Posts

Strategi Trading Forex: Double Bollinger Bands

Anda mungkin sering mendengar – atau bahkan menggunakan – salah satu indikator teknikal yang bernama “Bollinger Bands”(selanjutnya kita sebut BB). Wajar jika Anda sering mendengarnya, karena indikator yang dinamai dengan nama penciptanya ini (John Bollinger) memang salah satu indikator teknikal yang cukup terkenal di kalangan forex trader.

Kebanyakan trader hanya memasang satu BB saja di chart mereka. Nah, kali ini kita akan mencoba membahas salah satu strategi trading yang memanfaatkan DUA BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini biasa dikenal dengan nama Strategi Trading Forex dengan Double Bollinger Bands. Agar lebih mudah, kita sebut saja strategi trading “Double-BB”.

Mechanical Trading System

Sebagaimana strategi trading yang mempergunakan indikator teknikal, maka Double-BB ini juga merupakan mechanical trading system, yaitu sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal untuk memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena trader yang menggunakan sistem trading seperti ini seharusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Sebenarnya mechanical trading system lebih “ringan” daripada analisa teknikal yang kompleks, semisal mempergunakan price pattern atau candlestick pattern. Itulah sebabnya metode ini cukup bersahabat bagi trader yang “kurang sabar” dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisa dengan mempergunakan analisa teknikal yang lebih kompleks. Jadi, metode trading ini lebih sederhana.  Tetapi ingat, karena itulah metode trading seperti ini terkadang memiliki tingkat kesuksesan yang cukup rendah. Ada kelebihan (sederhana), ada pula kelemahannya.

Intinya, Anda harus menyadari bahwa dalam dunia analisa teknikal tidak ada yang namanya “holy grail”, yaitu suatu sistem yang dipercaya “anti-loss”. Tetap saja ada peluang untuk kerugian.

Bagaimana Sebenarnya Double-BB Ini?

Seperti yang disebutkan di atas, Double-BB mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini sangat sederhana, karena meskipun nanti akan ada candlestick yang terlibat namun pada dasarnya Anda tidak perlu pusing menghafalkan nama-nama candlestick pattern.

Strategi ini tidak mengharuskan Anda menghabiskan banyak waktu di depan chart. Bahkan Anda hanya perlu melongok chart daily (D1) beberapa menit saja setiap harinya.  Jika Anda melihat ada peluang trading berdasarkan sistem ini, maka Anda bisa membuka posisi. Jika tidak, Anda tinggal kembali melihat chart di keesokan harinya. Tidak perlu melihat time-frame lain, indikator teknikal lain, dan sebagainya.

Cara Menerapkan Double-BB

Seperti yang saya janjikan, metode ini sangat sederhana. Anda hanya membutuhkan dua indikator BB. Itu saja.

Pasang indikator BB di chart Anda dengan pengaturan sebagai berikut:

Period: 20
Deviations: 2
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, karena deviations yang dimasukkan bernilai 2 (dua), maka untuk selanjutnya BB yang ini kita sebut sebagai BB-2.

Kemudian pasang lagi indikator BB yang lain, tetapi kali ini di kotak deviations masukkan angka 1 (satu). BB yang ini selanjutnya kita namakan BB-1. Jadi pengaturannya adalah:

Period: 20
Deviations: 1
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Dalam contoh ini, saya menggunakan dua warna yang berbeda untuk masing-masing BB, yaitu warna merah untuk BB-2 dan biru untuk BB-1. Tentu saja Anda bebas memilih warna favorit.

Sudah, itu saja yang perlu Anda pasang di chart Anda. Oh ya, jangan lupa: pasang di chart DAILY (D1). Di bawah ini adalah contoh penampakannya.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, kalau Anda perhatikan chart di atas, Anda akan bisa melihat bahwa BB-2 berada di luar sementara BB-1 berada di dalam. Perhatikan bahwa middle band BB-1 dan BB-2 letaknya sama persis, karena memang perbedaan deviasi (deviations) tidak akan mempengaruhi letak middle band.

OK, sekarang kita masuk ke bagian yang agak “rumit”.

Jangan panik dulu. Yang “rumit” sebenarnya adalah cara menjelaskannya, bukan menggunakannya. Itu karena saya tidak bisa menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjelaskan cara kerja strategi ini. Jadi mungkin ada baiknya Anda siapkan dulu secangkir cappuccino dan beberapa cemilan.

Cappuccino Anda sudah siap? Kalau begitu, mari kita lanjutkan.

Aturan BUY

Untuk membuka posisi buy:

  • Pastikan ada candlestick yang close di atas upper band BB-1 tetapi di masih bawah upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di bawah upper band BB-1 tetapi di atas middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi buy di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga LOW candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL. Jadi, jika misalnya SL Anda sebesar 200 pips, maka TP bisa ditempatkan sejauh 400 pips.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini. Chart di bawah ini adalah screen capture pergerakan USDJPY di chart D1. Bagian yang di-highlight merupakan candlestick tanggal 15, 18 dan 19 Agustus 2014.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Aturan SELL

Untuk membuka posisi sell:

  • Pastikan ada candlestick yang close di bawah lower band BB-1 tetapi masih di atas upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di atas lower band BB-1 tetapi di bawah middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi sell di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga HIGH candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Penutup

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa Anda bisa mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart sebagai salah satu strategi trading forex yang sederhana. Ini adalah salah satu contoh mechanical trading system yang sederhana.

Ingat selalu bahwa tidak ada jaminan bahwa akurasi strategi trading ini adalah 100%, maka dari itu selalu perhatikan pembatasan resiko dan pengaturan modal Anda.

Jika ada yang ingin Anda konsultasikan terkait strategi ini, silakan hubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Selamat mencoba.

0 Comments

Strategi Forex Trading Dengan Price Action: Mungkinkah?

Dalam analisa teknikal, muncul banyak sekali metode cara melakukan analisa. Salah satunya menggunakan metode strategi forex trading dengan price action. Mungkin di suatu ketika Anda tanpa sengaja melihat seorang trader forex melakukan analisa tanpa mempergunakan indikator teknikal apa pun. Ia hanya mempergunakan garis-garis horizontal, diagonal atau mungkin bahkan vertikal. Betul-betul tidak ada satu pun indikator teknikal di chart yang ia perhatikan.

Kira-kira apa reaksi Anda ketika melihatnya? Kagum? Heran? Atau justru menganggapnya aneh?

Jika Anda merasa heran atau menganggapnya aneh, mungkin itu karena Anda terbiasa dengan model analisa yang mempergunakan banyak warna-warni indikator teknikal. Tetapi perlu Anda ketahui, bahwa sebenarnya memang ada metode analisa yang tidak memanfaatkan indikator teknikal sama sekali yang biasa disebut dengan naked trading.

Para penganut naked trading hanya mempergunakan grafik pergerakan harga (candlestick atau bar chart) sebagai acuan analisa mereka, atau yang biasa disebut dengan price action. Nah, tulisan kali ini mencoba untuk memperkenalkan naked trading mempergunakan price action, sebagai salah satu metode yang (sebenarnya) cukup popular di kalangan trader forex.

Price Action

Kita mulai dari definisi price action trading itu sendiri.

Dengan bahasa yang disederhanakan (setidaknya saya berupaya untuk menyederhanakannya), price action trading adalah teknik trading yang memungkinkan Anda untuk “membaca” potensi pergerakan pasar dan membuat keputusan berdasarkan pergerakan harga saja. Jadi tidak mengandalkan indikator teknikal.

“Aliran” ini berkembang karena menganggap bahwa (kebanyakan) indikator teknikal itu bersifat lagging, alias telat. Itu karena output dari mayoritas indikator teknikal merupakan “produk” dari perhitungan berdasarkan pergerakan harga yang telah terjadi. Dengan kata lain, indikator teknikal memberikan informasi berdasarkan pergerakan harga “di masa lalu”.

Nah, mungkin ada pertanyaan: mengapa melakukan analisa berdasarkan informasi “dari masa lalu”, sementara faktor terpenting dalam trading adalah apa yang dilakukan pasar saat ini dan apa yang kemungkinan besar akan mereka lakukan dalam waktu dekat?

Jawabannya adalah bahwa dengan mempergunakan strategi tertentu, informasi pergerakan harga “dari masa lalu” bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya dalam waktu dekat. Hanya saja, metode price action tidak mempergunakan indikator teknikal yang dianggap lagging.

Metode ini hanya memanfaatkan chart pergerakan harga, biasanya dengan mempelajari pola-pola candlestick atau pola yang terbentuk dari sekumpulan candlestick atau bar chart. Contoh pola-pola tersebut bisa Anda pelajari di sini.

Contoh Strategi

Di atas sudah disebutkan bahwa pola candlestick merupakan salah satu implementasi price action trading. Nah, sekarang saya mencoba untuk memberikan contoh penggunaan candlestick pattern sebagai strategi trading.

Kita ambil contoh penggunaan pola morning star sebagai strategi buy.

Morning star adalah pola candlestick (candlestick pattern) yang terbentuk oleh tiga buah candlestick chart.

Morning star dapat Anda kenali memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Candlestick pertama merupakan candlestick bearish, yang mana adalah bagian dari sebuah downtrend.
  2. Candlestick ke-dua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bisa merupakan candlestick bullish ataupun bearish. Hal ini menunjukkan bahwa mulai ada “keragu-raguan” di pasar.
  3. Candlestick ke-tiga adalah candlestick bullish yang lebih panjang daripada candlestick ke-dua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi terbentuknya pola morning star.

Bentuk polanya lebih kurang seperti berikut ini:

Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Contoh strategi yang bisa diterapkan adalah strategi “agresif” dan “konservatif”. Bagaimana penerapannya?

  • Strategi agresif

    Anda bisa membuka posisi buy segera setelah candlestick yang ke-3 selesai (closed). Stop loss ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

  • Strategi konservatif

    Posisi buy dibuka hanya apabila pergerakan harga telah tembus ke atas harga tertinggi yang dibentuk oleh pola tersebut. Stop loss bisa ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-3 atau ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Metode ini hanyalah salah satu dari sekian banyak metode analisa yang bisa Anda pelajari dan pergunakan. Tentu saja tidak ada metode analisa atau strategi trading forex yang sempurna. Demikian juga dengan metode price action. Tetap ada ruang untuk kesalahan, atau kemungkinan pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan. Oleh karena itu, tetaplah pergunakan manajemen resiko dan manajamen modal yang baik dan pastikan metode yang Anda pilih benar-benar sesuai dengan karakter Anda sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.

0 Comments

Memanfaatkan Range Rata-Rata Harian Dalam Forex Trading

Salah satu strategi forex  yang biasa dipergunakan trader forex adalah Strategi Forex Range Harian yaitu memanfaatkan range rata-rata harian.  Banyak yang berpendapat bahwa jika harga telah bergerak dan mencapai range hariannya maka itulah waktunya untuk membuka posisi. Artinya jika harga bergerak naik dan telah mencapai range rata-rata harian maka itu saatnya untuk sell, dan sebaliknya.

Anda pernah mendengar teori seperti itu? Atau pernah mempergunakannya?

Sayangnya, ternyata pada kenyataannya tidaklah semudah itu. Jika Anda memang pernah mempergunakannya tentu Anda juga akan menemui bahwa memang tidak sesederhana itu.

Nah, kali ini saya ingin berbagi tips cara mempergunakan informasi range rata-rata harian untuk tujuan menetapkan target profit.

Bisakah Dipergunakan Untuk Buka Posisi?

Beberapa pendapat menyatakan: tidak aman. Ini karena kita hanya bisa mendapatkan informasi – setidaknya perkiraan – seberapa besar volatilitas harga pada hari itu. Kita tidak bisa mengetahui berapa pips sebenarnya harga akan bergerak (ke atas atau ke bawah). Pergerakan harga seringkali sangat bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental.

Artinya, meskipun kita mengetahui bahwa range rata-rata harian adalah – misalnya – 1000 pips, tetapi jika kemudian bank sentral negara tersebut mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemangkasan suku bunga, bisa jadi pasar akan bergerak lebih dari 1000 pips.

Inilah salah satu alasan mengapa kita sebaiknya menyadari bahwa ada inkonsistensi range harian. Apa pun bisa terjadi pada pasar kapan saja.

Lho, apakah ini berarti bahwa range harian adalah informasi yang tidak berguna dalam forex trading?

Tidak juga. Yang saya maksud adalah sebaiknya hindari mempergunakan informasi tersebut untuk membuka posisi. Kalaupun Anda mau melakukan itu, sebaiknya betul-betul harus dipertimbangkan dengan matang. Pastikan Anda memiliki strategi yang betul-betul bisa mengantisipasi perubahan arah (dan jarak!) pergerakan harga.

Penggunaan Untuk Target Profit

Dengan cara ini, Anda akan tetap bisa mempertahankan posisi dan kembali menganalisa reaksi pasar ketika harga mencapai range rata-rata hariannya. Jika pergerakan harga berlanjut, Anda bisa mempertahankan posisi Anda. Sebaliknya, jika terlihat tanda-tanda bahwa pasar mulai jenuh,  maka Anda bisa memperkirakan bahwa momentum pergerakan harga sudah mulai menurun dan itu kemungkinan adalah saat yang tepat untuk menutup posisi.

Strategi ini akan membuat Anda bisa “mengamankan” profit yang sudah didapatkan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Tetapi ingat bahwa cara ini haruslah menjadi bagian dari strategi trading Anda secara keseluruhan.

Demikian juga jika ternyata kondisi trading Anda mengalami loss. Jika harga telah bergerak melampaui range rata-rata hariannya, ada kemungkinan pasar akan benar-benar berbalik arah berlawanan dengan posisi yang Anda ambil.

Range Rata-Rata Harian Major Pairs

Jadi, berapa besar sih sebenarnya range rata-rata harian di forex?

Sebagai penutup, di sini saya menyajikan data rata-rata range harian untuk enam major currency pairs dalam setahun terakhir mulai Februari 2016. Mudah-mudahan membantu.

Pair Range Rata-Rata Harian
EURUSD 846.6 pips
GBPUSD 1457.2 pips
AUDUSD 761.7 pips
NZDUSD 774.1 pips
USDJPY 1188.2 pips
USDCHF 728.7 pips

0 Comments

3 Pelajaran Dari Pengalaman Trading di Tahun 2016

Tahun 2016 baru saja berakhir. Pergerakan pasar di tahun 2016 bisa dikatakan agak “ramai” dan sebenarnya ada setidaknya tiga hal penting yang bisa kita jadikan pelajaran sebagai bekal untuk menghadapi pasar trading forex di tahun-tahun berikutnya. Apa saja ya, kira-kira? Yuk, kita mulai.

1. Jangan terburu-buru “mengejar” even besar

Volatilitas memang adalah “sahabat baik” bagi trader-trader jangka pendek dan pada kenyataannya memang saat terbaik dalam “menangkap” peluang dalam volatilitas adalah ketika ada data ekonomi atau berita geopolitik yang besar.

Di tahun 2016 sendiri kita bisa melihat ada beberapa even besar yang memicu volatilitas dengan signifikan, semisal referendum Brexit dan pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS).

Banyak trader yang mencoba untuk “menerka” pergerakan harga bahkan sebelum kedua even besar tersebut diwartakan. Mereka yang “bertaruh” bahwa Inggris akan tetap berada di dalam keanggotaan Uni Eropa, atau mereka yang yakin bahwa Donald Trump tidak akan memenangkan pilpres AS,  ternyata tidak sukses meraih keuntungan. Bahkan “kubu” trader yang beranggapan kemenangan Donald Trump akan berakibat buruk bagi USD juga harus bertekuk lutut ketika sentimen pasar berbalik 180 derajat dengan cepat.

Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut adalah bahwa ada kalanya kita harus bersabar untuk membiarkan gejolak pasar sedikit mereda sebelum mengambil keputusan. Karena seringkali ada banyak peluang untuk menangkap koreksi-koreksi kecil seiring pembentukan trend yang jelas, yang mana hal itu bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

2. Ingat selalu: “The trend is your friend”

Kalimat “the trend is your friend” ini – mungkin – bagi sebagian trader terdengar usang, itulah mungkin sebabnya mengapa mereka cenderung mengabaikan konsep trading yang paling dasar ini.

Tugas utama kita sebagai trader adalah me-manage resiko ketika kita salah. Salah satu implementasinya adalah sebisa mungkin memperkecil kerugian. Sebaliknya, manakala kita benar (profit), maka tantangan yang dihadapi adalah memaksimalkan keuntungan tersebut dan hal ini dimungkinkan jika kita melakukan transaksi yang searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Itulah hal yang menarik dari trading forex. Jika manajemen resiko dijalankan dengan benar dan dikombinasikan dengan mematuhi konsep “the trend is your friend”, maka potensi untuk memperbesar keuntungan akan jauh lebih besar daripada resikonya.

3. Setialah pada trading plan

Kesalahan klasik dan selalu berulang – dan merupakan “dosa besar” dalam trading – yang sering dilakukan trader adalah “pengkhianatan” terhadap trading plan yang disusunnya sendiri.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang trader mengkhianati trading plan-nya sendiri. Di antaranya adalah hilangnya rasa percaya diri akibat kerugian yang baru dialami.

Anda seharusnya menganggap setiap transaksi sebagai “awal yang baru”, agar Anda tetap bisa mempertahankan kepercayaan diri. Jangan biarkan kerugian yang dialami membuat Anda menjadi terlalu berhati-hati sehingga menurunkan batas toleransi resiko dari yang telah ditetapkan dalam trading plan. Jangan batasi potensi keuntungan yang bisa dihasilkan oleh strategi yang sebenarnya sudah bagus hanya karena ketakutan akan mengalami kerugian lagi. Menurunkan batas toleransi resiko hanya karena ketakutan seperti ini justru akan mempersulit langkah Anda untuk menutupi kerugian yang telah terjadi sebelumnya.

Tidak ada alasan untuk – misalnya – menurunkan toleransi resiko per transaksi dari 10% menjadi 5% hanya karena Anda mengalami kerugian sebelumnya. Yang seharusnya bisa masuk posisi sebesar 1 lot, direduksi menjadi 0.5 lot. Ini tidak perlu.

Sebaliknya, banyak pula trader yang lantas merasa terlalu percaya diri karena baru mendapatkan keuntungan yang besar. Sebagai contoh, ada trader yang sempat memperoleh untung besar karena berhasil mendapat peluang dari pergerakan GBPUSD saat referendum Brexit. Di transaksi selanjutnya, karena merasa jumawa, ia menjadi lebih agresif dan melipatgandakan lot. Ini berbahaya karena ketika ia mengalami kerugian maka hal tersebut dengan cepat melenyapkan keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya. Kesalahan fatal dalam manajemen resiko.

Semoga di tahun 2017 ini kita bisa meningkatkan performa trading forex dengan mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat di tahun 2016.

Selamat menyambut tahun baru, semoga semakin sukses.

0 Comments

Tips Trading: Keluar Dari Zona Nyaman Dengan Aman

Salah satu misi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com adalah membantu para trader untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik dalam trading melalui latihan dan pengulangan. Tim ini bisa membantu Anda untuk mempelajari trading forex, mengenali kelemahan-kelemahan Anda sebagai trader dan menentukan cara seperti apa yang bisa berhasil (dan tidak berhasil) bagi Anda. Gampangnya, tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk membantu Anda agar bisa mengumpulkan profit secara konsisten.

Anda mungkin akan mendapatkan materi-materi tentang tips dan trik trading, mempelajari beberapa strategi trading dan mulai melakukan transaksi di salah satu currency pair pilihan Anda. Ketika Anda sudah merasa nyaman dengan strategi yang diterapkan pada salah satu pair, biasanya ada semacam keengganan untuk mencoba bertransaksi di pair lain. Ada yang misalnya hanya mau bertansaksi emas, oil, atau GBPUSD saja. Padahal sangat bisa jadi banyak peluang yang juga tercipta di pair atau komoditi lain. Jika Anda hanya mau bertransaksi satu pair saja, tentu tak mungkin Anda bisa meraih peluang yang muncul di pair lain. Itu sama saja dengan Anda membatasi potensi keuntungan yang bisa Anda raih.

Memang saya berulang menyatakan bagi para pemula sebaiknya fokus di satu atau dua pair saja, agar konsentrasi tidak mudah buyar. Tetapi, hei, itu kan saran untuk pemula.

Sebenarnya seiring perjalanan waktu dan bertambahnya pengalaman, intuisi dan keahlian Anda pun akan semakin tajam. Jika sudah seperti itu, ada baiknya Anda membuka diri untuk bersiap melepas status “newbie” yang selama ini melekat.

Nah, kali ini saya ingin mencoba membahas kemungkinan bagi Anda untuk mencoba keluar dari “zona nyaman” tersebut. Tenang, saya tidak akan meminta Anda untuk memperbesar transaksi hingga tiga atau empat kali lipat, atau memaksa Anda untuk meninggalkan kursi empuk yang biasa Anda tempati ketika trading.

Sebagai trader Anda perlu mengenal beberapa metode trading karena pasar itu tidak statis. Ia seperti “hidup”. Gerak dan perilakunya sangat dinamis, bahkan bisa berubah dalam waktu singkat. Karena itu, jika Anda hanya mengetahui satu metode saja, akan sulit bagi Anda untuk bisa mengantisipasi perubahan “tabiat” pasar. Jadi Anda perlu memperluas wawasan dan mengembangkan keahlian trading Anda.

Selain meningkatkan pengetahuan Anda tentang trading, keluar dari zona nyaman juga bisa membuka cakrawala pengetahuan untuk mengenali peluang yang lebih banyak (dan kemungkinan besar: profit yang lebih banyak). Jika berhasil Anda lakukan dengan baik, maka hal itu akan meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri dan penguasaan mental Anda sebagai trader.

Tetapi Anda tetap harus berhati-hati. Keluar dari zona nyaman juga bisa berarti mengekspos diri Anda ke tingkat stress yang mungkin lebih tinggi. Itu juga berarti lebih banyak peluang untuk melakukan kesalahan.

Untuk itu ada sedikit tips bagi Anda yang sudah bersiap untuk melangkah keluar dari zona nyaman Anda selama ini.

Mulailah Perlahan-lahan

Berbicara mengenai melangkah keluar dari zona nyaman bukan berarti hal itu harus dilakukan dengan drastis dan ekstrim.

Misalnya, tadinya batasan resiko per transaksi Anda hanya sebesar 5% dari equity terakhir, mungkin bisa sedikit diperbesar menjadi 7% atau 10%. Dengan demikian, jumlah lot yang bisa Anda pergunakan bisa sedikit lebih besar (lebih lengkap tentang ini, baca artikel mengenai position sizing).

Jika biasanya Anda hanya bertransaksi di satu currency pair saja, cobalah untuk melirik juga peluang di dua atau tiga currency pair lain, sehingga Anda bisa mencoba mencari peluang di tiga atau empat currency pair.

Intinya, lakukan perlahan-lahan. Saya pun tidak merekomendasikan perubahan yang radikal, misalnya dari pembatasan resiko 5% langsung menjadi 25%, atau dari satu currency pair tiba-tiba langsung mengamati tujuh currency pair sekaligus. Pelan-pelan saja.

Coba Strategi Baru Dengan Demo Account Terlebih Dahulu

Jika Anda menemukan sebuah teori atau strategi baru, jangan terburu-buru untuk menerapkannya di real account. Cobalah terlebih dahulu di demo account. Dengan demikian, Anda akan bisa mencobanya dengan leluasa tanpa harus menghadapi resiko kehilangan uang.

Jangan pula terburu-buru untuk bisa segera mempergunakan strategi baru tersebut di real account. Cobalah setidaknya dalam tiga bulan tanpa berhenti. Ingat, Anda sudah memiliki strategi trading sebelumnya dan telah terbukti menghasilkan. Sebelum Anda benar-benar bisa membuktikan “keampuhan” strategi baru tersebut, tetaplah setia pada trading plan yang telah Anda miliki sebelumnya. Pergunakanlah strategi baru tersebut jika dan hanya jika Anda telah benar-benar melihat efektivitasnya.

Kebanyakan trader berpengalaman secara rutin keluar dari zona nyaman mereka. Kami, Tim Market Analyst FOREXimf.com sering melakukan pengujian strategi dan metode trading yang baru bagi kami. Terkadang hasil pengujian itu berhasil, terkadang gagal. Namun bagi kami yang penting bukanlah hasilnya, melainkan pelajaran yang berhasil kami petik.

Ingatlah bahwa tiap kali Anda melakukan hal baru – entah itu menguji metode baru atau menemukan teori baru – realitas Anda sebagai trader akan diuji. Jika Anda tetap rendah hati dan terbuka, besar kemungkinan Anda justru akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah terpikirkan. Sangat mungkin ide-ide baru akan bermunculan di pikiran Anda dan – dengan sendirinya – Anda akan berkembang.

Demi kejujuran, saya katakan bahwa memang tidak mudah untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Mungkin saja awalnya Anda akan gagal dan kembali lagi ke zona nyaman Anda. Tetapi seiring waktu, Anda akan bisa mempelajari banyak hal. Maka, jangan menyerah pada percobaan pertama atau ke dua saja, karena bisa jadi di percobaan ke tiga dan selanjutnya Anda akan banyak mendapatkan peningkatan kemampuan dan kematangan sebagai trader.

Jadi, siapkah Anda mengambil langkah pertama untuk keluar dari zona nyaman Anda sekarang?

0 Comments

Cara Melakukan Backtest Strategi Trading Menggunakan Simulator

Anggaplah Anda memiliki sebuah strategi forex trading dan ingin menguji seberapa akurat strategi tersebut. Anda bisa saja mengujinya dengan metode forward testing mempergunakan demo account, tetapi sebelum melakukan forward testing ada baiknya mengujinya terlebih dahulu dengan mempergunakan backtesting.

Mengapa Melakukan Backtesting?

Salah satu keuntungan melakukan backtesting adalah Anda bisa mencoba sebuah strategi trading lebih cepat daripada forward testing.

Tetapi jangan salah, meskipun Anda telah melakukan backtesting, tetap saja harus diikuti oleh forward testing karena kualitas hasil backtest sangat tergantung pada kualitas data historis pergerakan harga yang Anda miliki. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan forward testing setelahnya.

Saya pernah menulis tentang backtesting, yang bisa Anda baca kembali di sini. Tetapi artikel tersebut adalah cara melakukan backtesting untuk sebuah Expert Advisor (EA) atau “robot trading” yang sudah jadi.

Nah, kali ini saya akan mencoba membahas melakukan backtesting untuk cara trading manual.

Sebenarnya cara ini jugalah yang saya pergunakan untuk belajar trading di masa lampau. Jika Anda mempelajari – katakanlah – sebuah indikator teknikal dengan cara men-scroll chart ke belakang dan mengamati pola yang telah terjadi, pola indikator yang terbentuk memang sudah “jadi”, sehingga peluang kesalahan pembacaan sinyal sangat kecil, bahkan hampir nihil.

Hal tersebut tentu berpotensi menjadi masalah jika Anda mulai mengamati indikator tersebut secara live. Itu karena seringkali bentuk atau warna indikator teknikal tertentu berubah-ubah mengikuti naik-turunnya harga. Kondisi tersebut biasa disebut dengan “repaint”.

Nah, backtesting dengan mempergunakan simulator merupakan salah satu solusi untuk mempelajari indikator, atau bahkan sistem trading tertentu. Dengan simulator trading, Anda seolah-olah bisa “kembali ke masa lampau” dan “merasakan” pergerakan di masa itu. Indikator teknikal yang Anda pergunakan juga akan bergerak dinamis sesuai dengan pergerakan harga pada saat itu.

Trading Simulator

Anda bisa mencari program simulator trading yang bisa dipasang ke MT4 di internet atau dari Market yang terintegrasi dengan MT4. Salah satu simulator yang kami pergunakan adalah MNZ Trading Sim.

Cara mendapatkan simulator ini adalah dengan masuk ke Market yang bisa Anda temui di Terminal MT4 Anda. Di kotak “search” Anda tinggal mengetikkan MNZ Trading Sim, maka Anda akan melihat simulator yang dimaksud lalu klik ikon-nya.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Setelah itu Anda tinggal mengklik tombol “Download” dan tunggu hingga muncul tulisan “Installation completed”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Jika simulator ini sudah terpasang dengan benar di MT4, maka Anda akan melihat muncul folder “Market” di “Navigation Panel” MT4. MNZ Trading Sim ini akan bisa Anda temui di folder tersebut.

Mempergunakan Simulator

Untuk melakukan backtesting dengan simulator yang sudah Anda download tadi, pergunakan fasilitas Strategy Tester yang ada di MT4. Cara mengaktifkan Strategy Tester ini adalah dengan meng-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”. Kalau Anda terbiasa mempergunakan shortcut, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl-R pada papan ketik Anda.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Kemudian pilih MNZ Trading Sim di bar Expert Advisor. Jika Anda tidak melihatnya, coba klik folder “Market”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Langkah selanjutnya adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk melakukan simulasi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut. Misalnya jika Anda memilih “From: 2010.01.01 To: 2016.10.07”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Januari 2010 hingga 10 Juli 2016).

Karena akan melakukan simulasi trading manual, jangan lupa klik juga kotak ceklis “Visual mode” agar nanti Anda bisa melihat pergerakan harga seperti pergerakan sesungguhnya.

Setelah semua parameter ditetapkan, Anda tinggal meng-klik “Start” dan nanti akan muncul chart yang menampilkan pergerakan harga selama rentang waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Chart yang bergerak itu sebenarnya menampilkan “rekaman” pergerakan harga yang telah terjadi, tetapi di-“play back” sehingga Anda seolah melakukan transaksi di masa itu. Anda bisa memasang indikator-indikator yang Anda inginkan di chart tersebut, sesuai dengan pengaturan indikator strategi forex trading yang akan Anda simulasikan.

Menjalankan Simulasi

Karena ini hanya “rekaman”, maka Anda bisa mempercepat atau memperlambat pergerakan chart simulasi tersebut. Caranya adalah dengan menggeser-geser “speed bar” yang ada di Visual Mode. Anda juga bisa menghentikan simulasi sementara dan kemudian menjalankannya lagi dengan tombol “Pause” yang tersedia.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Anda tinggal melakukan transaksi (simulasi tentunya) sesuai dengan sinyal yang diberikan sistem trading yang Anda pergunakan. Untuk melakukan transaksi simulasi tersebut, Anda tinggal memanfaatkan fitur yang tersedia di MNZ Trading Sim. Anda bisa melakukan simulasi Instant/Market Execution atau Pending Order.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Nah, dengan cara ini Anda bisa berlatih mempergunakan strategi forex trading Anda, seolah berada di pasar yang sesungguhnya.

Semoga berguna.

0 Comments

Gross Domestic Product: Sebuah Penjelasan Singkat

Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) dalam bahasa Indonesia, selama ini diyakini sebagai salah satu indikator penting yang mengukur “kesehatan” perekonomian sebuah negara. Dalam forex trading, GDP merupakan salah satu data ekonomi penting (big figure) yang diperhatikan para trader untuk membaca potensi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Kali ini kita akan mencoba memaparkan secara singkat dan sederhana mengenai apa dan bagaimana sebenarnya GDP tersebut. Bagaimana sebenarnya dampak data GDP ini terhadap pasar dan masyarakat umum?

Apa Itu GDP?

GDP merupakan representasi nilai total penjualan dari semua barang dan jasa yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Singkatnya, GDP adalah segala hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja.

Data GDP juga merupakan cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan.

Di Amerika Serikat (AS), angka GDP ini dikalkulasikan dan diumumkan setiap kuartal oleh Bureau of Economic Analysis (BEA), yang merupakan bagian dari US Department of Commerce. BEA seringkali merevisi estimasi – entah naik atau turun – seiring dengan perkembangan data yang diterima sepanjang kuartal tersebut.

Biasanya, angka GDP yang diumumkan dibandingkan dengan kuartal atau tahun sebelumnya. Sebagai contoh, jika GDP di kuartal ke-2 naik tiga persen, ini artinya perekonomian negara tersebut telah mengalami pertumbuhan sebesar tiga persen di sepanjang kuartal pertama.

Bagaimana GDP Dihitung?

Menghitung GDP sesungguhnya agak rumit, namun secara sederhana perhitungannya bisa dilakukan setidaknya satu di antara dua cara. Bisa dengan menjumlahkan semua penghasilan masyarakat dalam setahun, atau menjumlahkan semua pengeluaran masyarakat. Semua jalan perhitungan seharusnya menghasilkan data yang lebih kurang sama.

Metode perhitungan yang mempergunakan parameter penghasilan diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan semua karyawan, laba perusahaan, pendapatan hak cipta, pendapatan sewa dan pendapatan bunga bersih.

Sedangkan metode dengan pendekatan pengeluaran dihitung dengan menjumlahkan konsumsi total, investasi, belanja negara dan ekspor bersih.

GDP Nominal Dan GDP Riil

Ini juga mungkin sedikit rumit, tetapi intinya GDP nominal tidak memperhitungkan inflasi sedangkan GDP riil memperhitungkan inflasi. Ini perbedaan yang penting karena inilah sebabnya mengapa beberapa laporan GDP mengalami revisi.

GDP nominal mengukur nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (misalnya kuartal atau tahun) mempergunakan harga-harga pada waktu tersebut. Tetapi tingkat harga pada umumnya bisa meningkat karena inflasi, yang menyebabkan kenaikan GDP nominal meskipun jumlah barang dan jasa yang diproduksi tidak mengalami perubahan. Meskipun demikian, data GDP nominal tidak mencerminkan kenaikan harga. Nah, di sinilah kemudian GDP riil berperan.

BEA biasanya akan mundur ke kuartal atau tahun sebelumnya dan mengukur nilai barang dan jasa yang disesuaikan untuk mengukur inflasi. Inilah yang kemudian disebut GDP riil (real GDP). Untuk mengukur pertumbuhan GDP tahunan, biasanya yang dipergunakan adalah real GDP ini, karena data tersebut memberikan gambaran yang lebih akurat akan perekonomian negara.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Masyarakat Umum?

Perekonomian suatu negara biasanya dianggap “sehat” apabila tingkat pengangguran rendah dan upah meningkat, karena sektor bisnis membutuhkan lebih banyak pekerja untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, jika pertumbuhan GDP terlalu cepat, bank sentral (kalau di AS, adalah Federal Reserve/Fed) kemungkinan besar akan menaikkan tingkat suku bunga untuk mengimbangi laju inflasi – dengan kata lain meningkatnya harga barang dan jasa. Ini bisa berarti biaya (bunga) yang diperlukan untuk kredit kendaraan dan perumahan akan menjadi semakin tinggi pula. Pada gilirannya, sektor bisnis pun juga akan merasakan dampaknya, di mana terjadi peningkatan biaya untuk pinjaman modal dan/atau membayar gaji/upah pekerja.

Sebaliknya jika GPD melambat, atau istilahnya negatif, pun akan memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi yang bisa saja akan berakibat meningkatnya jumlah pemutusan hubungan kerja dan menurunnya pendapatan bisnis serta belanja masyarakat.

Bagaimana GDP Mempengaruhi Investor?

Para investor memantau pertumbuhan GDP untuk menilai apakah pertumbuhan ekonomi mengalami perubahan dengan cepat atau tidak, sehingga mereka akan bisa memutuskan penempatan aset mereka. Memburuknya perekonomian biasanya berarti menurunnya keuntungan yang diperoleh para pengusaha, yang bisa berdampak negatif bagi nilai saham-saham perusahaan mereka.

Data GDP juga bisa membantu para investor untuk memutuskan di negara mana peluang investasi yang terbaik. Kebanyakan investor asing memilih untuk membeli perusahaan atau menanamkan modal di negara yang perekonomiannya berkembang. Dengan kata lain, jika banyak investor asing berdatangan ke suatu negara untuk menanamkan modal, itu berarti mereka menganggap perekonomian negara tersebut sedang baik dan prospeknya pun bagus.

Bagaimana Memanfaatkan Data GDP Bagi Trader?

Dalam forex trading, data GDP yang paling diperhatikan adalah rilis data GDP dari negara-negara maju seperti Inggris, kawasan Euro dan – tentu saja – primadonanya adalah data GDP dari AS.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, peningkatan angka GDP berarti tumbuhnya perekonomian negara tersebut. Akibatnya, peningkatan data GDP biasanya diikuti oleh penguatan mata uang negara tersebut. Sebaliknya, jika angka GDP menurun maka biasanya diikuti oleh pelemahan mata uang negara yang bersangkutan.

Jadi, jika Anda melihat rilis data US GDP naik dari – misalnya – 2% ke 3%, kemungkinan akan diikuti oleh penguatan USD. Dengan kata lain, Anda bisa membuka posisi buy terhadap USD. Artinya, di antara transaksi yang bisa Anda lakukan misalnya adalah membuka posisi SELL GBP/USD, SELL EUR/USD, atau BUY USD/JPY.

Tentu saja setiap transaksi membutuhkan analisa dan perhitungan yang cermat. Jika Anda membutuhkan bantuan, Anda bisa bertanya pada tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Demikian penjelasan singkat mengenai GDP, salah satu data ekonomi yang berpengaruh terhadap pergerakan pasar.

0 Comments

Ternyata, Tiga Hal Ini Membuat Trader Forex Gagal

Anda perlu mengetahui bahwa seperti halnya sekian banyak bisnis lain yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, forex trading juga membutuhkan pengetahuan, waktu, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih memahami serta menjalankannya. Inilah mungkin sebabnya mengapa tidak terlalu banyak pemula yang benar-benar bisa menguasai bisnis ini pada percobaan pertama.

Setelah belasan tahun mengamati dunia forex, ternyata ada setidaknya tiga alasan mengapa sedikit sekali orang yang mampu bertahan di forex trading. Nah, jika Anda pemula, ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai agar tidak terjerumus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

1. Menyepelekan resiko

Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa forex trading – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi resiko yang tidak boleh diremehkan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola resiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.

Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati resiko. Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen resiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh. Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.

Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun  berlipat ganda; namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka? Anda tentu tahu jawabannya: mereka akan rugi besar. Inilah sebabnya manajemen resiko dan manajemen modal sangat penting!

2. Rugi

Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.

Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan. Tidak ada holy grail dalam forex trading, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil resiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian, sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka. Yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah: untung, untung dan untung.

Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian. Jika misalnya mereka membuka transaksi “buy” namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari resiko kerugian yang lebih besar lagi.

Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata, “The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”

3. Harapan tak terpenuhi

Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes. Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.

Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?

Di antaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka. Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor resiko.

Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada resiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup. Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar trading dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya. Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.

Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?

Ada. Ciri-cirinya adalah:

  • mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
  • ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
  • ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
  • Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
  • Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading

Beruntung, Anda bisa menemukan semua hal itu di FOREXimf.com.

Nah, sekarang mudah-mudahan Anda sudah bisa mengetahui apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang trader yang sukses dalam forex trading.

Salam.

0 Comments

Penasaran Cara Mudah Membuat Robot Trading? Pakai Tradeworks!

Bagi kebanyakan trader forex, istilah “robot” mungkin sudah bukan istilah yang asing lagi. Robot, yang nama “resmi”-nya adalah Expert Advisor, adalah sebuah program komputer yang memungkinkan terjadinya transaksi secara otomatis sesuai dengan logika (algoritma) yang dimasukkan. Dengan robot, seorang trader tak perlu terus menerus memantau pergerakan pasar untuk mencari peluang.

Untuk membuat sebuah robot trading, seseorang harus memahami alur logika strategi trading yang akan diotomatisasi tersebut. Ingatlah bahwa tingkat keberhasilan sebuah robot trading sangat tergantung pada strategi yang dimasukkan ke dalamnya.

Kemudian Anda harus “menerjemahkan” alur strategi tersebut ke dalam bahasa pemrograman. Pada umumnya, robot untuk forex menggunakan bahasa MQL yang terintegrasi dengan platform trading MetaTrader. Menurut para programmer, bahasa MQL mirip dengan bahasa C dalam pemrograman.

Masalahnya tidak semua trader mengerti bahasa pemrograman. Bisa dikatakan sangat sedikit trader forex yang kebetulan memahami pemrograman komputer. Walhasil hanya sedikit pula yang bisa membuat robot trading khusus untuk forex. Akhirnya para trader yang ingin memiliki robot trading biasanya akan mempergunakan jasa programmer untuk membuatkan robot untuk mereka dan biasanya tarif jasanya tidak murah.

Bagaimana Cara Memperoleh Robot Trading?

Jika Anda menguasai bahasa pemrograman, Anda bisa membuat robot trading sendiri. Yang Anda perlukan hanyalah sebuah strategi trading yang telah teruji akurasi dan profitabilitasnya.

Jika Anda tidak memahami pemrograman, Anda bisa mencari robot trading di internet ataupun di Market yang ada di MetaTrader. Ada yang gratis, ada pula yang harus dibeli. Kalau Anda mencari di internet, biasanya robot-robot tersebut dijual dengan harga tinggi juga.

Agar robot tetap aktif, Anda pun harus memastikan bahwa MetaTrader Anda tetap dalam kondisi online. Kalau MetaTrader Anda mati, robot tersebut juga akan ikut nonaktif sehingga tidak bisa mengeksekusi transaksi jika ada peluang yang muncul berdasarkan strategi yang di-input.

Padahal salah satu alasan orang mempergunakan robot – selain untuk mereduksi faktor psikologis – adalah untuk mencari peluang sebanyak mungkin bahkan saat Anda tidur sekalipun. Untuk itulah kebanyakan orang yang mempergunakan robot trading menyewa VPS (Virtual Private Server) untuk menjalankan MetaTrader plus robot mereka. Penyedia VPS “menjamin” bahwa MetaTrader Anda akan selalu online agar robot trading tersebut juga selalu aktif.

Bagi sebagian orang, hal ini dianggap kurang ekonomis, apalagi kalau ternyata ia juga harus membayar untuk memperoleh robot tradingnya. Sudah harus bayar untuk robotnya, harus bayar pula untuk sewa VPS per bulan.

EA Builder

Dewasa ini sudah bermunculan beberapa situs internet yang memungkinkan Anda untuk mengotomatisasi strategi trading Anda dengan cara yang lebih mudah tanpa perlu melakukan coding (menulis program komputer), yang biasa disebut “EA builder”. Dengan EA builder ini Anda bisa memasukkan perintah-perintah sederhana sesuai dengan alur logika strategi trading Anda.

Kebanyakan EA builder bisa dipergunakan dengan gratis dan memang cara ini lebih mudah daripada pemrograman biasa. Hanya saja Anda masih harus memasukkan banyak perintah dan hasil akhir dari EA builder ini masih tetap berupa script program yang masih harus Anda unduh dan compile. Setelah itu Anda masih harus meng-install robot tersebut di MetaTrader Anda.

Tradeworks

Lalu hadirlah Tradeworks yang bermarkas di Copenhagen, Denmark. Tradeworks bukanlah robot, melainkan penyedia “alat” untuk mengotomatiskan strategi trading Anda. Mirip dengan EA builder, namun lebih mudah dan lebih lengkap. Fitur-fitur yang disediakan jauh lebih lengkap dan lebih user-friendly dibandingkan dengan EA builder biasa, sehingga lebih memudahkan pengguna – bahkan yang sangat awam akan pemrograman – untuk mengotomatisasikan strategi trading yang mereka miliki.

Dari beberapa pelatihan yang dilakukan oleh tim Market Analyst & Education FOREXimf.com, ternyata mayoritas peserta pelatihan mampu melakukan otomatisasi strategi trading dengan waktu yang singkat, tentunya jika dibandingkan dengan melakukan pemrograman manual dengan bahasa MQL.

Dalam waktu kurang dari setengah jam (termasuk penjelasan penggunaan Tradeworks itu sendiri), peserta pelatihan mampu mengotomatiskan strategi trading yang mempergunakan cross MA sebagai dasarnya. Bahkan untuk mengotomatiskan strategi MA itu sendiri hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit, lengkap dengan pengaturan money management dan risk management.

Padahal, hanya satu dari 20 peserta pelatihan yang memiliki pengetahuan tentang pemrograman. Hal ini memperlihatkan bahwa Tradeworks memang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan metode pemrograman manual maupun EA builder biasa.

Tidak hanya itu, strategi yang telah diotomatisasi melalui Tradeworks bisa langsung dihubungkan dengan akun trading MT4 pengguna. Anda tidak perlu lagi mengunduh strategi yang sudah diotomatisasi, karena akan langsung terhubung dengan akun trading Anda. Anda juga tidak perlu lagi menyewa VPS.

Dukungan Pelatihan

Tim Market Analyst & Education FOREXimf.com menyediakan paket dan program pelatihan bagi Anda yang ingin mengetahui dan mempergunakan Tradeworks. Mulai dari webinar, kelas offline, workshop special hingga private coaching.

Masih banyak keunikan Tradeworks yang belum diungkap di sini. Jika Anda tertarik untuk mengetahui Tradeworks lebih jauh, Anda bisa mendaftar melalui link ini.

0 Comments

Trik Optimalkan Peluang: Efektifkan Modal Trading Forex Anda

Salah satu pertanyaan yang cukup sering berulang saya terima selama menjadi trainer di dunia forex trading adalah, “Pak, kalau saya punya $10,000, berapa lot saya bisa buka posisi?”

Kalau tak salah ingat, ada setidaknya lima kali saya menulis tentang position sizing di website ini – mulai dari gambaran umum hingga detil perhitungannya.

Position sizing adalah tentang cara mengatur berapa besar lot yang bisa Anda pergunakan dalam membuka posisi trading. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah seorang trader agar tidak terjebak dalam kondisi overtrade, yaitu kondisi ketika ia membuka posisi terlalu banyak melebihi yang seharusnya. Dengan demikian, trader tersebut akan terhindar dari resiko yang terlalu besar karena posisi yang diambil dengan sendirinya sudah memperhitungkan besaran resiko tersebut.

Tetapi ternyata yang tidak banyak disadari adalah bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga berguna untuk mengefektifkan strategi dan modal Anda.

Strategi harus cocok dengan modal

Masih ingatkah Anda dengan konsep Mind-Method-Money dalam trading? Kalau lupa, izinkan saya ingatkan lagi.

Mind berkaitan dengan sikap mental Anda sebagai trader. Bagaimana Anda mampu menjalankan trading plan Anda dengan baik, disiplin dan tanpa keraguan sedikit pun.

Method merupakan metode atau strategi trading yang Anda jalankan.

Money adalah modal Anda. Bagaimana Anda menggunakan dan mengaturnya.

Fokus kita kali ini adalah di money.

Anda mungkin cukup sering mendapatkan strategi trading tertentu baik dari internet atau kenalan dan menurut pengakuan mereka strategi tersebut cukup ampuh dalam mendulang profit. Pertanyaan yang seharusnya segera muncul dari Anda adalah: berapa besar modal yang diperlukan agar strategi tersebut berhasil dengan baik?

Sangat banyak strategi trading yang diklaim profitable namun ternyata tidak bekerja dengan baik ketika Anda pergunakan. Ada beberapa penyebab, di antaranya adalah Anda tidak memiliki modal yang tepat untuk strategi tersebut. Sangat mungkin trader yang sebelumnya sukses menjalankan strategi tersebut memiliki modal yang jauh lebih besar daripada modal Anda. Jadi, jangan memaksakan diri mempergunakan strategi yang sama jika modal yang Anda miliki jauh lebih kecil.

Jangan sia-siakan kekuatan Anda

Bagaimana jika seandainya Anda memiliki modal yang cukup besar? Berapa lot yang sebaiknya dibuka untuk bertransaksi?

Sebelum kita lanjutkan, perlu dipahami bahwa “kekuatan” di sini maksudnya adalah modal. Ini erat kaitannya dengan position sizing yang disinggung di atas.

Katakanlah Anda memiliki modal sebesar $10,000 atau setara dengan seratus juta rupiah. Lalu Anda akan melakukan transaksi, lantas muncullah pertanyaan seperti yang disebutkan di paragraf awal di atas.

Memang Anda boleh saja membuka posisi hanya 0.1 lot, misalnya. Tetapi apakah langkah itu akan efektif untuk mengoptimalkan peluang yang ada? Belum tentu, karena itu bisa berarti Anda menyia-nyiakan kekuatan modal Anda sesungguhnya.

Artinya, trading forex Anda menjadi kurang efektif.

Bagaimana agar trading jadi lebih efektif?

Di situlah peran position sizing.

Ingat bahwa dalam trading Anda juga perlu menetapkan batasan kerugian maksimal untuk setiap transaksi. Kalau modal Anda $10,000 dan batasan resiko untuk tiap trade adalah (misalnya) 10%, itu berarti kerugian (resiko) tiap transaksi tidak lebih dari $1,000.

Nah, anggaplah Anda akan melakukan transaksi di EUR/USD. Setelah sudah melakukan analisa teknikal, Anda melihat bahwa stop-loss semestinya ditempatkan sejauh 500 pips dari level posisi terbuka Anda. Dengan asumsi quote 5 desimal, di mana 1 pip(ette) = $1, maka besarnya stop-loss per lot adalah $500.

OK, jadi dengan skenario tersebut, berapa lot Anda bisa membuka posisi?

Ini jawabannya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Dengan perhitungan seperti di atas, maka seandainya Anda loss pun tidak akan melebihi batas toleransi resiko Anda. Dengan demikian Anda tetap bisa tenang.

Sebaliknya jika Anda mendapatkan keuntungan maka Anda telah membuat transaksi tersebut menjadi jauh lebih efektif daripada hanya membuka posisi sebesar 0.1 lot, misalnya.

Jadi jelas bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga bisa membuat trading Anda jauh lebih efektif tanpa perlu takut mengalami kerugian yang terlalu besar, karena memang sudah Anda batasi sejak awal sesuai dengan “tingkat kenyamanan” Anda sendiri.

Anda siap membuat strategi trading forex Anda jauh lebih efektif namun tetap dalam batas toleransi resiko? Pergunakanlah trik position sizing ini di akun trading Anda.

0 Comments