Posts

5 Tips Memilih Broker Forex (Bagian-1)

Tahukah Anda, bahwa perputaran kapital di pasar valuta asing alias foreign exchange (forex) rata-rata mencapai $4 triliun per hari? Besar kan? Inilah yang menyebabkan forex menjadi pasar finansial terbesar di dunia. Nah, karena sebenarnya tidak ada pusat perdagangan khusus untuk forex, maka Anda harus selektif dalam memilih broker forex untuk memfasilitasi aktivitas trading Anda.

Sekarang ini broker forex semakin banyak; mulai dari yang bonafid sampai yang “abal-abal”, dalam arti tidak memiliki kantor dan legalitas yang jelas. Bahayanya, yang tergolong abal-abal justru lebih gencar dalam melakukan promosi di internet. Padahal kita semua tahu bahwa bisnis/investasi keuangan adalah salah satu sektor investasi yang rawan penipuan. Bisa dibayangkan dong, bagaimana beresikonya dana yang Anda titipkan ke broker abal-abal.

Jadi, bagaimana sih sebenarnya cara memilih broker yang tepat? Beberapa hal di bawah ini bisa Anda jadikan patokan.

1. Perhatikan Regulasi

Di Indonesia, istilah “pialang berjangka komoditi (PBK)” secara resmi dipergunakan untuk menggantikan kata broker forex, mengacu pada Undang-Undang Nomor Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Panjang ya nama UU-nya?

Tenang. Kita tidak akan membahas UU tersebut secara detil kok. Supaya Anda tahu saja bahwa di Indonesia, trading forex sudah diatur dalam UU.  Subyek perdagangannya bukan hanya forex saja sebenarnya: ada emas, indeks saham, CPO (Crude Palm Oil), olein dan lain-lain.

Setiap PBK yang beroperasi di Indonesia harus memiliki izin dari sebuah badan yang bernama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Badan ini bertindak sebagai regulator sekaligus pengawas, berada di bawah Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Jadi, kalau tidak ada izin dari badan ini bisa dipastikan broker tersebut tidak mendapat izin untuk beroperasi di Indonesia. Bahasa gampangnya: ilegal di Indonesia.

Supaya lebih bonafid, PBK yang akan Anda pilih sebaiknya juga adalah anggota bursa. Di Indonesia saat ini ada dua bursa berjangka, yaitu Bursa Berjangka Indonesia (BBJ) dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Selain itu, ada satu lembaga kliring berjangka yang bernama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) yang memiliki fungsi kliring dan penjaminan, penyelesaian atas seluruh transaksi kontrak berjangka  di bursa yang didaftarkan oleh Anggota Kliring.

Nah, jadi pastikan broker yang Anda pilih terdaftar di Bappebti, BBJ, ICDX dan KBI.

2. Perhatikan Detil Akun Trading

Biasanya tiap broker forex memiliki kondisi yang berbeda-beda. Di antaranya adalah:

  • Komisi dan spread

    Broker mendapatkan keuntungan dari komisi, jadi setiap transaksi yang Anda lakukan harus memperhitungkan besaran komisi. Kombinasi komisi dan spread menjadi jumlah “biaya” yang harus Anda keluarkan untuk setiap transaksi. Jadi, untuk biaya transaksi ini tidak hanya dilihat dari komisi saja, atau spread saja, melainkan kombinasi keduanya. Semakin kecil kombinasi jumlah komisi dan spread semakin baik.

    Misalnya begini:

    Broker X menerapkan komisi $50/lot dan spread 1 pip (=$10). Berarti total biaya transaksi di Broker X adalah $60/lot. Nah, FOREXimf.com menerapkan komisi $5/lot dan spread 2 pip (=$20), berarti total biaya transaksi di FOREXimf.com adalah $25/lot. Kesimpulannya, lebih murah trading bersama FOREXimf.com dibandingkan dengan Broker X tadi.

  • Deposit Awal

    Sekarang Anda sudah bisa trading hanya dengan $500 dengan besaran lot sebesar 0.1. Dengan fixed rate $1=Rp 10.000,- artinya Anda bisa memulai trading hanya dengan 5 juta rupiah saja. Oleh Bappebti, ini disebut dengan “akun parsial”. Nama yang lebih populer adalah “mini account”, meskipun sebenarnya tidak murni “mini” karena contract size-nya masih $100,000.

  • Kemudahan deposit dan withdrawal

    Di FOREXimf.com Anda bisa melakukan deposit (penyetoran) dan withdrawal (penarikan) dana Anda tanpa ada biaya atau jangka waktu tertentu. Gampangnya, Anda deposit pagi, sore pun sudah bisa melakukan withdrawal. Hanya saja, jika Anda mempergunakan rekening dari bank yang berbeda dengan rekening bank FOREXimf.com yang terdaftar di di segregated account (misal Anda pakai Mandiri, sementara FOREXimf.com pakai BCA), permintaan withdrawal di atas pukul 12.00 WIB (jam kliring bank) akan diproses di hari kerja selanjutnya.

Hati-hati, jika ada broker forex yang terkesan “menahan” dana Anda karena berbagai alasan. Ada kemungkinan terjadi “sesuatu” atas dana Anda. Untuk mengantisipasinya, pastikan Anda melakukan penyetoran ke nomor terpisah (segregated account) yang terdaftar di Bappebti.

Nah, di bagian ke-2 nanti, kita akan membahas apa lagi yang perlu Anda perhatikan sebelum memilih broker.

Stay tune.