Posts

Pentingnya Trading Dengan Sistem Sederhana

Albert Einstein pernah mengatakan bahwa semua hal harus dibuat sederhana. Hal ini berlaku juga dalam hal melakukan analisis untuk trading dan sayangnya sering diabaikan.

Analisis tidak perlu rumit. Bahkan harus sangat sederhana sehingga orang awam pun harus dapat memahaminya dengan mudah. Kita sebagai manusia memiliki kecenderungan untuk mengubah hal-hal sederhana menjadi rumit.

Banyak trader pemula tidak menyadari fakta bahwa trading sistem adalah seni. Karena itu, sebenarnya merupakan suatu kebodohan jika mereka mencoba untuk mencari “holy grail”, yaitu sistem analisis yang tak mungkin salah. Pasar uang bukanlah mesin yang dapat membuat uang bagi Anda ketika Anda menggunakan satu model kompleks tertentu. Apakah Anda percaya pasar dengan volume harian lebih dari satu triliun dolar dapat diprogram ke dalam beberapa jenis sistem?

Sayangnya, di luar sana banyak orang yang cukup cerdik untuk membuat Anda percaya bahwa trading sistem yang mereka jual adalah “holy grail”. Jadi jika Anda mendapatkan email dengan berbagi indikator terbaik untuk Anda, tekan saja tombol delete. Jika Anda seorang trader pemula, maka jauh lebih baik jika Anda memahami fakta bahwa trading adalah seni. Ini bukan ilmu pasti.

Anda tidak perlu gelar MBA dari perguruan tinggi terbaik. Anda juga tidak perlu menggunakan indikator mewah dengan segudang senjata untuk mencari nafkah dari trading forex. Anda tidak perlu menjadi master ekonomi dan keuangan. Tentu saja pengetahuan tentang keuangan berguna, tapi itu bukan merupakan prasyarat. Yang Anda butuhkan adalah kemampuan untuk membaca grafik secara telanjang berdasarkan pada harga.

Membaca grafik pergerakan harga tidak sesulit kedengarannya. Anda dapat menemukan berbagai sumber di Internet. Itu semua gratis dan dipublikasikan. Price Action adalah hal yang paling mendasar dalam dunia forex. Hal ini sangat sederhana dan mudah dipelajari. Pasar diciptakan oleh manusia dan mereka secara efektif berjalan. Price Action menunjukkan kepada Anda bagaimana harga telah berperilaku berdasarkan pelaku yang terlibat di pasar. Sebagian besar trader gagal dengan mengambil jalan yang salah ketika mereka memulai trading. Sebuah strategi trading forex yang sederhana adalah membaca grafik secara telanjang akan membuat Anda seorang trader yang sukses.

Holy-Grail

Holy-Grail

Tidak ada Holy Grail dalam dunia forex. Tidak ada trading sistem bekerja dengan baik sepanjang waktu. Berhentilah mencari sistem yang terbaik karena tidak ada satu indikator yang dapat membaca dengan baik dan benar, maka dari itu Anda tidak perlu membuang uang untuk membeli indikator tertentu. Tetapi jika Anda menggunakan indikator sebagai alat untuk melengkapi persepsi Anda berdasarkan pergerakan harga, maka hal tersebut mungkin akan membantu Anda untuk meminimalisir resiko.

Banyak sekali hal-hal yang jelas diabaikan oleh mayoritas trader. Jika Anda mengamati trader yang sukses, semua dari mereka memiliki satu kesamaan. Mereka semua mengikuti strategi trading yang sederhana. Sebuah strategi menggunakan Price Action secara sederhana bersama dengan kesabaran dan disiplin akan membawa Anda masuk ke dalam perdagangan Forex sebenarnya.

Mana yang anda pilih, yang sederhana dengan menggunakan price action atau yang kompleks dengan menggunakan indikator. Anda dapat memilih mana yang terbaik, mana yang termudah dan mana yang sederhana karena anda yang harus menentukan.

0 Comments

Cara Memilih Periode Indikator yang Tepat

Ketika kita fokus pada satu indikator dalam satu perdagangan, ada pertanyaan yang sering muncul mengenai berapa jumlah periode indikator yang harus ditetapkan atau digunakan pada setiap pair. Dua pertanyaan yang sering muncul periode indikator yang digunakan mengunakan pengaturan default atau para trader harus menggunakan pengaturan “tweak “?
Sebagai aturan umum, yang harus diketahui dan di pahami dengan mudah ketika jumlah periode indikator yang diatur membesar dari harga default, maka indikator akan menjadi kurang sensitif terhadap pergerakan harga seperti yang digunakan pada sejumlah besar waktu untuk menghitung (rata-rata) pergerakan harga. Akibatnya, kita sering melihat harga “terlambat bergerak turun atau naik”.
Sebaliknya ketika jumlah periode menurun dari harga default maka indikator akan menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan harga karena menggunakan waktu periode yang lebih sedikit, rentang waktu yang digunakan lebih singkat untuk menghitung data. Dalam hal ini kita akan melihat harga akan semakin “cepat bergerak ke atas atau ke bawah”.
Mari kita coba dengan menggunakan indikator RSI pada grafik harian dari EURCAD di bawah ini sebagai contoh…
periode-indikator

periode-indikator

Seperti yang sudah kita ketahui cara me-review indikator RSI dengan cepat,
indikator RSI akan memberikan sinyal beli ketika telah berada di bawah level 30 dan kemudian indikator bergerak dan menutup ke atas 30. Sinyal jual terjadi dari indiaktor RSI ketika harga telah berada di atas 70 dan kemudian bergerak dan menutup di bawah level 70.
Indikator RSI pertama pada grafik di bawah ini adalah standar dengan menggunkan periode standar 14. Berdasarkan kriteria di atas, sinyal beli atau jual dihasilkan di masing-masing lingkaran hijau dengan total 6 sinyal.
Pada versi kedua periode indikator di bawah ini kami telah memperpendek jumlah periode sampai menjadi 9. Seperti dapat dilihat, indikator menjadi jauh lebih sensitif dan perbedaan jumlah sinyal yang dihasilkan dengan mudah terlihat dengan total pada versi ini adalah 10 sinyal yang diberikan.
Jika kita bandingkan sinyal tersebut pada pergerakan harga di grafik, kita dapat
melihat bahwa beberapa sinyal yang valid akan menghasilkan pips sementara
sinyal yang lain hanya berumur pendek atau sering disebut sinyal entri palsu dapat kita lihat pada grafik.
Versi terakhir dari indikator RSI ditetapkan adalah periode 25. Kita bisa melihat efek smoothing bahwa peningkatan jumlah periode yang dimiliki. Terlihat, kami mencatat bahwa tidak satu sinyal yang dihasilkan selama dengan waktu yang dicakup oleh grafik. Ketika sinyal tidak muncul, bagaimanapun juga, itu akan memiliki tingkat yang lebih besar di balik keandalan baik periode 9 atau 14.
Sesudah semua hal di atas, maka seorang trader dapat mengatur periode berapa pun yang mereka temukan dan terbaik untuk menjadi gaya trading dan strategi mereka masing. Hal ini dapat dicapai melalui eksperimen dengan berbagai time frame dan hasil forward.
Untuk perdagangan jangka panjang jumlah periodenya mungkin akan semakin
meningkat. Sinyal perdagangan sedikit akan tetap sinyal yang dihasilkan akan
memiliki tingkat kehandalan yang lebih besar. (Sama seperti menggunakan grafik jangka panjang versus grafik jangka pendek). Sebaliknya, jika Anda mengurangi jumlah periode maka sinyal perdagangan yang akan dihasilkan lebih banyak tetapi mereka akan memiliki tidak memiliki keandalan yang cukup atau tingkat keandalan lebih rendah.
Jadi semuanya dikembalikan ke masing masing trader, periode yang mana akan
anda pilih?
0 Comments

Mengenal GAP

Apakah itu GAP?

Kala tabir surya terbuka, yakni di mana matahari terbit di ufuk timur, pertanda perdagangan di awal minggu di pasar keuangan telah dibuka. Penulis terkejut, ketika hampir di semua pair yang berhubungan dengan dollar AS, dibuka dengan “gap”. Rasa penasaran berkecamuk untuk mencari penyebab gap tersebut, yang menyebabkan loncatan harga pasca pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama lainnya. Ternyata, penyebab gap tersebut adalah berita mantan Menteri Keuangan Lawrence Summers yang merupakan kandidat kuat untuk menggantikan pemimpin the Fed Ben Bernanke, mengundurkan diri dari bursa pencalonan ketua Federal Reserve.

Gap memang seringkali muncul diantara penutupan dan pembukaan pasar. Apalagi di antara jeda pasar tersebut terdapat kejadian besar yang dapat mengerakan harga disaat pasar sedang tertidur. Sehingga ketika pasar dibuka, akan timbul suatu loncatan harga yang signifikan.

Apakah “GAP“ itu sebenarnya? Gap harga adalah ruang kosong yang bisa kita lihat di chart yang tercipta karena harga pembukaan pada sebuah candle/bar tidak sama dengan harga penutupan pada candle/bar sebelumnya. Biasanya gap tersebut, akan terisi lagi oleh pergerakan harga. Namun faktanya tidak semua gap terisi kembali dan kadang bertindak sebagai area support atau resistance.

Jenis GAP

Berdasarkan jenisnya, gap dibagi menjadi tiga bagian yaitu breakaway, runaway dan exhaustion gap. Berikut penjelasan dari 3 gap tersebut :

  1. Breakaway Gap

Breakaway Gap adalah Gap yang terjadi bersamaan dengan sebuah reversal atau pembalikan trend. Oleh karena itu, breakaway gap berada di awal sebuah trend. Tipe gap ini tidak selalu terisi kembali dan sering bertindak sebagai area support atau resistance

  1. Runaway Gap

Runaway Gap adalah gap yang terjadi di pertengahan sebuah trend. Tipe gap ini menunjukkan penguatan trend dan bertindak sebagai support pada kondisi trend naik, dan sebagai resistance pada kondisi trend turun. Maka dari itu, tipe gap ini tidak selalu terisi. Tipe gap ini juga disebut sebagai measuring gap karena sering terjadi di 50 % perjalanan sebuah trend. Artinya, pada saat runaway gap terbentuk, kita sudah dapat memperkirakan bahwa harga kemungkinan akan bergerak dengan jarak yang sama dengan jarak dari pergerakan sebelumnya.

  1. Exhaustion Gap

Exhaustion Gap adalah gap yang terjadi sebelum trend berakhir. Namun, pada kondisi sebenarnya, exhaustion gap dapat kita indentifikasi setelah sebuah trend berakhir atau reversal.
Dalam pembahasan mengenai gap, kita juga akan mengenal istilah island reversal top dan island reversal bottom. Island reversal adalah kumpulan bar/ candle yang terpisah dari kumpulan bar/ candle lainnya. Kombinasi antara exhaustion dan breakaway gap membentuk pola island reversal. Island reversal dapat terbentuk di puncak maupun di lembah. Apabila terbentuk di puncak, pola ini disebut island reversal top, dan apabila terbentuk dilembah, pola ini disebut island reversal bottom.

Mengenal GAP

Pembahasan tentang gap sesungguhnya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konsep trend. Dengan menambahkan analisa tentang gap dalam analisa trend, kita akan dapat melakukan cross check untuk mengkonfirmasi satu sama lain. Namun, frekuensi terjadinya gap tidak selalu sama pada seluruh instrument. Sebagai contoh, gap cukup jarang terjadi pada instrument mata uang. Sebaliknya, gap sering terjadi pada instrument indeks saham, komoditi, maupun instrumen derivatif lainnya.

Semoga bermanfaat untuk anda yang ingin memahami gap. Jika Anda ingin coba aplikasi dan melihat langsung terjadinya gap di real market dunia, bisa coba Demo Account kami.

0 Comments

Fibonacci

Kita semua sering dengar cerita bahwa trader sukses selalu menggunakan Fibonacci dan Golden rasio. Sebelumnya, kita harus mengetahui untuk mencoba strategi dengan mengunakan alat bantu ini, sangat penting bahwa kita untuk mengetahui dan memahami apa yang para trader lakukan dengan fibonacci.

Sementara itu, angka Fibonacci dan urutan angka pertama diketahui dan muncul dalam sebuah buku ( Liber Abaci ) yang ditulis oleh seorang matematikawan terkenal abad ke-13 yaitu Leonardo Fibonacci da Pisa pada tahun 1202 dan buku tersebut memberikan pemecahan masalah. Pertanyaan yang muncul : “Berapa banyak pasang angka yang dapat dihasilkan dari satu pasangan, jika setiap periode masing-masing pasangan manghasilkan pasangan baru, dari periode kedua, dan menjadi produktif ?

bilangan-fibonacci

Angka-angka Fibonacci pertama kali diperkenalkan di negara-negara Eropa, yang masih menggunakan angka Romawi dengan sistem desimal atau angka Hindu – Arab yang saat ini masih digunakan. Deret angka Fibonacci adalah 1,1,2,3,5,8,13,21,34 dan seterusnya hingga tak terbatas, dibuat dengan menambahkan dua angka sebelumnya dalam urutan, yang akan muncul pada ututan nomor berikutnya.

Demikian pula, Golden ratio juga terhubung dengan angka Fibonacci, seperti yang dicatat bahwa hanya setelah beberapa angka pertama dalam urutan angka Fibonacci, rasio jumlah apapun ke nomor berikutnya yang lebih tinggi adalah sekitar 0,618, dan jumlah yang lebih rendah adalah 1,618. Kedua angka tersebut dikenal sebagai Golden rasio.

Angka Fibonacci banyak di gunakan dalam bidang seni, musik, biologi dan arsitektur sehingga banyak para trader yang menggunakan angka Fibonacci untuk mengatur dan menghentikan posisi loss order. Dua dari tingkat persentase yang paling penting dalam trading Fibonacci retracement adalah 38,2% dan 62,8 %. Sementara persentase retracement penting lainnya meliputi 75 %, 50 % dan 33 %. Misalnya, jika tren harga bergerak ke atas di mulai dari nol hingga akhir pergerakan puncak pada 100, untuk kemudian akan menurun menjadi 50, maka pergerakan itu akan dianggap sebagai retracement 50 %. Demikian pula  sebakinya, tingkat yang sama dapat diterapkan pada pasar yang dalam keadaan bergerak ke bawah dan kemudian tiba-tiba mengalami koreksi ke atas.

Ada hubungan besar antara angka Fibonacci dan perdagangan Forex, dimana pendefenisian level stop loss, maka seorang trader dapat mengatur penempatan stop loss tepat di bawah atau di atas zona, dengan tiga tingkat angka Fibonacci yang bergetak bersama-sama di zona relatif yang cukup ketat. Selain itu, angka Fibonacci dapat membantu menentukan level profit ketika level support  atau resistan di tembus ketika harga di dalam area perdagangan, atau seorang trader melakukan transaksi perdagangan di area support. Dalam kasus tersebut , maka transaksi akan dibatalkan dan posisi ditutup .

Namun, dengan menggunakan Fibonacci retracement maka perdagangan atau posisi yang terbuka dapat memberikan informasi titik keluar atau close posisi yang telah ditentukan. Selain itu, angka Fibonacci memberikan ukuran posisi tergantung pada risiko yang Anda siapkan untuk mengambil per  satu transaksi perdagangan, dan juga mendefinisikan berapa keuntungan yang dapat di peroleh dengan menyempitkan level stop loss, setelah harga selesai bergerak terhadap area angka Fibonacci.

Salah satu keuntungan besar dari angka Fibonacci dan golden rasio di perdagangan adalah pada saat mengambil keuntungan dari perdagangan dimana Anda juga dapat menentukan tidak hanya level stop loss atau kerugian ketika keluar dari pasar.

0 Comments