Posts

3 Strategi Forex Yang Dipakai Trader Profesional

Berbicara tentang forex trading berarti juga berbicara tentang berbagai informasi mengenai strategi trading yang bisa Anda dapatkan di internet. Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua strategi yang diklaim “hebat” bisa benar-benar berfungsi.

Dalam artikel ini saya mencoba untuk merangkum setidaknya tiga strategi yang biasa dipergunakan para trader profesional.

  1. Trading Ketika Ada Faktor Penggerak Fundamental Yang Kuat

    Cara ini memanfaatkan respon pasar ketika ada rilis data ekonomi. Pasar biasanya akan bergerak lebih volatile jika angka dari sebuah data ekonomi tertentu diumumkan lebih baik atau lebih buruk daripada perkiraan.

    Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data tersebut ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam. Dengan demikian, counterpart atau “pasangan mata uang”-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.

    Jika misalnya akibat data tersebut USD menguat, maka pair seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD akan bergerak turun. Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasca rilis data NFP maka para trader membuka posisi sell pada pair-pair tersebut.

    Data ekonomi yang paling sering dimanfaatkan untuk menerapkan strategi ini biasanya adalah US NFP dan keputusan suku bunga Fed.

  1. Mempergunakan “Angka Bulat” Sebagai Acuan Support/Resistance

    Yang dimaksud dengan “angka bulat” di sini adalah level-level harga seperti 1.50000, 1.0000, 0.50000, 100.000 dan sebagainya. Sedangkan yang dianggap “tidak bulat” adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti 1.38775, 1.58837, 139.387 dan sebagainya.

    Angka bulat” ini juga sering disebut sebagai “level psikologis” yang biasanya merupakan area support atau resistance kunci.

    Contohnya, ketika Anda melihat harga bergerak di atas area level psikologis itu, maka level tersebut menjadi support kunci. Anda bisa membuka posisi buy dengan acuan stop loss di area level psikologis tersebut. Sebaliknya jika harga tembus ke bawah level tersebut, Anda justru bisa mendapatkan peluang untuk membuka posisi sell.

  1. Mempergunakan Kombinasi Indikator Teknikal

    Ini yang sering disebut sebagai sistem trading. Para trader profesional biasanya mempergunakan beberapa indikator teknikal sekaligus dengan maksud agar indikator yang satu bisa menutupi kelemahan indikator yang lain sehingga sinyal yang dihasilkan diharapkan lebih confirmed.

    Sebagai contoh, Anda bisa melihat analisa teknikal yang diterapkan oleh tim Market Analyst FOREXimf.com. Di situ kami mempergunakan Stochastic Oscillator, Commodity Channel Index (CCI), Moving Average dan Fibonacci Retracement.

    Moving Average (MA) dipergunakan untuk membantu memperkuat bias. Jika trend terlihat jelas (misalnya uptrend atau downtrend), maka MA lebih berfungsi sebagai area support atau resistance dinamis. Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA bisa memberikan petunjuk, kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral.

    Selain itu MA juga bisa berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi informasi area entry yang baik. Sebenarnya area acuan untuk entry market bisa ditentukan dari Fibonacci Retracement saja, namun jika diperkuat oleh MA, yaitu ketika area acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan area MA, maka area tersebut akan semakin valid untuk melakukan entry market.

    Sementara itu stochastic dan CCI berfungsi sebagai “trigger” atau “pemicu”, yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell). Ketika harga sudah berada di area acuan, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, sesuai dengan bias intraday-nya.

    Fibonacci Retracement juga berfungsi sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah. Penembusan support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Hal tersebut seharusnya dijadikan “warning” jika Anda sudah telanjur membuka posisi buy atau sell.

Agar bisa mengoptimalkan trading forex Anda, sebaiknya carilah strategi yang benar-benar sesuai untuk Anda. Sesuai dengan karakter Anda, sesuai pula dengan kekuatan modal Anda. Jangan mencoba untuk memaksakan diri mempergunakan strategi trading orang lain yang tidak sesuai dengan Anda. Meskipun misalnya strategi tersebut bisa berhasil dengan baik ketika dipergunakan orang tersebut, belum tentu bisa berhasil pada Anda, karena memang belum tentu cocok.

Masih ada pertanyaan? Jangan sungkan untuk menghubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat, setiap Senin sampai Jumat mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Hadiri pula Webinar GRATIS yang kami adakan setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.30 WIB. Informasi lebih lengkap, silakan klik di sini

4 Comments

Stress Bisa Berguna Dalam Forex Trading?

Forex trading pada gilirannya akan “memaksa” Anda untuk berhadap-hadapan dengan potensi resiko setiap hari. Karena ketidakpastian yang ada, Anda sering kali harus mengantisipasi kejadian yang sangat bisa jadi akan membuat Anda merasa stress. Secara psikologis, terserang stress merupakan reaksi normal yang terjadi selama trading. Sama normalnya seperti seekor elang yang memangsa seekor kelinci.

Lho, tunggu dulu… bukankah stress itu selalu buruk? Hal baik apa yang bisa dimanfaatkan dari stress?

Stress, dalam kadar tertentu, bisa bermanfaat jika bisa memberikan jalan untuk mengambil keputusan apakah akan “bertahan” atau “menghindar” jika Anda telah menjadi semakin waspada dan siap secara mental untuk menghadapi setiap kemungkinan. Jika diibaratkan, kondisi seperti itu seperti ketika seorang pendekar yang mendapatkan lecutan adrenalin ke otaknya dan kemudian pikirannya akan memberi perintah kepada tubuhnya untuk bereaksi secara spontan atas serangan lawannya. Dalam hal ini, stress justru berfungsi untuk melindungi diri.

Namun jika seorang trader yang tidak memiliki kemampuan untuk bereaksi secara positif terhadap stress, justru hal tersebut akan memperburuk performanya. Alih-alih meningkatkan kewaspadaan dan bereaksi pada sebuah situasi, ia justru akan tenggelam dalam ketakutan dan menjadi gugup atau bahkan diam terpaku. Pada situasi seperti itu ia tidak akan mampu membuat keputusan yang baik karena ia kehilangan kemampuannya untuk tetap tenang dan fokus.

Bayangkan jika ketika Anda sedang menyeberang jalan kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil – atau lebih besar lagi: truk – melaju ke arah Anda dengan kecepatan tinggi. Bagaimana kira-kira Anda akan bereaksi?

Normalnya, ketika itu terjadi Anda akan berada dalam tingkat stress yang cukup tinggi. Jika Anda memiliki kemampuan untuk “bereaksi positif” terhadap stress yang muncul saat itu, Anda akan berlari untuk menyelamatkan diri. Jika tidak, Anda hanya akan terpaku di tengah jalan dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pada akhirnya, kemampuan dan kualitas reaksi Andalah yang akan membedakan hasil yang akan Anda terima. Dalam situasi kritis, kemampuan Anda mengatasi stress adalah hal yang menentukan apakah Anda akan selamat atau sekarat.

OK, lalu bagaimana agar hal tersebut bisa diaplikasikan dalam trading?

Langkah pertama adalah menyadari benar bahwa resiko adalah bagian yang tak terpisahkan dengan trading forex. Kerugian yang diderita dari sebuah transaksi, atau bahkan beberapa kali transaksi, bukanlah merupakan akhir dunia. Tentu saja jika Anda melakukan trading dengan manajemen resiko yang benar dan tepat. Sekali Anda menyadari fakta ini, Anda akan bisa fokus pada hal-hal yang mampu Anda lakukan.

Langkah ke dua adalah menyadari bahwa memang ada potensi Anda akan berada dalam tekanan. Anda harus bisa belajar bagaimana caranya bertindak dengan tenang, fokus dan rasional dalam situasi seperti itu. Anda harus berlatih untuk mengenali “potensi bahaya” kemudian menghindari situasi tersebut seperti halnya Anda menyelamatkan diri dari truk yang hampir menabrak Anda.

Menerima kekalahan juga adalah merupakan salah satu cara membangun respon positif. Anda akan bisa bersikap positif jika dan hanya jika anda berlatih sungguh-sungguh untuk itu. Dengan berlatih (Anda bisa mempergunakan akun demo lalu mengevaluasi respon Anda terhadap stress), reaksi negatif dengan sendirinya akan berkurang dan Anda bahkan bisa mempertajam intuisi Anda untuk menghindari “lubang-lubang jebakan” dalam trading, yang bisa muncul karena ketidakpastian pasar.

Cara termudah untuk bisa mencapai tahap “rileks” dalam trading forex tentu saja adalah dengan memiliki modal yang kuat, yang didukung oleh trading plan yang matang.

Jika Anda bisa berlatih dengan benar di akun demo, maka ketika dihadapkan pada situasi real Anda tidak lagi akan gugup, lalu terpaku, yang bisa menyebabkan kehancuran modal Anda.

Selamat berlatih mengendalikan stress. 

0 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (3)

Pada artikel sebelumnya Anda telah mengetahui langkah-langkah yang harus dilalui dalam membangun sebuah sistem trading forex, dalam hal ini adalah mechanical trading system. Ada setidaknya tujuh langkah yang harus dilakukan mulai dari perencanaan hingga pengujian sistem trading tersebut.

Di artikel penutup ini saya akan mencoba untuk memberikan contoh mudah sebuah sistem trading yang sederhana berdasarkan pemaparan yang telah dijabarkan di artikel sebelumnya.

Setup:

  • Time frame: Daily (D1)
  • Indikator trend:
  1. Simple Moving Average (SMA), periode: 20
  2. Simple Moving Average (SMA), periode: 50
  • Indikator konfirmator:
  1. Stochastic (5,3,3)
  2. RSI (14)

Aturan Trading:

Entry Rule:

  • Aturan BUY:
  1. SMA 20 telah memotong ke atas SMA 50 (golden cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke atas
  3. Tunggu hingga koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bullish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bullish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di atas 50 tetapi belum overbought
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi buy
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP
  • Aturan SELL:
  1. SMA 20 telah memotong ke bawah SMA 50 (death cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke bawah
  3. Tunggu hingga pull-back terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bearish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bearish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di bawah 50 tetapi belum oversold
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi sell
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP

Exit Rule:

  • Tutup posisi buy jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk death cross, atau jika nilai RSI jatuh ke bawah 50, atau jika Stop Loss tersentuh.
  • Tutup posisi sell jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk golden cross, atau jika nilai RSI naik ke atas 50, atau jika Stop Loss tersentuh.

Nah, sekarang mari kita lihat bagaimana ilustrasi penerapannya.

Gambar-gambar di bawah ini akan menjelaskan contoh penerapan strategi buy berdasarkan sistem trading forex yang baru kita bangun ini.

Pada gambar berikut ini, Anda bisa melihat telah terjadi golden cross di chart daily pair USD/CAD.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Saat itu harga telah berada di atas SMA 20 dan SMA 50 namun stochastic telah memperlihatkan indikasi bearish sedangkan CCI berada dalam kondisi overbought. Nah, selanjutnya kita tinggal menunggu akan terjadi pull-back/koreksi ke area di antara kedua SMA tersebut.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Setelah pull-back/koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal bullish dari stochastic. Ketika sinyal bullish terkonfirmasi di stochastic, pastikan nilai RSI telah berada di atas 50. Perlu diingat bahwa sinyal tersebut sebaiknya harus terkonfirmasi setelah candlestick closed.

Gambar berikut ini memperlihatkan pergerakan harga selanjutnya setelah sinyal buy terkonfirmasi berdasarkan sistem trading tersebut. Terlihat bahwa harga telah bergerak sejauh 2278 pips setelah buka posisi.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Pada saat itu Anda mungkin akan menutup posisi jika merasa sudah puas, namun sebenarnya berdasarkan sistem trading forex yang telah disusun di atas, sebaiknya posisi tersebut baru ditutup jika terjadi death cross atau nilai RSI jatuh ke bawah 50.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Perlu diingat bahwa sistem trading ini mempergunakan time-frame daily, sehingga sebenarnya lebih condong kepada gaya trading long-term. Oleh karena itu, wajar jika dalam contoh di atas transaksi yang dilakukan bisa mencapai keuntungan hingga lebih dari 13.000 pips!

Kesabaran adalah kunci. Kembali kepada konsep mechanical trading system, memang faktor emosi sebaiknya tidak terlalu terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Buy, sell dan close posisi Anda hanya jika ada sinyal valid yang telah terkofirmasi.

Nah, sistem trading yang saya paparkan ini hanya contoh saja. Anda bebas memodifikasi atau bahkan menciptakan sendiri sistem trading yang kira-kira sesuai dengan karakter dan gaya trading Anda dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dipaparkan mulai dari tulisan bagian pertama, bagian ke-2 hingga ke-3 ini.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

5 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (2)

Pada artikel sebelumnya, Anda telah mempelajari mengenai apa itu mechanical trading system. Nah, fokus utama artikel ini adalah untuk memandu Anda dalam step-by-step proses pembuatan sistem trading forex Anda sendiri. Meskipun tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuat sebuah sistem, namun untuk menguji sistem trading tersebut mutlak membutuhkan waktu. Maka dalam hal ini kesabaran Anda diperlukan.

Ada tujuh langkah yang harus Anda jalankan dalam membangun sebuah mechanical trading system.

Langkah 1: Tentukan time-frame

Hal pertama yang harus Anda tetapkan ketika membangun sistem trading Anda adalah menentukan tipe trader seperti apa Anda ini. Apakah Anda seorang day trader? Swing trader? Apakah Anda suka memantau chart setiap hari, sekali seminggu, atau mungkin sebulan sekali? Ketika Anda melakukan trading, berapa lama biasanya Anda menahan posisi terbuka?

Unsur-unsur tersebut di atas akan membantu Anda untuk menentukan time frame berapa yang akan Anda pergunakan. Meskipun misalnya Anda ingin bertransaksi menggunakan metode multiple time-frame analysis, tentukan time-frame utama mana yang biasanya Anda pergunakan untuk mencari entry signal.

Langkah 2: Tentukan indikator trend

Karena tujuan utama sistem trading adalah mengidentifikasi trend sedini mungkin, Anda selayaknya memanfaatkan indikator yang bisa memenuhi tujuan tersebut. Misalnya moving average (MA), yang  merupakan salah satu indikator trend yang cukup populer.

Para trader biasanya mempergunakan dua buah MA dengan periode yang berbeda dan menunggu hingga terjadi perpotongan antara kedua MA tersebut. Metode ini merupakan metode dasar yang dikenal dengan metode “MA crossover”. Teknik yang paling sederhana dari metode ini merupakan cara tercepat dan termudah dalam mengidentifikasi potensi perubahan trend.

Memang ada banyak metode lain dalam forex trading untuk mengenali trend, namun MA merupakan salah satu yang paling mudah untuk dipergunakan.

Langkah 3: Pergunakan indikator yang bisa mengonfirmasi trend

Target ke dua dari sebuah sistem trading adalah mampu menghindari whipsaw. Anda tentu tidak mau terjebak oleh sinyal palsu. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan memastikan sinyal yang muncul telah terkonfirmasi dengan arah trend yang berlangsung. Konfirmasi sinyal biasanya menggunakan indikator yang termasuk golongan momentum atau oscillator.

Ada banyak indikator teknikal yang bisa dipergunakan sebagai sinyal yang mengonfirmasi trend. Tim Market Analyst FOREXimf.com biasa mempergunakan stochastic dan CCI. Selain itu Anda juga bisa mempergunakan MACD atau RSI. Silakan Anda mencoba beberapa jenis indikator. Jika Anda sudah terbiasa maka Anda akan menemukan indikator mana yang sekiranya cocok dengan gaya trading Anda lalu masukkan ke dalam sistem trading yang Anda bangun.

Langkah 4: Tetapkan batasan resiko

Dalam membangun sistem trading, sangat penting menentukan tingkat toleransi atau batasan resiko. Memang tidak banyak orang yang suka membicarakan kerugian, namun pada kenyataannya trader forex yang baik adalah trader yang mampu berpikir untuk membatasi berapa besar kerugian yang mungkin bisa ia derita. Mereka selalu memikirkan resiko terlebih dahulu sebelum membayangkan berapa besar keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

Tingkat toleransi resiko pada masing-masing orang tentu berbeda-beda. Anda memang harus menentukan batasan resiko namun tetap harus dalam batas “kenyamanan” Anda sendiri. Jadi jangan bulat-bulat meniru trader lain yang toleransi resikonya lebih tinggi daripada Anda.

Ini erat kaitannya dengan money management,yang memegang peranan sangat penting dalam trading forex. Anda bisa membaca banyak topik tentang money management di website ini.

Langkah 5: Tentukan aturan entry dan exit

Setelah Anda menetapkan batasan resiko, langkah selanjutnya adalah menetapkan aturan entry (membuka posisi) dan exit (menutup transaksi).

Ada trader yang membuka posisi setelah semua indikator yang dipergunakan terlihat memberikan sinyal meskipun candlestick belum close.  Ada pula yang lebih suka menunggu hingga candlestick close.

Kami sendiri mengikuti pendapat yang ke-2, yaitu menunggu hingga candlestick close, karena seringkali ternyata indikator teknikal berubah setelah candlestick close dan sinyal yang tadinya tampak telah terkonfirmasi ternyata “menghilang”.

Namun sebenarnya itu hanya masalah gaya trading saja. Trader yang tidak merasa perlu menunggu konfirmasi candlestick biasanya adalah tipe trader yang agresif.

Sementara itu ada beberapa opsi untuk aturan exit. Salah satu cara adalah menggunakan trailing stop. Cara lain adalah menetapkan target dan hanya akan menutup transaksi ketika target telah tercapai. Banyak yang menggunakan support dan resistance sebagai acuan target, sementara ada pula yang hanya menetapkan target dalam bentuk sekian pip.

Anda juga bisa menggunakan “sinyal-kontra” sebagai aturan exit. Misalnya jika Anda masuk posisi buy berdasarkan MA golden cross (MA memotong dari bawah ke atas), maka Anda hanya akan menutup posisi tersebut jika terjadi MA death cross (MA memotong dari atas ke bawah) dan sebaliknya.

Oh ya, ingat bahwa aturan exit tidak hanya berlaku saat profit saja. Anda juga harus menerapkan aturan exit saat terjadi loss.

Opsi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda akan selalu menjalankannya. Jangan pernah membuka atau menutup posisi terlalu cepat sebelum kondisi atau aturan yang telah Anda tetapkan terpenuhi. Apa pun yang terjadi – ya, APA PUN YANG TERJADIstick to the plan!

Langkah 6: Tulis aturan sistem trading Anda dan PATUHI!

Inilah langkah paling penting dalam menciptakan sistem trading. Tuliskanlah aturan sistem trading Anda dan selalu patuhi. Sekali lagi: SELALU PATUHI. No matter what!

Disiplin adalah salah satu sikap yang HARUS dimiliki seorang trader. Tidak ada sistem trading yang bisa berhasil dengan baik jika Anda tidak disiplin dalam mematuhi aturan sistem trading tersebut.

Langkah 7: Uji Sistem Trading Anda

Cara termudah untuk menguji sistem trading yang baru Anda buat adalah mempergunakan Strategy Tester yang tersedia di MetaTrader. Cara ini biasa disebut backtesting. Terapkan semua aturan sistem trading Anda dengan jujur dan disiplin. Ini penting. Sangat penting.

Pergunakan data harga yang cukup. Minimal pergunakan data pergerakan harga dua atau tiga tahun ke belakang agar Anda tahu apakah sistem Anda bisa mengikuti dinamika pasar atau tidak. Jika hasil backtesting Anda cukup memuaskan, lanjutkan ke tahap pengujian ke-2, yaitu forward testing dengan menggunakan demo account.

Lakukan forward testing setidaknya dua bulan. Ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk “merasakan” kinerja sistem trading Anda secara live. Selain itu, kesabaran dan kedisiplinan Anda akan kembali diuji dengan pergerakan market secara real time.

Setelah dua bulan, Anda akan mengetahui apakah sistem tersebut benar-benar bisa Anda pergunakan. Jika hasil demo account masih memuaskan dan Anda sudah cukup percaya diri dengan sistem trading yang Anda ciptakan, maka langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam real account.

Selamat! Anda telah berhasil menciptakan sistem trading forex Anda sendiri.

6 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (1)

Sejauh ini, Anda mungkin telah banyak mempelajari mengenai cara membuat trading plan dari FOREXimf.com. Anda mungkin telah mengetahui betapa pentingnya trading plan dalam trading forex. Anda juga telah mengetahui bahwa gaya trading setiap trader berbeda-beda, untuk itulah Anda perlu memiliki sistem trading yang sesuai dengan gaya trading Anda.

Nah, kali ini kami akan membagikan tips untuk Anda tentang bagaimana cara menciptakan sistem trading sendiri, khususnya sistem trading ala analisa teknikal, atau yang sering disebut dengan “mechanical trading system”.

Apakah mechanical trading system itu?

Mechanical trading system adalah sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal dan memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena semestinya trader yang menggunakan sistem trading seperti ini harusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Teorinya, sistem trading seperti ini semestinya akan mengeliminasi (atau setidaknya menekan hingga ke titik terendah) subyektivitas dan faktor emosi seorang trader, karena yang dilakukan hanyalah mengikuti aturan dari sistem tersebut APA PUN YANG TERJADI.

Anda mungkin pernah melakukan pencarian sistem trading di internet. Jika Anda mengetikkan kata kunci “sistem trading forex” atau “forex trading system”, bisa kami pastikan Anda akan menemukan banyak orang (bahkan terlalu banyak!) yang menawarkan sistem trading yang mereka  klaim sebagai “holy grail” dengan harga “hanya” beberapa juta rupiah saja.

Holy grail? Apa itu?

Dalam dunia trading, holy grail adalah istilah yang diberikan untuk sistem trading yang tak pernah salah dan tak pernah kalah. Sistem trading seperti itu diklaim akan menghasilkan keuntungan ribuan pips per minggu (bahkan konon per hari!) dan tak akan pernah menghasilkan transaksi yang merugi. Mereka – para penjual sistem tersebut – akan menampilkan semacam “hasil trading” berdasarkan sistem trading yang “sempurna” itu dan dijamin akan membuat mata Anda terbelalak kagum. Ada kemungkinan Anda akan segera melakukan transaksi internet banking dan mentransfer uang sejumlah “beberapa juta saja” ke penjual sistem tersebut, karena Anda berpikir harga itu sangat murah dibandingkan dengan apa yang akan Anda dapatkan.

Eh… tunggu dulu. Sebelum Anda telanjur membuang uang Anda, coba pikirkan kalimat terakhir di paragraf di atas. Pernahkah Anda mendengar peribahasa “ada harga, ada rupa”? Jika sistem trading tersebut memang SEHEBAT ITU, wajarkah dijual dengan harga yang murah?

Fakta pertama, ya memang mungkin ada sistem trading yang sangat luar biasa yang bisa menghasilkan keuntungan yang cukup mengundang decak kagum. Masalahnya, justru sistem seperti itu biasanya disimpan rapat-rapat oleh pembuatnya. Kalaupun ia “membagikannya”, biasanya ada “kompensasi” yang setimpal yang harus Anda keluarkan.

Fakta ke dua adalah, daripada Anda harus mengeluarkan beberapa juta rupiah untuk sistem trading yang belum tentu cocok dengan Anda, sebenarnya Anda bisa membuat sistem trading Anda sendiri dengan GRATIS. Jika Anda membuat sendiri, tentu cocok dengan karakteristik Anda sebagai trader. Inilah yang ingin kami bagikan pada Anda. Ada banyak orang di dunia maya ataupun dunia nyata yang menjual sistem trading, namun kami belum pernah melihat ada yang mau membantu Anda membuat sistem trading sendiri.

Sebenarnya membuat sistem trading sendiri tidaklah terlalu sulit. Yang sulit adalah bagaimana benar-benar disiplin mengikuti aturan yang telah Anda terapkan ketika membangun sistem trading tersebut.

Bagian pertama ini akan memberikan informasi yang Anda perlukan untuk mulai mengembangkan sistem trading yang tepat untuk Anda. Pada akhir tulisa, kami akan memberikan contoh sistem trading.

Tentukan Target Sistem Trading Anda

Mungkin Anda berpikiran untuk membuat sistem trading yang bisa mencetak profit ribuan (atau bahkan jutaan) dollar. Ya, itu pemikiran yang sangat luar biasa, namun sebenarnya bukan itu target yang benar.

Ketika Anda membangun sistem trading, target sistem tersebut sebenarnya hanya dua:

-          Mampu mengindentifikasi tren sedini mungkin

-          Mampu menghindari whipsaw (pergerakan harga naik-turun yang cepat dan ekstrim)

Jika sistem trading Anda mampu memenuhi dua target tersebut, peluang Anda untuk menjadi trader yang sukses akan menjadi semakin besar. Namun masalahnya, kedua hal tersebut seringkali bertolak belakang.

Jika Anda memiliki sistem yang target utamanya adalah mengidentifikasi perubahan tren sedini mungkin, ada kemungkinan Anda akan sering mendapatkan sinyal palsu. Sebaliknya, jika Anda memiliki sistem trading yang fokus menghindari whipsaw, ada kemungkinan Anda akan terlambat untuk mengambil posisi dan kehilangan kesempatan.

Tugas Anda ketika membangun sistem trading adalah menemukan “jalan tengah” antara kedua target tersebut. Anda harus mencari cara untuk bisa mengidentifikasi tren sedini mungkin namun juga bisa mereduksi kemunculan sinyal palsu.

Pada tulisan berikutnya, kita akan membahas langkah-langkah menyusun sistem trading forex yang sederhana.

Sampai jumpa.

0 Comments

Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?

Harga minyak mentah dunia terperosok hingga tembus ke bawah $30 per barrel. Apa yang terjadi? Bagaimana potensi pergerakan selanjutnya?

Untuk harga minyak mentah dunia, level harga $20 per barrel merupakan level yang perlu diperhatikan. Rata-rata ongkos produksi per barrel minyak mentah berdasarkan ongkos produksi 20 negara penghasil minyak terbesar di dunia berada di kisaran angka itu, tepatnya sekitar $27. Dengan demikian, secara fundamental harga minyak mentah sulit untuk bertahan lama di bawah $20 per barrel. Pertanyaannya kemudian adalah: berapa lama dan di mana batas bawahnya?

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Sumber: UCube by Rystad Energy; Interactive published Nov. 23, 2015

West Texas Intermediate (WTI) telah mengalami kejatuhan hingga $29.93 per barrel pada tanggal 12 Januari 2016. Harga itu merupakan level terendah sejak Desember 2003, yang artinya terendah dalam 12 tahun terakhir.

Masalah Biaya Operasional

Jatuhnya harga minyak akibat rendahnya permintaan dari negara berkembang (sehingga persediaan menjadi terlalu berlimpah) bisa jadi akan mengundang masalah bagi perusahaan minyak dan mereka akan menghadapi masalah biaya operasional. Menurut perkiraan pemerintah Malaysia, mereka akan mengalami kerugian sebesar 300 juta ringgit (sekitar $68 juta) setiap penurunan harga minyak mentah sebesar satu dollar. Conoco Phillips kehilangan pendapatan bersih sebesar $1,79 juta tiap kuartal untuk setiap penurunan harga minyak sebesar 10 USD.

British Petroleum Plc (Inggris) terpaksa harus memutus hubungan kerja dengan  4.000 pekerjanya, Petroleo Brasileiro SA (Brasil) memangkas rencana anggaran menjadi $98,4 milyar dari sebelumnya $130 milyar. Sementara itu Petronas (Malaysia) menyatakan bersiap untuk menghadapi tahun-tahun yang berat.

U.S. Energy Information Administration merevisi perkiraannya untuk harga minyak WTI di tahun 2016 sebesar 24% menjadi $38.54 per barrel. Mereka memperkisakan bahwa harga minyak akan kembali mencapai keseimbangan di tahun 2017.

Penguatan USD juga bisa mempengaruhi harga minyak dan membuat harga tertekan di bawah $30.

Tekanan yang dialami harga minyak dunia saat ini seolah mengabaikan pernyataan Sekjen OPEC, Abdullah Al-Badri, menjelang penghujung tahun lalu. Al-Badri menyatakan bahwa harga minyak tidak akan terus mengalami penurunan dan akan naik paling tidak dalam beberapa bulan hingga setahun mendatang. Ini karena produksi negara-negara non-OPEC telah mengalami penurunan hingga 400-500 ribu barrel per hari dan di tahun 2016 OPEC tidak akan melakukan produksi di harga minyak yang sekarang.

Pandangan Teknikal

Harga minyak secara teknikal memang sedang berada di bawah tekanan. Untuk outlook jangka pendek hingga menengah, bias bearish masih mendominasi pergerakan harga minyak mentah. Namun untuk outlook jangka panjang, terlihat bahwa harga minyak mentah saat ini berada di area support teknikal jangka panjang, yaitu kisaran $33.20 (harga terendah tahun 2009) hingga $16.70 (terendah tahun 2001). Secara teknikal, area support adalah area yang tepat untuk membuka posisi buy. Dengan kata lain, area support – sekali lagi secara teknikal – adalah area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Trader komoditi yang melihat peluang ini biasanya mencoba untuk mencari sinyal teknikal guna membuka posisi buy untuk jangka panjang. Apalagi stochastic dan CCI di chart bulanan telah memperlihatkan indikasi jenuh jual (oversold). Memang benar bahwa indikasi oversold belum tentu akan diikuti oleh kenaikan harga, namun area support yang terlihat membuat indikasi oversold itu menjadi berarti.

Adapun potensi rebound harga minyak untuk sementara adalah kisaran $38-40 per barrel sebagai target jangka menengah. Secara teknikal, agak berat untuk melihat rebound yang lebih tinggi untuk tahun ini, kecuali jika harga minyak mampu tembus ke atas $40 per barrel. Jika pun itu terjadi, target pergerakan realistis selanjutnya hanyalah hingga kisaran $50-60 per barrel.

Namun apa yang terjadi jika seandainya harga minyak terus turun? Tampaknya kisaran $16.70 untuk sementara menjadi level ekstrim yang mungkin bisa dicapai harga minyak tahun ini.

Let’s wait and see.

0 Comments

Rahasia Menekan Biaya Transaksi Forex Trading

Ketika Anda akan memilih sebuah pialang berjangka (lebih populer dengan sebutan broker forex), apakah yang pertama kali Anda lihat? Apakah spread-nya? Apakah komisi yang dibebankan untuk setiap transaksi (makin murah makin bagus)? Apakah layanannya? Atau kemampuan para analisnya dalam menyediakan analisa forex trading?

Salah satu (atau mungkin semua) hal yang disebutkan di atas mungkin menjadi pertimbangan Anda. Idealnya, Anda memang harus mendapatkan semua hal tersebut dari pialang pilihan Anda. Akan tetapi terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan transaksi, apakah Anda yakin bahwa pialang pilihan Anda sudah memberikan biaya yang termurah?

Bukan Hanya Spread

Kebanyakan trader mengira bahwa spread yang rendah adalah salah satu ciri pialang yang baik. Tidak sepenuhnya salah.

Memang spread yang kecil biasanya lebih diminati karena selisih harga yang harus Anda “kejar” untuk minimal mendapatkan kondisi break event point (BEP) untuk transaksi Anda akan menjadi lebih kecil.

Sebagai contoh, jika Anda melakukan transaksi buy EUR/USD di harga 1.14100 (Bid)/1.14115 (Ask), maka transaksi tersebut akan dieksekusi di harga 1.14115 (harga Ask). Pada saat itu juga Anda akan mengalami floating loss sebesar spread yang berlaku saat itu, yaitu minus 15 pips (quote lima desimal). Artinya, Anda tinggal menunggu harga naik sejauh 15 pips saja untuk memperoleh kondisi impas (BEP).

Akan berbeda ceritanya jika spread yang berlaku selebar – misalnya – 25 pips. Ketika Anda buy di harga 1.14100 (Bid)/1.14125 (Ask), maka Anda harus menunggu harga naik minimal sejauh 25 pips untuk bisa BEP.

Apakah Anda berpikiran seperti itu? Mari kita pikir lagi.

Lihat Juga Komisi

Masalahnya adalah spread bukan satu-satunya hal yang harus kita cermati.

Perlu diketahui bahwa semua pialang berjangka yang beroperasi secara legal di Indonesia (dalam hal ini mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) bisa dipastikan membebankan biaya atas setiap transaksi yang dilakukan. Biaya itu disebut dengan “komisi”.

Komisi ini ibarat “upah” yang harus Anda kepada pialang atas jasanya mengantarkan transaksi Anda ke bursa berjangka, entah itu Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Kedua bursa itu adalah bursa berjangka yang resmi beroperasi di Indonesia. Semua transaksi berjangka Anda (termasuk ketika Anda melakukan forex trading) akan diteruskan ke salah satu atau kedua bursa tersebut.

Di sinilah Anda harus lebih cermat. Mengapa?

Karena komisi juga merupakan salah satu parameter biaya transaksi yang Anda lakukan. Dengan demikian, cara menghitung biaya transaksi adalah:

Biaya Transaksi = Spread + Komisi

Mana Yang Lebih Murah?

Coba lihat contoh berikut ini:

Pialang A menetapkan spread sebesar 15 pips. Ingat ini adalah spread untuk quote dengan lima desimal. Jika di quote empat desimal, ini biasanya ditulis 1.5 (satu koma lima) pips. Komisi yang dibebankan adalah $30 per/lot.

Katakanlah Anda melakukan buy 1 lot di harga 1.14100 (Bid)/1.14115 (Ask), maka itu berarti biaya transaksi Anda saat itu adalah 15 pips ditambah $30. Artinya, biaya transaksi Anda adalah sebesar $45.

Dengan demikian, untuk mengejar BEP saja, bukan pergerakan naik 15 pips yang Anda butuhkan, melainkan 45 pips.

Sekarang coba kita lhat perhitungan biaya transaksi untuk forex trading di FOREXimf.

FOREXimf.com memang tidak menetapkan fixed spread, melainkan mengikuti pergerakan spread di market. Namun rata-rata spread yang sering muncul adalah di kisaran 25 pips. Sementara, komisi yang dibebankan untuk tiap transaksi adalah hanya $5 (lima USD) saja per lot.

Asumsikan Anda melakukan buy 1 lot di harga 1.14100 (Bid)/1.141125 (Ask), maka itu berarti biaya transaksi Anda saat itu adalah 25 pips ditambah $5. Artinya, biaya transaksi Anda adalah sebesar $30 saja.

Maka berdasarkan contoh di atas, pialang manakah yang membebankan biaya transaksi PALING RINGAN? :)

Ini pertanyaan retoris. Anda tentu sudah bisa menjawabnya dengan benar.

Jadi, jangan terlalu mudah terpesona pada rendahnya spread yang ditawarkan. Cermati juga berapa besar total biaya transaksi yang Anda perlukan. Semakin murah, semakin baik, karena akan lebih cepat dan mudah dalam mengejar keuntungan.

Tidak Sekedar Ringan

Biaya transaksi di FOREXimf.com sangat ringan, apalagi jika dlihat dari layanan yang bisa Anda dapatkan. Dengan membuka akun di FOREXimf.com Anda akan mendapatkan fasilitas analisa gratis melalui Live Chat bersama tim Market Analyst. Anda juga akan berkesempatan untuk menikmati layanan update peluang pasar langsung ke smartphone Anda melalui aplikasi WhatsApp. Ini berarti Anda bisa mendapatkan info peluang terkini di mana pun Anda berada.

Anda tertarik untuk melakukan forex trading dengan biaya ringan namun layanan prima? Segera klik Open Real Account sekarang juga. Kami tidak sabar untuk segera bisa melayani Anda.

4 Comments

Tips Forex Trading: Rahasia Perbesar Modal Dengan Aman

Siapa pun yang telah memutuskan untuk memulai forex trading tentu menginginkan modalnya bisa berkembang. Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana mengembangkan modal Anda tanpa perlu terpapar resiko yang terlalu besar?

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

  1. Bersabar

Ini kunci terpentingnya: kesabaran. Ingatlah bahwa forex trading adalah bisnis yang memerlukan ketekunan, kesabaran dan kedisiplinan. Ini bukan bisnis yang penuh dengan keajaiban. Tidak ada peri biru yang datang di malam hari dan memberikan keuntungan berlipat ganda hanya karena Anda telah menjadi anak baik hari ini.

Trading juga memerlukan ilmu yang memadai. Oleh karena itu Anda juga harus bersabar dalam mempelajari setiap ilmu, trik dan tips trading. Jangan terburu-buru, baik dalam belajar maupun melakukan transaksi. Santai saja agar Anda tidak stress.

  1. Jangan serakah

Keserakahan adalah salah satu musuh besar trader dan sialnya sangat berkaitan dengan ketidaksabaran seorang trader dalam melakukan trading. Dalam hal ini adalah kurangnya kesabaran dalam mengumpulkan keuntungan demi keuntungan.

Sebagai contoh, Anda sudah memperoleh keuntungan sesuai dengan target yang telah diperkirakan berdasarkan analisa yang dilakukan. Ketika harga sudah mencapai target, apa yang Anda lakukan? Jika Anda adalah tipe trader yang mengaplikasikan trading plan dengan super disiplin, Anda akan tutup transaksi tersebut.

Namun kebanyakan trader justru akan berharap untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi. Salahkah keinginan tersebut? Tidak, selama Anda memiliki alasan yang kuat untuk itu.

Boleh saja Anda mengharapkan keuntungan yang lebih besar selama keinginan tersebut bersandar pada argumen yang tepat. Misalnya: target Anda telah tercapai namun pada saat yang sama Anda melihat bahwa resistance (atau support) kunci di hari itu telah tembus dengan valid dan signifikan. Jika itu alasannya, silakan geser target profit Anda lebih jauh lagi. Sebagai antisipasinya, aktifkan trailing stop, agar jika ternyata harga berbalik arah Anda tidak akan merugi. Dengan melakukan ini, tidak berarti Anda melanggar trading pan, melainkan menyesuaikan trading plan (bersikap fleksibel, tidak kaku).

Tetapi jika Anda berharap keuntungan yang lebih besar tanpa ada alasan yang sahih seperti contoh di atas, maka berhati-hatilah karena sangat mungkin keserakahan telah menguasai Anda. Anda tidak boleh memperbesar target keuntungan hanya karena berprinsip, “Pokoknya gue harus untung gede hari ini.”

  1. Lipat gandakan dengan nyaman

Silakan berusaha melipatgandakan keuntungan dengan memperbesar jumlah lot dengan menyesuaikan trading plan.

Misalnya, Anda memiliki modal sebesar $10,000.

Di awal, Anda telah menetapkan batasan resiko per transaksi adalah 10% dari equity. Di awal, equity Anda hanya sebesar $10,000, itu artinya tiap kali melakukan transaksi kerugian yang akan Anda tanggung tidak boleh lebih dari $1,000. Seandainya Anda melihat bahwa Stop Loss sebaiknya ditempatkan di jarak 1000 pips (5 desimal) dari entry level, maka Anda bisa membuka posisi sebesar 1 lot.

Jika ternyata Anda berhasil memperoleh keuntungan, misalnya sebesar $2,000, maka saat itu equity Anda bertambah menjadi $12,000. Katakanlah kemudian Anda melihat ada peluang untuk membuka posisi dengan batasan Stop Loss sejauh 1000 pips juga, maka saat itu Anda boleh membuka posisi sebesar 1.2 lot. Demikian seterusnya. (Perhitungan mengapa bisa 1.2 lot bisa Anda pelajari di sini.)

Dengan demikian, resiko yang Anda hadapi untuk setiap transaksi terbuka tidak akan lebih dari 10% dari equity Anda. Resiko tetap terjaga, namun faktor pengali (lot) bisa menjadi semakin besar sehingga peluang keuntungan Anda pun menjadi semakin besar.

Demikianlah cara memperbesar modal Anda tanpa perlu dihantui resiko yang juga menjadi semakin besar. Anda tertarik mencoba?

Jika Anda tertarik untuk mencoba, saran kami pergunakanlah demo account terlebih dahulu. Silakan dapatkan di sini plus fasilitas live chat yang bisa Anda lakukan dengan tim Research & Market Analyst FOREXimf.com. Tim ini dibuat khusus untuk melayani pertanyaan-pertanyaan seputar forex trading.

Bahkan, Anda bisa bertanya lebih banyak lagi jika Anda membuka real account bersama FOREXimf.com. Bukan hanya tips dasar seperti di artikel ini yang bisa Anda dapatkan, namun bahkan Anda juga bisa berkonsultasi mengenai situasi pasar terkini. Anda bahkan bisa mendapatkan informasi mengenai peluang terkini langsung ke handphone Anda melalui WhatsApp.

Tertarik? Silakan buka real account di sini. Kami menunggu pertanyaan-pertanyaan Anda.

2 Comments

Strategi Forex Trading: Kunci Sukses Paham Harmonic Pattern (4)

Bagi Anda yang telah membaca artikel-artikel sebelumnya tentang harmonic pattern, mungkin bertanya-tanya bagaimana penerapannya dalam forex trading sesungguhnya. Dengan kata lain, bagaimana mengaplikasikan rasio-rasio Fibonacci yang disajikan dalam gambar-gambar/ilustrasi pola yang ada. Ini juga adalah pertanyaan yang sering muncul dari para trader yang baru memulai mempelajari harmonic pattern.

Jika Anda belum membaca artikel sebelumnya terkait harmonic pattern ini, silakan baca di tautan-tautan berikut ini: bagian pertama, bagian ke-2 dan bagian ke-3.

Sebagai contoh kasus, kita akan membahas aplikasi pola ABCD (ABCD pattern) di grafik candlestick.  Pola ini merupakan pola yang paling sederhana dalam keluarga harmonic pattern. Meskipun demikian, pola inilah sebenarnya yang menjadi dasar dari semua pengembangan harmonic pattern. Dengan demikian, jika Anda sudah bisa mengaplikasikan pola ini dalam analisa forex trading Anda, diharapkan akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan analisa mempergunakan harmonic pattern turunannya.

Baik, kita mulai saja.

Contoh yang saya sajikan adalah penerapan pola Bearish ABCD. Sekedar penyegaran ingatan, ada dua jenis ABCD pattern, yaitu Bullish ABCD dan Bearish ABCD.

Bearish ABCD - Harmonic Pattern Bullish ABCD - Harmonic Pattern

Pertanyaan yang biasa muncul – seperti yang disinggung di awal tulisan ini – biasanya adalah, “Apa maksudnya .618 dan 1.272 itu??

Kedua angka tersebut merupakan rasio Fibonacci. Dalam tool Fibonacci retracement yang biasa kita pergunakan, .618 adalah level retracement 61.8% sementara 1.272 merupakan level ekspansi 127.2%.

OK, tetapi bagaimana mempergunakannya? Mari baca artikel ini sampai selesai karena selanjutnya akan saya bahas penerapannya.

LANGKAH PERTAMA

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengidentifikasi trend (tentu saja!). Setelah itu Anda aplikasikan Fibonacci retracement di swing terakhir yang signifikan. Lihat gambar di bawah ini:

ABCD Pattern practice 1

Jika Anda perhatikan, titik A merupakan swing low sementara titik B merupakan swing high yang dipakai sebagai acuan menarik Fibonacci retracement. Sebagai langkah awal mengidentifikasi pola ABCD ini Anda harus melihat ada koreksi yang terjadi hingga ke area retracement 61.8%. Jika Ada koreksi dimaksud, maka Anda kemudian bisa menetapkan titik C.

Dengan demikian Anda sudah memiliki leg (kaki) pertama dari pola ABCD, yaitu pergerakan A ke B (selanjutnya kita mempergunakan istilah pergerakan AB). Anda juga sudah memiliki retracement yang merupakan pergerakan BC.

LANGKAH KE-2

Langkah ke-2 adalah mengidentifikasi potensi letak titik D alias leg ke-2. Bagaimana caranya? Coba perhatikan gambar berikut ini:

ABCD Pattern practice 2

Anda telah memiliki retracement CD dari langkah pertama di atas. Nah, untuk mengetahui di mana letak titik D, Anda perlu menarik Fibonacci retracement dari titik B ke C. Letak titik D ada di perpanjangan sejauh 127.2% (1.272) dari BC.

Selamat, Anda sudah menemukan leg ke-2! Sebagaimana yang telah Anda ketahui, Anda bisa membuka posisi sell di titik D tersebut. Dalam contoh di atas, memang titik D tidak persis berada di level 127.2%. Tetapi ingat bawah level tersebut sejatinya adalah level resistance. Sedikit penembusan ke atas level tersebut tidak menjadi masalah selama penembusan yang terjadi tidak signifikan.

Di samping itu, ingat bahwa dalam pola ABCD, panjang leg pertama (AB) lebih kurang sama dengan panjang leg ke-2 (CD). Jadi, selain level 127.2% perhatikan juga panjang CD-nya.

Sayangnya, pada Fibonacci retracement standar yang biasa dipergunakan dalam forex trading kita tidak bisa menemukan level 127.2%. Untuk itu Anda perlu menambahkan sendiri level tersebut. Trik menambahkan level baru di Fibonacci retracement bisa Anda pelajari dalam video YouTube ini.

LANGKAH KE-3

Pertanyaan selanjutnya biasanya adalah, “OK, saya sudah sell di titik D. Lalu bagaimana dengan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit)-nya?”

Untuk menjawabnya, perhatikan gambar berikut ini:

ABCD Pattern practice 3

Anda bisa mempergunakan titik D sebagai acuan menempatkan SL. Dalam contoh ini, Anda membuka posisi sell, sehingga SL bisa ditempatkan di atas titik D. Perhitungan yang umum dipergunakan adalah dua hingga tiga kali spread, atau diberi jarak 100-200 pips (5 desimal).

Atau, Anda bisa mempergunakan area TP sebagai acuan memperhitungkan risk-to-reward ratio. Beri rasio yang rasional antara resko dengan target keuntungan Anda.

Berbicara TP, Anda perlu melakukan langkah yang ke-3, yaitu menarik Fibonacci retracement sekali lagi. Kali ini, tarik Fibonacci retracement dari C ke D. Area TP yang rasional berdasarkan pengalaman kami adalah area 38.2-61.8%. Mengapa? Karena di area tersebut berpotensi kembali terjadi rebound.

Tips

Jika Anda perhatikan, dari langkah pertama hingga ke-3 ada tiga kali penarikan Fibonacci retracement. Jika ada tiga Fibonacci retracement tumpang- tindih maka kemungkinan besar akan membuat Anda kebingungan. Maka sebaiknya setelah masuk ke langkah selanjutnya, hapus saja Fibonacci retracement yang telah ditarik di langkah sebelumnya.

Kemudian, untuk benar-benar bisa memanfaatkan harmonic pattern, Anda harus memiliki kejelian dalam mengamati pasar plus pemahaman mengenai Fibonacci retracement yang memadai. Pada kenyataannya, harmonic pattern merupakan pola yang cukup jarang bisa ditemui, terlebih jika Anda kurang jeli dan kurang menguasai teknik Fibonacci retracement.

Maka dari itu ada baiknya Anda memperkuat pemahaman mengenai Fibonacci retracement terlebih dahulu.

Tertarik mencoba? Kami sarankan untuk mencobanya dulu dalam simulasi. Lakukan dengan menggunakan demo account yang bisa Anda dapatkan di sini. Jika Anda ingin mendapatkan panduan yang lebih detail, dapatkan fasilitas tersebut dari tim edukasi dan Market Analyst kami dengan membuka real account di sini.

Selamat mencoba.

0 Comments