Posts

Bagaimana Menerima Kerugian Dengan Benar

Menerima Kerugian: Awal Keberhasilan Dalam Trading

Satu hal yang tidak bisa dihindari saat kita trading yaitu mengalami yang namanya loss. Banyak trader yang baru terjun di dunia trading ini berusaha keras untuk menghindari loss dan mereka berusaha mengatur posisi yang sudah salah dengan harapan posisi tersebut akan kembali menjadi profit atau minimal BEP. Alih-alih bisa menghindari kerugian dari posisi yang sudah jelas-jelas salah, justru kerugian yang diderita akan semakin bertambah besar. Bahkan hal yang paling buruk, equity atau modal akan tergerus sampai habis.

Dalam trading, keberhasilan kita tidak tergantung dari seberapa bagus system trading yang kita punyai. Jika kita tidak bisa mengelola setiap resiko dari posisi yang kita ambil, maka jangan berharap kita bisa mendapatkan untung secara konsisten. Kita harus mempelajari kerugian atau resiko yang bisa timbul sebelum kita mempelajari bagaimana kita akan untung.

Poin yang harus diperhatikan yaitu siapa pun tidak bisa memastikan masa depan. Akan tetapi bukan berarti kita tidak bisa mempelajari perilaku pasar melalui pergerakan harga. Jutaan trader di dunia melakukan ini setiap hari, juga bahkan bank dan perusahaan hedge fund. Nah, dalam melakukan analisis kita harus punya dasar. Begitupun, setiap analisis yang kita lakukan tidak akan selalu benar dan kita harus dapat mengambil langkah-langkah jika analisis kita salah.

Sikap yang benar yang harus kita ambil adalah menyadari bahwa analisis kita salah dan kita harus mengakuinya. Hal yang harus dilakukan saat jika kita sudah melakukan transaksi adalah menutup posisi yang sudah jelas-jelas salah itu. Memang sulit untuk untuk menerima kenyataan bahwa analisis kita salah dan posisi yang kita ambil berlawanan dengan pasar. Justru kebanyakan kasus ketika kita menghadapi situasi seperti ini, hal yang dilakukan yaitu menambah posisi lagi meskipun melawan arah pasar. Itulah sifat dasar manusia yang mempunyai ego yang tinggi.

Seberapa sering kita profit bukanlah hal yang paling utama. Misalnya dalam 10 kali transaksi kita profit 8 kali dan hanya loss 2 kali, namun belum tentu secara keseluruhan kita untung. alam trading yang penting bukan seberapa sering kita profit melainkan seberapa besar keuntungan yang kita peroleh dan seberapa kecil kerugian yang kita alami. Perhatikan gambar di bawah ini:

Menerima Kerugian: Awal Keberhasilan Dalam Trading

 

Dari gambar di atas, misalnya kita ambil pasangan mata uang GBP/JPY. Terlihat bahwa persentase antara transaksi yang profit dan yang rugi lebih banyak transaksi yang profit, yaitu sekitar 66%. Akan tetapi bukan ituintidari trading.

Sekarang kita lihat gambar di bawah ini:

Menerima Kerugian: Awal Keberhasilan Dalam Trading

 

Gambar di atas menggambarkan rata-rata keuntungan dan kerugian yang diperoleh dalam point. Terlihat untuk mata uang GBP/JPY meskipun persentase kemenangannya 66 % namun secara total masih menderita kerugian karena dari 66 % profit yang didapat hanya menghasilkan 52 pip. Sementar itu meskipun jumlah transaksi yang mengalami loss hanya 34% tapi kerugian yang dibuat sebesar minus 122 pip atau dalam artian secara total kita masih menderita kerugian minus 70 pip.

That’s the point. Saat kita trading bukan ditentukan dari seberapa sering kita trading tapi seberapa besar keuntungan yang kita peroleh. Dalam artian, saat kita mengalami kerugian tidak akan menghapus keuntungan yang sudah kita peroleh sebelumnya.

Kesimpulanya, saat kita trading harus mengingat konsep “maximize your profits and minimize your losses”. Tentu saja ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan tapi juga bukan hal yang tidak mungkin selama kita disiplin dan tahu bahwa trading ini adalah suatu bisnis yang mempunyai resiko seperti bisnis pada umumnya. Trading bukanlah “holy grail” atau cara cepat menjadi milyader.

Happy Trading.

0 Comments

Locking Berbahaya

Locking Berbahaya

Dalam perdagangan forex, teknik lindung nilai atau lebih sering di kenal locking adalah salah satu teknik dengan membuka posisi beli dan jual pada satu pasang mata uang di waktu yang sama. Locking berfungsi untuk melindungi modal dari transaksi yang sedang berjalan, trader sering menggunakan strategi ini ketika harga bergerak normal pada satu arah tren yang kuat, sehingga mengambil keputusan untuk membuka posisi locking dengan maksud melindungi modal. Sementara itu trader menggunakan teknik hedging atau locking ini hanya akan mendorong ekuitas mereka dengan terus menambah dan menghapus posisi long dan short.

Banyak orang mengatakan bahwa  strategi hedging atau locking adalah teknik yang sangat sulit yang hanya dapat digunakan oleh trader profesional . Ya, straegi locking sangat sulit dan memerlukan trader yang berkarakter sebagai berikut :

* Sangat berpengalaman : trader newcomer disarankan jangan melakukan posisi locking.

* Sangat akurat : trader yang tidak memiliki perkiraan pasar yang sangat akurat, tidak dapat melakukan teknik locking.

* Emosi : trader yang emosional, tidak dapat melakukan teknik locking.

Meskipun Anda mungkin memiliki semua karakteristik di atas,  saya katakana bahwa strategi hedging atau locking masih sangat berisiko.

Alasan pertama adalah bahwa Anda mungkin akan terjebak dalam situasi locking untuk waktu yang sangat lama.  Hedging atau locking jika digunakan dengan benar dapat menjadi strategi yang baik, tapi itu bukan sebuah keajaiban yang dapat menyelamatkan Anda dari setiap situasi buruk dalam satu atau dua hari saja.

Ya, hedging atau locking membutuhkan waktu yang lama, dan Anda harus sangat sabar. Namun pertanyaannya sekarang, berapa banyak kesabaran yang diperlukan? Dan ini masih menjadi pertanyaan yang besar dimana hanya pasar saja yang dapat menjawab. Kadang-kadang bisa satu hari tapi kadang kadang berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Selain itu, selama periode locking Anda tidak dapat menarik uang Anda sama sekali.

Alasan kedua berasal dari jumlah posisi yang terbuka dalam situasi yang dilindungi nilainya. Biasanya, Anda akan atau harus mengambil tindakan yang lebih dalam situasi buruk yang sering terjadi dalam posisi yang terbuka. Untuk melindungi 1 posisi, Anda perlu membuka posisi ke-2. Bagaimana jika posisi 1 gagal untuk bekerja ? padahal anda harus melindungi posisi 3, atau mungkin posisi 4, 5 , 6. Kesalahan akan lahir dari kesalahan, dengan meningkatkan jumlah posisi terbuka Anda sampai 10 , 20 , 50 posisi akan membuat account Anda di luar kendali.

Akhirnya , sebagian besar trader yang menggunakan teknik locking setidaknya akan menderita kerugian besar. Misalnya, jika Anda terjebak terlalu lama dalam hitungan bulan dalam situasi locking atau jika Anda membuka posisi terlalu banyak, mungkin kesabaran akan hancur, sehingga mendorong Anda masuk ke dalam ambang kerugian dan akhirnya menyerah. Anda akan berakhir dengan keputusan yang tak terelakkan : keluar dari semua posisi terbuka – untuk istirahat, dengan merugi. Biaya besar  dari strategi hedging atau locking ketika keuntungan yang susah payah Anda kumpulkan selama bertahun-tahun akan dihapus hanya dalam hitungan detik.

Singkatnya,  hedging atau locking bukan untuk semua orang, dan tidak boleh bagi siapa pun. Dalam rangka untuk melindungi diri dari menempatkan posisi lindung nilai, saya sarankan gunakan saja stop loss atau cut posisi ketika sudah dalam keadaan merugi.

Apakah anda masih tertarik untuk menggunakan locking?

0 Comments