Posts

Sejarah Trading Forex yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Trading forex memiliki jejak sejarah yang cukup lama. Mulai dari era trading emas hingga trading forex online. Tapi, tahukah Anda bagaimana sejarah terciptanya perdagangan tersebut dunia ini? berikut ulasannya.

Memang topik ini tidak berkaitan dengan kemampuan Anda meraih keuntungan dalam  trading, namun tidak ada salahnya mempelajari fakta-fakta penting terkait bisnis yang kita jalani ini. Setidaknya kita bisa bercerita kepada orang yang ingin tahu apa itu forex trading.

Sejarah Forex: Sistem Standar Emas

Gold Standard System atau sistem keuangan standar emas tercipta pada tahun 1875, yang merupakan suatu peristiwa paling penting dana sejarah pasar uang.

Sebelum standar emas diciptakan, negara-negara di dunia pada umumnya mempergunakan emas dan perak sebagai alat pembayaran internasional.

Masalah utama penggunaan emas dan perak untuk alat pembayaran adalah bahwa nilai kedua logam mulia ini sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran global.

Sebagai contoh, penemuan sebuah tambang emas baru biasanya (waktu itu) akan menekan harga emas.

Ide yang mendasari terciptanya sistem standar emas ini adalah bahwa pemerintah menjamin nilai tukar suatu mata uang terhadap sejumlah emas, demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain, suatu mata uang di-back up oleh sejumlah emas.

Dengan demikian jelaslah bahwa pemerintah membutuhkan sejumlah cadangan emas yang cukup untuk memenuhi permintaan akan pertukaran mata uang.

Selama akhir abad ke-19, semua negara ekonomi maju telah mematok sejumlah mata uang senilai dengan satu ons emas.

Seiring dengan berjalannya waktu, perbedaan harga antara satu ons emas di antara dua mata uang yang berbeda menjadi kurs valuta asing antara dua mata uang tersebut. Ini menjadi definisi awal valuta asing dalam sejarah.

Standar emas ternyata runtuh selama permulaan Perang Dunia I. Karena meningkatnya ketegangan dengan Jerman, negara-negara di Eropa merasa bahwa mereka harus menyelesaikan proyek-proyek militer yang besar. Maka mulailah mereka mencetak uang untuk membiayai proyek-proyek tersebut.

Beban finansial dari proyek-proyek tersebut sangat besar sehingga tidak tersedia cukup emas untuk mem-back up uang yang telah dicetak dalam jumlah besar tersebut dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Although the gold standard would make a small comeback during the years between the wars, most countries had dropped it again by the onset of World War II. However, gold never stopped being the ultimate form of monetary value.

Meskipun standar emas sempat kembali dipergunakan setelah Perang Dunia I usai, namun kebanyakan negara kembali “merusak” sistem tersebut pada saat permulaan Perang Dunia II. Meskipun demikian, emas tidak pernah berhenti menjadi cadangan devisa yang terbaik.

Baca juga: Alasan Kenapa Anda Harus Trading Emas

Sejarah Forex: Bretton Woods System

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara yang tergabung dalam aliansi Sekutu merasa bahwa mereka perlu membangun sebuah sistem moneter untuk mengisi kekosongan akibat ditinggalkannya sistem standar emas.

Pada bulan Juli tahun 1944, lebih dari 700 perwakilan Sekutu mengadakan pertemuan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan kesepakatan yang kita kenal dengan nama Bretton Woods System sebagai bentuk pengelolaan moneter internasional.

Singkatnya, Bretton Woods menetapkan sebagai berikut:

  • Merupakan metode dengan kurs valas tetap
  • US dollar menggantikan peran standar emas menjadi mata uang cadangan utama
  • Pembentukan tiga badan internasional untuk memantau aktivitas ekonomi dunia: International Monetary Fund (IMF), International Bank for Reconstruction and Development, serta General Agreement on Tariffs and Trade (GATT).

Fitur utama dari sistem Bretton Woods adalah USD menggantikan emas sebagai standar utama nilai tukar untuk mata uang dunia.

Lebih jauh lagi, USD menjadi satu-satunya mata uang di dunia yang akan dilindungi oleh cadangan emas. Inilah yang di kemudian hari menjadi alasan utama gagalnya sistem Bretton Woods.

Dalam sekitar 25 tahun kemudian, sistem tersebut mengalami beberapa masalah.

Di awal tahun 1970-an, cadangan emas Amerika Serikat (AS) sangat sedikit sehingga Departemen Keuangan AS tidak mempunyai cukup emas untuk membiayai semua USD yang dimiliki oleh bank-bank sentral negara-negara di dunia.

Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 1971, Presiden AS kala itu, Richard Nixon mengambil langkah untuk menolak semua permintaan penukaran USD ke emas. Inilah akhir era Bretton Woods.

Meskipun sistem Bretton Woods tidak bertahan lama, namun sistem tersebut meninggalkan jejak yang masih memiliki dampak yang signifikan hingga hari ini.

Jejaknya tertinggal dalam bentuk tiga badan yang dibentuk waktu diresmikannya sistem tersebut, yaitu:

  1. IMF
  2. Bank for Reconstruction and Development (sekarang merupakan bagian dari World Bank)
  3. GATT, yang kemudian bertransformasi menjadi World Trade Organization (WTO).

Demikianlah sekelumit sejarah tentang forex trading.

Terima kasih.
Semoga bermanfaat.

Korelasi Emas, Minyak Mentah dan Forex yang Wajib Anda Ketahui!

Pergerakan harga emas dengan USD biasanya berbanding terbalik. Ketika harga emas menguat, maka harga USD akan melemah, begitupun sebaliknya.

Dalam dunia trading forex, hal tersebut dipercaya karena ketika “risk appetite” meningkat, investor kembali berburu dollar dan biasanya dengan menjual asset safe-haven mereka, dalam hal ini emas.

Sebaliknya jika  terjadi “ketidakpastian ekonomi”, para investor cenderung akan menukar dolar mereka dengan emas.

Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas

Akhir-akhir ini, meskipun “hubungan perbandingan terbalik” antara emas dengan USD masih berlangsung, nampaknya tidak terlalu “seharmonis” dulu lagi.

Ini karena ternyata USD juga sudah hampir dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga ketika ada masalah pada perekonomian dunia, para investor juga melarikan modal mereka ke USD.

Lalu bagaimana hubungan emas dengan mata uang lain?

Emas dan AUDUSD

Saat ini Australia merupakan penghasil emas terbesar ke-3 di dunia. Sebagai informasi saja, dalam kurun waktu satu tahun – biasanya produksi emas dunia mencapai nilai $5 milyar.

Perhatikan grafik harga emas berikut ini:

Grafik Pergerakan Harga Emas terhadap AUDUSD

Kalau kita cermati grafik emas di atas, kita bisa melihat bahwa pergerakan harga emas cenderung searah dengan pergerakan AUDUSD.

Artinya:

  • Ketika harga emas naik, AUDUSD juga ikut naik
  • Ketika harga emas turun, AUDUSD juga ikut naik

Dalam bahasa analisa teknikal, kita bisa mengatakan bahwa pergerakan harga emas dan AUDUSD memiliki korelasi positif.

Baca juga:

Berdasarkan data pergerakan harganya, koherensi antara AUDUSD dengan harga emas mendekati 80%.

Emas dan USDCHF

Berbeda dengan yang sebelumnya, USDCHF memiliki korelasi negatif dengan pergerakan harga emas.

Grafik Perbandingan Pergerakan Harga Emas dengan USDCHF

Dari grafik harga emas di atas bisa kita lihat bahwa:

  • Ketika harga emas turun, USDCHF cenderung naik
  • Ketika harga emas naik, USDCHF cenderung turun

Ternyata alasan di balik fakta tersebut adalah bahwa 25% uang yang dimiliki Swiss di-back up oleh cadangan emas.

Menarik bukan?

Minyak Mentah dan USDCAD

Sekarang kita akan coba mengintip jenis “emas” yang lain, yang biasa disebut “emas hitam” alias minyak mentah.

Komoditi ini sekarang menjadi salah satu komoditi yang penting bagi dunia, bahkan (mungkin) lebih penting daripada emas.

Bisa kita katakan bahwa dunia kita ini saat ini sudah “kecanduan minyak”.

Anda masih bisa hidup tanpa emas, tetapi coba bayangkan jika saat ini sama sekali tidak ada minyak.

Itu artinya tidak akan ada bensin, solar, gas (LPG), bahkan mungkin listrik.

Artinya Anda akan mengalami kesulitan untuk pergi ke kantor, memasak, dan membaca artikel ini di internet. Oleh sebab itu, hingga saat ini minyak masih menjadi primadona energi dunia.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Salah satu produsen minyak terbesar dunia adalah Kanada. Negara ini mengekspor setidaknya sekitar dua juta barel minyak per hari Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut membuat Kanada menjadi penyuplai minyak terbesar bagi AS, yang membuat Kanada menjadi “bandar minyak” bagi AS.

Nah, karena besarnya ekspor minyak Kanada ke AS, maka terciptalah permintaan yang sangat besar pula akan dollar Kanada (CAD).

Perlu Anda catat bahwa perekonomian Kanada bergantung pada ekspor. Sekitar 85% ekspornya dikirim ke AS. Oleh karena itu USDCAD sangat dipengaruhi oleh bagaimana para konsumen AS bereaksi atas perubahan harga minyak mentah.

Jika permintaan (barang) di AS meningkat, itu artinya para industrialis harus menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Artinya: more oil, please!

Naiknya permintaan minyak akan menaikkan harga minyak tersebut.

Jika harga minyak naik, maka CAD pun akan ikut menguat. Ketika CAD menguat terhadap USD, maka USDCAD akan turun.

Sebaliknya, jika permintaan di AS menurun, para industrialis akan menurunkan produksi mereka juga. Artinya, permintaan minyak akan turun dan membuat permintaan akan CAD ikut turun juga.

Jika permintaan akan CAD turun, maka CAD akan melemah. Jika CAD melemah terhadap USD, maka Anda tentu sudah bisa mengetahui ke mana USDCAD akan bergerak.

Ya. USDCAD akan naik.

Grafik Pergerakan Harga Minyak terhadap USDCAD

Dari uraian dan grafik yang disajikan di atas, Anda bisa melihat bahwa minyak mentah dan USDCAD memiliki korelasi negatif.

Artinya:

  • Jika harga minyak mentah turun, USDCAD cenderung naik
  • Jika harga minyak mentah naik, USDCAD cenderung turun

Apa Manfaatnya Untuk Trader?

Ketika Anda sudah mengetahui hubungan antara emas dan minyak mentah terhadap forex, Anda tentu akan bisa memikirkan strategi apa yang akan Anda jalankan.

Misalnya, ketika Anda mendengar atau membaca ada peluang harga minyak akan naik, maka Anda bisa mempergunakan informasi ini untuk membuka posisi sell pada USDCAD.

Atau, Anda membaca berita bahwa harga emas akan turun, maka Anda bisa membuka posisi buy pada USDCHF. Atau bahkan Anda bisa membuka juga posisi sell pada XAUUSD pada saat yang sama.

Hanya saja Anda harus tetap ingat untuk selalu membatasi resiko, karena tidak mungkin ada strategi yang selalu benar.

Baca juga: 3 Strategi Trading para Trader Professional

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai trading emas (komoditi) ataupun trading forex, silakan ajukan pertanyaan Anda melalui kolom komentar atau langsung menghubungi tim Market Analyst FOREXimf melalui fitur Live Chat.

Terima Kasih.
Semoga bermanfaat.

3 Strategi Forex Yang Dipakai Trader Profesional

Berbicara forex trading berarti berbicara juga tentang berbagai informasi mengenai strategi trading yang bisa Anda dapatkan di internet.

Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua strategi yang diklaim “hebat” bisa benar-benar berfungsi.

Dalam artikel ini saya mencoba untuk merangkum setidaknya 3 strategi trading yang biasa digunakan oleh para trader profesional.

1. Trading Ketika Ada Faktor Penggerak Fundamental yang Kuat

Cara ini memanfaatkan respon pasar ketika ada rilis data ekonomi. Pasar biasanya akan bergerak lebih volatile jika angka dari sebuah data ekonomi tertentu diumumkan lebih baik atau lebih buruk daripada perkiraan.

Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data tersebut ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam.

Dengan demikian, counterpart atau “pasangan mata uang”-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.

Jika misalnya akibat data tersebut USD menguat, maka pair seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD akan bergerak turun.

Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasca rilis data NFP maka para trader membuka posisi sell pada pair-pair tersebut.

Data ekonomi yang paling sering dimanfaatkan untuk menerapkan strategi ini biasanya adalah US NFP dan keputusan suku bunga Fed.

2. Gunakan “Angka Bulat” sebagai Acuan Support & Resistance

Yang dimaksud dengan “angka bulat” di sini adalah level-level harga seperti;

  • 1.50000
  • 1.0000
  • 0.50000
  • 100.000, dsb.

Sedangkan yang dianggap “tidak bulat” adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti;

  • 1.38775
  • 1.58837
  • 139.387, dsb.

Angka bulat” ini juga sering disebut sebagai “level psikologis” yang biasanya merupakan area support atau resistance kunci.

Contohnya, ketika Anda melihat harga bergerak di atas area level psikologis itu, maka level tersebut menjadi support kunci.

Anda bisa membuka posisi buy dengan acuan stop loss di area level psikologis tersebut.

Sebaliknya jika harga tembus ke bawah level tersebut, Anda justru bisa mendapatkan peluang untuk membuka posisi sell.

3. Menggunakan Kombinasi Indikator Teknikal

Ini yang sering disebut sebagai sistem trading. Para trader profesional biasanya mempergunakan beberapa indikator teknikal sekaligus.

Dengan maksud agar indikator yang satu bisa menutupi kelemahan indikator yang lain sehingga sinyal yang dihasilkan diharapkan lebih confirmed.

Sebagai contoh, Anda bisa melihat analisa teknikal yang diterapkan oleh tim Market Analyst FOREXimf.com dengan menggunakan:

  1. Stochastic Oscillator
  2. Commodity Channel Index (CCI)
  3. Moving Average
  4. Fibonacci Retracement

Moving Average (MA) dipergunakan untuk membantu memperkuat bias. Jika trend terlihat jelas (misalnya uptrend atau downtrend), maka MA lebih berfungsi sebagai area support atau resistance dinamis.

Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA bisa memberikan petunjuk, kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral.

Selain itu MA juga bisa berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi informasi area entry yang baik.

Sebenarnya area acuan untuk entry market bisa ditentukan dari Fibonacci Retracement saja.

Namun jika diperkuat oleh MA; yaitu ketika area acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan area MA, maka area tersebut akan semakin valid untuk melakukan entry market.

Sementara itu stochastic dan CCI berfungsi sebagai “trigger” atau “pemicu”, yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell).

Ketika harga sudah berada di area acuan, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, sesuai dengan bias intraday-nya.

Fibonacci Retracement juga berfungsi sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah.

Penembusan support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Hal tersebut seharusnya dijadikan “warning” jika Anda sudah telanjur membuka posisi buy atau sell.

Agar bisa mengoptimalkan trading forex Anda, sebaiknya carilah strategi yang benar-benar sesuai untuk Anda. Sesuai dengan karakter Anda, sesuai pula dengan kekuatan modal Anda.

Jangan mencoba untuk memaksakan diri mempergunakan strategi trading orang lain yang tidak sesuai dengan Anda.

Meskipun misalnya strategi tersebut bisa berhasil dengan baik ketika dipergunakan oleh orang lain, belum tentu strategi yang sama tersebut bisa berhasil juga pada Anda, karena memang belum tentu cocok.

 


Masih ada pertanyaan?
Jangan sungkan untuk menghubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat (Senin s/d Jumat, dari pukul 08.00-22.00 WIB.

Hadiri pula WEBINAR GRATIS yang kami adakan setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.30 WIB. Informasi lebih lengkap, silakan klik di sini.

Belajar Lagi Yuk: Macam-Macam Support & Resistance Forex

Support dan resistance merupakan istilah yang populer yang dalam dunia trading. Konon, trading tanpa menentukan support dan resistance akan menyebabkan kerugian.

Benarkah demikian?
Sebetulnya apa itu support dan resistance?

Nah, kali ini kita akan belajar mengenali metode-metode support and resistance untuk trading forex.

Pengertian Support dan Resistance

Support and Resistance adalah level-level kritis yang digunakan oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Level tersebut digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah.

Jika Support and Resistance ini digabungkan dengan bentuk-bentuk candlestick, dipercaya akan dapat menentukan pergerakan selanjutnya.

Support secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level di mana penawaran mulai berkurang dan permintaan bertambah sehingga jika hal tersebut terjadi, harga-harga akan naik pada level tersebut.

Pada prinsipnya, apabila harga pasar berhasil menembus level support tersebut, maka diperkirakan harga pasar akan melanjutkan penurunannya sampai level support berikutnya.

Namun apabila harga pasar tidak mampu menembus level tersebut, maka harga pasar akan berbalik arah. Level support yang sudah ditembus, dapat menjadi level resistance dan menahan harga pasar untuk naik.

Resistance secara ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah level dimana penawaran sudah terlalu banyak dan permintaan sudah mulai berkurang sehingga harga pasar akan turun pada level tersebut.

Apabila harga pasar berhasil naik dan menembus level resistance tersebut, maka diperkirakan harga pasar akan terus naik hingga level resistance berikutnya.

Level resistance yang sudah ditembus akan menjadi support dan dapat menahan pasar untuk turun melewati level tersebut.

Untuk bisa mengenali support dan resistance, mau tidak mau Anda harus belajar mengamati chart forex.

Pelan-pelan saja, tak perlu terburu-buru.
Pasti bisa.

Menentukan Support dan Resistance

Setelah memahami pengertian dari support and resistance, kini saatnya Anda menentukan support and resistance tersebut.

Tahukah Anda, bahwa ada banyak cara menentukan support dan resistance?

Mari kita bahas satu per satu.

1. Titik Tertinggi (Top) atau Titik Terendah (Bottom)

Metode ini merupakan cara sederhana untuk menentukan support resistance, dengan melihat data historis dimana harga-harga tertahan.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa langsung melihatnya melalui gambar berikut ini;

belajar forex

belajar forex

Inti dari cara ini adalah Anda cukup melihat dimana harga banyak tertahan.

Semakin besar timeframe yang digunakan, kecenderungannya akan semakin valid support dan resistance tersebut.

Oh ya, chart di atas menggunakan candlestick chart.
Jika Anda ingin belajar candlestick yang populer di dalam trading forex, Anda bisa klik di sini.

2. Trendline

Trendline dapat berlaku sebagai support dan resistance.
Untuk bisa menggambar trendline dengan baik, tentunya Anda harus mengenali tren-nya terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan menghubungkan minimal dua titik lembah jika dalam keadaan uptrend, sedangkan dalam keadaan downtrend, hubungkanlah minimal dua titik puncak.

Jika harga mendekati garis trendline maka hal tersebut dapat membuka peluang area tersebut menjadi area resistance atau support.

Untuk memperjelas, Anda bisa langsung melihatnya melalui gambar berikut ini;

belajar forex

belajar forex

Anda ingin mengenal trendline lebih detail?
Kunjungi kelas belajar forex kami di sini.

3. Fibonacci Retracement

Jika anda sudah mahir menggunakan meta trader, tools Fibonacci retracement mungkin istilah yang tidak asing di telinga Anda. Tools ini kerap digunakan para trader untuk melakukan analisa.

Namun, tahukah anda bahwa Fibonacci retracement bisa berlaku sebagai support dan resistance?

Fibonacci memiliki level-level yang biasa digunakan yakni;

  • Level 0.0%
  • Level 23.6%
  • Level 38.2%
  • Level 50.0%
  • Level 61.8%
  • Level 76.4%
  • Level 100.0%

Level-level tersebut kerap dijadikan sebagai acuan untuk menentukan area support dan resistance.

Dengan menggunakan Fibonacci ini, Anda dapat mengambil beberapa level populer yang biasa dijadikan acuan untuk menentukan support dan resistance yakni 38.2%, 50.0% dan 61.8%.

Disinyalir di level-level tersebut seringkali muncul sinyal buy atau sell yang akurasinya cukup tinggi.

Untuk memperjelas, Anda bisa melihat gambar di bawah ini;

belajar forex

Jika Anda masih penasaran mengenai Fibonacci retracement ini, silakan kunjungi laman belajar forex: Fibonacci Retracement.

4. Round Number

Apa itu round number?
Round number adalah suatu level yang merupakan angka bulat dan mudah diingat.

Contohnya adalah:

  • USD/JPY dengan level psikologis 100,
  • EUR/USD dengan level 1.30000, atau 1.40000
  • AUD/USD pada angka psikologis 1.00000, dsb.

Dalam trading forex, round number merupakan level psikologis yang bisa berlaku sebagai area support dan resistance.

belajar forex

belajar forex

5. Pivot Point

Pivot point merupakan salah satu cabang dari analisa teknikal yang juga merupakan cara perhitungan untuk menentukan area support dan resistance.

Pivot point bukan merupakan indikator, namun dapat dikatakan sebagai cabang dari analisa teknikal.

Para trader biasanya menyebutkan pivot point sebagai support & resistance objektif.

Dasar perhitungan Pivot diperoleh dari penjumlahan harga high, low dan close kemudian di bagi 3

Pivot = ( H + L + C ) : 3

Namun ada pula yang menambahkan harga high, low, dan close periode sebelumnya, tambah open periode sekarang kemudian di bagi 4

Pivot = ( O1 + H + L + C ) : 4

Variasi yang lain adalah dengan cara menambahkan bobot yang dianggap penting, misalnya dengan cara lebih menekankan pada penutupan pasar

Pivot = (H + L + C + ) : 4

Penggunaan pivot point biasanya bersamaa dengan penggunaan support dan resistance yang berlapis bahkan hingga beberapa kali.

Untuk menentukan level support dan resistance dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Level Support & Resistance Rumus
Resistance 1 (2 x Pivot point) – L
Resistance 2 Pivot point + (H – L)
Support 1 (2 x Pivot point) – H
Support 2 Pivot point – (H – L)

 

Cara pengunaan pivot point sama seperti penggunaan support dan resistance pada umumnya.

Ketika harga pasar mendekati support, kemungkinan harga akan berbalik kembali ke atas.

Namun jika harga pasar berhasil menembusnya, maka tekanan bearish akan berlanjut menuju support berikutnya, begitupun juga sebaliknya.

belajar forex

6. Moving Average

Moving average juga bisa berfungsi sebagai support dan resistance. Biasanya moving average sering disebut support dan resistance dinamis (dynamic support and resistance). Dinamakan demikian karena ia bergerak sesuai dengan pergerakan harga.

Pada saat uptrend, Moving average berfungsi sebagai support.
Pada saat downtrend, Moving average berfungsi sebagai resistance.

belajar forex

belajar forex

Anda tertarik untuk mengetahui lebih detil tentang moving average?
Tenang, kunjungi saja halaman belajar forex kami di sini.

Demikan 6 cara yang bisa dijadikan acuan sebagai support dan resistance.

Lalu support dan resistance mana yang Anda sukai?

Article by: Garry Adrian

4 Tanda Perubahan Trend Dalam Trading Forex

Trading Forex

Sangat penting memiliki sahabat. Ia bisa menguatkan Anda saat Anda lemah, mendukung Anda menjalani hidup, serta mengingatkan Anda tatkala Anda melakukan kesalahan.

Dalam dunia trading, sahabat Anda adalah trend.
Istilah “the trend is your friend” adalah postulat dalam trading forex.

Trend merupakan representasi kekuatan pasar. Anda tidak mungkin bisa melawan pasar.

Jika tidak bersahabat dengan trend, itu artinya Anda mengumumkan permusuhan dengan pasar. Ini berbahaya!

Karena Anda tidak mungkin melawan pasar, maka satu-satunya jalan adalah mengikuti ke mana pasar bergerak. “If you can’t beat them, join them”, kata orang Inggris.

Mengikuti arus pasar ibarat berenang di sungai yang deras. Kepiawaian mengikuti arus akan membawa Anda sampai ke seberang sungai dengan selamat.

Kata orang Jawa, “Ngéli ning ora kéli.” Artinya “menghanyutkan diri, namun tidak sampai terhanyut (maksudnya celaka).”

Namun tidak seperti arus sungai yang selalu bergerak ke satu arah, pasar memiliki dinamikanya sendiri. Kadang harga bergerak naik, kadang turun. Pergerakannya pun seringkali ekstrim.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “Bagaimana saya bisa mengenali potensi perubahan arah pasar?”

Ya, Anda harus bisa mengenali potensi perubahan arah pasar agar tidak merasa “tertipu”. Bisa jadi suatu ketika Anda mengira harga akan tetap naik, namun ternyata arahnya berubah menjadi turun. Atau, Anda mengira pasar akan segera berbalik arah, namun ternyata masih melanjutkan arah sebelumnya.

Untuk itu, inilah beberapa tips untuk melihat tanda-tanda perubahan trend dalam trading forex yang perlu Anda ketahui.

Harus Tahu #1: Manfaatkan Trendline

Anda tentu mengenal “trendline” kan?
Belum? Wah… jika belum, pelajarilah trendline sekarang.

Trendline merupakan alat yang sangat lazim digunakan sebagai alat analisis teknikal dalam trading forex. Selain berfungsi sebagai support (dalam uptrend) dan resistance (dalam downtrend), trendline merupakan salah satu alat yang paling sederhana untuk dapat mengenali arah tren.

Kesalahan dalam mengenali tren adalah awal dari kegagalan Anda meraih keuntungan dalam trading. Syarat untuk menarik garis trendline yang valid adalah paling tidak terdapat dua puncak atau lembah yang dapat dihubungkan.

Trading Forex

Tembusnya trendline dapat dijadikan indikasi awal bahwa harga berpotensi berubah arah trennya.

Trendline dianggap tembus jika seluruh body candlestick yang terbentuk berada diluar garis trendline.

Harus Tahu #2: Skenario Non-Failure Swing

Dalam buku “Technical Analysis of the Financial Markets” karya John J. Murphy, disebutkan bahwa ada dua kondisi yang bisa memberikan petunjuk berakhirnya sebuah trend. Kedua kondisi tersebut adalah kondisi non-failure swing dan failure swing.

Kondisi non-failure swing adalah sebuah pergerakan harga yang langsung menembus titik top atau bottom terakhir, setelah mencapai titik terjauh dari trennya. Ilustrasinya kira-kira begini:

Trading Forex

Kita mulai dari gambar sebelah kiri dulu.
Gambar itu memperlihatkan perubahan arah tren dari naik ke turun.

Konfirmasinya adalah sewaktu harga berhasil menembus bottom terakhir (A) dan membentuk bottom yang lebih rendah (C). Setelah itu, pasar membentuk puncak lagi (D) yang tidak lebih tinggi dari puncak sebelumnya (B), baru kemudian turun dan menembus support (C) dan bergerak menuju titik E.

Bagaimana dengan gambar sebelah kanan?
Gambar itu adalah proses pembalikan dari turun menjadi naik.

Konfirmasinya adalah sewaktu harga berhasil menembus puncak terakhir (A) dan membentuk puncak yang lebih tinggi (C). Setelah itu, pasar membentuk lembah lagi (D) yang tidak lebih tinggi dari puncak sebelumnya (B), baru kemudian naik dan menembus resistance (C) dan bergerak menuju titik E.

Harus Tahu #3: Skenario Failure Swing

Bedanya dengan non-failure swing, di skenario failure-swing ini tidak ada “pull-back”.

Supaya lebih gampang menjelaskannya, ada baiknya lihat gambar berikut ini:

Trading Forex

Jadi, setelah tembus titik C, harga langsung bergerak menuju E, tanpa ada koreksi atau pull-back lagi.

Namun perhatikan bahwa titik D pada saat uptrend tak pernah lebih tinggi daripada titik B.

Sebaliknya titik D pada saat downtrend tak pernah lebih rendah daripada titik B.

Harus Tahu #4: Kenali Reversal Pattern

“Sejarah selalu berulang”. Itulah salah satu prinsip dasar analisa teknikal.

Pengulangan yang dimaksud adalah berupa pola-pola pergerakan harga. Dengan mempelajari pola pergerakan harga di masa lalu, kita bisa memperkirakan ke mana arah pasar selanjutnya, jika pola yang sama kembali muncul.

Untuk mengenali pembalikan arah, Anda pun bisa memanfaatkan pola yang disebut reversal pattern. “Reversal” sendiri berarti “pembalikan”, maka “reversal pattern” artinya kira-kira adalah “pola pembalikan (arah).”

Ada beberapa pola yang dapat mengindikasikan bahwa trend berakhir dan berpotensi berbalik arah, yaitu:

  • Double top,
  • Double bottom,
  • Triple top,
  • Triple bottom,
  • Head and shoulders, dan
  • Inverse head and shoulders.

Anda ingin mempelajari pola-pola tersebut lebih detail lagi?
Gampang, masuk saja ke laman edukasi kami di sini.

Jadi, Kesimpulannya?

Meskipun Anda harus bisa mengikuti trend dan memanfaatkannya untuk melakukan transaksi dalam trading forex, Anda harus tahu kapan Anda keluar dari pasar.

Mengenali potensi pembalikan arah trend merupakan hal yang mutlak harus Anda ketahui agar bisa segera mengamankan keuntungan yang sempat Anda peroleh, atau segera membuang transaksi yang merugi agar tak terseret lebih jauh.

Selamat trading.

Yuk, Belajar Mengenal Seluk-Beluk Trading Forex

Trading forex bukanlah hal yang mudah.
Tetapi bukan berarti tidak bisa dipelajari.

Tak sedikit dari para trader forex hebat sekarang yang awalnya hanya orang biasa yang buta akan dunia forex. Namun dengan semangat pantang menyerah untuk belajar forex, ternyata bisa membawa mereka meraih keuntungan besar melalui trading forex.

Siapa sih yang bisa trading forex?
Apakah hanya seorang trader kelas dewa yang bisa?

Wah, Anda salah.
Di sini everyone can trade
Siapapun orangnya dan apapun latar belakangnya.

Jadi, untuk para pemula jangan ragu untuk mendalami ilmu trading.

Nah, untuk Anda para pemula yang masih belajar forex tidak ada salahnya Anda mengenal dulu forex itu seperti apa, memahami karakteristik produk forex, jam perdagangan nya, dan faktor yang mempengaruhi perubahan harga.

Apa itu forex?

Pasar mata uang atau forex (Foreign Exchange) adalah pasar investasi terbesar di dunia yang terus berkembang pesat setiap tahunnya.

Berdasarkan data 2013 Triennial Central Bank Survey of Foreign Exchange and OTC Derivatives Markets Activity dari Bank for International Settlements menunjukkan bahwa perdagangan di pasar forex rata-rata $5.3 trilyun per hari pada bulan April 2013.

Perdagangan forex ini mengalami peningkatan dari yang tadinya $4.0 trilyun pada April 2010, dan $3.3 trilyun pada April 2007.

Volume perdagangan yang besar ini menyebabkan likuiditas yang tinggi pada pasar forex. Semakin mudahnya trading forex online, dan likuiditas pasar forex yang terus meningkat, sehingga menarik partisipasi yang lebih besar dari berbagai jenis kalangan.

Kapan Anda bisa trading forex?

Anda bisa trading forex kapan saja kecuali weekend, yaitu 24 jam sehari dan 5 hari seminggu, dengan tiga sesi perdagangan terbesar yaitu sesi perdagangan Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.

Tinggal sekarang Anda yang menentukan akan trading dengan rentang waktu jangka pendek (short term) atau jangka panjang (long term), semuanya tergantung tipe seorang trader.

Tentunya strategi forex yang akan Anda gunakan juga harus memperhatikan waktu perdagangan.

Bagaimana bentuk produk forex?

Forex diperdagangkan dalam bentuk pasangan mata uang (currency pair). Tidak seperti pasar saham, di mana Anda dapat membeli atau menjual saham tunggal, Anda harus membeli satu mata uang dan menjual mata uang lain di pasar forex.

Menurut 2013 Triennial Survey, pasangan mata uang yang paling sering diperdagangkan adalah sebagai berikut:

  1. EURUSD: 24,1%
  2. USDJPY: 18,3%
  3. GBPUSD: 8,8%

Dimana mata uang dollar AS terlibat dalam 87.0% dari transaksi, diikuti oleh euro (33,4%), kemudian yen (23,0%), dan sterling (11,8%).

‘Siapa’ yang bisa menyebabkan perubahan nilai tukar mata uang?

Salah satu penyebabnya adalah supply and demand. Ketika dunia membutuhkan lebih banyak dollar, maka akan mengakibatkan nilai dollar meningkat dan ketika ada terlalu banyak beredar, maka harganya turun.

Kekuatan yang menggerakkan pasar saham juga dapat berimbas pada perubahan nilai mata uang. Faktor-faktor lain seperti tingkat suku bunga, data ekonomi baru dari negara-negara terbesar dan ketegangan geopolitik juga dapat mempengaruhi harga mata uang.

Di mana sih kita bisa trading forex?

Anda pemula yang masih belajar forex, sekarang dimana pun Anda berada Anda bisa trading forex yang penting Anda terkoneksi dengan jaringan internet.

Kok bisa? mungkin Anda berpikiran demikian.
Perkembangan market forex yang sangat pesat dan diiringi oleh tumbuhnya pialang forex online yang menjadi mitra Anda dalam trading menjadi paduan yang sangat pas.

Sistem trading forex online ini tentunya sangat membantu, tetapi Anda juga harus berhati-hati dalam memilih pialang online yang teregulasi resmi untuk keamanan Anda dalam melakukan trading.

Banyak pialang online seperti FOREXimf.com yang sangat welcome pada para pemula di dunia trading forex.

Selain sebagai mitra trading, mereka juga membantu dan tidak segan membagi ilmu kepada para pemula yang sedang belajar forex.

Kenapa sih harus trading forex?

Pemula yang sedang belajar forex mungkin banyak yang bertanya apa sih keunggulan trading forex dibanding produk lainnya?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa, market forex merupakan pasar yang sangat potensial di lihat dari tingkat likuiditas yang tinggi dan tentunya terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.

Dilihat dari waktu perdagangan, forex sangat cocok untuk semua orang di seluruh belahan dunia. Trading forex tidak perlu menunngu pembeli ketika kita akan menjual ataupun penjual ketika kita akan membeli.

Mata uang juga diperdagangkan dalam berbagai ukuran dengan satuan lot, semakin besar ukuran transaksi maka semakin besar peluang keuntungannya ataupun kerugiannya.

Sesuai dengan prinsipnya ‘high risk-high return’.

Penggunaan leverage sebagai pengungkit untuk meningkatkan nilai transaksi laba ruginya. Dalam forex seorang trader bisa memetik keuntungan saat harga naik ataupun turun (two ways opportunity).

Semua potensi ini pastinya sangat sayang untuk Anda lewatkan, bergabunglah dan jadilah salah satu trader di market forex.

Apakah bisa seorang pemula sukses di dunia trading forex?
Tentu saja sangat mungkin, asalkan mau belajar dan berlatih.

Semoga bermanfaat dan happy trading.

Berpikir Ala Militer Dalam Forex Trading

Saya sering – dan suka – mempergunakan analogi komandan tempur ketika menjelaskan strategi forex trading. Terutama ketika “mendongeng” tentang trading plan, money management dan psikologi trading.

Pelajari ketiga hal penting diatas melalui panduan belajar berikut ini:

Nggak tahu kenapa. Mungkin karena saya suka menonton film-film perang. Mungkin juga karena menjadi tentara adalah cita-cita masa kecil yang seiring perjalanan waktu terkubur entah di mana….

Yang jelas, analogi komandan tempur atau panglima perang sampai saat ini masih menjadi selingan favorit saya dalam workshop atau seminar yang saya bawakan. Yang juga jelas adalah bahwa forex trading memiliki resiko dan ketidakpastian. Mirip-miriplah seperti medan perang.

Karena itu, sama seperti pertempuran, yang tampil sebagai pemenang pastilah mereka yang bisa berpikir dan bertindak berani, sistematis, strategis dan disiplin. Mirip kan?

Jadi, sepertinya masuk akal kalau pendekatan strategi ala militer bisa diaplikasikan dalam trading.

Siklus OODA

Ada seorang pilot tempur di Angkatan Udara Amerika Serikat. Namanya adalah Kolonel John R. Boyd (23 Januari 1927 – 9 Maret 1997). Saat berkecamuk perang Korea pada tahun 1953, ia bertugas menerbangkan pesawat F-86 Sabre dan sering harus bermanuver menghadapi pesawat-pesawat MiG-15 milik Korea Utara. Ia selalu berhasil mengalahkan musuh-musuhnya di udara dalam waktu kurang dari 40 detik. Karena itu ia mendapatkan julukan “Forty Second Boyd”.

Boyd kemudian memperkenalkan pola pengambilan keputusan yang disebut siklus OODA, singkatan dari Observe, Orient, Decide and Act. Tadinya konsep ini diterapkan oleh Boyd dalam dogfight alias pertempuran pesawat di udara, namun kemudian diterapkan dalam operasi tempur darat dan laut. Dalam perkembangannya, konsep ini juga diperkenalkan di dunia bisnis.

Singkatnya, siklus OODA menjelaskan bagaimana manusia bereaksi dalam situasi tertentu. Menurut Boyd,  respon manusia itu bisa dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tahap pertama adalah observasi (observe), di mana informasi dikumpulkan dengan mengandalkan panca indera.

Tahapan ke dua adalah orientasi (orient). Di tahap ini, orang akan menganalisis informasi yang diperoleh di tahap observasi lalu diinterpretasikan. Hasil interpretasi ini nanti akan mengarah langsung ke tahap ke tiga: decide.

Nah, tahap ke tiga ini adalah tahap pengambilan keputusan (decide). Di tahap ini orang akan akan memutuskan akan mengambil tindakan apa.

Terakhir, adalah tahap melakukan tindakan (act). Di sini orang akan menerapkan keputusan yang sudah dibuat. Lalu kembali lagi ke siklus observe untuk menilai efek dari tindakan yang dilakukan.

Bagaimana aplikasi OODA dalam forex trading?

Oke, sebelumnya tolong pahami ini: sangat penting bagi trader untuk TIDAK merasa bingung atau tidak yakin. Bahkan ini lebih penting daripada mengendalikan fear and greed, lho!

Orang Jawa mengenal filosofi: ojo kagetan. Jangan gampang terkejut. Juga, ojo gumunan. Jangan gampang heran, atau bingung.

Seringkali trader forex kaget ketika terjadi pergerakan yang lebar dan tiba-tiba, terutama jika arahnya melawan posisinya. Karena kaget, kemudian bingung, “Harus ngapain nih gue?” Panik. Ketika ia sudah bisa menguasai diri, pasar mungkin sudah bergerak ke mana-mana dan ia tinggal menyesali yang sudah terjadi.

Ada pameo di dunia perang yang berbunyi, “Pertahanan adalah inti dari setiap peperangan.” Jadi, harusnya pasukan yang baik bisa melindungi bentengnya dan tahu persis apa yang harus dilakukan untuk itu.

Nah, sebagai trader pun harus demikian. Kita harus bisa melindungi modal kita dan tahu apa yang harus dilakukan jika seandainya pasar sewaktu-waktu membombardir kita dengan fluktuasi liar.

Untuk itu kita memerlukan latihan. Nah, berikut ini ada tiga tips untuk membantu program latihan Anda. Get ready, Cadet!

  1. Biasakan berpikir, “Bagaimana jika saya salah?”

    Kita tidak akan pernah bisa senantiasa 100% akurat memperkirakan arah harga. Makanya kita harus bersiap seandainya perkiraan kita salah. Dengan demikian kita akan selalu terbiasa mempersiapkan “plan B” jika seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan keinginan kita. Contoh “plan B” paling mudah adalah mempersiapkan startegi stop loss, atau strategi lainnya.

  1. Selalu pelajari kondisi dan perilaku pasar 

    Selalu amati pasar (observe) hingga Anda bisa mengenali potensi arah pasar. Ini bisa membantu Anda untuk lebih cepat menginterpretasi pasar (orient), mengambil keputusan (decide) dan tindakan (act) dengan cepat dalam berbagai situasi. Miriplah dengan yang dilakukan John Boyd ketika mengecoh pilot tempur Korea Utara di tahun

  2. Jangan malu minta bantuan

    Need backup!

    Kalimat itu sering saya dengar waktu masih kecanduan main game Counter Strike. Hehe. Biasanya kalimat itu terdengar ketika seseorang membutuhkan bantuan ketika ingin melakukan serangan, atau sedang kewalahan menghadapi musuh.

    (Bagi Anda yang tidak tahu, game itu adalah permainan simulasi pertempuran melawan teroris.)

    Sepintar-pintarnya kita sebagai trader, tetap saja informasi yang kita miliki terbatas. Ada kalanya juga kita merasa tidak bisa melihat gambaran pasar dengan jelas. Jadi, tidak ada salahanya meminta pendapat dari orang lain. Mungkin ada beberapa celah yang tidak terlihat oleh kita tetapi bisa dilihat oleh rekan kita.

Ingatlah selalu: trader yang sukses adalah trader yang siap secara mental untuk mengambil keputusan strategi dalam kondisi seperti apa pun, meskipun sehari-harinya senantiasa menghadapi ketidakpastian.

Trader yang sukses selalu bisa mengamati kondisi pasar, cepat melakukan interpretasi sehingga bisa mengambil keputusan yang cepat tetapi tetap dalam koridor kehati-hatian, dan tidak ragu mengambil keputusan.

Anda siap?

Bagaimana menurut Anda mengenai strategi trading forex menggunakan pola berfikir ala militer?

Apakah Anda juga berfikir ala militer?

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Voting Draft Brexit : Bencana Atau Berkah?

Minggu ini pelaku pasar akan fokus ke voting anggota parlemen Inggris terhadap draft Brexit yang disusun PM May, Voting dijadwalkan akan berlangsung hari selasa dimana pemerintah diperkirakan akan kehilangan suara dengan selisih yang sangat besar, kekacauan Brexit akan terus berlanjut. Kekalahan PM May akan membuka berbagai pilihan mulai dari mendesak pengunduran diri PM May hingga Pemilu, hal ini membuat Sterling akan cenderung tertekan.

Namun demikian spekulasi penundaan Brexit pecah pada hari Jumat minggu kemarin dengan Perdana Menteri Austria Sebastian Kurz menunjukkan penundaan tanggal Brexit menjadi satu-satunya pilihan jika tidak ada kemajuan kesepakatan Brexit minggu depan di Inggris, selain itu menurut laporan The Guardian, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk juga sedang bersiap untuk menawarkan perpanjangan Brexit ke Inggris hingga setidaknya Juli, sambil menunggu permintaan resmi untuk penundaan. Jika hal ini terjadi sedikit banyak bisa membawa angin segar bagi Pound yang mendapatkan tekanan sebelumnya

Berikut Jadwal Brexit jangka pendek:

  • Senin : Hari keempat debat anggota parlemen soal draft brexit

  • Selasa 15 Januari : Hari kelima debat diikuti oleh “pemungutan suara” pada kesepakatan draft yang disusun PM May sebelumnya. Jika draft kesepakatan ditolak Theresa May akan mendapatkan tiga hari kerja untuk datang dengan “rencana B”.

  • Rabu 16 Januari : PM May kemungkinan akan menuju ke Brussels untuk mencoba mendapatkan konsesi lebih lanjut dari UE

  • Senin 21 Januari : Pemungutan Suara yang Diharapkan pada “Rencana B”.

  • Inggris akan meninggalkan UE pada hari Jumat 29 Maret kecuali anggota parlemen memilih untuk menunda atau membatalkan Brexit.

Beberapa kemungkinan yang terjadi terkait voting brexit :

  1. Jika Voting hasilnya mayoritas menyetujui draft brexit maka Inggris akan keluar dari Uni Eropa secara resmi tanggal 29 maret dengan mulus atau istilahnya “Soft Brexit” dan hal ini bisa mensupport poundsterling

  2. Jika Voting hasilnya mayoritas menolak draft brexit maka 3 hal yang bisa terjadi :

  • PM May diberi kesempatan untuk “Plan B” dan akan kembali bertemu dengan Uni Eropa untuk membahas plan B tersebut

  • Gerakan politik yang akan mendesak PM May untuk mengadakan Pemilu atau mengadakan referendum kedua

  • Exit without deal, atau Inggris tetap keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, hal ini bisa menimbulkan masalah besar bagi Inggris

Secara Teknikal


Pergerakan GBP/USD secara garis besar masih berada dalam kondisi bearish seiring dengan harga masih berada di bawah trendline turun pada grafik harian. Secara teknikal jika harga masih terus berada di bawah area trendline dan di temukan adanya konfirmasi sinyal jual di area sekitar trendline, hal tersebut membuka kemungkinan pound kembali jatuh turun ke kisaran 1.27154 – 1.24323. Waspadai jika ternyata trendline pecah dengan menembus resistance 1.29986, karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan harga bergerak naik ke kisaran 1.31735 – 1.33484.

Action About Brexit :

1. Jika trader yang tidak menyukai trading berita, dan menghindari berita – berita besar, Anda bisa Wait n See terlebih dahulu hingga kondisi pasar kembali stabil khususnya untuk trader yang trading pair GBP karena di perkirakan dalam beberapa hari ke depan volatilitas pasar akan meninggi.

2. Volatilitas harga menjelang voting Brexit yang dijadwalkan berlangsung pada 15 sd. 17 Januari 2019 diperkirakan meninggi. Untuk para trader yang masih memiliki posisi terbuka, disarankan memiliki ketahanan dana yang cukup seiring dengan adanya penyesuaian margin requirement untuk pair GBPAUD, GBPCHF,GBPJPY & GBPUSD menjadi US $ 1500 / Lot

3. Jika trader adalah seorang risk taking :

– Jika brexit di sepakati, kemungkinan besar mata uang pound ( GBPUSD ) akan menguat dengan target pertamanya adalah area trendline turun di kisaran 1500 pips dan jika trendline pecah harga bs terbang lebih jauh ke kisaran 1.31735 (3000 pips )

– Jika brexit gagal mencapai kesepakatan, kemungkinan besar mata uang pound akan melemah dengan target 1.27154 – 1.24323 (1000 – 4000 pips )

Perlukah Kita Meramal Pergerakan Pasar Forex?

Saya cukup sering menemui trader yang (merasa) sudah cukup berpengalaman dalam trading forex dan (merasa) bisa meramal pergerakan harga pasar selanjutnya. 100% akurat. Setidaknya itu menurutnya.

Yah, memang jika Anda sudah memiliki “jam trading” yang sudah cukup panjang, katakanlah: 20.000 jam trading, ada kecenderungan Anda akan merasa sudah benar-benar memahami pasar hingga ke inti-intinya.

Izinkan saya menyampaikan bahwa perasaan seperti itu, setidaknya dari pengalaman saya, seringkali justru menimbulkan malapetaka. Hati-hati, jangan sampai Anda dihinggapi “sindrom dewa trading”.

OK, saya mengakui bahwa istilah barusan memang hanya rekaan saya. Bahkan baru terpikir ketika saya menulis artikel ini. Yang saya maksud dengan “sindrom dewa trading” adalah ketika seorang trader merasa, bahkan meyakini, bahwa ia tidak akan mungkin salah memprediksi pergerakan pasar. Ia yakin bahwa ia pasti akan selalu benar. Ia tidak akan mengakui bahwa ia salah melakukan prediksi. Ia akan sebisa mungkin menyalahkan semua hal, kecuali dirinya.

Sebenarnya ini adalah dampak dari terlalu tingginya tingkat kepercayaan diri si trader. Bahasa kerennya: overconfident. Percaya diri itu harus, tetapi terlalu percaya diri, wah, bahaya!

Pada kenyataannya, tidak ada – ulangi: tidak ada – satu pun orang di luar sana, bisa memprediksi pergerakan harga 100% akurat. Selalu ada waktu ketika pasar tidak bergerak sesuai dengan keinginan Anda.

Tapi jangan salah sangka. “Sindrom dewa trader” ini tidak bisa disematkan kepada orang yang terus menerus memperbaiki kemampuan analisanya melalui latihan dan latihan dengan tujuan untuk semakin mengenali perilaku pasar. Itu adalah dua hal yang sama sekali berbeda.

Orang yang senantiasa memperbaiki kemampuannya harus senantiasa sadar poin penting dari analisa, yaitu analisa bisa saja meleset. Dengan demikian, meningkatkan kemampuan mengantisipasi resiko dan mengatur modal merupakan bagian penting dari proses belajar dan berlatih itu.  Tujuan yang ingin diraih dari proses peningkatan kemampuan ini adalah kemampuan menerima kerugian bila terjadi, mengakui kesalahan, mengevaluasi strategi trading dan membuat perbaikan yang dianggap perlu.

Ini benar-benar berbeda dengan sikap pengidap “sindrom dewa trader” yang saya sebutkan tadi. Sang “dewa trader” tidak akan pernah melakukan evaluasi karena ia selalu beranggapan, “Gue nggak salah!”

Bagaimana menghindarinya?

Daripada meramal pasar, mari mulai belajar untuk menentukan “bias”, yang bisa kita artikan sebagai “kecenderungan”. Di mana bedanya?

Yang saya maksud dengan “meramal pasar” adalah ketika kita membuat prediksi yang hasilnya dianggap pasti akan terjadi. Contohnya, “Sell GBPUSD sekarang, TP di 1.xxxxx.” Selesai. Tidak ada antisipasi jika seandainya GBPUSD justru naik. Ya, karena si “dewa trader” merasa tidak mungkin prediksinya salah.

Sementara itu “bias” bersifat lebih fleksibel karena terbuka pada kemungkinan perubahan arah pasar.

Contohnya adalah seperti yang biasa Anda dapatkan dalam analisa harian kami, di mana kami selalu menyertakan antisipasi jika seandainya pasar bergerak berlawanan dengan bias yang kami lihat. Jika kami melihat bias untuk GBPUSD hari ini adalah bearish, misalnya, kami selalu menyertakan “exit strategy” jika seandainya GBPUSD justru bergerak naik. Dengan demikian, trader yang mempergunakan analisa berbasis bias akan selalu siap dengan teknik manajemen resiko seandainya pasar bergerak berlawanan dengan analisa yang dibuat.

Ingatlah selalu bahwa pasar memiliki kehendaknya sendiri dan kita tidak bisa mengaturnya. Kita harus mulai belajar untuk membuka dan menutup transaksi berdasarkan apa yang kita lihat, bukan berdasarkan apa yang kita pikir akan terjadi. Itulah yang membedakan analis dengan peramal.

Jadi, mulailah menganalisa. Hentikan kebiasaan “meramal”.

 


Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

Intermarket Analysis Untuk Trading Forex? Apa Itu?

Mungkin istilah “intermarket analysis” cukup asing di telinga Anda. Oke, maafkan saya. Untuk menebus kesalahan tersebut, saya berjanji setelah selesai membaca artikel ini Anda justru akan bahagia karena saya mengangkat topik ini untuk dimanfaatkan dalam trading forex.

Orang-orang yang sudah mengenal saya tentu paham bahwa saya tidak menyukai kerumitan. Maka kali ini pun saya akan mencoba membedah istilah “intermarket analysis yang terdengar sangat ilmiah itu dengan cara saya: cara yang sederhana.

Apa sih “intermarket analysis” itu?

Intinya, intermarket analysis adalah cara kita memahami pasar dengan memperhatikan dan membandingkan lebih dari satu komoditi perdagangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui penguatan atau pelemahan komoditi yang akan kita transaksikan. Karena kita trading forex, berarti nanti yang akan kita bandingkan adalah currency pairs. Agar mudah mengetiknya, selanjutnya kita sebut “pairsaja, ya?

Jika kebanyakan metode analisa hanya melihat satu pair saja, maka intermarket analysis melihat beberapa pair atau komoditi yang memiliki korelasi yang kuat.

Contoh paling mudah adalah seperti yang saya jelaskan di artikel Tips Trading Forex Memanfaatkan Indeks Dolar. Di artikel itu, saya membandingkan indeks dolar (DXY) dengan pair EURUSD. Perubahan yang terjadi pada indeks dolar atau yang memiliki korelasi yang kuat dengan EURUSD akan berdampak pada EURUSD, demikian juga sebaliknya.

Intermarket analysis sebenarnya juga bisa dikategorikan sebagai analisa fundamental. Metode ini bisa membantu kita untuk memperoleh gambaran perkiraan arah pergerakan harga. Begitupun, ada beberapa metode intermarket analysis, termasuk model yang mempergunakan metode mechanical trading system.

Ups, saya sudah berjanji tidak akan membuat rumit. Jadi, informasi yang Anda peroleh di paragraf di atas cukup Anda ketahui sebagai tambahan wawasan saja.

Korelasi intermarket analysis

Di atas disebut-sebut tentang “korelasi”. Apa sih itu?

Gampangnya, kita sebut saja “korelasi” itu adalah “hubungan”. Dalam analisa teknikal, “hubungan” itu diimplentasikan dengan “indeks korelasi” yang nilainya berkisar dari +1 hingga -1. Semakin positif indeks korelasi antara dua pair, maka keduanya cenderung akan bergerak ke arah yang sama. Artinya, jika harga sebuah pair atau komoditi bergerak naik, maka pair atau komoditi lain yang memiliki indeks korelasi positif dengannya cenderung akan bergerak naik juga.

Sebaliknya, semakin negatif indeks korelasi antara dua pair atau komoditi, maka keduanya cenderung akan bergerak ke arah yang berlawanan.

Bagaimana jika indeks korelasinya di kisaran nol? Itu artinya tidak ada korelasi yang signifikan antara kedua pair atau komoditi tersebut.

Sebenarnya, indeks korelasi yang sempurna antara dua pair atau komoditi tertentu jarang terjadi.

Sebentar, yang seperti apa itu “indeks korelasi sempurna”?

Indeks korelasi sempurna itu adalah jika indeks korelasinya adalah +1 atau -1. Ini jarang ada. Tetapi, kebanyakan analis sepakat bahwa indeks korelasi di atas +0.7 atau di bawah -0.7 dianggap signifikan.

Oh iya, hampir lupa. Jika indeks korelasinya berubah dari negatif menjadi positif atau sebaliknya, biasanya hubungan antara keduanya akan menjadi tidak stabil dan biasanya tidak terlalu berguna untuk dipakai sebagai referensi trading.

Cara praktisnya ada?

Tentu saja ada! Seperti yang saya janjikan, saya tidak suka yang rumit-rumit. Untuk itu, demi memenuhi janji, berikut ini ada contekan yang bisa Anda manfaatkan dengan berpatokan pada metode intermarket analysis. Enjoy!

JIKA: MAKA: KOK BISA?
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Jika perekonomian mengalami gejolak, para pelaku pasar cenderung akan menukar USD dengan emas. Tidak seperti aset lain, emas tetap bisa mempertahankan nilai intrinsiknya.
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Australia merupakan produsen emas terbesar ke tiga di dunia. Produksinya mencapai sekitar $5 milyar per tahun.
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading New Zealand juga merupakan produsen emas yang cukup besar di dunia (rangking 25 dunia).
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Lebih dari 25% cadangan devisa Swiss adalah emas. Jika harga emas naik, maka USD/CHF akan turun (CHF menguat).
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Kanada merupakan produsen emas terbesar ke-5 di dunia. Jika harga emas naik, USD/CAD cenderung turun (CAD menguat).
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Kanada merupakan produsen minyak top dunia. Ekspornya mencapai sekitar 2 juta barel per hari dan diekspor ke AS.
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Emas dan euro dianggap komoditi “anti-dollar”. Jika harga emas naik, EUR/USD cenderung akan ikut naik.
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Para pelaku pasar menganggap yen sebagai aset safe-haven dan cenderung akan berburu yen jika terjadi gejolak ekonomi.