasar saham juga dapat berimbas pada perubahan nilai mata uang. Faktor-faktor lain seperti tingkat suku bunga, data ekonomi baru dari negara-negara terbesar dan ketegangan geopolitik juga dapat mempengaruhi harga mata uang.

Di mana sih kita bisa trading forex?

Anda pemula yang masih belajar forex, sekarang dimana pun Anda berada Anda bisa trading forex yang penting Anda terkoneksi dengan jaringan internet.

Kok bisa? mungkin Anda berpikiran demikian.
Perkembangan market forex yang sangat pesat dan diiringi oleh tumbuhnya pialang forex online yang menjadi mitra Anda dalam trading menjadi paduan yang sangat pas.

Sistem trading forex online ini tentunya sangat membantu, tetapi Anda juga harus berhati-hati dalam memilih pialang online yang teregulasi resmi untuk keamanan Anda dalam melakukan trading.

Banyak pialang online seperti FOREXimf.com yang sangat welcome pada para pemula di dunia trading forex.

Selain sebagai mitra trading, mereka juga membantu dan tidak segan membagi ilmu kepada para pemula yang sedang belajar forex.

Kenapa sih harus trading forex?

Pemula yang sedang belajar forex mungkin banyak yang bertanya apa sih keunggulan trading forex dibanding produk lainnya?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa, market forex merupakan pasar yang sangat potensial di lihat dari tingkat likuiditas yang tinggi dan tentunya terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.

Dilihat dari waktu perdagangan, forex sangat cocok untuk semua orang di seluruh belahan dunia. Trading forex tidak perlu menunngu pembeli ketika kita akan menjual ataupun penjual ketika kita akan membeli.

Mata uang juga diperdagangkan dalam berbagai ukuran dengan satuan lot, semakin besar ukuran transaksi maka semakin besar peluang keuntungannya ataupun kerugiannya.

Sesuai dengan prinsipnya ‘high risk-high return’.

Penggunaan leverage sebagai pengungkit untuk meningkatkan nilai transaksi laba ruginya. Dalam forex seorang trader bisa memetik keuntungan saat harga naik ataupun turun (two ways opportunity).

Semua potensi ini pastinya sangat sayang untuk Anda lewatkan, bergabunglah dan jadilah salah satu trader di market forex.

Apakah bisa seorang pemula sukses di dunia trading forex?
Tentu saja sangat mungkin, asalkan mau belajar dan berlatih.

Semoga bermanfaat dan happy trading.

Berpikir Ala Militer Dalam Forex Trading

Saya sering – dan suka – mempergunakan analogi komandan tempur ketika menjelaskan strategi forex trading. Terutama ketika “mendongeng” tentang trading plan, money management dan psikologi trading.

Pelajari ketiga hal penting diatas melalui panduan belajar berikut ini:

Nggak tahu kenapa. Mungkin karena saya suka menonton film-film perang. Mungkin juga karena menjadi tentara adalah cita-cita masa kecil yang seiring perjalanan waktu terkubur entah di mana….

Yang jelas, analogi komandan tempur atau panglima perang sampai saat ini masih menjadi selingan favorit saya dalam workshop atau seminar yang saya bawakan. Yang juga jelas adalah bahwa forex trading memiliki resiko dan ketidakpastian. Mirip-miriplah seperti medan perang.

Karena itu, sama seperti pertempuran, yang tampil sebagai pemenang pastilah mereka yang bisa berpikir dan bertindak berani, sistematis, strategis dan disiplin. Mirip kan?

Jadi, sepertinya masuk akal kalau pendekatan strategi ala militer bisa diaplikasikan dalam trading.

Siklus OODA

Ada seorang pilot tempur di Angkatan Udara Amerika Serikat. Namanya adalah Kolonel John R. Boyd (23 Januari 1927 – 9 Maret 1997). Saat berkecamuk perang Korea pada tahun 1953, ia bertugas menerbangkan pesawat F-86 Sabre dan sering harus bermanuver menghadapi pesawat-pesawat MiG-15 milik Korea Utara. Ia selalu berhasil mengalahkan musuh-musuhnya di udara dalam waktu kurang dari 40 detik. Karena itu ia mendapatkan julukan “Forty Second Boyd”.

Boyd kemudian memperkenalkan pola pengambilan keputusan yang disebut siklus OODA, singkatan dari Observe, Orient, Decide and Act. Tadinya konsep ini diterapkan oleh Boyd dalam dogfight alias pertempuran pesawat di udara, namun kemudian diterapkan dalam operasi tempur darat dan laut. Dalam perkembangannya, konsep ini juga diperkenalkan di dunia bisnis.

Singkatnya, siklus OODA menjelaskan bagaimana manusia bereaksi dalam situasi tertentu. Menurut Boyd,  respon manusia itu bisa dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tahap pertama adalah observasi (observe), di mana informasi dikumpulkan dengan mengandalkan panca indera.

Tahapan ke dua adalah orientasi (orient). Di tahap ini, orang akan menganalisis informasi yang diperoleh di tahap observasi lalu diinterpretasikan. Hasil interpretasi ini nanti akan mengarah langsung ke tahap ke tiga: decide.

Nah, tahap ke tiga ini adalah tahap pengambilan keputusan (decide). Di tahap ini orang akan akan memutuskan akan mengambil tindakan apa.

Terakhir, adalah tahap melakukan tindakan (act). Di sini orang akan menerapkan keputusan yang sudah dibuat. Lalu kembali lagi ke siklus observe untuk menilai efek dari tindakan yang dilakukan.

Bagaimana aplikasi OODA dalam forex trading?

Oke, sebelumnya tolong pahami ini: sangat penting bagi trader untuk TIDAK merasa bingung atau tidak yakin. Bahkan ini lebih penting daripada mengendalikan fear and greed, lho!

Orang Jawa mengenal filosofi: ojo kagetan. Jangan gampang terkejut. Juga, ojo gumunan. Jangan gampang heran, atau bingung.

Seringkali trader forex kaget ketika terjadi pergerakan yang lebar dan tiba-tiba, terutama jika arahnya melawan posisinya. Karena kaget, kemudian bingung, “Harus ngapain nih gue?” Panik. Ketika ia sudah bisa menguasai diri, pasar mungkin sudah bergerak ke mana-mana dan ia tinggal menyesali yang sudah terjadi.

Ada pameo di dunia perang yang berbunyi, “Pertahanan adalah inti dari setiap peperangan.” Jadi, harusnya pasukan yang baik bisa melindungi bentengnya dan tahu persis apa yang harus dilakukan untuk itu.

Nah, sebagai trader pun harus demikian. Kita harus bisa melindungi modal kita dan tahu apa yang harus dilakukan jika seandainya pasar sewaktu-waktu membombardir kita dengan fluktuasi liar.

Untuk itu kita memerlukan latihan. Nah, berikut ini ada tiga tips untuk membantu program latihan Anda. Get ready, Cadet!

  1. Biasakan berpikir, “Bagaimana jika saya salah?”

    Kita tidak akan pernah bisa senantiasa 100% akurat memperkirakan arah harga. Makanya kita harus bersiap seandainya perkiraan kita salah. Dengan demikian kita akan selalu terbiasa mempersiapkan “plan B” jika seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan keinginan kita. Contoh “plan B” paling mudah adalah mempersiapkan startegi stop loss, atau strategi lainnya.

  1. Selalu pelajari kondisi dan perilaku pasar 

    Selalu amati pasar (observe) hingga Anda bisa mengenali potensi arah pasar. Ini bisa membantu Anda untuk lebih cepat menginterpretasi pasar (orient), mengambil keputusan (decide) dan tindakan (act) dengan cepat dalam berbagai situasi. Miriplah dengan yang dilakukan John Boyd ketika mengecoh pilot tempur Korea Utara di tahun

  2. Jangan malu minta bantuan

    Need backup!

    Kalimat itu sering saya dengar waktu masih kecanduan main game Counter Strike. Hehe. Biasanya kalimat itu terdengar ketika seseorang membutuhkan bantuan ketika ingin melakukan serangan, atau sedang kewalahan menghadapi musuh.

    (Bagi Anda yang tidak tahu, game itu adalah permainan simulasi pertempuran melawan teroris.)

    Sepintar-pintarnya kita sebagai trader, tetap saja informasi yang kita miliki terbatas. Ada kalanya juga kita merasa tidak bisa melihat gambaran pasar dengan jelas. Jadi, tidak ada salahanya meminta pendapat dari orang lain. Mungkin ada beberapa celah yang tidak terlihat oleh kita tetapi bisa dilihat oleh rekan kita.

Ingatlah selalu: trader yang sukses adalah trader yang siap secara mental untuk mengambil keputusan strategi dalam kondisi seperti apa pun, meskipun sehari-harinya senantiasa menghadapi ketidakpastian.

Trader yang sukses selalu bisa mengamati kondisi pasar, cepat melakukan interpretasi sehingga bisa mengambil keputusan yang cepat tetapi tetap dalam koridor kehati-hatian, dan tidak ragu mengambil keputusan.

Anda siap?

Bagaimana menurut Anda mengenai strategi trading forex menggunakan pola berfikir ala militer?

Apakah Anda juga berfikir ala militer?

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Profit Konsisten Dengan 5 Tips Sederhana

Saya yakin sebagai trader Anda pasti ingin bisa menghasilkan profit secara konsisten. Maka penting bagi Anda untuk mengevaluasi metode dan strategi trading forex secara rutin.

Percayalah, selalu ada metode atau strategi baru yang bisa Anda temukan dan bisa dipadukan dengan strategi trading yang sekarang Anda miliki. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi sebaiknya jika metode dan strategi yang Anda pergunakan saat ini sudah bisa menghasilkan keuntungan dengan baik, hal-hal baru yang Anda temukan cukup Anda tambahkan sebagai modifikasi tanpa mengubah “struktur asli” strategi Anda.

Misalnya, Anda sudah cukup nyaman mempergunakan metode Fibonacci dan stochastic, lalu suatu saat Anda menemukan metode baru yang bisa memperbesar potensi keuntungan jika dikombinasikan dengan metode Fibo dan stochastic Anda. Silakan padukan, tetapi tetaplah mempergunakan Fibo dan stochastic sebagai metode utama dalam pengambilan keputusan.

Juga penting untuk memiliki aturan/rule yang presisi dan tegas untuk mengantisipasi jika pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan Anda.

Untuk itu, saya ingin berbagi lima tips sederhana. Sederhana saja, tidak perlu terlalu rumit.

  1. Belajarlah untuk membatasi kerugian

    Sebenarnya rahasia trading sukses itu tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan profit, tetapi juga kemampuan menghindari kerugian. Oke, mungkin kita tidak 100% bisa terhindar dari kerugian, tetapi setidaknya bisa kita batasi.

    Kemampuan membatasi kerugian itu dengan sendirinya akan membantu Anda untuk memperbesar keuntungan.

    Untuk membatasi kerugian, para trader pada umumnya akan mempergunakan strategi tertentu. Yang paling mudah di antaranya adalah stop loss.

    Trailing stop juga dapat dipergunakan untuk menjaga agar keuntungan yang sudah diperoleh dari sebuah posisi terbuka dapat dijaga agar tak berubah menjadi kerugian.

  1. Ketahui batasan resiko sebelum membuka posisi

    Untuk bisa menempatkan stop loss dengan pas, Anda juga perlu mengetahui seberapa besar toleransi resiko Anda. Seberapa besar kerugian yang mampu Anda terima, secara finansial maupun secara psikis?

    Masing-masing trader memiliki besaran yang berbeda-beda. Itulah pertanyaan “berapa pips SL-nya?” sebaiknya diikuti dengan perrtanyaan “berapa dolar kerugian yang mampu saya terima?”

    Ini juga akan berpengaruh pada besaran lot yang boleh Anda pakai. Semakin besar SL-nya, seharusnya lot-nya akan semakin kecil, demikian sebaliknya. Hal tentang ini bisa Anda baca lebih detil dalam tulisan saya tentang position sizing.

    Toleransi resiko ini sebaiknya sudah Anda “pegang erat-erat” dalam trading plan yang sudah Anda susun sebelumnya.

    Penting juga menetapkan batasan kerugian maksimal setiap bulannya. Ketika kerugian sudah mencapai batasan itu, sebaiknya berhentilah dahulu. Lakukan evaluasi, perbaiki mana yang perlu diperbaiki, baru lanjutkan.

    Kalau kemudian Anda berhasil mengumpulkan keuntungan, silakan tarik keuntungan itu dan bersenang-senanglah. Tetapi ada baiknya sisihkan sebagian keuntungan itu dan masukkan ke dalam akun trading “cadangan”. Dengan demikian sedikit demi sedikit Anda akan memperbesar modal Anda.

  1. Kuasai metode dan strategi yang Anda pergunakan

    Tidak mungkin Anda bisa mengambil keputusan dengan baik jika bahkan Anda sendiri tak memahami metode dan strategi yang Anda pergunakan. Trader yang baik adalah trader yang sangat memahami metode dan strategi yang ia pergunakan: apa kelebihan dan kelemahannya.

    Hindari menggunakan metode dan strategi yang terlalu kompleks dan rumit. Ingat, Anda ini trader. Anda tak perlu terlihat seperti Albert Einstein, yang bahkan konon pernah berkata, “Everything should be made as simple as it can be.”

    Metode dan strategi yang Anda pergunakan juga sebaiknya cocok dengan gaya trading Anda dan, yang paling penting, cocok dengan kekuatan modal Anda. Jika sebuah strategi menuntut toleransi resiko yang lebih besar daripada toleransi resiko (modal) Anda, sebaiknya jangan dipergunakan.

  1. Bersabarlah

    Membuka dan menutup posisi dalam trading membutuhkan analisa terbaik dari Anda. Jangan terburu-buru membuka posisi hanya karena takut kehilangan peluang, atau terburu-buru menutup posisi hanya karena khawatir profit berubah menjadi loss.

    Timing adalah krusial dalam trading, maka pastikan Anda memilih waktu yang tepat untuk melakukan eksekusi. Untuk bisa menentukan timing yang tepat, tidak bisa tidak, Anda harus melakukan analisa seobyektif mungkin.

  1. Never give up and stick to the plan!

    Banyak trader yang menyerah karena mengalami kerugian beruntun. Banyak trader yang gagal karena kerugian beruntun itu jadi menggunung. Hampir semua trader yang mengalami hal itu tidak menyadari bahwa kerugian yang menggunung adalah buah dari mengabaikan poin 1 sampai 4 di atas.

    Jadi, sangat penting bagi Anda untuk menguasai poin 1 sampai 4 di atas. Jangan hanya poinnya, pahamilah penjelasannya juga. Jangan hanya dipahami, praktekkanlah.

5 tips di atas memang sangat sederhana, tetapi sekali Anda mampu konsekuen menjalankannya, hasilnya tidak sederhana. Pertanyaannya, siapkah Anda menjalankannya? Anda sendiri yang menentukan.


Jika Anda merasa artikel kami berguna, silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami di kolom komentar.

 

Strategi Trading Forex Camarilla Pivot

Teknik pivot points merupakan salah satu strategi trading forex yang banyak dipergunakan trader untuk mengidentifikasi level-level yang potensial sebagai support dan resistance. Sederhananya, pivot point dan level-level support dan resistance yang dihasilkan melalui perhitungan tertentu dianggap merupakan area di mana harga berpotensi akan berubah arah.

Pivot point menjadi sangat menarik karena setidaknya salah satu penyebab: ia sangat obyektif. Tidak seperti indikator teknikal lain yang memerlukan interpretasi yang tentu sangat dipengaruhi oleh “jam terbang” yang dimiliki si trader. Bahkan tidak seperti Fibonacci retracements yang masih memerlukan preferensi si trader dalam menentukan swing high dan swing low.

Penerapan Strategi Pivot

Strategi trading yang berdasar pada pivot points biasanya dipergunakan sebagai strategi trading jangka pendek. Para trader yang mempergunakannya biasanya mencari pergerakan yang tidak terlalu besar, cocok dengan gaya trading intraday mereka.

Seperti halnya strategi trading yang memanfaatkan support dan resistance, para trader bisa memilih apakah mereka akan menerapkan strategi bounce/range-bound, breakout, atau bahkan keduanya.

Para trader yang menganut paham range-bound biasanya memanfaatkan pivot untuk mencari titik-titik reversal (balik arah). Mereka akan mencari peluang buy di area support dan mencari peluang sell di area resistane.

Sebaliknya, para trader yang bergaya breakout akan menunggu hingga support tembus untuk mencari peluang sell. Sebaliknya mereka akan menunggu tembusnya resistance untuk mencari peluang buy.

Mengenal Strategi Camarilla Pivot

Strategi Camarilla pivot (selanjutnya kita sebut Camarilla) merupakan salah satu turunan strategi pivot points.

Strategi ini mirip dengan nenek moyangnya, si pivot points itu sendiri, tetapi lebih komplit untuk dipergunakan sebagai sebuah strategi trading. Strategi ini diciptakan oleh Nick Stott sekitar tahun 1989 dan masih populer hingga saat ini.

Pada dasarnya ada tujuh garis yang menjadi bagian penting dari strategi ini, yaitu:

  • H5 = long breakout target
  • H4 = long breakout
  • H3 = short pivot
  • Pivot Point (PP)
  • L3 = long pivot
  • L4 = short breakout
  • L5 = short breakout target

Level-level tersebut di atas diperoleh melalui rumus berikut:

H5 = (H/L) × C
H4 = C+ RANGE × 1,1/2
H3 = C+ RANGE × 1,1/4

PP = (H + L + C) / 3

L3 = C– RANGE × 1,1/4
L4 = C– RANGE × 1,1/2
L5 = C– (H5 – C)

di mana:

C = Closing Price (harga penutupan hari sebelumnya)

H = High (harga tertinggi hari sebelumnya)

L = Low (harga terendah hari sebelumnya)

RANGE = harga tertinggi – harga terendah hari sebelumnya

 

Kalau digambarkan di chart, kira-kira bentuknya akan seperti ini:

strategi trading forex, strategi forex, strategi trading forex camarilla

 

Strategi Camarilla

Sebenarnya ada banyak teknik yang bisa dikembangkan, tetapi tetap dasarnya adalah bounce dan breakout trading.

Berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda coba:

Teknik bounce: jika harga dibuka di antara H3 dan L3

Anda bisa membuka posisi buy, jika:

Harga bergerak sedikit ke bawah L3 namun kemudian berhasil kembali bergerak naik ke atas garis L3. Beberapa trader memilih untuk mengombinasikan dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Ada juga yang mengombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis H3. Target maksimal di H4 atau H5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan di bawah garis L4.

Anda bisa membuka posisi sell, jika:

Harga bergerak sedikit ke atas H3 namun kemudian berhasil kembali bergerak turun ke bawah garis H3. Anda bisa mengombinasikannya dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Bisa juga dikombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis L3. Target maksimal di L4 atau L5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan di atas garis H4.

Teknik breakout:

Anda bisa membuka posisi buy, jika:

Harga bergerak naik dan tembus ke atas garis H4. Tempatkan target di garis H5 dan stop loss di bawah garis H3.

Anda bisa membuka posisi sell, jika:

Harga bergerak turun dan tembus ke bawah garis L4. Tempatkan target di garis L5 dan stop loss di atas garis L3.

Demikian strategi dasar teknik Camarilla. Jika ada pertanyaan, Anda bisa menghubungi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com.

Selamat mencoba.


Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

 

Bagaimana Cara Membaca Hasil Backtest Strategi Forex?

Menguji sebuah sistem atau strategi trading forex, atau Expert Advisor (EA) yang biasa dikenal dengan “robot trading”, bisa sangat memakan waktu. Tetapi untunglah ada sebuah alat yang bernama Strategy Tester di MetaTrader, sehingga kita bisa menguji sebuah sistem trading dengan mempergunakan data rekaman pergerakan harga dari beberapa tahun sebelumnya. Dengan demikian kita tidak perlu menguji sebuah sistem trading secara real time. Metode pengujian seperti ini disebut “backtesting”, yang bisa mempercepat proses pengujian sebuah sistem trading secara signfikan.

Kami biasa merekomendasikan pengujian dengan metode backtesting sebelum melakukan pengujian secara real time (biasa disebut forward testing). Tentu saja, setelah backtesting dijalankan, kita tetap memerlukan forward testing di pasar yang sesungguhnya, tetapi tujuan backtesting adalah untuk memberikan “informasi awal” mengenai sebuah sistem trading yang akan kita uji dan kemudian – jika hasilnya cukup memuaskan – kita pergunakan.

Perlu diingat bahwa untuk mendapatkan hasil backtesting yang berkualitas, kita memerlukan rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya baik pula untuk menghindari overfitting. Overfitting adalah sebuah “kesalahan” yang disebabkan olah terbatasnya data yang dipergunakan. Oleh karena itu, untuk melakukan backtesting sebaiknya kita memiliki rekaman data pergerakan harag setidaknya tiga atau empat tahun.

Setelah melakukan backtesting, kita harus menganalisa hasil pengujian tersebut agar kita tahu apakah sistem trading atau EA tersebut sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Ada beberapa parameter yang harus kita lihat dan pahami dari hasil backtest tersebut.

Sekarang mari kita coba cermati contoh hasil backtest berikut ini:

strategi trading forex

Tenang, Anda tidak perlu mengetahui makna setiap angka dari hasil ini. Yang perlu Anda perhatikan adalah beberapa parameter kunci yang bisa dipergunakan apakah strategi ini adalah strategi pemenang atau bukan.

Berikut ini adalah beberapa parameter kunci dan apa yang bisa kita ketahui dari sistem trading tersebut.

Total net profit

Ini merupakan hasil total dari semua transaksi yang dilakukan oleh sistem trading yang kita uji. Sebuah strategi pemenang seharusnya menghasilkan keuntungan, bukannya kerugian. Parameter ini memberi tahu kita apa yang bisa terjadi jika Anda mempergunakan sistem ini sesuai dengan aturan yang melekat padanya. Ingat, ini bukanlah sebuah jaminan bahwa di masa datang sistem ini akan bekerja persis seperti hasil pengujiannya. Meskipun demikian, setidaknya parameter ini bisa memperlihatkan berapa besar keuntungan yang mungkin bisa kita dapatkan dengan mempergunakan sistem ini.

Maximal drawdown

Maximal drawdown memperlihatkan kerugian terbesar yang mungkin bisa terjadi. Angka ini sebaiknya tidak terlalu besar. Tentu saja, besar atau kecil itu relatif, tergantung pada berapa besar modal kita dan berapa besar toleransi resiko kita. Sebagai contoh, jika modal kita adalah $10,000 dan toleransi resiko kita hanya 20% dari modal tersebut, maka maximal drawdown-nya sebaiknya tidak lebih dari $2,000. Sederhananya, semakin kecil maximal drawdown-nya, semakin bagus.

Total trades

Ini adalah total transaksi yang dilakukan. Kita bisa menganalisa apakah sistem ini agresif atau tidak dengan membandingkan angka ini dengan jangka waktu yang kita pergunakan.

Contohnya, jika total transaksi yang terjadi adalah 200 transaksi dalam tiga bulan, artinya sistem trading ini menghasilkan rata-rata tiga transaksi per hari (dengan asumsi bahwa ada dua puluh hari kerja dalam sebulan). Artinya, strategi ini tidak terlalu agresif dan mungkin cocok untuk strategi trading intraday. Jika angkanya semakin kecil, maka mungkin akan lebih cocok untuk strategi trading jangka menengah atau mungkin jangka panjang.

Profit trades

Parameter ini menunjukkan jumlah transaksi yang menghasilkan keuntungan dan berapa persen porsinya dari seluruh transaksi yang dilakukan. Sederhananya, parameter ini memperlihatkan win ratio dari sistem yang kita uji. Semakin besar angkanya, semakin baik.

Bottomline

Seperti yang disebutkan di atas, backtesting sebaiknya diikuti dengan forward testing di pasar sesungguhnya. Hal ini perlu untuk memvalidasi semua hasil yang kita peroleh dari backtesting, juga penting untuk memperoleh bukti nyata bahwa kita berhasil menghindari overfitting selama proses backtest.

Metode backtest bisa membantu kita untuk mempercepat proses pengujian, tetapi pastikan Anda memiliki rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya cukup baik.

Demikian cara membaca backtest strategi trading forex. Selamat mencoba dan silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami ini di kolom komentar.

Strategi Trading Forex 100% Berhasil, Mungkinkah?

Sebentar. Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, saya mau bertanya. Siapa di antara Anda yang menafsirkan bahwa strategi yang akan saya paparkan kali ini adalah strategi trading forex tanpa loss? Jika Anda menafsirkan demikian, bersiaplah untuk kecewa.

Eits, tunggu dulu. Anda perlu tahu bahwa meskipun ada transaksi yang mengalami loss, strategi yang akan saya paparkan kali ini tetap sering dipergunakan untuk meraih potensi keuntungan. Apa nama strategi itu? Namanya adalah: MARTINGALE.

Apa Itu Martingale?

Sebenarnya strategi ini sangat sering dipraktekkan di meja judi semacam kasino (tempat judi) di Las Vegas. Konon, strategi inilah yang menyebabkan kasino-kasino jaman now menerapkan aturan berupa pembatasan jumlah taruhan maksimun dan minimum. Masalah utama dalam menerapkan strategi ini adalah bahwa Anda mutlak memerlukan dana yang sangat – sangatBESAR. Bahkan saya sendiri sering mengatakan bahwa untuk menerapkan strategi ini agar bisa bekerja 100%, Anda membutuhkan sumber dana yang “tidak terhingga”.

google-review-foreximf

Strategi martingale dibangun di atas teori (setidaknya hipotesa) bahwa harga akan senantiasa mengalami koreksi. Saya ingatkan sekali lagi: tanpa sokongan modal yang cukup besar, penerapan strategi ini hanya akan membawa Anda menuju kegagalan.

Strategi ini sendiri mulai dipopulerkan di abad ke-18. Pertama kali diperkenalkan oleh ahli matematika Perancis bernama Paul Pierre Levy. Aslinya, strategi ini berasal dari teknik bertaruh “doubling down”.

Di meja judi, dengan sistem doubling down, jumlah “taruhan” justru akan digandakan tiap kali mengalami kekalahan. Dengan demikian pada suatu saat semua kekalahan akan tertutup oleh satu kali kemenangan.

Mari kita ambil contoh. Anggaplah Anda sedang “bertaruh” dengan saya. Kita bertaruh lempar koin, yang memiliki dua sisi yaitu sisi “gambar” dan sisi “angka”. Anggaplah besar taruhan kita adalah $1 untuk tiap kali tos (lempar koin). Ingat, tiap kali kalah, Anda akan menggandakan taruhan Anda.

Ingat juga bahwa Anda akan konsisten bertaruh hanya untuk kemunculan sisi “angka”. Meskipun Anda bisa jadi akan beberapa kali kalah, tetapi pada suatu waktu semua kekalahan Anda itu akan terbayar.

Hasil dari “permainan” kita akan saya ilustrasikan dalam tabel berikut:

Dari tabel di atas bisa Anda lihat bahwa dari tos ke-2 hingga ke-6 Anda selalu kalah. Tetapi pada tos ke-7, pilihan Anda muncul dan Anda memenangkan $32. Ketika ditotal, semua kekalahan Anda langsung terbayar dan hasilnya Anda untung sebesar $2.

Tetapi itu asumsinya adalah pada tos ke-10 Anda menang. Jika ternyata sisi “angka” tak kunjung muncul, maka pertanyaannya adalah, “Masih cukupkah uang Anda untuk melanjutkan permainan?”

Aplikasi Martingale Sebagai Strategi Trading

Contoh di atas adalah ilustrasi hasil yang mungkin muncul jika Anda berjudi. Kemunculan sisi “angka” atau “gambar” murni karena keberuntungan (atau kesialan) semata. Tetapi ketika trading, Anda akan melihat bahwa pergerakan harga mata uang cenderung bergerak dalam trend tertentu (price moves in trend) dan trend tersebut bisa berlangsung cukup panjang. Kunci pertama Anda adalah menentukan posisi pertama yang benar (buy atau sell).

Selain itu, trend juga memiliki “koreksi”. Jadi meskipun posisi pertama Anda salah, Anda masih memiliki kesempatan untuk membayar kesalahan tersebut ketika terjadi koreksi.

Trend dan koreksi sendiri merupakan sebuah keniscayaan dalam pergerakan harga. Dengan demikian, unsur “spekulatif” dalam penerapan martingale dalam trading bisa dihilangkan, atau setidaknya diminimalisir. Apalagi jika dikombinasikan dengan analisa teknikal dalam menentukan pembukaan posisi.

Coba Anda simak ilustrasi berikut ini:

strategi trading forex, martingale

Anda bisa melihat bahwa ketika harga naik ke 1.50500 maka si Trader sudah mengalami kerugian sebesar 500 pips (-$500). Dengan sistem martingale, di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar dua lot, digandakan dari  posisi sebelumnya yang hanya 1 lot. Ketika harga naik lagi ke 1.51000, si Trader sudah mengalami kerugian sebesar -$2,000 dan di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar 4 lot.

Ketika harga kembali ke 1.50500, barulah kerugiannya berubah menjadi keuntungan sebesar 1500 pips atau $1,500.

Pertanyaan yang sama kembali muncul, “Sampai sejauh mana modal Anda kuat menahan pergerakan harga?”

Saya lantas membuat hitung-hitungan sederhana. Jika Anda ingin menerapkan martingale dengan memulai transaksi dengan besaran 0.1 lot dengan multiplier (pengali) dua, kira-kira modal yang Anda butuhkan akan seperti ilustrasi di bawah ini:

Interval (jarak) antar posisi : 500 pips
Lot awal : 0.1
Multiplier (pengali) : 2
Deposit awal : USD 50,000
Posisi : Sell

 

Output:

Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa dengan modal $50,000 Anda bisa menahan pergerakan harga hingga 3500 pips. Jika harga tak mengalami koreksi dan terus naik, maka modal sebesar itu bisa habis.

Maka jika Anda ingin menjalankan strategi trading forex ini, modal yang Anda butuhkan sangatlah besar. Bahkan mungkin Anda harus menyiapkan sumber dana yang tak terbatas, seperti yang saya sampaikan di awal. Artinya, resikonya pun mungkin unlimited.

So, the choice is yours. Choose wisely.