Posts

Mengupas Strategi Scalping Dalam Trading Forex (Bag-1)

Salah satu teknik yang saat ini sedang naik daun dalam dunia trading forex adalah “scalping”. Para trader seolah-olah “terhipnotis” dengan istilah tersebut dan scalping mendadak menjadi strategi forex yang sedang naik daun.

Berdasarkan data yang diperoleh melalui Google per tanggal 22 Desember 2014, dalam kata “scalping” menempati jumlah pencarian terbanyak dalam sebulan hanya untuk netter di Indonesia saja. Rata-rata 210 pencarian dalam sebulan, bahkan mengalahkan kata kunci analisa teknikal (rata-rata 170 pencarian sebulan). Ini menujukkan bahwa scalping menjadi salah satu teknik yang cukup membuat penasaran para trader, setidaknya di Indonesia.

strategi forex

Apakah Anda termasuk di antara para trader yang penasaran mengenai scalping? Apakah Anda setidaknya pernah berpikir untuk menjadi seorang scalper?

Warning!

Ada yang perlu Anda ketahui: bahwa meskipun scalping terlihat seperti cara mudah untuk mencetak profit kecil dalam hitungan menit, sebenarnya tidaklah semudah itu. Meskipun dalam trading forex scalping dikenal cepat memberikan hasil, namun strategi forex yang satu ini hanya bisa memberikan hasil hanya jika Anda bisa mengambil keputusan yang tepat dalam waktu singkat. Itu pun jika Anda tak diganggu oleh koneksi internet di Indonesia yang terkenal sering “putus-nyambung”, atau spread yang melebar, atau re-quote karena harga yang volatile sementara koneksi internet tak mendukung.

Scalping ibarat game komputer yang mengandalkan kecepatan mata dan tangan. Misalnya game balap mobil di mana Anda harus bisa mengambil keputusan di saat genting dalam waktu singkat, atau mobil Anda akan tergelincir ke luar jalur. Sekilas terlihat menyenangkan, namun dalam scalping, uang Anda yang menjadi taruhannya.

Begitupun, scalping mungkin menjadi salah satu strategi forex yang perlu Anda ketahui juga, atau setidaknya Anda tahu bagaimana cara kerjanya. Setidaknya untuk menambah wawasan Anda sebelum Anda mencobanya.

Apa sih scalping itu?

Dalam trading forex, scalping merupakan strategi forex di mana sang trader mencoba untuk “memungut” profit kecil secara beruntun. Seorang trader akan masuk dan keluar dari pasar beberapa kali dalam sehari, mencoba untuk mencari keuntungan di antara pergerakan pasar yang volatile. Para scalper biasanya juga akan bereaksi dengan cepat ketika ada rilis data ekonomi atau berita lain yang memiliki dampak besar terhadap pergerakan pasar.

Meskipun terlihat mirip dengan day trading, namun sebenarnya tak sama. Dalam day trading, seorang trader hanya akan membuka posisi sebanyak satu atau dua kali dan posisi tersebut akan ditutup sebelum hari perdagangan tersebut berakhir. Ia tak pernah – atau sangat jarang – membiarkan posisi tersebut mengalami overnight. Sementara itu seorang scalper bisa membuka dan menutup posisi lebih banyak lagi dan hanya mengincar profit-profit kecil tiap kali membuka posisi. Jika day trader menggunakan chart 15 menit hingga 1 jam, maka scalper memanfaatkan chart 1 menit.

Day trader biasanya menargetkan keuntungan $200 hingga $500 tiap kali membuka posisi, sementara scalper biasanya hanya menargetkan $5-$10 per transaksi. Jika ia berhasil melakukan 10 kali transaksi yang menghasilkan keuntungan, maka ia akan bisa membukukan keuntungan sebesar $50-$100 per hari. Tentu saja, jumlah itu hanya bisa diperoleh jika semua transaksi yang ia lakukan berakhir dengan keuntungan. Terkadang justru sekali transaksi yang merugi justru menghapuskan keuntungan yang diperoleh dari 9 transaksi sebelumnya.

Scalping atau tidak?

Scalping merupakan strategi forex yang membutuhkan konsistensi dan konsentrasi yang sangat tinggi. Anda harus siap sedia di depan komputer untuk memantau aktivitas pasar dan bereaksi secepat kilat merespon setiap peluang. Anda harus bisa duduk berjam-jam di depan monitor Anda dan harus bisa membuat keputusan dalam waktu singkat. Jika perhatian Anda teralihkan sebentar saja, Anda akan melewatkan peluang yang ada atau justru mengalami kerugian yang menyakitkan.

Anda harus bisa dengan cepat keluar dari pasar secepat Anda masuk menggunakan berbagai macam metode trading forex. Untuk itu, sambungan internet yang bisa diandalkan mutlak Anda miliki. Bayangkan jika Anda tak bisa menutup posisi Anda yang sedang merugi gara-gara sambungan internet terputus. Konyol, kan?

Anda juga harus bisa menghadapi tingkat stress yang lebih tinggi daripada day trading. Jika Anda masih sering diliputi emosi tiap kali Anda trading, sebaiknya berpikirlah lagi sebelum memutuskan untuk menerapkan strategi scalping, sebab teknik ini bukan untuk mereka yang mudah dilanda emosi. Bahkan sebenarnya seorang day trader pun tak boleh emosional ketika trading, apalagi seorang scalper.

Apakah Anda sudah siap untuk semua hal di atas? Jika ya, silakan mencoba kemampuan Anda. Jika tidak – atau bahkan ragu – pikir-pikirlah dahulu.

0 Comments