Posts

3 Pelajaran Dari Pengalaman Trading di Tahun 2016

Tahun 2016 baru saja berakhir. Pergerakan pasar di tahun 2016 bisa dikatakan agak “ramai” dan sebenarnya ada setidaknya tiga hal penting yang bisa kita jadikan pelajaran sebagai bekal untuk menghadapi pasar trading forex di tahun-tahun berikutnya. Apa saja ya, kira-kira? Yuk, kita mulai.

1. Jangan terburu-buru “mengejar” even besar

Volatilitas memang adalah “sahabat baik” bagi trader-trader jangka pendek dan pada kenyataannya memang saat terbaik dalam “menangkap” peluang dalam volatilitas adalah ketika ada data ekonomi atau berita geopolitik yang besar.

Di tahun 2016 sendiri kita bisa melihat ada beberapa even besar yang memicu volatilitas dengan signifikan, semisal referendum Brexit dan pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS).

Banyak trader yang mencoba untuk “menerka” pergerakan harga bahkan sebelum kedua even besar tersebut diwartakan. Mereka yang “bertaruh” bahwa Inggris akan tetap berada di dalam keanggotaan Uni Eropa, atau mereka yang yakin bahwa Donald Trump tidak akan memenangkan pilpres AS,  ternyata tidak sukses meraih keuntungan. Bahkan “kubu” trader yang beranggapan kemenangan Donald Trump akan berakibat buruk bagi USD juga harus bertekuk lutut ketika sentimen pasar berbalik 180 derajat dengan cepat.

Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut adalah bahwa ada kalanya kita harus bersabar untuk membiarkan gejolak pasar sedikit mereda sebelum mengambil keputusan. Karena seringkali ada banyak peluang untuk menangkap koreksi-koreksi kecil seiring pembentukan trend yang jelas, yang mana hal itu bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

2. Ingat selalu: “The trend is your friend”

Kalimat “the trend is your friend” ini – mungkin – bagi sebagian trader terdengar usang, itulah mungkin sebabnya mengapa mereka cenderung mengabaikan konsep trading yang paling dasar ini.

Tugas utama kita sebagai trader adalah me-manage resiko ketika kita salah. Salah satu implementasinya adalah sebisa mungkin memperkecil kerugian. Sebaliknya, manakala kita benar (profit), maka tantangan yang dihadapi adalah memaksimalkan keuntungan tersebut dan hal ini dimungkinkan jika kita melakukan transaksi yang searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Itulah hal yang menarik dari trading forex. Jika manajemen resiko dijalankan dengan benar dan dikombinasikan dengan mematuhi konsep “the trend is your friend”, maka potensi untuk memperbesar keuntungan akan jauh lebih besar daripada resikonya.

3. Setialah pada trading plan

Kesalahan klasik dan selalu berulang – dan merupakan “dosa besar” dalam trading – yang sering dilakukan trader adalah “pengkhianatan” terhadap trading plan yang disusunnya sendiri.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang trader mengkhianati trading plan-nya sendiri. Di antaranya adalah hilangnya rasa percaya diri akibat kerugian yang baru dialami.

Anda seharusnya menganggap setiap transaksi sebagai “awal yang baru”, agar Anda tetap bisa mempertahankan kepercayaan diri. Jangan biarkan kerugian yang dialami membuat Anda menjadi terlalu berhati-hati sehingga menurunkan batas toleransi resiko dari yang telah ditetapkan dalam trading plan. Jangan batasi potensi keuntungan yang bisa dihasilkan oleh strategi yang sebenarnya sudah bagus hanya karena ketakutan akan mengalami kerugian lagi. Menurunkan batas toleransi resiko hanya karena ketakutan seperti ini justru akan mempersulit langkah Anda untuk menutupi kerugian yang telah terjadi sebelumnya.

Tidak ada alasan untuk – misalnya – menurunkan toleransi resiko per transaksi dari 10% menjadi 5% hanya karena Anda mengalami kerugian sebelumnya. Yang seharusnya bisa masuk posisi sebesar 1 lot, direduksi menjadi 0.5 lot. Ini tidak perlu.

Sebaliknya, banyak pula trader yang lantas merasa terlalu percaya diri karena baru mendapatkan keuntungan yang besar. Sebagai contoh, ada trader yang sempat memperoleh untung besar karena berhasil mendapat peluang dari pergerakan GBPUSD saat referendum Brexit. Di transaksi selanjutnya, karena merasa jumawa, ia menjadi lebih agresif dan melipatgandakan lot. Ini berbahaya karena ketika ia mengalami kerugian maka hal tersebut dengan cepat melenyapkan keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya. Kesalahan fatal dalam manajemen resiko.

Semoga di tahun 2017 ini kita bisa meningkatkan performa trading forex dengan mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat di tahun 2016.

Selamat menyambut tahun baru, semoga semakin sukses.

0 Comments

Cara Melakukan Backtest Strategi Trading Menggunakan Simulator

Anggaplah Anda memiliki sebuah strategi forex trading dan ingin menguji seberapa akurat strategi tersebut. Anda bisa saja mengujinya dengan metode forward testing mempergunakan demo account, tetapi sebelum melakukan forward testing ada baiknya mengujinya terlebih dahulu dengan mempergunakan backtesting.

Mengapa Melakukan Backtesting?

Salah satu keuntungan melakukan backtesting adalah Anda bisa mencoba sebuah strategi trading lebih cepat daripada forward testing.

Tetapi jangan salah, meskipun Anda telah melakukan backtesting, tetap saja harus diikuti oleh forward testing karena kualitas hasil backtest sangat tergantung pada kualitas data historis pergerakan harga yang Anda miliki. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan forward testing setelahnya.

Saya pernah menulis tentang backtesting, yang bisa Anda baca kembali di sini. Tetapi artikel tersebut adalah cara melakukan backtesting untuk sebuah Expert Advisor (EA) atau “robot trading” yang sudah jadi.

Nah, kali ini saya akan mencoba membahas melakukan backtesting untuk cara trading manual.

Sebenarnya cara ini jugalah yang saya pergunakan untuk belajar trading di masa lampau. Jika Anda mempelajari – katakanlah – sebuah indikator teknikal dengan cara men-scroll chart ke belakang dan mengamati pola yang telah terjadi, pola indikator yang terbentuk memang sudah “jadi”, sehingga peluang kesalahan pembacaan sinyal sangat kecil, bahkan hampir nihil.

Hal tersebut tentu berpotensi menjadi masalah jika Anda mulai mengamati indikator tersebut secara live. Itu karena seringkali bentuk atau warna indikator teknikal tertentu berubah-ubah mengikuti naik-turunnya harga. Kondisi tersebut biasa disebut dengan “repaint”.

Nah, backtesting dengan mempergunakan simulator merupakan salah satu solusi untuk mempelajari indikator, atau bahkan sistem trading tertentu. Dengan simulator trading, Anda seolah-olah bisa “kembali ke masa lampau” dan “merasakan” pergerakan di masa itu. Indikator teknikal yang Anda pergunakan juga akan bergerak dinamis sesuai dengan pergerakan harga pada saat itu.

Trading Simulator

Anda bisa mencari program simulator trading yang bisa dipasang ke MT4 di internet atau dari Market yang terintegrasi dengan MT4. Salah satu simulator yang kami pergunakan adalah MNZ Trading Sim.

Cara mendapatkan simulator ini adalah dengan masuk ke Market yang bisa Anda temui di Terminal MT4 Anda. Di kotak “search” Anda tinggal mengetikkan MNZ Trading Sim, maka Anda akan melihat simulator yang dimaksud lalu klik ikon-nya.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Setelah itu Anda tinggal mengklik tombol “Download” dan tunggu hingga muncul tulisan “Installation completed”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Jika simulator ini sudah terpasang dengan benar di MT4, maka Anda akan melihat muncul folder “Market” di “Navigation Panel” MT4. MNZ Trading Sim ini akan bisa Anda temui di folder tersebut.

Mempergunakan Simulator

Untuk melakukan backtesting dengan simulator yang sudah Anda download tadi, pergunakan fasilitas Strategy Tester yang ada di MT4. Cara mengaktifkan Strategy Tester ini adalah dengan meng-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”. Kalau Anda terbiasa mempergunakan shortcut, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl-R pada papan ketik Anda.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Kemudian pilih MNZ Trading Sim di bar Expert Advisor. Jika Anda tidak melihatnya, coba klik folder “Market”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Langkah selanjutnya adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk melakukan simulasi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut. Misalnya jika Anda memilih “From: 2010.01.01 To: 2016.10.07”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Januari 2010 hingga 10 Juli 2016).

Karena akan melakukan simulasi trading manual, jangan lupa klik juga kotak ceklis “Visual mode” agar nanti Anda bisa melihat pergerakan harga seperti pergerakan sesungguhnya.

Setelah semua parameter ditetapkan, Anda tinggal meng-klik “Start” dan nanti akan muncul chart yang menampilkan pergerakan harga selama rentang waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Chart yang bergerak itu sebenarnya menampilkan “rekaman” pergerakan harga yang telah terjadi, tetapi di-“play back” sehingga Anda seolah melakukan transaksi di masa itu. Anda bisa memasang indikator-indikator yang Anda inginkan di chart tersebut, sesuai dengan pengaturan indikator strategi forex trading yang akan Anda simulasikan.

Menjalankan Simulasi

Karena ini hanya “rekaman”, maka Anda bisa mempercepat atau memperlambat pergerakan chart simulasi tersebut. Caranya adalah dengan menggeser-geser “speed bar” yang ada di Visual Mode. Anda juga bisa menghentikan simulasi sementara dan kemudian menjalankannya lagi dengan tombol “Pause” yang tersedia.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Anda tinggal melakukan transaksi (simulasi tentunya) sesuai dengan sinyal yang diberikan sistem trading yang Anda pergunakan. Untuk melakukan transaksi simulasi tersebut, Anda tinggal memanfaatkan fitur yang tersedia di MNZ Trading Sim. Anda bisa melakukan simulasi Instant/Market Execution atau Pending Order.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Nah, dengan cara ini Anda bisa berlatih mempergunakan strategi forex trading Anda, seolah berada di pasar yang sesungguhnya.

Semoga berguna.

0 Comments

Gross Domestic Product: Sebuah Penjelasan Singkat

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) dalam bahasa Indonesia, selama ini diyakini sebagai salah satu indikator penting yang mengukur “kesehatan” perekonomian sebuah negara. Dalam forex trading, GDP merupakan salah satu data ekonomi penting (big figure) yang diperhatikan para trader untuk membaca potensi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Kali ini kita akan mencoba memaparkan secara singkat dan sederhana mengenai apa dan bagaimana sebenarnya GDP tersebut. Bagaimana sebenarnya dampak data GDP ini terhadap pasar dan masyarakat umum?

Apa Itu GDP?

GDP merupakan representasi nilai total penjualan dari semua barang dan jasa yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Singkatnya, GDP adalah segala hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja.

Data GDP juga merupakan cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan.

Di Amerika Serikat (AS), angka GDP ini dikalkulasikan dan diumumkan setiap kuartal oleh Bureau of Economic Analysis (BEA), yang merupakan bagian dari US Department of Commerce. BEA seringkali merevisi estimasi – entah naik atau turun – seiring dengan perkembangan data yang diterima sepanjang kuartal tersebut.

Biasanya, angka GDP yang diumumkan dibandingkan dengan kuartal atau tahun sebelumnya. Sebagai contoh, jika GDP di kuartal ke-2 naik tiga persen, ini artinya perekonomian negara tersebut telah mengalami pertumbuhan sebesar tiga persen di sepanjang kuartal pertama.

Bagaimana GDP Dihitung?

Menghitung GDP sesungguhnya agak rumit, namun secara sederhana perhitungannya bisa dilakukan setidaknya satu di antara dua cara. Bisa dengan menjumlahkan semua penghasilan masyarakat dalam setahun, atau menjumlahkan semua pengeluaran masyarakat. Semua jalan perhitungan seharusnya menghasilkan data yang lebih kurang sama.

Metode perhitungan yang mempergunakan parameter penghasilan diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan semua karyawan, laba perusahaan, pendapatan hak cipta, pendapatan sewa dan pendapatan bunga bersih.

Sedangkan metode dengan pendekatan pengeluaran dihitung dengan menjumlahkan konsumsi total, investasi, belanja negara dan ekspor bersih.

GDP Nominal Dan GDP Riil

Ini juga mungkin sedikit rumit, tetapi intinya GDP nominal tidak memperhitungkan inflasi sedangkan GDP riil memperhitungkan inflasi. Ini perbedaan yang penting karena inilah sebabnya mengapa beberapa laporan GDP mengalami revisi.

GDP nominal mengukur nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (misalnya kuartal atau tahun) mempergunakan harga-harga pada waktu tersebut. Tetapi tingkat harga pada umumnya bisa meningkat karena inflasi, yang menyebabkan kenaikan GDP nominal meskipun jumlah barang dan jasa yang diproduksi tidak mengalami perubahan. Meskipun demikian, data GDP nominal tidak mencerminkan kenaikan harga. Nah, di sinilah kemudian GDP riil berperan.

BEA biasanya akan mundur ke kuartal atau tahun sebelumnya dan mengukur nilai barang dan jasa yang disesuaikan untuk mengukur inflasi. Inilah yang kemudian disebut GDP riil (real GDP). Untuk mengukur pertumbuhan GDP tahunan, biasanya yang dipergunakan adalah real GDP ini, karena data tersebut memberikan gambaran yang lebih akurat akan perekonomian negara.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Masyarakat Umum?

Perekonomian suatu negara biasanya dianggap “sehat” apabila tingkat pengangguran rendah dan upah meningkat, karena sektor bisnis membutuhkan lebih banyak pekerja untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, jika pertumbuhan GDP terlalu cepat, bank sentral (kalau di AS, adalah Federal Reserve/Fed) kemungkinan besar akan menaikkan tingkat suku bunga untuk mengimbangi laju inflasi – dengan kata lain meningkatnya harga barang dan jasa. Ini bisa berarti biaya (bunga) yang diperlukan untuk kredit kendaraan dan perumahan akan menjadi semakin tinggi pula. Pada gilirannya, sektor bisnis pun juga akan merasakan dampaknya, di mana terjadi peningkatan biaya untuk pinjaman modal dan/atau membayar gaji/upah pekerja.

Sebaliknya jika GPD melambat, atau istilahnya negatif, pun akan memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi yang bisa saja akan berakibat meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja dan menurunnya pendapatan bisnis serta belanja masyarakat.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Investor?

Para investor memantau pertumbuhan GDP untuk menilai apakah pertumbuhan ekonomi mengalami perubahan dengan cepat atau tidak, sehingga mereka akan bisa memutuskan penempatan aset mereka. Memburuknya perekonomian biasanya berarti menurunnya keuntungan yang diperoleh para pengusaha, yang bisa berdampak negatif bagi nilai saham-saham perusahaan mereka.

Data GDP juga bisa membantu para investor untuk memutuskan di negara mana peluang investasi yang terbaik. Kebanyakan investor asing memilih untuk membeli perusahaan atau menanamkan modal di negara yang perekonomiannya berkembang. Dengan kata lain, jika banyak investor asing berdatangan ke suatu negara untuk menanamkan modal, itu berarti mereka menganggap perekonomian negara tersebut sedang baik dan prospeknya pun bagus.

Bagaimana Memanfaatkan Data GDP Bagi Trader?

Dalam forex trading, data GDP yang paling diperhatikan adalah rilis data GDP dari negara-negara maju seperti Inggris, kawasan Euro dan – tentu saja – primadonanya adalah data GDP dari AS.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, peningkatan angka GDP berarti tumbuhnya perekonomian negara tersebut. Akibatnya, peningkatan data GDP biasanya diikuti oleh penguatan mata uang negara tersebut. Sebaliknya, jika angka GDP menurun maka biasanya diikuti oleh pelemahan mata uang negara yang bersangkutan.

Jadi, jika Anda melihat rilis data US GDP naik dari – misalnya – 2% ke 3%, kemungkinan akan diikuti oleh penguatan USD. Dengan kata lain, Anda bisa membuka posisi buy terhadap USD. Artinya, di antara transaksi yang bisa Anda lakukan misalnya adalah membuka posisi SELL GBP/USD, SELL EUR/USD, atau BUY USD/JPY.

Tentu saja setiap transaksi membutuhkan analisa dan perhitungan yang cermat. Jika Anda membutuhkan bantuan, Anda bisa bertanya pada tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Demikian penjelasan singkat mengenai GDP, salah satu data ekonomi yang berpengaruh terhadap pergerakan pasar.

0 Comments

Ternyata, Tiga Hal Ini Membuat Trader Forex Gagal

Anda perlu mengetahui bahwa seperti halnya sekian banyak bisnis lain yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, forex trading juga membutuhkan pengetahuan, waktu, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih memahami serta menjalankannya. Inilah mungkin sebabnya mengapa tidak terlalu banyak pemula yang benar-benar bisa menguasai bisnis ini pada percobaan pertama.

Setelah belasan tahun mengamati dunia forex, ternyata ada setidaknya tiga alasan mengapa sedikit sekali orang yang mampu bertahan di forex trading. Nah, jika Anda pemula, ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai agar tidak terjerumus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

1. Menyepelekan resiko

Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa forex trading – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi resiko yang tidak boleh diremehkan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola resiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.

Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati resiko. Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen resiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh. Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.

Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun  berlipat ganda; namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka? Anda tentu tahu jawabannya: mereka akan rugi besar. Inilah sebabnya manajemen resiko dan manajemen modal sangat penting!

2. Rugi

Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.

Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan. Tidak ada holy grail dalam forex trading, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil resiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian, sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka. Yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah: untung, untung dan untung.

Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian. Jika misalnya mereka membuka transaksi “buy” namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari resiko kerugian yang lebih besar lagi.

Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata, “The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”

3. Harapan tak terpenuhi

Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes. Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.

Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?

Di antaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka. Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor resiko.

Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada resiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup. Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar trading dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya. Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.

Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?

Ada. Ciri-cirinya adalah:

  • mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
  • ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
  • ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
  • Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
  • Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading

Beruntung, Anda bisa menemukan semua hal itu di FOREXimf.com.

Nah, sekarang mudah-mudahan Anda sudah bisa mengetahui apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang trader yang sukses dalam forex trading.

Salam.

0 Comments

Trik Optimalkan Peluang: Efektifkan Modal Trading Forex Anda

Salah satu pertanyaan yang cukup sering berulang saya terima selama menjadi trainer di dunia forex trading adalah, “Pak, kalau saya punya $10,000, berapa lot saya bisa buka posisi?”

Kalau tak salah ingat, ada setidaknya lima kali saya menulis tentang position sizing di website ini – mulai dari gambaran umum hingga detil perhitungannya.

Position sizing adalah tentang cara mengatur berapa besar lot yang bisa Anda pergunakan dalam membuka posisi trading. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah seorang trader agar tidak terjebak dalam kondisi overtrade, yaitu kondisi ketika ia membuka posisi terlalu banyak melebihi yang seharusnya. Dengan demikian, trader tersebut akan terhindar dari resiko yang terlalu besar karena posisi yang diambil dengan sendirinya sudah memperhitungkan besaran resiko tersebut.

Tetapi ternyata yang tidak banyak disadari adalah bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga berguna untuk mengefektifkan strategi dan modal Anda.

Strategi harus cocok dengan modal

Masih ingatkah Anda dengan konsep Mind-Method-Money dalam trading? Kalau lupa, izinkan saya ingatkan lagi.

Mind berkaitan dengan sikap mental Anda sebagai trader. Bagaimana Anda mampu menjalankan trading plan Anda dengan baik, disiplin dan tanpa keraguan sedikit pun.

Method merupakan metode atau strategi trading yang Anda jalankan.

Money adalah modal Anda. Bagaimana Anda menggunakan dan mengaturnya.

Fokus kita kali ini adalah di money.

Anda mungkin cukup sering mendapatkan strategi trading tertentu baik dari internet atau kenalan dan menurut pengakuan mereka strategi tersebut cukup ampuh dalam mendulang profit. Pertanyaan yang seharusnya segera muncul dari Anda adalah: berapa besar modal yang diperlukan agar strategi tersebut berhasil dengan baik?

Sangat banyak strategi trading yang diklaim profitable namun ternyata tidak bekerja dengan baik ketika Anda pergunakan. Ada beberapa penyebab, di antaranya adalah Anda tidak memiliki modal yang tepat untuk strategi tersebut. Sangat mungkin trader yang sebelumnya sukses menjalankan strategi tersebut memiliki modal yang jauh lebih besar daripada modal Anda. Jadi, jangan memaksakan diri mempergunakan strategi yang sama jika modal yang Anda miliki jauh lebih kecil.

Jangan sia-siakan kekuatan Anda

Bagaimana jika seandainya Anda memiliki modal yang cukup besar? Berapa lot yang sebaiknya dibuka untuk bertransaksi?

Sebelum kita lanjutkan, perlu dipahami bahwa “kekuatan” di sini maksudnya adalah modal. Ini erat kaitannya dengan position sizing yang disinggung di atas.

Katakanlah Anda memiliki modal sebesar $10,000 atau setara dengan seratus juta rupiah. Lalu Anda akan melakukan transaksi, lantas muncullah pertanyaan seperti yang disebutkan di paragraf awal di atas.

Memang Anda boleh saja membuka posisi hanya 0.1 lot, misalnya. Tetapi apakah langkah itu akan efektif untuk mengoptimalkan peluang yang ada? Belum tentu, karena itu bisa berarti Anda menyia-nyiakan kekuatan modal Anda sesungguhnya.

Artinya, trading forex Anda menjadi kurang efektif.

Bagaimana agar trading jadi lebih efektif?

Di situlah peran position sizing.

Ingat bahwa dalam trading Anda juga perlu menetapkan batasan kerugian maksimal untuk setiap transaksi. Kalau modal Anda $10,000 dan batasan resiko untuk tiap trade adalah (misalnya) 10%, itu berarti kerugian (resiko) tiap transaksi tidak lebih dari $1,000.

Nah, anggaplah Anda akan melakukan transaksi di EUR/USD. Setelah sudah melakukan analisa teknikal, Anda melihat bahwa stop-loss semestinya ditempatkan sejauh 500 pips dari level posisi terbuka Anda. Dengan asumsi quote 5 desimal, di mana 1 pip(ette) = $1, maka besarnya stop-loss per lot adalah $500.

OK, jadi dengan skenario tersebut, berapa lot Anda bisa membuka posisi?

Ini jawabannya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Dengan perhitungan seperti di atas, maka seandainya Anda loss pun tidak akan melebihi batas toleransi resiko Anda. Dengan demikian Anda tetap bisa tenang.

Sebaliknya jika Anda mendapatkan keuntungan maka Anda telah membuat transaksi tersebut menjadi jauh lebih efektif daripada hanya membuka posisi sebesar 0.1 lot, misalnya.

Jadi jelas bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga bisa membuat trading Anda jauh lebih efektif tanpa perlu takut mengalami kerugian yang terlalu besar, karena memang sudah Anda batasi sejak awal sesuai dengan “tingkat kenyamanan” Anda sendiri.

Anda siap membuat strategi trading forex Anda jauh lebih efektif namun tetap dalam batas toleransi resiko? Pergunakanlah trik position sizing ini di akun trading Anda.

0 Comments

Penting! Ini Korelasi Emas Dan Minyak Mentah Dengan Forex

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa pergerakan harga emas dengan USD biasanya berbanding terbalik. Ketika harga emas menguat, USD biasanya melemah dan sebaliknya. Di dunia forex trading, hal ini dipercaya karena ketika “risk appetite” meningkat, investor kembali berburu dolar dan biasanya dengan menjual asset safe-haven mereka, dalam hal ini emas. Sebaliknya jika  terjadi “ketidakpastian ekonomi”, para investor cenderung akan menukar dolar mereka dengan emas.

Akhir-akhir ini, meskipun “hubungan perbandingan terbalik” antara emas dengan USD masih berlangsung, nampaknya tidak terlalu “seharmonis” dulu lagi. Ini karena ternyata USD juga sudah hampir dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga ketika ada masalah pada perekonomian dunia, para investor juga melarikan modal mereka ke USD.

Tetapi bagaimana dengan mata uang lain?

Emas vs AUDUSD

Saat ini Australia merupakan penghasil emas terbesar ke-3 di dunia. Sebagai informasi saja, dalam setahun biasanya produksi emas dunia mencapai senilai $5 milyar dan itu jumlah yang sangat besar, Saudara-Saudara!

Mari kita intip grafik berikut ini:

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Kalau kita cermati grafik di atas, kita bisa melihat bahwa pergerakan harga emas cenderung searah dengan pergerakan AUDUSD.

Artinya:

  • Ketika harga emas NAIK, AUDUSD juga ikut NAIK
  • Ketika harga emas TURUN, AUDUSD juga ikut TURUN

Dalam bahasa analisa teknikal, kita bisa mengatakan bahwa pergerakan harga emas dan AUDUSD memiliki korelasi positif.

Berdasarkan data pergerakan harganya, koherensi antara AUDUSD dengan harga emas mendekati 80%.

Emas vs USDCHF

Bagaimana dengan Swiss franc? Berbeda dengan AUDUSD, ternyata USDCHF memiliki korelasi negatif dengan pergerakan harga emas.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Dari grafik di atas bisa kita lihat bahwa:

-          USDCHF cenderung NAIK ketika harga emas TURUN

-          USDCHF cenderung TURUN ketika harga emas NAIK

Ternyata alasan di balik fakta tersebut adalah bahwa 25% uang yang dimiliki Swiss di-back up oleh cadangan emas.

Menarik bukan?

Minyak Mentah vs. USDCAD

Sekarang kita akan coba mengintip jenis “emas” yang lain, yang biasa disebut “emas hitam” alias minyak mentah. Komoditi ini sekarang menjadi salah satu komoditi yang penting bagi dunia, bahkan (mungkin) lebih penting daripada emas.

Bisa kita katakan bahwa dunia kita ini saat ini sudah “kecanduan minyak”. Anda masih bisa hidup tanpa emas, tetapi coba bayangkan jika saat ini sama sekali tidak ada minyak. Itu artinya tidak akan ada bensin, solar, gas (LPG), bahkan mungkin listrik. Artinya Anda akan mengalami kesulitan untuk pergi ke kantor, memasak, dan membaca artikel ini di internet. Hingga saat ini, minyak masih menjadi primadona energi dunia.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Salah satu produsen minyak terbesar dunia adalah Kanada. Negara ini mengekspor setidaknya sekitar dua juta barel minyak per hari Amerika Serikat (AS). Hal tersebut membuat Kanada menjadi penyuplai minyak terbesar bagi AS, yang membuat Kanada menjadi “bandar minyak” bagi AS.

Nah, karena besarnya ekspor minyak Kanada ke AS maka terciptalah permintaan yang sangat besar pula akan dolar Kanada (CAD).

Perlu Anda catat bahwa perekonomian Kanada bergantung pada ekspor. Sekitar 85% ekspornya dikirim ke AS. Karena inilah USDCAD sangat dipengaruhi oleh bagaimana para konsumen AS bereaksi atas perubahan harga minyak mentah.

Jika permintaan (barang) di AS meningkat, itu artinya para industrialis harus menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Artinya: more oil, please!

Naiknya permintaan minyak akan menaikkan harga minyak tersebut. Jika harga minyak naik, CAD akan menguat pula. Nah, jika CAD menguat terhadap USD, apa yang akan terjadi pada USDCAD?

Benar. USDCAD akan TURUN.

Sebaliknya, jika permintaan di AS menurun, para industrialis akan menurunkan produksi mereka juga. Itu artinya, permintaan minyak akan turun juga dan ini akan membuat permintaan akan CAD juga akan turun. Jika permintaan akan CAD turun, maka CAD akan melemah.

Jika CAD melemah terhadap USD, maka Anda tentu sudah bisa mengetahui ke mana USDCAD akan bergerak.

Ya. USDCAD akan NAIK.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Dari uraian plus grafik yang disajikan di atas, Anda bisa melihat bahwa minyak mentah dan USDCAD memiliki korelasi negatif.

Artinya:

-          Jika harga minyak mentah TURUN, USDCAD cenderung NAIK

-          Jika harga minyak mentah NAIK, USDCAD cenderung TURUN

Apa Manfaatnya Untuk Trader?

Ketika Anda sudah mengetahui korelasi antara komoditi tertentu (misalnya emas dan minyak mentah) dengan forex, Anda tentu akan bisa memikirkan strategi apa yang akan Anda jalankan.

Misalnya, ketika Anda mendengar atau membaca ada peluang harga minyak akan naik, maka Anda bisa mempergunakan informasi ini untuk membuka posisi sell pada USDCAD.

Atau, Anda membaca berita bahwa harga emas akan turun, maka Anda bisa membuka posisi buy pada USDCHF. Atau bahkan Anda bisa membuka juga posisi sell pada XAUUSD pada saat yang sama.

Hanya saja Anda harus tetap ingat untuk selalu membatasi resiko, karena tidak mungkin ada strategi yang selalu benar.

Jika masih ada pertanyaan seputar komoditi dan forex, segera hubungi tim Market Analyst kami melalui Live Chat.

Semoga berguna.

0 Comments

Sulit Profit Dalam Trading Forex? Coba Baca Ini

Dalam forex trading, sebenarnya targetnya sederhana saja: Anda bisa bertahan untuk melakukan trading di hari berikutnya. Untuk membuka real account sungguh sangat mudah: Anda tinggal klik di sini, ikuti langkah-langkah selanjutnya lalu lakukan deposit. Tantangan sesungguhnya adalah mencapai memperoleh kemampuan trading yang sesungguhnya hingga Anda bisa menghasilkan profit yang konsisten.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah: bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Anda sudah berada on the right track? Apakah mengalami kerugian otomatis akan membuat Anda menjadi trader yang buruk? Berapa banyak transaksi yang harus Anda lakukan sebelum benar-benar bisa menghasilkan profit? Apakah Anda harus merasa panik jika mengalami beberapa kali kerugian?

Tenang. Duduk santai dulu. Bersandar dengan santai, tarik nafas pelan-pelan, lalu buang nafas perlahan-lahan juga.

Sebenarnya Anda tidak perlu memusingkan pertanyaan-pertanyaan di atas. Ingatlah bahwa loss merupakan bagian dari trading, sama halnya dengan profit. Meskipun demikian, tetap saja jika lebih banyak loss yang melanda daripada profit, berarti ada yang salah dengan proses trading Anda.

Nah, untuk itu ada setidaknya empat hal yang perlu Anda evaluasi untuk mengetahui di mana sebenarnya letak masalahnya. Tentu saja sebenarnya hal-hal tersebut sudah harus diketahui ketika Anda melakukan demo account. tetapi seandainya Anda belum sempat melakukan evaluasi ini tatkala menjalani demo account, berikut hal-hal yang perlu Anda pikirkan kembali:

  1. Apakah Anda melakukan kesalahan klasik dalam trading?

Manusia cenderung memiliki kebiasaan untuk melanggar aturan. Misalnya saja ketika seorang pemotor berkendara dengan kecepatan tinggi dan menyalip kendaraan di depannya, menyerobot jalur melawan arah arus lalu lintas dan merasa yakin bahwa semua akan baik-baik saja. Ia berpikir, “Ah, tidak akan terjadi apa-apa. Saya akan selamat.”

Trader pun demikian. Meskipun dalam setiap workshop, seminar, atau webinar selalu diingatkan bahwa lebih dari 95% trader tidak berhasil bertahan lebih dari satu bulan karena melakukan kesalahan-kesalahan klasik dalam trading forex; tetap saja ada golongan yang cukup bebal yang berpikir bahwa mereka akan “kebal” dari kesalahan-kesalahan klasik tersebut.

Ayo, coba sekarang cek apakah Anda merupakan salah satu dari “golongan bebal” tersebut. Jika memang ya, coba segera perbaiki dan hindari sekuat tenaga kesalahan-kesalahan yang sama di kemudian hari. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

  1. Apakah Anda memiliki sistem trading?

Boleh saya bertanya: bagaimana cara Anda mengambil keputusan dalam trading? Apakah Anda memilih currency pair yang pertama kali Anda lihat? Apakah Anda memilih indikator teknikal yang paling berwarna-warni dan melakukan buy atau sell berdasarkan sinyal dari indikator tersebut? Time-frame berapa yang biasanya Anda pergunakan? Atau, Anda trading berdasarkan feeling? Atau bahkan berdasarkan cuaca hari itu?

Trading tanpa sistem trading ibarat mencoba membuat sebuah artikel berkualitas namun yang Anda lakukan hanyalah menekan tombol keyboard secara acak, namun Anda berharap artikel tersebut akan memenangkan Pulitzer.

Oke, perumpamaan Pulitzer mungkin terlalu hiperbolis. Begini saja, trading tanpa sistem ibarat Anda bermain PlayStation tapi juga hanya menekan tombol di joystick secara acak dan sembarangan tapi berharap Anda akan memenangkan permainan. Ya, mungkin Anda akan memenangkan permainan sekali waktu, tetapi yang pasti Anda tidak akan tahu persis apa yang menyebabkan kemenangan tersebut.

Sebuah sistem atau strategi trading yang baik adalah alat yang membantu Anda untuk mencapai target keuntungan dengan konsisten. Jika Anda tidak tahu bagaimana cara membuatnya, mungkin cara sederhana yang pernah saya tulis di artikel lain berjudul “Rahasia Membuat Sistem Trading Sendiri” bisa membantu. Artikel tersebut ditulis dalam tiga bagian, saya sarankan membaca semuanya.

  1. Apakah Anda sudah menerapkan risk management?

Apakah Anda sudah membatasi jumlah lot sesuai dengan toleransi resiko Anda? Apakah Anda menerapkan position sizing? Apakah setiap transaksi Anda selalu memenuhi risk-to-reward-ratio yang baik?

Jangan lupa, trading tanpa risk management itu sama saja dengan gambling. Apalagi jika ternyata Anda melupakan poin nomor dua di atas. Lengkaplah sudah “dosa” Anda.

  1. Apakah Anda selalu DISIPLIN?

Nah, ini adalah pertanyaan kunci yang paling penting. Apakah Anda selalu disiplin dalam menjalankan trading plan Anda? Sebab tak peduli secanggih apa pun sistem trading yang Anda miliki, seteliti apa pun perhitungan position sizing Anda, semua itu tak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya dengan disiplin.

Jadi, sudahkah Anda melakukan evaluasi hari ini?

0 Comments

Tak Perlu “Menang” Sepanjang Waktu Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, mengalami kerugian adalah hal yang lumrah. Tidak selamanya strategi trading Anda berhasil. Ada kalanya strategi Anda berujung kegagalan, meskipun misalnya Anda yakin bahwa strategi Anda mampu membuahkan keuntungan dan Anda telah mengikuti semua rule yang ada. Jika tidak berhati-hati, hal tersebut bisa membuat Anda menjadi kehilangan “semangat tempur” dan akhirnya pikiran-pikiran negatif memenuhi pikiran Anda.
Sayangnya, kerugian bisa terjadi pada kita semua. Maka ketika Anda merasa beberapa kegagalan mulai menurunkan semangat, sangat penting untuk tetap ingat pada satu pedoman: Anda boleh saja kalah di beberapa pertempuran, namun pada akhirnya Anda sangat mungkin akan memenangkan peperangan.
Banyak trader melakukan kesalahan dengan membiarkan perasaan-perasaan negatif mempengaruhi kegiatan trading mereka. Mereka berpikir, “Jika saya berhasil mendapatkan keuntungan hari ini, dan setiap hari sepanjang minggu ini, maka saya melakukan hal yang benar. Tetapi jika saya gagal hari ini, atau esok, atau sepanjang minggu, maka itu berarti saya melakukan hal yang mengerikan!”
Pemikiran seperti ini berdasar pada bagaiaman orang melihat trading seperti pekerjaan kantoran. Anda masuk pukul 9 pagi, pulang pukul 5 sore, melakukan pekerjaan selama 40 jam per minggu, menyelesaikan semua tugas, dan mendapatkan gaji yang besar. OK, Anda pun merasa bahwa Anda sudah bekerja dengan rajin dan produktif sepanjang pekan.
Tetapi, ketika Anda trading, tidak selalu hasil yang Anda terima sebanding dengan upaya yang telah Anda lakukan. Begitulah adanya. Ketika Anda tidak berhasil mencapai target, sangat mudah bagi Anda untuk merasa kecewa. Betul kan?
Memang, situasi seperti itu sering terjadi, tetapi sebagai trader kita sebaiknya tidak menyikapi trading seperti pekerjaan sehari-hari yang konvensional. Tidak ada jaminan puluhan bahkan ratusan jam waktu yang Anda habiskan untuk melakukan analisa pasti akan membuahkan keuntungan. Atau setidaknya target keuntungan yang Anda tetapkan mungkin tidak akan tercapai.
Bentuk target yang lebih baik daripada target keuntungan – meskipun terdengar aneh – adalah “target pembelajaran”.
Hm, apa pula itu?
Anda mungkin tidak mampu mencapai target keuntungan Anda; katakanlah target mingguan. Tetapi Anda akan selalu bisa mencapai “target pembelajaran”.
Dalam setiap hari Anda trading forex, sadarkah bahwa Anda sebenarnya telah memperoleh pengalaman yang berharga mengenai bagaimana cara menyikapi pasar? Anda akan senantiasa bisa mempelajari berbagai macam strategi dan bagaimana strategi-strategi tersebut bisa berhasil atau tidak. Jangan sekalipun Anda meremehkan pengalaman seperti ini!
Setiap hari, pembelajaran yang Anda peroleh dari pengalaman akan bertambah. Mungkin hal ini tidak akan memberikan hasil instan berupa keuntungan berlimpah, tetapi yang pasti secara perlahan namun pasti, naluri trading Anda akan semakin matang dan tajam.
Inilah salah satu implementasi “fokus pada proses, bukan pada hasil”.
Jika Anda hanya fokus pada berapa besar uang yang bisa Anda hasilkan, dan memperlakukan trading forex seperti pekerjaan sehari-hari di mana ada gaji yang pasti akan dibayar oleh perusahaan, maka Anda justru akan gagal dalam trading. Tetapi jika Anda fokus pada bagaimana cara mempertajam kemampuan trading dan rela “mengorbankan” sebagian waktu, tenaga dan pikiran; maka apa pun hasil trading Anda di hari ini justru akan mempercepat proses pematangan Anda untuk menjadi trader yang handal.
Ibarat peperangan, Anda boleh hanya memenangkan satu atau dua pertempuran dan kalah pada beberapa pertempuran lain, namun semakin sering Anda belajar dari kekalahan dalam satu atau dua pertempuran maka “naluri bertahan hidup” Anda akan semakin kuat. Pada saatnya, Anda akan bisa mengenali potensi bahaya lebih dini dan menghindarinya agar bisa terhindar dari kerusakan yang lebih besar. Anda juga akan semakin piawai dalam mengenali celah peluang dan bisa meraih kemenangan dengan lebih gemilang. Pada akhirnya, peperangan akan Anda menangkan.

0 Comments

8 Ciri Bahwa Anda Cocok Menjadi Trader Forex

Apakah pernah ada teman yang mengajak Anda untuk trading forex di Indonesia? Apakah Anda merasa cukup pintar dalam memahami pasar, namun tidak terlalu yakin tentang hal itu? Berikut ini ada 8 hal yang bisa menjadi pertanda bahwa sebenarnya deep inside Anda berpotensi menjadi trader forex yang handal.

Penasaran ciri apa saja yang ada pada diri Anda? Yuk kita kupas.

Ciri #1: Anda cenderung menggunakan otak kiri

Otak kiri manusia berperan dalam logika dan analitik. Analisis dan logika merupakan hal yang dimiliki oleh trader sukses, karena dua hal itulah yang membantu trader untuk menafsirkan apa yang diperlihatkan oleh grafik pergerakan harga. Seorang trader akan memutuskan apakah ia akan melakukan transaksi atau tidak berdasarkan segala pertimbangan logisnya.

Ciri #2: analisa menarik bagi Anda

Anda merasa tertarik dan bersemangat ketika harus melakukan analisa. Jika Anda adalah seseorang yang senantiasa melakukan analisa akan segala hal, mulai dari hobi bermain game hingga suka strategi memikirkan hal-hal detil dalam menentukan rute untuk menghindari kemacetan, berarti Anda memiliki modal untuk menjadi trader handal.

Ciri #3: Anda mampu mengendalikan emosi

Kualitas ini dimiliki oleh semua trader sukses. Stabilitas emosi merupakan kunci untuk mempertahankan disiplin dalam trading. Mohon maaf, anak alay yang emosinya labil tidak cocok untuk menjadi trader. Jadi, jika Anda adalah orang yang bisa mengendalikan emosi, tidak mudah merasa sedih atau marah, artinya Anda sudah memiliki bakat dasar untuk menjadi trader forex.

Ciri #4: Anda mampu menyerap informasi dengan cepat

Ada orang yang harus membaca sebuah paragraf selama berjam-jam sebelum mampu memahami maksud paragraf tersebut. Mereka harus membacanya berulang-ulang sebelum benar-benar mengerti ide tulisannya.

Ada pula orang yang cukup membaca satu halaman buku dalam beberapa belas detik saja lalu mampu menyimpulkan apa yang dimaksud oleh tulisan itu. Jika Anda termasuk golongan ini, itu adalah modal yang baik untuk menjadi trader.

Ciri #5: Anda bukan penakut dan bukan peragu

Ketika sudah mengambil keputusan, tidak pernah ada rasa ragu atau takut keputusan tersebut akan salah. Jika Anda memiliki kualitas ini, maka Anda sebenarnya sangat berpotensi menjadi trader jempolan. Seorang trader sukses tidak akan ragu untuk menekan tombol beli atau jual segera ketika analisanya mengatakan itulah saatnya melakukan aksi.  Ia selalu memiliki rasa percaya diri dalam kadar yang terkontrol: tidak terlalu percaya diri, tidak pula kurang percaya diri.

Ciri #6: Anda tidak takut menjadi “minoritas”

Seorang trader yang hebat tidak peduli jika ternyata analisanya berbeda dengan analisa kebanyakan orang. Trader yang hebat tidak suka senantiasa mengekor pendapat orang lain. Jika ia memiliki pendapat sendiri berdasarkan analisa yang telah dibuatnya, ia akan bersungguh-sungguh berpegang pada analisa tersebut meskipun mayoritas orang di sekitarnya menentang analisanya tersebut. Pada kenyataannya, “pengekor” dalam dunia trader seringkali keluar sebagai pecundang, sementara ia yang teguh keyakinan seringkali keluar sebagai pemenang. Jadi, jika Anda tak  mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain yang berbeda, maka sepertinya Anda perlu mencoba menjadi seorang trader.

Ciri #7: Anda cenderung ingin membuktikan kebenaran sebuah teori

Perlu Anda ketahui, bahwa di dunia forex banyak sekali orang yang menawarkan “bantuan yang menggiurkan”. Banyak sekali orang yang mengklaim bahwa ia memiliki sebuah strategi trading yang “luar biasa hebat” dan berupaya menawarkan “bantuannya” itu kepada Anda. Tentunya tidak gratis, ada biaya yang harus Anda keluarkan. Anda harus membeli “ilmunya” itu dengan harga tertentu yang seringkali tak masuk akal.

Trader pintar akan selektif memilih penawaran tersebut. Ia tidak akan mudah percaya begitu saja, melainkan akan membuktikan terlebih dahulu klaim tersebut berdasarkan pengalamannya sendiri. Baginya, “If it sounds too good to be true, it’s not true at all until proven otherwise.”

Jika Anda pun selalu selektif dan berhati-hati dalam menerima sebuah penawaran, berbahagialah karena itu merupakan salah satu ciri trader sukses.

Ciri #8: Anda sudah memiliki demo account dan bisa menghasilkan profit dengan konsisten

Jika Anda sudah mulai mempelajari pasar forex melalui demo account, mempelajari pasar dengan serius, mempelajari cara membangun sebuah strategi trading lalu melakukan transaksi berdasarkan analisa dan data dan berhasil mengumpulkan profit dengan konsisten meskipun tidak besar, maka itu adalah modal yang cukup baik untuk bisa menjadi trader forex sungguhan dengan uang sungguhan pula. Anda tinggal selangkah lagi untuk menjadi trader sukses dengan membuka real account.

Jadi, berapa ciri yang sudah ada pada diri Anda? Jika Anda belum pernah mencoba trading, cobalah untuk melakukan simulasi di demo account kami. Gratis, plus Anda bisa belajar langsung pada ahlinya.

0 Comments

Trading Plan Forex: Setiakah Anda Padanya?

Ketika trading forex, apakah Anda punya trading plan? Apakah Anda PERNAH punya trading plan namun telah Anda “khianati”?

Kalau Anda ternyata pernah berkhianat pada trading plan Anda, seharusnya Anda merasa bersalah, kendati memang “pengkhianatan” itu bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mungkin Anda memang pribadi yang mudah bosan, atau pengalaman Anda yang masih minim membuat Anda berpaling dari trading plan Anda.

Memang ada orang yang sulit untuk mempertahankan fokus sehingga kebosanan melanda lantas Anda memutuskan untuk tidak lagi mematuhi trading plan yang (menurut Anda) membuang waktu. Atau, di suatu ketika Anda menjadi sangat emosional sehingga respon yang Anda munculkan adalah melabrak semua aturan dalam trading plan.

Ya, benar bahwa kehilangan fokus dan menjadi emosional itu biasa dalam trading, tetapi tidak berarti lantas “kebiasaan” tersebut menjadi hal yang boleh dimaafkan apabila berlanjut. Apalagi kalau berujung pada pengambilan keputusan yang gegabah dan terburu-buru. Contohnya, membuka posisi terlalu cepat, mengambil keuntungan terlalu dini, atau yang paling parah adalah membiarkan kerugian berlarut-larut. Ini berbahaya.

Memang kita tidak perlu berharap menjadi “super trader” yang serba sempurna. Ada saat-saat kita merasa lelah secara fisik maupun psikis sehingga sulit untuk kita memusatkan perhatian pada trading. Terlebih jika masih ada floating loss menghiasi terminal trading kita. Kondisi seperti itu sering memancing kita untuk berpikir, “Ah, persetan dengan trading plan. Begitu profit sedikit, saya akan close posisi ini. Yang penting cepat selesai.”

Ya, saya sendiri terkadang pun tidak kuat menunggu terlalu lama. Akan tetapi bukan berarti kita boleh menjadikan hal itu sebagai apologi dan menjadikannya kebiasaan yang buruk. Untuk mengantisipasinya, Anda perlu tetap bugar ketika trading. Bugar secara fisik maupun emosional.

Sialnya, kebanyakan trader yang melanggar trading plan adalah memang mereka yang kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman. Ia tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang ia lakukan, hingga ia menganggap biasa melanggar beberapa aturan dalam trading plan-nya. Biasanya ini terjadi pada mereka yang tidak memahami trading plan yang mereka pergunakan dan – biasanya – bukan mereka yang membuat perencanaan trading tersebut.

Faktor psikologis juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan trader, terutama pemula. Para pemula biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang relatif rendah, terutama mereka yang bertubi-tubi mengalami kerugian. Mereka akan mudah ragu mengambil keputusan berdasarkan trading plan yang dipergunakan. Ragu dalam mengeksekusi transaksi karena takut loss, atau – yang lebih berbahaya – ragu dalam menutup posisi yang merugi karena khawatir bisa berbalik menjadi keuntungan dan ia akan menyesal.

Sering pula keputusan mengkhianati trading plan disebabkan oleh rumitnya trading plan yang dipergunakan. Lagi-lagi ini biasa melanda trader pemula yang tidak membangun sendiri trading plan-nya. Maka untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk membangun sendiri trading plan Anda dengan cara yang sesederhana mungkin, hingga mudah Anda mengerti dan terapkan. Ingat, patokannya adalah diri Anda sendiri. Jika Anda masih merasa kesulitan dalam memahami dan menjalankannya, berarti trading plan tersebut belum cocok untuk Anda.

Salah satu kunci untuk bisa memenangkan pertarungan di dunia trading forex adalah disiplin. Sekali Anda bisa menguasai “ilmu” kedisiplinan ini, maka langkah Anda akan membawa Anda semakin dekat dengan keuntungan.

4 Comments